Apa itu Bacakilat?

Banner-7

Inilah hal yang perlu Anda ketahui Sebelum Anda menguasai Bacakilat – Agus Setiawan

Buku BacakilatApakah Anda sering mengalami situasi yang membuat Anda sangat ingin membaca sebuah buku yang Anda temui di toko buku, kemudian hanya berakhir dengan membeli dan menumpuknya di rumah saja?

Setiap hari Anda hanya melihat tumpukan buku itu dengan rasa bersalah, dengan perasaan suatu hari akan saya habiskan semua buku itu?

Anda telah menyempatkan diri Anda untuk melakukan berbagai kegiatan yang lain, namun untuk yang satu ini selalu menunda?

Itu juga yang saya alami beberapa tahun yang lalu.

Hal yang sama dengan Anda. Karena dorongan belajar yang sangat cukup kuat, akhirnya saya mencari berbagai solusi untuk mengatasi masalah membaca saya. Dan Bacakilat – sistem membaca 1 halaman per detik telah menjadi andalan saya dalam membaca dan memahami berbagai buku yang telah sekian lama tertumpuk di rumah.

Sekilas Tentang Sistem BacakilatOverview Bacakilat

Bacakilat adalah sebuah sistem membaca. Sistem artinya tidak hanya ada satu langkah dalam bacakilat. Ada langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum dan sesudah langkah bacakilat untuk membuat proses membaca dan belajar menjadi lengkap. Lengkap artinya melibatkan otak kanan dan kiri serta pikiran sadar dan bawah sadar.

Membaca biasa yang hanya lebih banyak menggunakan otak kiri seperti membaca kata-per kata telah membuat proses membaca menjadi sesuatu yang sangat ingin dilakukan setiap orang, namun tidak pernah menyelesaikannya.

Bacakilat menggunakan kekuatan yang telah dikaruniai Tuhan kepada kita. Dua sumber daya yang membuat kita menguasai bacakilat antara lain: Pikiran bawah sadar kita yang begitu luar biasa menyerap semua informasi. Dari yang kita lihat, dengar dan alami. Baik sepengetahuan pikiran sadar atau tidak.

Kedua adalah kemampuan pikiran kita yang disebut sebagai pre conscious processing yang memetakan informasi berdasarkan tujuan dan familiaritas kita pada hal yang kita baca, dengar maupun alami.

Sistem Bacakilat terdiri dari 3 tahap yang kemudian dibagi lagi beberapa langkah kecil per tahapnya. Langkah-langkah ini telah disusun sedemikian rupa sesuai dengan cara kerja pikiran kita. Sehingga melakukan ini semua membuat kita sangat mudah memahami dan mencapai tujuan membaca.

Tahapan pertama adalah Tinjauan awal. Melakukan tinjauan awal sangat penting sebelum membaca. Banyak sekali pembaca buku, yang tidak melakukan tinjauan awal. Mereka langsung terjun mendalami buku bab demi bab. Akibatnya, sering kali melupakan apa yang dibaca di bab 1 ketika mereka sudah sampai di bab dua.

Ini dikarenakan pikiran tidak memiliki gambaran besar apa yang bisa buku berikan dan apa yang ingin dicapai dari proses membaca. Melakukan tinjauan awal membuat kita bisa membaca buku dengan terarah, sistematis dan membangun pemahaman yang baik. Untuk langkah-langkahnya silakan baca di buku Bacakilat. Anda bisa mendapatkannya di toko buku online maupun ke kantor Aquarius yang bisa dihubungi di 021 581 1617.

Tahapan kedua adalah Bacakilat. Bacakilat adalah membaca 1 halaman per detik. Atau Anda bisa menyebutnya memotret satu halaman per detik. Saat kita melakukan bacakilat, kita membuat impresi ke bawah sadar. Kita mengirimkan informasi langsung ke bawah sadar. Kebalikan dari proses kita membaca biasa, di mana kita menggunakan pikiran sadar untuk memproses kata per kata. Bacakilat mengirimkan informasi langsung ke bawah sadar, dan membuatnya tersedia untuk diproses oleh pikiran sadar. Proses ini oleh Sigmund Freud disebut sebagai pre conscious Processing.

Tahap ke tiga adalah Aktivasi. Aktivasi ada dua jenis. Manual dan otomatis. Otomatis adalah mekanisme alami pikiran manusia yang pada saat mendapatkan pemicu tertentu akan selalu mencari informasi atau database untuk melakukan perbandingan dan mencari data referensi. Saat seseorang mendapatkan pemicu, dan pikirannya mendapatkan referensi dari apa yang ia bacakilat sebelumnya, ini disebut sebagai aktivasi otomatis.

Aktivasi manual menggunakan buku yang dibacakilat sebelumnya sebagai pemicu supaya bawah sadar mengirimkan referensi database yang sudah dimasukkan dengan langkah bacakilat. Menggunakan tujuan sebagai pembimbing untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan dengan pemahaman yang lebih tinggi.

Sekarang mari kita bahas sedikit lebih dalam setiap tahapan dalam sistem Bacakilat ini.

Tahap Pertama: Tinjauan Awal

Gambaran besar dan tujuanTinjauan awal adalah langkah pertama yang harus dilakukan sebelum membaca. Jika Anda tidak menggunakan bacakilat pun, langkah ini tetap sangat membantu agar membaca menjadi lebih efektif. Tinjauan awal memberikan Anda gambaran besar apa yang bisa buku berikan kepada Anda. Membuat Anda mengetahui cakupan atau ruang lingkup dari buku secara umum atau garis besar.

Mengetahui gambaran besar sangat penting karena tanpa ini, pikiran kita akan kehilangan arah, tidak memiliki peta bukunya. Akibatnya kita sering kali lupa bab yang baru saja kita lewati.

Bagian kedua dari tinjauan awal adalah membuat tujuan.

Tujuan memberikan arahan dan menjawab sebuah pertanyaan yang otomatis ditanyakan kepada diri kita setiap kali melakukan sesuatu. WIIFM. What’s in it for me. Untuk apa saya melakukan hal ini. Apa yang bisa saya dapatkan? Memang pikiran kita selalu menjawab. Namun, menjawab saja tidak membantu banyak, jika jawabannya tidak diformulasikan dan dituliskan.

Mengapa perlu dituliskan? Pikiran kita selalu memikirkan sesuatu. Dalam 24 jam lebih dari 60 ribu buah pikir yang dipikirkan oleh pikiran. Dan untuk menjaga fokus, kita memerlukan sebuah standar pemikiran, sehingga setiap kali kembali maka kita akan selalu mendapatkan tujuan yang sama. Yaitu yang sudah kita tuliskan. Jika tidak dituliskan, bisa jadi setiap kali kita memikirkan untuk apa kita membaca buku itu, pikiran kita akan menjawab dengan jawaban berbeda.



Tujuan haruslah menjawab apa yang ingin dicapai dan mengapa ingin mencapainya. Apa memberikan Anda arahan. Mengapa memberikan Anda energi untuk menyelesaikannya. Alasan mengapa buku itu harus selesai akan menghidupkan hasrat untuk menyelesaikan buku dengan pemahaman dan tujuan Anda.



Langkah-langkah melakukan tinjauan awal:

Baca:

  • Sampul depan
  • 
Sampul belakang
  • daftar isi


Buat:

  • Kesimpulan
  • Tujuan yang jelas dan dituliskan

Tahap Kedua: BacakilatMembacabuku

Untuk bisa memahami dan mempraktikkan Bacakilat, saya akan menjelaskan dulu hal-hal yang mendasari bacakilat.

Ada tiga cara pikiran kita memproses informasi. Memproses secara sadar. Memproses secara subliminal dan memproses secara pra sadar.

Kita umumnya melakukan 2 yang pertama dengan sangat ahli. Namun, bukan berarti yang terakhir akan sulit. Mari kita lihat satu per satu.

Memproses secara sadar.

Ini telah menjadi andalan setiap orang saat ia masuk sekolah. Saat ini sebagian besar dari kita hanya menganggap ada satu cara memproses informasi. Itu adalah secara sadar. Kelebihan memproses secara sadar adalah, semua yang kita proses, kita sadari, sesuai namanya.

Kelemahannya pikiran sadar hanya bisa memproses 5-9 hal per detik. lebih dari itu ia akan langsung dikirimkan ke bawah sadar. Dan setelah 48 jam jika tidak ada review dan proses mengingat serta tujuan yang jelas, maka yang bisa kita ingat hanyalah 10 persen saja.



Bayangkan seperti sebuah corong, pikiran sadar adalah ujung corong yang kecil. Berapa banyak “air” yang bisa kita masukkan secara efektif dari ujung yang kecil ini? Pasti banyak sekali yang tumpah tidak masuk. (Kabar baiknya ya, informasi ini akan masuk juga ke bawah sadar, namun karena bukan menjadi fokus utama, ia hanya bersifat tersimpan saja tanpa terorganisir dengan baik.



Memproses secara subliminal.

Cara yang kedua ini adalah kemampuan alami semua manusia. Subliminal artinya semua yang tersaring oleh pikiran sadar. Semua yang tidak bisa masuk ke pikiran sadar. Semua yang tidak sanggup diproses oleh pikiran sadar. Semua yang masuk tanpa sepengetahuan pikiran sadar, dari seluruh panca indera di sebut subliminal. Ini sudah menjadi kebiasaan yang tidak kita ketahui sama sekali.

Keunggulan dari subliminal adalah semua informasi disimpan. Carl Jung mengatakan semua informasi yang masuk secara subliminal ini kelihatanya hanya memberikan dampak yang kecil pada kehidupan kita. Namun, ternyata ia mempengaruhi semua akar proses berpikir pikiran sadar. Ia yang mempengaruhi bagaimana orang berpikir, bertindak dan sebagian besar dari semua yang kita pelajari, dari bahasa sampai mimik wajah, dari budaya sampai pola pikir, kita serap dari proses subliminal.



Namun, subliminal tidak selalu mudah untuk disadari pikiran sadar. Hanya saat-saat kepepet dan pada saat mimpi pikiran kita bisa memunculkan hal-hal yang kita alami secara subliminal. Biasanya ada pesan tertentu yang disampaikan pikiran kita, berdasarkan informasi yang masuk secara subliminal yang tidak sanggup ditangkap oleh pikiran sadar.

Coba Anda lihat sebuah objek di kejauhan. Fokuslah pada objek itu, maka objek itu diproses secara sadar. dan segala sesuatu di luar objek itu diproses secara subliminal. Berapa banyak yang ditangkap oleh pikiran sadar (yang kita fokuskan)? Ya, hanya sedikit itu. Subliminal menangkap semuanya dan menyimpannya dalam memori bawah sadar. Tidak luput satupun.

Kita tentu ingin memanfaatkan subliminal ini lebih baik lagi.

Bagaimana membuat subliminal lebih bisa diproses oleh pikiran kita dengan lebih mudah. dengan menyediakan pemicu yang cukup untuk memancing informasi yang ada di bawah sadar. Dan dengan sengaja melakukannya ternyata membawa kita membuat proses subliminal ke tingkat yang lebih baik.

Memproses secara Pra sadar.

Secara pra sadar. Harfiahnya “duluan dibanding pikiran sadar”. Pikiran bawah sadar duluan. Pikiran sadar belakangan. Artinya kita melakukan subliminal dengan sengaja. Artinya dengan tujuan yang jelas, kita memasukkan informasi langsung ke bawah sadar.

Tujuan utamanya tentu memasukkan informasi langsung ke bawah sadar. Memasukkan informasi dari ujung corong yang lebih besar. Kebalikan dari pikiran sadar.



Dengan sengaja melakukan subliminal, kita membuat informasi yang masuk lebih mudah dipicu dan diproses oleh pikiran sadar. Dengan bantuan pra sadar ini, kita mengoptimalkan kerja pikiran sadar. Tadinya ia hanya memproses 5-9 hal per detik, sekarang ia memproses sampai 26 hal bahkan lebih. Ini saya tunjukkan di pelatihan bacakilat.

Kita telah menaikkan kerja pikiran sadar ke tingkat yang lebih tinggi. Kita membuat pikiran sadar kita bekerja di luar normalnya, mempercepat semua proses belajar kita.

Sigmund Freud berkata, pra sadar adalah informasi yang saat ini tidak berada di pikiran sadar (berada di bawah sadar), namun tidak dipendam dan sangat mudah ditarik ke pikiran sadar. Dengan pemicu yang tepat, kita bisa menarik data yang ada di pra sadar ini naik ke sadar dan membantu pemahaman kita.

Bacakilat adalah memproses secara pra sadar. Kita memasukkan semua informasi dari buku langsung ke bawah sadar dengan sengaja.



Mengapa kita bisa melakukannya?

Mata manusia bisa menyerap 100 juta bit informasi per detik. Pikiran sadar hanya memproses 40 bit per detik (5-9 hal). Pikiran bawah sadar? Ia menyerap semua informasi yang masuk. Tanpa menyaring. Semuanya masuk sempurna.

Nah, mari kita bayangkan alur kerja bacakilat sebagai gambaran Anda. Pertama kita membuat tujuan dari gambaran besar yang kita dapatkan di langkah tinjauan awal. Lalu kita membacakilat, memasukkan data-data yang ada di buku langsung ke memori bawah sadar. Dan informasi ini karena sengaja dimasukkan, maka ia siap dan tersedia untuk diproses secara sadar dengan mudah, jika diberikan pemicu yang tepat.

Lalu dengan menggunakan buku yang sama, kita memicu pikiran kita untuk tidak hanya memproses dengan pikiran sadar berdasarkan informasi yang masuk dari mata (membaca), tapi juga sekaligus memicu data yang ada di bawah sadar (hasil bacakilat) naik ke pikiran sadar.

Anda perhatikan, dalam proses di atas, tidak hanya satu arah, dari buku ke pikiran sadar saja, namun dari bawah sadar juga terpicu naik ke pikiran sadar.

Kita memproses informasi itu dua arah. Informasi yang kita baca akan berasa familiar. Rasanya pernah mengetahui informasi itu. Rasanya mudah memahami dan mudah untuk menemukan mana informasi yang harus didalami secara serius untuk mendapatkan tujuan akhir membaca, mana yang boleh sekedarnya atau bahkan dilewatkan.



Membaca buku tidak hanya mengandalkan otak kiri yang bersifat menganalisa kata per kata lagi. Namun juga dibantu secara holistis dan intusi oleh otak kanan. Dari fungsi otak kanan ini, ia membutuhkan sebuah tujuan yang jelas. Jika tujuan yang dibuat di langkah tinjauan awal tidak jelas, maka ia juga akan kesulitan untuk membantu Anda menemukan informasi yang memiliki bobot pencapaian tujuan yang Anda tetapkan.

Langkah-langkah bacakilat:

  • Masuk ke kondisi Genius
  • 
Afirmasi pembuka
  • Bacakilat
  • Afirmasi penutup
  • Visualisasi



Langkah-langkah ini di bahas secara tuntas dalam buku bacakilat.

Aktivasi.



Membaca kata aktivasi banyak sekali yang salah memahami. Melakukan aktivasi bukan berarti dengan sendirinya semua informasi yang ada di dalam memori jangka panjang atau pikiran bawah sadar kita keluar begitu saja. Bukan sama sekali.

Faktanya, pikiran kita tidak bisa melakukan hal itu. Pikiran kita butuh pemicu untuk bisa memancing informasi yang ada dalam pikiran bawah sadar.

Kata kuncinya adalah pemicu. Dengan adanya pemicu, kita akan mengeluarkan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan pemicu.

Dari jenis pemicunya, aktivasi dibagi menjadi dua jenis. Aktivasi otomatis dan aktivasi manual.

Aktivasi otomatis.Aktivasi Otomatis

Adalah aktivasi yang terjadi karena pemicunya adalah situasi yang kita alami dalam keseharian. Di mana ketika pemicu ini kita dapatkan, informasi yang pernah kita bacakilat maupun informasi yang sudah tertanam dalam memori dari berbagai sumber sepanjang kehidupan kita muncul ke permukaan. Memberikan kita kesempatan untuk melakukan kegiatan atau mengatakan kata-kata yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya.

Contohnya, seorang ibu yang selama ini sangat introvert, atau sangat tertutup, ia jarang sekali memulai pembicaraan. Dan dalam keseharian bisnisnya, selalu timnya yang mewakilinya untuk berkomunikasi. Apa lagi kalau ada komplain. Beberapa hari sebelum sebuah komplain terjadi, ia membacakilat sebuah buku dari Dale Carnegie Institute tentang cara berkomunikasi yang asertif.

Saat komplain itu terjadi, ada dorongan yang membuatnya ingin mengatasi masalah itu. Biasanya selalu timnya yang menghadapi. Kali ini berbeda. Ia berbicara dengan begitu tulus, lancar, dan mendengarkan pelanggan dengan baik. Bahkan memberikan solusi yang menyenangkan bagi pelanggan.



Mungkin Anda berpikir, Ah, pasti mudah sekali baginya untuk melakukan hal ini, toh dia adalah seorang pemilik bisnis. Jadi apapun yang ia katakan akan segera direspon dengan baik oleh pelanggan. Dan ia memiliki kekuasaan untuk memberikan apapun yang pelanggan inginkan. Mungkin.



Namun yang terjadi dalam pikirannya adalah ia terheran-heran mengapa ia bisa melakukan apa yang ia lakukan saat itu. Itu adalah sesuatu yang bukan dirinya. Ia tidak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya.

Dan saat ia kembali ke meja kerjanya, ia melihat buku yang ia bacakilat itu. Dan dengan otomatis ia membuka buku dan langsung menemukan langkah-langkah berkomunikasi yang asertif yang baru saja ia terapkan. Ini membuatnya senang sekali.

Ini adalah salah satu contoh aktivasi otomatis.

Seorang trainer Balck Belt Six Sigma membacakilat banyak sekali buku. Karena jadwal training ke berbagai perusahaan nasional dan multinasional yang sangat padat, ia hanya sempat melakukan bacakilat tanpa aktivasi manual. Saya akan membahas aktivasi manual sebentar lagi.

Trainer ini adalah pak Rifki. Saat memberikan pelatihan, sering sekali peserta mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tajam, baik sesuai dengan konteks yang sedang dibawakan maupun pertanyaan lain di luar konteks. Ia mempersiapkan diri menghadapi situasi ini dengan membaca banyak sekali buku dengan bacakilat, bukan sistem bacakilat. Ia tidak melakukan sampai aktivasi manual.

Apa yang terjadi saat ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan itu? Ia menjawab dengan lancar. Dan pada saat yang bersamaan ia membuat dirinya memahami hal yang sama (secara sadar) apa yang ia jelaskan kepada peserta trainingnya. Ini adalah aktivasi otomatis.



Banyak sekali cerita-cerita dari peserta yang melakukan bacakilat mulai dari kamus sampai kitab suci, dari buku pengembangan diri sampai memimpikan novel-novel yang mereka bacakilat.



Kabar baiknya, Anda juga bisa. Semakin sering bacakilat, semakin kuat relasi antara pikiran sadar dan bawah sadar. Semakin mudah mendapatkan aktivasi otomatis.

