Archive
Daily Archives: September 22, 2015

Saya Tahu Anda Malas dan Tidak Suka Membaca

Ada tiga hal yang membuat Anda membaca tulisan ini. Pertama, rasa penasaran menggerakkan Anda untuk membaca tulisan ini. Ini membuat Anda terus membaca.

Kedua, Anda sadar kalau ini adalah artikel singkat. Anda tidak membutuhkan waktu lama untuk menuntaskannya. Yahhh paling tidak 5-10 menit. Bisa Anda bayangkan jika tulisan ini sampai 10 halaman. Saya yakin Anda akan pergi ke halaman lain hehehe

Ketiga dan ini butuh kejujuran Anda, mungkin, mungkin ya. Saya tidak berkata ini benar, saat Anda membaca judul di atas, yang ada di benak Anda adalah “Gue banget nih!” Ayo ngaku, benar ga? Hehehe

Yah, saya pun dulunya seperti itu. Saya malas membaca meskipun saya percaya membaca adalah cara termudah untuk meningkatkan diri.

Percaya hanya tinggal percaya saja. Saya tidak pernah bertindak, membaca buku maksudnya. Selalu saja ada alasan yang masuk akal agar saya tidak membaca buku.

Inilah kerjaan dari kantor, nelpon atau dan chat dengan teman dan “teman”, nonton TV dan ujung-ujungnya kegitan terakhir adalah baca buku.

Luar biasanya, saat akan membaca buku, jarum pendek di jam dinding saya menunjukkan ke arah 330 derajat alias ke angka 11, dan waktu itu adalah saat-saat terbaik untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh.

Apa yang saya lakukan?

Yahh, menatap buku dan berkata, “Besok ya, kamu saya baca. Saya mau tidur. Tadi sudah capek kerja. OK!!!”

Besoknya lagi, hal yang sama terjadi lagi, lagi dan lagi. Dan pada akhirnya, saya tidak pernah membaca buku yang ingin atau benar-benar saya butuhkan untuk dibaca.

Kalaupun ia, sulit memahami serta rasa kantuk yang kuat membuat saya tidak pernah menyelesaikan bacaan saya.

Apakah cerita saya begitu familiar di pikiran Anda? Atau Anda pernah mengalamai hal seperti ini. Atau Anda sedang mengalaminya?

Yang namanya “malas”, ampun dehh, itu penyakit yang sangat “mematikan” dan sangat sulit untuk menemukan penawar yang mujurab. Betul, ga?

Persepsi Menentukan Segalanya

Persepsi adalah penentu dari segalanya. Apa yang Anda percayai itulah yang akan terjadi pada diri Anda. Jika Anda percaya kalau membaca itu tidak menyenangkan, Anda tidak akan suka membaca. Begitu juga sebaliknya.

Tidak peduli seberapa sadar Anda akan manfaat dari membaca. Jika Anda tidak suka membaca, pikiran Anda akan sangat kreatif untuk mengeluarkan ide-ide segar utuk melakukan hal lain daripada membaca.

Ok, jika Anda sudah sampai di sini, pasti Anda berharap untuk mendapatkan solusi untuk mengatasi rasa tidak suka membaca dan malas yang begitu besar, bukan?

Kalau begitu, saya akan memberikan 2 solusi untuk Anda. Tujuan dari 2 solusi ini adalah untuk menggeser cara pandang Anda terhadap membaca. Mari kita bahas.

Obat TV

Pertama, mengikuti seminar bacakilat. Mengapa seminar bacakilat?

Bacakilat adalah teknik membaca, yang kami yakini bisa menggeser paradigma seseorang dalam membaca. Hal ini tentu karena proses membaca konvensional dengan bacakilat bisa dijelaskan secara terukur berdasarkan riset para ahli pikiran.

Penjelasan inilah yang membuat seseorang merasa membaca menjadi sesuatu yang menarik, bukan hal yang melelahkan. Bahkan di kelas, akan diajarkan beberapa teknik untuk meningkatkan rasa suka membaca.

Kami memiliki dua jenis seminar, untuk pelajar dan dewasa. Batasan untuk pelajar adalah kelas 6 SD sampai kelas 12 atau 3 SMA sederajat. Untuk kuliah ke atas, masuk ke kelas dewasa.

By the way, seminar untuk pelajar dihitung berdasarkan satu keluarga inti. Ayah, ibu dan dua orang anak. Artinya, Anda membayar satu tiket untuk maksimal 4 orang atau kurang.

Cara kedua adalah mengikuti satu program membaca yang kami sediakan khusus bagi mereka yang tidak suka membaca, malas, tidak memiliki waktu membaca karena kesibukan dan alasan-alasan lainnya.

Program baca ini diberi nama 30 hari tantangan membaca. Di mana telah diringkas satu buku international kedalam PDF 8 halaman dan menjadikannya ke dalam bentuk mp3 berdurasi ± 20 menit.

Mengapa cara ini efektif untuk meningkatkan ketertarikan Anda akan membaca?

Selain karena kesibukan dan alasan-alasan lain yang masuk akal, cara untuk menggeser persepsi adalah memberikan sesuatu hal yang menyenangkan bagi pikiran.

Artinya, jika kita memaksa pikiran untuk berubah berdasarkan keinginan kita secara sadar, ia tidak mau. Tapi, jika kita memberikan pikiran sesuatu hal baru yang memberikan efek rasa senang, suka, maka dengan mudah kita bisa membentuk satu kebiasaan baru.

Pergeseran persepsi inilah yang membuat tidak suka membaca menjadi suka membaca, yang dari malas membaca menjadi rajin membaca terjadi dengan mudah.

Apakah itu mungkin?

Pastinya ia. Karena pikiran tidak suka diberikan sesuatu hal yang monoton dan berat. Seperti baca buku misalnya. Tapi jika Anda memberikan ia musik atau audio book, maka pikiran akan mempersepsikan hal tersebut sebagai musik yang notebene adalah kesukaan dari pikiran bawah sadar.

Bagaimana menurut Anda?

Apakah Anda tertarik mencobanya? Silahkan klik di sini, di sini dan di sini hehehehe

Mengapa ada 3 kali di sininya? Karena ada link yang bisa Anda buka hehehe

Selamat mencoba dan saya tunggu komentar dan masukan Anda akan tulisan di atas. Sukses selalu untuk Anda 😀