6 Alasan Mengapa Seseorang Tidak Mau Membaca

Manusia adalah mahluk tujuan. Semua tindakan dilandasi oleh tujuan yang spesifik. Semakin spesifik dan personal sebuah tujuan, maka seseorang dengan mudah bisa menggerakkan tubuhnya untuk bertindak.

Sama halnya dengan mambaca. Ada banyak alasan mengapa seseorang mau membaca dan begitu juga sebaliknya. Di artikel ini kita akan membahas secara gambaran besar mengapa seseorang tidak mau membaca, khusunya dalam membaca buku.

Mari kita bahas satu persatu:

Bingung

1. Tidak Memiliki Kejelasan

“Kegilaan adalah melakukan hal yang sama secara terus-menerus dan mengharapkan hasil yang berbeda.”

Albert Einstein

Kejelasan memberikan seseorang arah yang jelas untuk bertindak. Mulai dari tindakan nyata yang harus mereka lakukan dan hal lain yang mesti disiapkan untuk mencapai tujuan.

Kejelasan memiliki pengaruh yang sangat besar untuk mencapai tujuan. Hanya dengan kejelasanlah seseorang bisa fokus mencapai apa yang mereka inginkan.

Bisa Anda bayangkan orang yang tidak jelas akan apa yang mereka inginkan? Mereka justru akan membuang banyak waktu, perhatian dan energi untuk melakukan hal-hal yang tidak mendukung kesuksesan mereka.

Dengan memiliki kejelasan, perjalanan mencapai tujuan akan terasa lebih mudah dan menantang. Seseorang tahu apa yang harus mereka lakukan dan hal-hal yang tidak perlu dilakukan untuk sampai di tujuan.

Membaca buku akan menjadi satu kebutuhan bukan keharusan saat seseorang memiliki kejelasan akan keinginan. Meraka sadar bahwa membaca buku penting untuk membantu mencapai tujuan mereka. Ini kejelasan secara umum.

Secara lebih spesifik, saat akan membaca, seseorang hurus jelas akan tujuan mereka akan membaca. Banyak orang hanya sekedar membaca buku dan berhenti membaca karena pikiran mereka tidak bisa fokus.

Seseorang harusalah memiliki tujuan yang jelas dan personal untuk mendapatkan apa yang diingkan dari buku yang dibaca. Tujuannya agar pikiran bisa fokus mendapatkan apa yang diinginkan.

2. Tidak Memprioritaskan Membaca

“Sebuah ide dalam sebuah buku mempunyai potensi untuk mentransformasi diri ke sebuah pencapaian yang tak terkira. Masalahnya, kita tidak pernah tahu di buku mana ide itu tersembunyi. Carilah, karena ide itu menunggu untuk kita temukan.”

Gobind Vashdev

Ini sangat berkaitan dengan poin yang kita bahas sebelumnya. Jika seseorang memiliki kejelasan, maka dengan sendirinya ia akan memprioritaskan waktu untuk membaca. Jika tidak, membaca hanya akan menjadi satu kegiatan yang sangat berat dan “menyiksa” untuk dilakukan.

Jika ini terjadi, boro-boro orang mau membaca. Pasti ada kegiatan lain yang lebih menarik untuk dilakukan, bukan?

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari membaca, maka seseorang perlu memprioritaskan kegiatan membaca itu sendiri.

Orang yang tidak memprioritaskan diri untuk membaca akan memiliki segudang alasan yang masuk akal. Mulai dari tidak memiliki waktu, kesibukan yang sangat tinggi dan berbagai alasan lainnya.

3. Bingung Mulai Membaca Tentang Apa

Masih sangat erat hubunganya dengan kejelasan dan prioritas. Orang yang belum memiliki kejelasan akan bingung sendiri tentang konten buku yang harus mereka baca.

Mereka menganggap penting semua hal yang dilihat di toko buku. Ini karena banyak judul-judul buku yang sangat menarik dan menggoda untuk dibaca. Karena terlalu banyak, mereka pun hanya membeli dan tidak pernah menyelesaikan membaca buku tersebut.

