6 Hal yang Harus Dihindari Agar Bisa Baca Cepat

OBTACLE

Kita semua pasti ingin menjadi pembaca cepat bukan? Selain bisa efisien waktu, kita juga bisa lebih banyak wawasan karena lebih banyak buku yang akan terbaca.  Ada banyak sekali strategi/cara untuk bisa membaca buku dengan cepat dan efektif.  Diantaranya adalah terbiasa membaca pada kelompok-kelompok kata, tidak mengulang kalimat yang dibaca, tidak berhenti terlalu lama di awal baris atau kalimat, mencari kata-kkata kunci yang berkaitan dengan gagasan pokok di setiap paragraph atau sub bab, mengabaikan kata-kata penghubung yang sifatnya berulang-ulang (yang, di, pada, sebagai, dll), menggerakkan mata secara vertikal, serta menjadikan judul setiap bab dan sub bab menjadi pertanyaan-pertanyaan.

Akan tetapi, ternyata meski kita sudah bisa menerapkan factor yang membuat kita membaca lebih cepat, ada hal lain yang harus dihilangkan.  Ia adalah faktor-faktor yang membuat kita membaca lebih lambat. Beberapa hal ini adalah kegiatan “pengganggu” yang akan membuat proses membaca Anda menjadi tidak mengalir, tidak mudah paham dan memecahkan konsentrasi.

Hal-hal berikut ini mungkin seringkali kita lakukan saat membaca, namun terkadang kita jarang sekali menyadarinya.  Apa saja sih hal-hal yang menghambat kecepatan membaca kita?  Yuk kita selesaikan bersama-sama 🙂


1. Menyuarakan apa yang dibaca

Ini sering jadi masalah yang kita hadapi waktu membaca. Mulut selalu pengin ikut campur dalam urusan membaca. Sebenarnya yang kita butuhkan dalam membaca itu adalah mata, kepala, dan pastinya buku bacaan. Jangan libatkan mulut. Mulut yang ikut mengucapkan apa yang kita baca adalah halangan nomor satu dan bertentangan dengan teknik membaca cepat.

Dalam kegiatan membaca ada hal hal yang dapat menghambat seseorang membaca cepat seperti vokalisasi (membaca dengan bersuara). Mengeluarkan bunyi-bunyi saat kita membaca justru akan membuat konsentrasi kita terpecah saat membaca karena bunyi-bunyi yang kita hasilkan sendiri.

Selain menyuarakan apa yang kita baca, membaca juga dapat terhambat karena gerakan bibir yang menirukan bacaan.  Hal ini bisa terjadi karena kita cenderung akan mengulangi apa yang kita baca (mundur ke belakang). Sebab, mata kita kecepatannya lebih cepat dari bibir kita

Menggerakkan jari juga bisa menghambat kecepatan membaca karena kecepatan jari kita akan kalah dengan kecepatan mata.

Vokalisasi atau membaca dengan bersuara adalah salah satu hal yang mampu menghambat kecepatan dalam membaca cepat. Jika seseorang membaca dengan bersuara, maka seseorang melakukan dua pekerjaan sekaligus sehingga akan menghambat kecepatan membaca sekaligus pemahaman yang diperoleh (mualim.blogdetik.com). Itu berarti bahwa kita mengucapkan kata demi kata secara lengkap.

2. Membaca kata demi kata

Jangan membaca kata demi kata. Kenapa? Karena makan waktu. Coba bayangkan buku yang tebal dan tulisannya kecil kalau kita baca kata demi katanya, akan menghabiskan waktu berapa lama? Kembalilah ke teknik scanning dan skimming, maka kamu nggak akan tersesat 🙂

3. Membantu melihat/menulusuri baris-baris bacaan dengan alat-alat tertentu. (ujung jari/pensil).

Kegiatan membaca dengan menunjukkan jari ini juga merupakan kebiasaan membaca yang dibawa sejak kecil. Dulu kita melakukan hal ini karena untuk menjaga agar tidak ada kata yang terlewatkan. Akan tetapi, setelah dewasa, sudah barang tentu kemampuan membaca kita semakin meningkat kebiasaan ini tetap dilakukan karena sudah menjadi kebiasaan.

Hal ini bisa mengganggu kecepatakan membaca karena kecepatan pensil/jari lebih rendah dari kecepatan otak kita untuk membaca.  Selain itu, membaca dengan menggunakan alat penunjuk membuat kita jadi membaca semua detail yang mungkin tidak terlalu kita butuhkan.

