Archive
Daily Archives: November 27, 2015

Bertahan Hidup vs. Bertumbuh.

Mari kita akui, tidak juga tidak masalah. Bahwa sebagian besar dari kita menjalani kehidupan dengan mode bertahan hidup. Bukan bertahan hidup hanya untuk sekedar bisa makan dan hidup.

Tapi bertahan hidup di zona nyaman saat ini. Zona nyaman Anda yang begitu aman dan tenang. Ups, mungkin tidak terlalu tenang. Tapi paling tidak Anda merasa familiar dengan zona ini, Anda tahu apa yang akan terjadi di zona ini, walaupun Anda tidak suka. Dan lebih baik tidak melihat zona di luar ini, karena Anda belum tahu, belum kenal, dan belum familiar.

Secara genetik, Anda akan bertahan dalam Zona nyaman di pekerjaan Anda. Zona nyaman di keluarga Anda. Zona nyaman di gaya hidup Anda. Yang mana sampai terjadi sebuah guncangan yang bisa menjadi “Wake Up Call”. Barulah umumnya seseorang tersadar bahwa selama ini dia sudah terlena dalam zona nyamannya.

Bertahan hidup yang saya maksudkan adalah kita hanya melakukan semua hal dengan cukup baik hanya untuk mempertahankan kita dalam kondisi sekarang.

Apa ciri-cirinya?

Karena tujuan saya menulis ini adalah untuk membangun kesadaran membaca Anda, jadi saya menyempitkannya dalam konteks membaca.

Maka salah satu cirinya adalah apakah Anda membaca buku yang Anda beli dengan niat untuk bisa meningkatkan bisnis dan karir Anda? Atau Anda sekedar membeli dan hanya ingin kelihatan pintar karena memiliki buku-buku itu?

Anda mengetahui membaca itu penting. Dan Anda ingin melejitkan karir. Anda ingin meningkatkan bisnis. Ya, benar, Anda sudah bekerja keras, tapi kebanyakan dari kita bekerja keras di lingkaran bertahan hidup itu.

Belum membuat sebuah terobosan yang membangunkan potensi sukses yang transformatif. Belum mengembangkan diri sampai Anda melampaui kondisi dan tantangan yang ada. Saya juga tidak bermaksud mengatakan tidak bersyukur dan merasa cukup dengan apa yang Anda miliki. Tapi apakah Anda menemukan kebahagiaan dengan apa yang Anda jalani?

Jika Anda merasa bahwa walaupun tidak membaca buku yang sudah Anda beli itu, dan karir Anda akan baik-baik saja, maka Anda tidak akan membaca. Benar? Dan jujurlah, apakah akan baik-baik saja di tengah perubahan yang terjadi tanpa henti ini?

Seperti teori dari Charles Darwin, dunia ini berevolusi. Dan telah berevolusi terus-menerus dan mengubah species di dunia, mengubah bagaimana manusia berpikir. Mengubah bagaimana manusia berkembang. Mengubah bagaimana kita menjalankan bisnis.

Dan “survival of the fittest” menjadi panutan hidup orang banyak. Artinya orang yang bisa bertahan dalam proses evolusilah yang bisa bertahan hidup.

Tapi mengapa harus hanya bertahan hidup? Mengapa tidak lebih dari itu.

Jika Anda menjalani hidup hanya untuk melewati hari, minggu atau tahun, berarti tidak ada banyak hal yang menyenangkan dalam hidup Anda.

Kita semua bekerja terlalu kerjas. Bekerja terlalu lama dari apa yang kita sukai, khawatir akan masa depan, tidak pasti akan peran kita dan tujuan kita. Kita bekerja terlalu keras untuk berharap hanya sekedar bertahan hidup. Seharusnya tujuan kita adalah untuk sukses dan bahagia, bukan hanya sekedar lewat saja.

Mengapa banyak orang yang menggunakan pendekatan bertahan hidup ini? Karena secara genetik, kita memiliki sebuah reaksi otomatis untuk menghindari perubahan.

Melewati perubahan ini tidak mudah, tapi manfaatnya membuat Anda tidak stress, bekerja lebih sedikit, dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Menjalani kehidupan yang bahagia, menikmati apa yang Anda impikan.

Perubahan menjadi sesuatu yang momok bagi banyak orang. Menjadi sebuah ancaman. Membaca buku dan mengembangkan diri akan mendorong seseorang menghadapi perubahan yang akan terjadi, yang seharusnya tidak terjadi jika ia tidak ‘melihat’ adanya kondisi baru, jika ia hanya menjalani kehidupan apa adanya. Dan perubahan itu tidak nyaman. Ada yang membaca buku dan menyadari perlu melakukan perubahan, dan memutuskan lebih baik tidak melakukannya. Apapun alasannya, tidak melakukan dan melakukan sama-sama sebuah keputusan yang Anda ambil.

Dan ada juga yang lebih antisipatif, bahwa setelah membaca buku akan ada perubahan yang perlu dilakukan di luar zona nyaman saat ini sehingga mereka merasa malas untuk membaca dan melakukan perubahan. Jadi hanya membeli dan mengoleksinya saja.

Tapi jujurlah, mengapa ada dorongan membaca dalam diri Anda?

Mengapa membeli buku-buku yang Anda ingin baca, tapi tidak membacanya?

Walaupun Anda sudah memiliki skill yang mumpuni untuk bisa menguasai buku dalam waktu singkat, mengapa tidak melakukannya?

Bertahan hidup bukanlah sebuah tujuan. Kesuksesan trasformatiflah yang layak menjadi tujuan Anda. Untuk itu Anda dan saya, perlu mengubah paradigma. Memperluas wawasan. Memperbesar wadah dalam diri, sehingga tantangan yang muncul dalam kehidupan tidak membuat kita penuh dengan tekanan dan tidak bahagia. Tapi menghadapinya dengan mudah, santai dan memberikan hasil memuaskan.

Impian menunggu Anda. Dan tidak ada pilihan apakah harus mengembangkan diri atau tidak. Tapi seberapa cepat Anda mengembangkan diri sehingga impian ini “muat” masuk dalam wadah kehidupan Anda.

Bertumbuhlah, jangan sampai kejadian “Wake Up Call” hadir menyentil Anda.