Alasan lain mengapa seseorang bingung, ini menjadi satu kekuatan pikiran bawah sadar untuk mengelabuhi pikiran sadar agar tidak membaca buku. Alasannya, akan Anda temukan di penjelasan selanjutnya.

4. Adanya Beban Mental dalam Membaca dan Belajar

Inilah alasan terbesar mengapa seseorang tidak mau membaca. Seberapa besar pun mereka mencoba untuk membaca, jika mereka memiliki beban mental dalam membaca, akan membuat proses membaca begitu berat dan tidak menyenangkan.

Masalah emosi seperti tidak suka membaca, bosan, malas, sulit memahami isi buku, tidak punya waktu, suka menunda, tidak berani mencoba hal baru dan semua emosi negatif lain yang berhubungan dengan membaca dan belajar.

Jika emosi-emosi ini tidak segera diatasi, maka akan sulit bagi seseorang untuk memulai membangun kebiasaan membaca dengan sukses. Ini juga menjelaskan tentang poin nomor 3 yang kita bahas barusan.

Dibutuhkan perjuang dan niat yang besar agar bisa menjadikan membaca sebagai kebiasaan. Untuk mengatasi masalah membaca ini, Anda bisa menggunakan salah satu mengatasi hambatan membaca di sini.

5. Membaca Buku Belum Menjadi Satu Kebiasaan

Dengan mengatasi masalah emosi di aspek membaca dan belajar, maka membentuk kebiasaan membaca akan menjadi lebih mudah daripada sebelumnya.

Sama seperti kebiasaan lainnya. Membaca juga membutuhkan waktu, perhatian, fokus serta tindakan nyata agar menjadikannya sebagai satu kebiasaan.

Karena belum menjadi kebiasaan, maka membaca menjadi satu proses yang sangat “menantang.” Membaca adalah peran aktif antara pembaca dan buku, sering kali orang hanya membaca dan tidak menggunakan pikiranya dalam menganalisa sehingga membaca menjadi satu proses yang sangat melelahkan.

Akhirnya mereka pun berhenti membaca. Ini justru menguatkan emosi negatif yang telah ada sebelumnya.

Untuk membuat membaca menjadi satu kebiasaan, maka Anda bisa menggunakan cara berikut ini yang jauh lebih mudah dan menyenangkan 😀

6. Cara Membaca yang Kurang Tepat

Skill Membaca

Alasan banyak orang tidak mau membaca buku disebabkan karena cara membaca yang tidak efektif. Berhasil menghabiskan satu buku tebal saja sudah menjadi satu prestasi yang luar biasa.

Cara membaca yang banyak digunakan orang seperti membaca kata per kata, yang membuat membaca terasa sangat lambat. Bukan hanya lambat saja, pemahaman yang didapatkan pun hanya sedikit. Sering kali setelah membaca buku, mereka tidak memahami apa yang ia telah baca sebelumnya.

Akibatnya, mereka merasa tidak mendapatkan apa-apa dan mulai berpikir bahwa membaca itu membosankan, sulit paham dan membaca itu tidak menyenangkan.

Ini juga didukung dengan perbehendaraan kata yang kurang serta tata bahasa yang berat di buku yang dibaca.

Untuk mengatasi masalah seperti ini, Anda bisa menggunakan teknik membaca Bacakilat Home Study Course yang bisa diakses secara online. Anda akan mendapatkan pemahaman tentang cara membaca yang lengkap, disertai dengan landasan teori yang sangat dalam. Anda bisa mengklik di sini untuk mendapatkan skill membaca ini.

Inilah alasan-alasan mengapa seseorang tidak mau membaca. Membaca menjadi satu kegiatan yang “menyakitakan” dan “menyiksa”. Dengan mengetahui alasan mengapa seseorang tidak mau membaca, akan memudahkan Anda menemukan alasan mengapa Anda tidak mau membaca.

Pembaca, jika Anda tidak suka membaca, khusunya buku, kenapa Anda tidak suka membaca? Saya tunggu cerita Anda.

About the Author

Leave a Reply 0 comments