4. Menggerak-gerakan kaki atau anggota tubuh yang lain

  • Gerakan Bibir

Menggerakkan bibir ketika kita sedang membaca akan membuat kecepatan membaca kita melambat. Itu sama saja dengan kita membaca dengan bersuara. Soedarso menambahkan kecepatan seseorang yang membaca dengan bersuara ataupun dengan gerakan bibir hanya seperempat dari kecepatan seseorang yang membaca secara diam (Soedarso, 2002:5).

  • Gerakan Kepala

Kebiasaan menggerakkan kepala saat membaca merupakan kebiasaan yang timbul pada masa kanak-kanak. Kebiasaan itu timbul karena dulu jangkauan mata kita sewaktu masih kecil, kurang mencukupi. Setelah dewasa, walaupun jangkauan mata kita sudah mencukupi, kita sulit meninggalkan kebiasaan menggerakkan kepala karena sudah sering dilakukan.

5. Konsentrasi berpikir terpecah dengan hal-hal di luar bacaan

Untuk mendapatkan informasi tidak hanya dengan membaca cepat namun juga selalu berkonsentrasi pada saat membaca. Percuma bila kita telah membaca cepat namun kita tidak dapat mengerti atau memahami apa yang kit abaca. Semakin kita berkonsentrasi semakin cepat pula kita menyerap ide atau informasi yang kita inginkan.

Kurangnya konsentrasi pada pembaca bisa disebabkan hal yang berbeda-beda. Kurangnya konsentrasi bisa disebabkan oleh kurangnya minat atau perhatian terhadap apa yang dibaca, karena tidak menarik, terlalu mudah atau malah membosankan.  Bisa juga karena kondisi orang tersebut yang belum siap untuk membaca. Misalnya karena badan letih atau perasaan sedang kacau (sedih).

Kesulitan konsentrasi bisa disebabkan beberapa faktor diantaranya: kelelahan fisik dan mental, bosan, atau banyak hal lain yang sedang dipikirkan. Konsentrasi juga dapat terganggu dengan adanya hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian seperti suara musik yang keras, TV yang menyala, orang lalu-lalang, dan lain-lain.

Kesulitan konsentrasi membuat pikiran melayang entah ke mana dan huruf-huruf yang dibaca pun ikut menguap terbang. Dalam membaca konsentrasi sangat penting karena menentukan kemampuan Anda menangkap dan memahami isi bacaan. Apalagi ketika Anda membaca cepat, maka konsentrasi yang baik akan memastikan bahwa kecepatan baca berbanding lurus dengan pemahaman dan bukan sebaliknya.

Untuk itu ketika mulai membaca, coba atasi faktor-faktor yang menyebabkan Anda sulit berkonsentrasi. Cari tempat yang tenang, memiliki penerangan yang cukup, suhu ruangan yang nyaman, dan tempat duduk yang enak dipakai. Jika ada gangguan, selesaikan dulu sebelum Anda mulai membaca.

Setelah hal di atas dilakukan, selanjutnya adalah bagaimana meningkatkan konsentrasi itu sendiri. Dalam membaca cepat konsentrasi yang dibutuhkan adalah kerjasama antara mata dan otak di mana mata bekerja menangkap kata dengan cepat dan otak menerjemahkan, mengomentari, dan memahami kata demi kata yang ditangkap.

6. Kebiasaan mengulang-ngulang unit bacaan yang telah dibaca (Regresi)

Arif Wijaya menyatakan regresi ialah terjadinya pengulangan-pengulangan gerak mata pada unit-unit bahasa yang telah dibaca (arifwijaya.blogdetik.com). Hal tersebut biasanya terjadi karena kurang memahami kalimat yang dibacanya. Kebiasaan tersebut menjadi hambatan yang sangat serius dalam membaca.

Regresi sering diiringi oleh beberapa sebab diantaranya adalah:
a. Kurang percaya diri terhadap apa yang sedang di baca.
b. Merasa ada sesuatu yang tertinggal.
c. Salah persepsi.
d. Terpaku pada detail.
e. Mempersoalkan tentang salah cetak, yakin ada salah ejaan, dan kata sulit.

Nah, sekarang kita sudah tau secara lengkap dan komplit hal-hal apa saja yang meningkatkan kecepatan membaca dan apa saja penghalangnya.  Semoga setelah ini kia bisa praktekkan pada setiap bacaan kita ya…. Syaratnya adalah harus disiplin.  Dengan begitu kita akan bisa membaca dengan waktu sangat singkat dengan tingkat pemahaman yang baik.  Jika ada hal yang ingin ditanyakan atau didiskusikan silahkan komentar di bawah ya 🙂

About the Author

Leave a Reply 0 comments

Leave a Reply: