Bagaimana Seorang Alumni Bacakilat Bisa Menyelesaikan 108 Buku Kurang Dari 2 Bulan di Sela Kesibukan yang Sangat Padat

Pembaca Bacakilat, berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan satu buku dengan ketebalan 200-300 halaman?

2 jam, 5 jam, 10 jam, 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, atau tidak pernah sama sekali.

Tentu membaca komik dan novel jauh lebih menyenangkan dan menantang karena alur cerita yang bersifat menggantung. Kita tidak membutuhkan effort besar untuk menuntaskannya karena pikiran menyukai cerita dan cerita itu sendiri bersifat menggantung.

Tapi untuk menjalani hidup yang luar biasa, menjadikan hidup menjadi lebih mudah, mampu mengukur risiko dan tanpa harus mengalami kegagalan yang bisa terjadi berulang-ulang maka jenis buku yang kita butuhkan adalah buku-buku non fiksi, seperti, buku pengembangan diri, bisnis, ekonomi dan berbagai buku-buku teknis lainnya.

Masalahnya untuk duduk fokus membaca selama 1 jam pasti sangat menyiksa. Ngantuk, malas bahkan memikirkan hal lain saat membaca adalah kondisi yang dialami banyak orang. Saya pun dulunya seperti itu. Saya tidak betah berlama-lama membaca buku non fiksi.

Menyadari tumpukan buku saya yang tidak pernah saya selesaikan, sementara buku baru terus bertambah, saya mulai mencari solusi membaca yang paling memberdayakan, sehingga saya bisa menyerap informasi yang saya butuhkan untuk diterapkan dalam kehidupan.

Setelah berhasil meramu formula membaca yang telah membantu saya dalam menuntaskan tumpukan buku yang belum saya baca bahkan masih banyak buku-buku saya yang masih tersampul plastik. Saya kemudian mengajarkan teknik membaca ini ke publik sejak tahun 2009 sampai sekarang.

Ada sangat banyak cerita inspiratif dan luar biasa akan perkembangan alumni Bacakilat. Salah satu cerita inspiratif adalah bagaimana pak Aji, alumni bacakilat batch 2018 yang diadakan di Jakarta di bulan Mei 2018 berhasil menuntaskan 108 buku kurang dari 2 bulan. Artinya dalam sehari pak Aji berhasil menyelesaikan rata-rata 2 buku.

Bukan hanya itu, beliau juga berhasil mendapatkan juara 2 dari kompetisi marketer. Di mana tuntutan profesi beliau harus rela menyelesaikan semua buku di atas commuter line.

Penasaran akan ceritanya, mari kita lihat hasil wawancaranya bersama tim saya di bawah ini:

Q         : Boleh diceritakan sedikit latar belakang bapak, profesi dan kesibukan saat ini?

A         : Perkenalkan saya Aji. Background saya dari Forestry, lulusan kehutanan UGM. Sekarang sebagai salah satu public service di pegawai negeri sipil di kementerian kehutanan di Jakarta. Selain pegawai negri, saya juga ada aktivitas lain, saat ini sedang merintis usaha pribadi.

Q         : Boleh cerita tentang masalah membaca yang bapak hadapi sebelum mengenal bacakilat?

A         : Sebelumnya memang saya punya satu keluhan. Selama ini saya hobby sekali membeli buku, selama ini pula buku-buku itu saya letakin saja di lemari. Otomasi buku itu menumpuk dan saya tidak pernah sentuh dan bahkan sampai sekarang masih ada buku yang terbungkus dengan plastik.

Dari situ saya kemudian melihat satu informasi dari media sosial terkait program bacakilat. Dari situ saya tergugah, “Ohh, ternyata ada ya sistem yang bisa membantu saya menyelesaikan PR saya (menyelesaikan membaca buku, ed). Di mana buku-buku yang selama ini saya hobby beli tapi belum sempat baca.”

Dari situ saya kemudian punya satu inisiatif untuk mengikuti program workshop bacakilat. Dan ternyata setelah mengikuti program bacakilat, ya… ternyata sangat membantu saya, dalam dua bulan saya bisa menyelesaikan 100 buku.

Q         : Jadi dalam 2 bulan bapak sudah menyelesaikan 100 buku?

A         : Iya, tepatnya 108 buku dalam kurang 2 bulan pak.

