3 Alasan Mengapa Seseorang Tidak Bisa Menguasai Bacakilat

Setiap orang memiliki tuntutan besar untuk membaca buku, orang yang hobi membaca buku dan orang yang suka dengan dunia pengembangan diri pasti ingin menguasai dan menggunakan bacakilat untuk membantu dan memudahkan masalah mereka.

Alasan ini menghantarkan banyak orang ke pelatihan bacakilat executive 2 hari yang biasa diselenggarakan di hotel bintang 4 atau 5 di kota-kota besar di Indonesia. Tujuannya, agar peserta merasa nyaman dengan tempat dan bisa belajar menguasai skill bacakilat dengan lebih efektif.

Meskipun begitu, ada juga peserta pelatihan yang belum bisa menguasai bacakilat. Ada 3 alasan mengapa seseorang tidak bisa menguasai bacakilat. Mari kita bahas satu persatu :

1. Tidak Praktek

“For the things we have to learn before we can do them, we learn by doing them.”

Aristotle

Untuk bisa menguasai satu skill tertentu, seseorang harus terus praktek, praktek dan praktek. Tidak ada satu orangpun yang bisa menguasai skill tertentu hanya dengan melihat atau mempelajari teorinya.

Sama seperti berenang. Seseorang tidak bisa berenang hanya dengan melihat dan mendengar penjelasan dari instruktur renang.

Mau atau tidak, ia harus masuk ke dalam kolam. Belajar mengatur napas di dalam air, menjaga keseimbangan tubuh agar tidak tenggelam, menggerakkan tangan dan kaki agar tubuh bisa melaju ke depan. Dibutuhkan waktu dan praktek yang cukup bagi seseorang agar ia bisa berenang tanpa harus ada intruktur, bukan?

Begitu juga dengan bacakilat. Untuk bisa menguasai bacakilat, seseorang harus meluangakan waktu dan perhatian untuk prakter. Di kelas, pak Agus Setiawan selalu meminta peserta untuk praktek selama 20 jam yang dicicil setiap harinya.

20 jam ini dilandasi oleh hasil riset Josh Kaufman yang ia tulis di buku The First 20 Hours. Josh Kaufman berkata 20 jam pertama adalah masa kritis seseorang untuk menguasai skill apapun yang mereka ingin kuasai.

Di kelas, pak Agus sangat meminta komitmen para peserta untuk memberikan 20 jam pertama mereka untuk terus praktek bacakilat.

Masalahnya, banyak peserta yang tidak siap untuk meluangkan waktu mereka selama 20 jam pertama untuk praktek bacakilat. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan manfaat besar dari bacakilat itu sendiri.

To Do Or Not To Do

2. Fokus Pada Intuisi

Dalam melakukan aktivasi, salah satu dari tiga teknik dari bacakilat, sebagian orang terlalu fokus pada intuisi bukannya pada informasi yang mereka ingin dapatkan dari buku. Akibatnya mereka melewatkan banyak halaman saat melakukan memindai dan menjelajahi.

Ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pikiran sadar akan mempengaruhi pikiran bahwa banyak informasi penting yang ia lewatkan. Akibatnya, pikiran mulai memperlambat kecepat dan membaca secara biasa.

Kedua, intuisi tidak mau muncul karena pengaruh dan aktivitas pikiran sadar yang sangat kuat. Satu sifat pikiran bawah sadar, “Semakin besar usaha pikiran sadar, semakin kecil respon dari pikiran bawah sadar.” Ini membuat intuisi tidak mau menunjukkan informasi penting ke pikiran sadar.

Untuk mengatasi hal ini, seseorang harus mempercayai dan tidak terlalu memaksa intuisinya berkomunikasi kepada pikiran sadarnya. Bahkan saat seseorang tidak fokus kepada intuisi, justru intuisi muncul dan berkomunikasi ke pikiran sadar.

3. Masalah Mental yang Belum Tuntas dan Tidak Diselesaikan

Di kelas, pak Agus mengajarkan skill untuk mengatasi beban mental di aspek belajar dan membaca. Beban mental inilah penghambat terbesar seseorang untuk maju.

Pelajar adalah contoh nyata yang bisa kita lihat. Saat pelajaran dimulai, banyak anak yang merasa mengatuk, bosan dan sering kali melakukan hal lain untuk mengalihkan perhatian mereka dari pelajaran. Saat istirahat, mereka bermain dengan semangat. Saat pelajaran dimulai, kembali mereka merasa bosan atau mengantuk.

Masalahnya mengapa orang tidak mau praktek bacakilat karena masalah beban mental yang mereka tidak atasi dan selesaikan. Ketika praktek sendiri, mereka mendapatkan beban mental baru dan tidak mengatasinya saat itu juga atau mental blok lama yang muncul kembali.

Selama mereka tidak mengatasi mental blok ini, mereka akan sulit untuk praktek. Bisa Anda tebak apa yang terjadi jika mereka tidak mau praktek.

Inilah alasan mengapa seseorang belum bisa menguasai bacakilat. Biasanya ini terjadi pada kelas dewasa. Selama mereka melakukan apa yang diminta oleh pak Agus di kelas, cepat atau lambat, mereka pasti menguasai dan mandapatkan menfaat besar dari bacakilat.

Bagaimana menurut Anda, apakah Anda sudah siap untuk menguasai skill bacakilat? Silahkan ikuti seminar bacakilat di sini.

About the Author

Leave a Reply 0 comments