Kabar buruknya adalah banyak sekali alumni yang terus menerus mencari aktivasi otomatis ini. Ini adalah sebuah paradoks. Semakin kita ingin mendapatkan aktivasi otomatis semakin tidak muncul dan kacau situasinya.



Anda mungkin tidak asing dengan cerita berikut ini.

Anda sedang berada di tempat publik dan bertemu dengan seorang teman lama. Anda sudah lama tidak pernah bertemu dengannya. Obrolan pun terjadi, mulai dari bertanya kabar, keluarga, pekerjaan dan pertanyaan menggali lainnya. Tapi ada satu pertanyaan yang selalu muncul dalam pikiran dan tidak ditanyakan keluar. Apa itu?

Siapa namanya!



Dalam pikiran, Anda terus mencari tahu siapa nama teman Anda ini, sambil bertanya, juga menjawab pertanyaan darinya, Anda terus menerus mencari, namun jawaban tidak kunjung muncul. Faktanya, semakin ditanya semakin sulit menemukan jawabannya.



Lalu, percakapan pun selesai tanpa mengetahui nama masing-masing. Anda pun “menyerah” untuk mencari nama teman Anda itu. Anda melakukan kegiatan lain, tanpa lagi memikirkan dan mencari-cari namanya. Namun, Anda sudah bertanya dalam pikiran Anda. Pikiran selalu merespon pertanyaan dengan jawaban.

Hanya saja, pikiran sama seperti kita, tidak suka dipaksa, tidak suka ditekan. Ia akan panik dan tidak bekerja dengan baik.

Namun, ia baik sekali, karena pikiran akan terus mencari jawabannya. Ketika sudah tidak lagi tertekan, ia mulai bekerja dengan leluasa. Dan BOOM! Namanya muncul. Semakin dipaksa, ia tidak muncul. Saat memasrahkannya, ia muncul.

Salah satu hukum pikiran berbunyi: “Semakin besar usaha pikiran sadar, semakin kecil respon pikiran bawah sadar.” Semakin kita ingin mengendalikan gerakan tubuh, semakin kacau kegiatan itu.

Aktivasi Manual.

Aktivasi ManualAktivasi manual menggunakan Buku yang sudah kita bacakilat sebagai pemicu. Buku yang sudah dibacakilat saat ini, sudah tersedia dalam memori Anda dan siap untuk ditarik kepikiran sadar dengan pemicu yang tepat.

Tidak ada pemicu yang paling tepat selain buku itu sendiri, dan TUJUAN yang sudah Anda tetapkan. Tidak ada tujuan yang jelas akan membuat Anda “terdampar” dan berakhir dengan membaca kata per kata kembali.

Pikiran bawah sadar tidak bisa mengatakan seperti ini: Agus, yang kamu butuhkan itu ada di halaman 47 paragraf dua dari bawah. Tidak. Ia tidak berkomunikasi secara verbal. Ia berkomunikasi secara intuitif.

Agar komunikasi bawah sadar bisa dilakukan, pikiran sadar harus membuka peluang. Dengan cara memindai, mencari secara aktif. Di mana bagian yang harus dipahami. Di mana bagian yang harus dikuasai. Didapat untuk memperoleh pemahaman yang sesuai dengan tujuan.

Ketika menemukan bagian yang Anda butuhkan. Yang mana ini adalah komunikasi dari intuisi Anda. Anda mendalaminya secara sadar. Anda membaca dan memahami bagian itu.

Untuk bisa melakukan memindai menjelajahi dengan baik, kita perlu membuat pikiran kita penasaran. Semakin penasaran, semakin mudah kita menyelesaikan buku.

Langkah-langkah Aktivasi Manual

  • Review : Membuat penasaran
  • Memindai Menjelajahi
  • MindMapping

Saya akan membahas satu per satu lebih detil lagi dalam kesempatan lain. Silakan Anda masukkan pertanyaan Anda di bawah ini. Sampai bertemu di artikel lain.

 

Banner-7

About the Author

Leave a Reply 24 comments