Q         : Sebelum mengenal bacakilat, solusi apa yang bapak gunakan untuk mengatasi masalah membaca bapak?

A         : Ohh iya, sebelum mengenal bacakilat saya biasanya menggunakan metode manual. Artinya, saya menggunakan teknik membaca konvensional. Di mana saya biasanya membaca satu buku itu paling cepat selesai satu minggu. Atau bahkan lebih. Tapi, ketika membaca itu ada hal-hal atau kondisi-kondisi saya menjadi malas, ngantuk.

Tapi dengan metode bacakilat ini, saya jadi lebih terbantu. Jadi lebih fokus, lebih tenang, dan lebih bisa memahami maksud dan isi dari buku yang saya bacakilat.

Q         : Dari 108 buku, yang kurang dari 2 bulan yang bapak telah selesaikan, dampak apa yang bapak rasakan baik di aspek personal, profesi dan bisnis?

A         : Pastinya banyak. Yang pertama, saya menghadapi kondisi di mana dengan membaca buku saya punya improve untuk product knowledge (product knowledge saya meningkat, ed), pengetahuan, kemudian ilmu-ilmu yang pastinya sangat beragam dan bervariasi. Dari segi buku motivasi, pengetahuan, kemudian agama, kesehatan dan banyak hal.

Dari situ kemudian mengubah mindset saya, “Oh ternyata dengan banyak ilmu jadi saya bisa mengaplikasikan semuanya ke dalam kehidupan sehari-hari saya. Termasuk dalam hal pekerjaan, motivasi, kesehatan dan juga dalam hal bisnis”.

Jadi saya kemudian menjadi banyak terbantu untuk mengimprove semua hal, mulai dari kepribadian, karier dan juga bisnis.

Termasuk salah satu testimoni setelah saya mengikuti bacakilat, saya mencoba mengaplikasikan pengetahuan yang saya dapatkan dengan mengikuti salah satu kontes marketer dan mendapatkan juara 2. Saya tidak hanya mendapatkan ilmunya tapi juga secara finansial. Saya juga dapat income tambahan yang saya pikir lebih bagus dari sekedar gaji saya sebagai PR (Public Relations).

Q         : Kalau boleh cerita, dari semua goal yang bapak ingin capai, sudah berapa goal yang telah tercapai dengan bantuan bacakilat?

A         : Sebenarnya kalau goal saya buat banyak. Artinya, saya setting dalam konteks goal jangka pendek, menengah dan goal jangka panjang.

Untuk goal jangka pendek, bacakilat sudah sangat membantu. Mulai dari bagaimana saya mensetting silabus atau kurikulum kesuksesan saya. Kemudian bagaimana saya bisa mendisiplinkan diri untuk mengarranges semua kegiatan mulai dari hal kecil sampai kemudian hal-hal yang memang nantinya berpengaruh kepada tujuan jangka panjang. Itu saja sudah sangat terbantu dari mengaplikasikan bacakilat.

Q         : Kira-kira ada pengalaman yang berkesan saat menggunakan bacakilat?

A         : Yang pastinya banyak ya. Kalau saya berbicara pada konteks pesan, saya tidak hanya mengaplikasikannya pada konteks membaca saja. Saya juga menggunakan shortcut untuk masuk ke kondisi genius. Saya lakukan di mana pun dan kapan pun kalau saya membutuhkannya. Mau di kantor, di perjalanan atau di mana pun. Saya menjadi sangat mudah untuk fokus dan rileks.

Jadi kadang saat istirahat kerja di siang hari, biasa kalau saya mengantuk-pun, saya lakukan kondisi Genius (shortcut untuk masuk ke kondisi genius, ed), badan jadi fresh lagi.

Q         : Oke. Saya sebenarnya penasaran ketika mendengar cerita bapak tentang kontes marketer, di mana bapak bisa mendapatkan juara dua. Bisa cerita bagaimana bapak bisa mendapatkan juara dua dan bagaimana bacakilat bisa membantu bapak?

A         : Iya, artinya begini. Selama ini kan banyak hal yang sebenarnya saya sudah missing. Sebenarnya di buku-buku yang sudah saya beli dan koleksi ternyata ilmunya sudah ada di situ. Cuma masalahnya selama ini saya belum action dan belum praktekkin. Sebanyak apapun ilmu yang kita kuasai selama doing nothing kita tidak akan bisa menghasilkan apapun.

Dan ternyata setelah saya melakukan bacakilat dan kemudian saya praktekkan ilmu-ilmu yang ada di dalam teori itu, akhirnya banyak hasil dari report yang sudah saya lakukan. Jadi, dari buku itu saya aplikasikan ke dalam kontes itu, dan ternyata, walau sesibuk apapaun, di mana kondisi saya sebagai karyawan pemerintah yang punya kesibukan yang sangat padat. Dalam satu hari saja saya bisa minimal 2-3 kali rapat. Belum lagi pekerjaan yang harus buatin report, harus buatin perencanaan dan segala macam.

Dengan kesibukan itu saya tetap menerapkan bacakilat di sela-sela waktu saya santai. Seperti saat berangkat kerja. Karena saya tinggal di Bogor dan bekerja di Jakarta, dengan kondisi jauh dan macet, saya tidak bawa mobil, saya biasanya naik commuter line. Jadi saya bacakilat dan mindmapping di commuter line. Jadi minimal biasanya saya bisa 2 kali bacakilat sehari.

Nah, tetapi, dalam konteks aplikasinya, saya juga lakukan hal yang sama. Jadi di waktu senggang, saya melakukan promosi, menawarkan produk yang kemudian saya jual dalam kontes itu. Dan ternyata kita sebenarnya bukan harus full time melakukan satu bisnis atau apapun tapi sebenarnya kita lebih harus pada kondisi full heart. Ternyata saya belum totally full time aja saya sudah bisa memenangkan kontes. Apalagi kalau saya bisa full time dan full heart.

Q         : Juara satu mungkin di tangan ya pak?

A         : Iya, betul.

Q         : Berarti dari 108 buku yang bapak telah selesaikan, apakah semuanya bapak selesaikan di commuter line?

A         : Hampir mayoritas saya selesaikan di commuter line. Seperti yang saya sudah tulis dalam group facebook alumni bacakilat. Most of seperti itu (menuntaskan buku bacaan, ed).

Q         : Apakah teman-teman bapak tahu kalau bapak menggunakan bacakilat dalam proses membaca bapak. Apa tanggapan mereka?

A         : Oke. Selama ini orang-orang bertanya-tanya, “Aji kamu ngapain?. Oh iya, saya bilang, “Saya ada satu program namanya bacakilat. Kerenlah, pokoknya yang pasti”.

Ketika mereka melihat saya melakukan bacakilat, “Ihh koq, aneh kamu, bacanya seperti itu.” Dan kemudian pada saat saya melakukan mindmapping, “Ihh lucu, bisa keren gitu ya?”.

Nah pada saat itulah mereka ada something special yang kemudian mereka kasih komentar, “Ihh bagus ya. Koq bisa begitu ya?”

” Ohh iya, ketika saya membaca buku ini, kemudian saya bisa membuat satu alur cerita. Saya bikin mindmap. Artinya kita bisa mindmap buku ini kemudian kita cerna, masukkan ke dalam pikiran bawah sadar dan kemudian kita bisa menjelaskan isi buku ini, begitu”, jawab saya.

Kemudian mereka berkomentar, “Ohh bagus juga ya. Bagaimana itu caranya?” “Ya sudah kalian ikut saja” kata saya. Biasa saya juga sharing terkait schedule untuk bacakilat ke group-group teman dan relasi. Dan mereka sebagian besar tertarik. Cuma, mungkin masalah waktu saja mereka belum bisa ikut.

Q         : Terima kasih telah mempromosikan bacakilat kepada teman-teman bapak ya.

Mungkin masih banyak teman-teman di luar sana yang belum percaya akan bacakilat. Apa yang ingin bapak sampaikan kepada teman-teman di luar sana pak?

A         : Ada satu hal yang saya sendiri awalnya antara percaya ga percaya, “Benar ga sih?”. Sampai pada satu titik di mana saya kemudian ikut dan mengaplikasikannya dan, “Oh, ternyata benar” (bacakilat bekerja, ed).

Ketika kita tidak yakin akan ilmu yang dipelajari, percuma juga, karena banyak yang kita lihat di group alumni juga, saya termasuk di batch 208 itu banyak dari teman-teman, menurut saya ya, mereka sudah mengelurakan uang, waktu, tenaga untuk ikut pelatihan bacakilat tapi mereka tidak aplikasikan. Itu juga sama saja. Sayang dan useless menurut saya.

Akhirnya saya juga coba menyemangati teman-teman, “Ayo!”. Karena sebenarnya ini bukan untuk siapa-siapa. Ini untuk diri kita, kemudian nanti diaplikasikan dan kita juga akan mendapatkan result dari apapun yang kita lakukan di bacakilat.

Dan kemudian saya juga coba untuk mengedukasi ke teman-teman, siapapun begitu ya, “ada satu metode bagus”, dan kemudian kita bisa membangun diri sendiri, keluarga dan juga masyarakat untuk bagaimana kita semakin sadar pentingnya membaca.

Dari membaca itu kita jadi paham banyak ilmu dan jendela dunia hanya dengan membaca buku. Ini menjadi satu kunci untuk kita bisa mencapai banyak hal.

Q         : Pertanyaan terakhir ya pak,

A         : Oke

Q         : Ada saran dan masukan untuk kami agar kami bisa meningkatkan pelayanan kami di masa depan?

A         : Apa ya? Hal-hal yang dilakukan sudah lumayan bagus. Teman-teman dari bacakilat juga telah menggunakan media yang cukup populer, seperti group facebook dan webinar. Ini metode yang cukup bagus.

Kalau masalah saran, yaa… mungkin lebih memperbanyak sosialisasi terkait bacakilat ke banyak orang. Karena kan, banyak orang belum mengetahui tentang bacakilat, dan itu perlu menurut saya.

Anak-anak sekarang dunianya sudah digital. Jadi bagaimana kalau tim mempromosikan kepada mereka, minimal kepada anak-anak yang masih sekolah. Dan menurut saya itu akan sangat membantu mereka untuk meningkatkan kesadaran membaca, meningkatkan hasil belajar.

Pak Suswaji S.Hut yang mengikuti Workshop Bacakilat 3.0 batch 208 bulan Mei 2018 di Jakarta

Bagaimana menurut Anda akan cerita dari pak Aji? Apakah Anda ingin memecahkan rekor membaca Anda?

Salah satu manfaat yang Anda bisa dapatkan dengan menggunakan Bacakilat dalam proses membaca adalah menghemat waktu membaca. Di kelas Bacakilat yang kami adakan selama 1 hari, rata-rata peserta bisa menyelesaikan satu buku dengan ketebalan 200-300 halam kurang dari 90 menit. Ada juga peserta yang bisa menyelesaikan 2 buku bahkan lebih.

Meskipun waktu membaca menjadi lebih singkat, tidak berarti mereka kehilangan banyak informasi. Melainkan mereka bisa memahami isi buku dengan sangat baik dan mencapai 100 tujuan membaca mereka.

Bisa Anda bayangkan bagaimana peningkatan pemahaman, wawasan dan pengetahuan yang mereka dapatkan?

Inilah yang terjadi pada pak Aji, alumni bacakilat batch 208 di atas. Ia memiliki pengetahuan dan ide yang siap digunakan untuk mengembangkan product knowledge di pekerjaan dan kompetisi marketer yang ia ikuti.

Apakah Anda juga ingin mendapatkan ide dari buku-buku yang ingin Anda tuntaskan tapi belum pernah terselesaikan dari dulu? Saya yakin Bacakilat akan sangat membantu untuk mencapai hal ini.

Di artikel yang lain, kami akan hadir dengan pengalaman-pengalaman yang tidak kalah serunya dari alumni Bacakilat di kota-kota yang telah kami adakan.

So, saya ingin mengetahui pendapat Anda akan hasil wawancara tim saya di atas atau mungkin ada pertanyaan yang perlu kami tanyakan? Mungkin kami missed menanyakannya. Silahkan tuliskan pemikiran Anda di kolom komentar.

Sampai jumpa di tulisan yang lain. Mari Bangun Indonesia Dengan Membaca

About the Author

Agus Setiawan adalah Founder dari sistem Bacakilat. Bacakilat pertama kali diajarkan di tahun 2009. Dan terus berkembang melaui proses penelitian, pembelajaran dan uji coba ke dalam tim Bacakilat. Dari Bacakilat 1.0 berkembang sampai sekarang Bacakilat 3.0 yang merupakan pendekatan termudah untuk menguasai Bacakilat.

Leave a Reply 1 comment

rani - October 9, 2018 Reply

nice website, succes..

Leave a Reply: