All Posts by Agus Setiawan

8 Pembajakan Amygdala

Pembajakan Amygdala adalah istilah yang disampaikan oleh Daniel Goleman. Dimana menggambarkan situasi yang mengharuskan kita memberikan respons yang cepat dan sering kali emosional dan kita sesali.


Setiap informasi yang masuk melalui indera kita, perlu menjalani proses yang panjang (walau dalam waktu yang sangat singkat) sampai informasi itu bisa memicu otot apa yang perlu digerakkan. Namun ia juga memiliki jalur pendek yang secara otomatis akan diambil dalam situasi kita harus memberikan respons tanpa berpikir.

Respons ini sangat baik untuk menjaga kita dari marabahaya. Terkena api, misalnya, tentu sangat tidak bijak jika memberikan respons otot menarik tangan yang dijilat lidah api harus melewati jaringan saraf yang panjang itu. Ini adalah respon untuk lari dari situasi bahaya.

Namun, dalam situasi lain, di mana kita sedang kewalahan, yang mana secara emosional kita sudah tidak bisa mentoleransi, kita bisa melakukan hal yang bisa memberikan penyesalan. Kita meresponse untuk melindungi diri dengan metode lawan atau lari atau menyerah.

Sebagai contoh, karir dari pesepak bola yang selalu membuat saya terpukau, Zinedine Zidane, di pertandingan final, karena kewalahan dari sisi emosional, membuatnya menanduk pemain lain yang akhirnya merusak karirnya. Dalam situasi itu dia tanpa berpikir memberikan respons lawan.

Dalam proses belajar, sering kali kita membanjiri pikiran kita dengan pemikiran-pemikiran yang tidak mendukung. Buah pikir-buah pikir yang justru menghambat atau menarik kita ke arah yang berlawanan dari tujuan kita.

Menumbuhkan kecemasan, takut tidak bisa, merasa keluar dari zona nyaman dan mebuat Anda merasa tidak familiar, merasa panik dan tidak memiliki kendali, yang mana membuat otak kita berhenti bekerja dengan optimal.

Anda sudah belajar dengan giat di rumah, sudah menguasai pelajarannya — menurut Anda– dan ketika sampai di bangku ujian, ketegangan muncul, rasa takut, cemas, grogi dan emosi negatif lainnya membanjiri pikiran Anda. Lalu semua yang Anda pelajari seolah melayang dan tak berbekas dalam pikiran Anda. Anda tidak bisa memberikan respons lawan atau lari dalam situasi ini. Akhirnya Anda menyerah, blank. Tanpa bisa menjawab soal ujian, ditambah lagi kepanikan semakin melanda karena waktu semakin sedikit untuk menyelesaikan soal ujian.

Lucunya, ketika ujian selesai, di mana semua masa ketegangan Anda sudah lewat, Anda pun pasrah (mungkin putus asa dan merelakan apa yang sudah berlalu).

Tiba-tiba jawaban dari soal ujian pun gentayangan di layar mental Anda seolah menertawakan Anda. Ini adalah salah satu contoh kondisi yang disebut dengan pembajakan amygdala.

Jadi emosi negatif, selftalk yang tidak mendukung, yang memunculkan lebih banyak emosi negatif yang membanjiri pikiran akan membajak potensi otak kita yang luar biasa.

Salah satu cara yang sudah bisa kita manfaatkan adalah kondisi genius. Dengan kondisi genius, kita membuat diri kita tenang dan kerja otak pun kembali optimal. Kita membuka gerbang antara sadar dan bawah sadar sehingga informasi dari luar bisa masuk leluasa–kita bisa belajar cepat– dan kita bisa mendapatkan jawaban, bottom up, dari bawah sadar dengan mudah pula.

Kita juga bisa meningkatkan kepercayaam diri dengan mengubah state tubuh kita. Memodel state yang penuh percaya diri dan tenang.

Masih banyak cara lain yang bisa kita gunakan. Menurut Anda, apa lagi cara yang bisa kita gunakan untuk membuat diri kita terhindar dari pembajakan amygdala itu? Sampaikan pendapat Anda di bawah. Love to get your perspective.

Pembajakan Amygdala adalah istilah yang disampaikan oleh Daniel Goleman. Dimana menggambarkan situasi yang mengharuskan kita memberikan respons yang cepat dan sering kali emosional dan kita sesali.

Setiap informasi yang masuk melalui indera kita, perlu menjalani proses yang panjang (walau dalam waktu yang sangat singkat) sampai informasi itu bisa memicu otot apa yang perlu digerakkan. Namun ia juga memiliki jalur pendek yang secara otomatis akan diambil dalam situasi kita harus memberikan respons tanpa berpikir.

Respons ini sangat baik untuk menjaga kita dari marabahaya. Terkena api, misalnya, tentu sangat tidak bijak jika memberikan respons otot menarik tangan yang dijilat lidah api harus melewati jaringan saraf yang panjang itu. Ini adalah respon untuk lari dari situasi bahaya.

Namun, dalam situasi lain, di mana kita sedang kewalahan, yang mana secara emosional kita sudah tidak bisa mentoleransi, kita bisa melakukan hal yang bisa memberikan penyesalan. Kita meresponse untuk melindungi diri dengan metode lawan atau lari atau menyerah.

Sebagai contoh, karir dari pesepak bola yang selalu membuat saya terpukau, Zinedine Zidane, di pertandingan final, karena kewalahan dari sisi emosional, membuatnya menanduk pemain lain yang akhirnya merusak karirnya. Dalam situasi itu dia tanpa berpikir memberikan respons lawan.

Dalam proses belajar, sering kali kita membanjiri pikiran kita dengan pemikiran-pemikiran yang tidak mendukung. Buah pikir-buah pikir yang justru menghambat atau menarik kita ke arah yang berlawanan dari tujuan kita.

Menumbuhkan kecemasan, takut tidak bisa, merasa keluar dari zona nyaman dan mebuat Anda merasa tidak familiar, merasa panik dan tidak memiliki kendali, yang mana membuat otak kita berhenti bekerja dengan optimal.

Anda sudah belajar dengan giat di rumah, sudah menguasai pelajarannya — menurut Anda– dan ketika sampai di bangku ujian, ketegangan muncul, rasa takut, cemas, grogi dan emosi negatif lainnya membanjiri pikiran Anda. Lalu semua yang Anda pelajari seolah melayang dan tak berbekas dalam pikiran Anda. Anda tidak bisa memberikan respons lawan atau lari dalam situasi ini. Akhirnya Anda menyerah, blank. Tanpa bisa menjawab soal ujian, ditambah lagi kepanikan semakin melanda karena waktu semakin sedikit untuk menyelesaikan soal ujian.

Lucunya, ketika ujian selesai, di mana semua masa ketegangan Anda sudah lewat, Anda pun pasrah (mungkin putus asa dan merelakan apa yang sudah berlalu).

Tiba-tiba jawaban dari soal ujian pun gentayangan di layar mental Anda seolah menertawakan Anda. Ini adalah salah satu contoh kondisi yang disebut dengan pembajakan amygdala.

Jadi emosi negatif, selftalk yang tidak mendukung, yang memunculkan lebih banyak emosi negatif yang membanjiri pikiran akan membajak potensi otak kita yang luar biasa.

Salah satu cara yang sudah bisa kita manfaatkan adalah kondisi genius. Dengan kondisi genius, kita membuat diri kita tenang dan kerja otak pun kembali optimal. Kita membuka gerbang antara sadar dan bawah sadar sehingga informasi dari luar bisa masuk leluasa–kita bisa belajar cepat– dan kita bisa mendapatkan jawaban, bottom up, dari bawah sadar dengan mudah pula.

Kita juga bisa meningkatkan kepercayaam diri dengan mengubah state tubuh kita. Memodel state yang penuh percaya diri dan tenang.

Masih banyak cara lain yang bisa kita gunakan. Menurut Anda, apa lagi cara yang bisa kita gunakan untuk membuat diri kita terhindar dari pembajakan amygdala itu? Sampaikan pendapat Anda di bawah. Love to get your perspective.

85 Bertahan Hidup vs. Bertumbuh.

Mari kita akui, tidak juga tidak masalah. Bahwa sebagian besar dari kita menjalani kehidupan dengan mode bertahan hidup. Bukan bertahan hidup hanya untuk sekedar bisa makan dan hidup.

Tapi bertahan hidup di zona nyaman saat ini. Zona nyaman Anda yang begitu aman dan tenang. Ups, mungkin tidak terlalu tenang. Tapi paling tidak Anda merasa familiar dengan zona ini, Anda tahu apa yang akan terjadi di zona ini, walaupun Anda tidak suka. Dan lebih baik tidak melihat zona di luar ini, karena Anda belum tahu, belum kenal, dan belum familiar.

Secara genetik, Anda akan bertahan dalam Zona nyaman di pekerjaan Anda. Zona nyaman di keluarga Anda. Zona nyaman di gaya hidup Anda. Yang mana sampai terjadi sebuah guncangan yang bisa menjadi “Wake Up Call”. Barulah umumnya seseorang tersadar bahwa selama ini dia sudah terlena dalam zona nyamannya.

Bertahan hidup yang saya maksudkan adalah kita hanya melakukan semua hal dengan cukup baik hanya untuk mempertahankan kita dalam kondisi sekarang.

Apa ciri-cirinya?

Karena tujuan saya menulis ini adalah untuk membangun kesadaran membaca Anda, jadi saya menyempitkannya dalam konteks membaca.

Maka salah satu cirinya adalah apakah Anda membaca buku yang Anda beli dengan niat untuk bisa meningkatkan bisnis dan karir Anda? Atau Anda sekedar membeli dan hanya ingin kelihatan pintar karena memiliki buku-buku itu?

Anda mengetahui membaca itu penting. Dan Anda ingin melejitkan karir. Anda ingin meningkatkan bisnis. Ya, benar, Anda sudah bekerja keras, tapi kebanyakan dari kita bekerja keras di lingkaran bertahan hidup itu.

Belum membuat sebuah terobosan yang membangunkan potensi sukses yang transformatif. Belum mengembangkan diri sampai Anda melampaui kondisi dan tantangan yang ada. Saya juga tidak bermaksud mengatakan tidak bersyukur dan merasa cukup dengan apa yang Anda miliki. Tapi apakah Anda menemukan kebahagiaan dengan apa yang Anda jalani?

Jika Anda merasa bahwa walaupun tidak membaca buku yang sudah Anda beli itu, dan karir Anda akan baik-baik saja, maka Anda tidak akan membaca. Benar? Dan jujurlah, apakah akan baik-baik saja di tengah perubahan yang terjadi tanpa henti ini?

Seperti teori dari Charles Darwin, dunia ini berevolusi. Dan telah berevolusi terus-menerus dan mengubah species di dunia, mengubah bagaimana manusia berpikir. Mengubah bagaimana manusia berkembang. Mengubah bagaimana kita menjalankan bisnis.

Dan “survival of the fittest” menjadi panutan hidup orang banyak. Artinya orang yang bisa bertahan dalam proses evolusilah yang bisa bertahan hidup.

Tapi mengapa harus hanya bertahan hidup? Mengapa tidak lebih dari itu.

Jika Anda menjalani hidup hanya untuk melewati hari, minggu atau tahun, berarti tidak ada banyak hal yang menyenangkan dalam hidup Anda.

Kita semua bekerja terlalu kerjas. Bekerja terlalu lama dari apa yang kita sukai, khawatir akan masa depan, tidak pasti akan peran kita dan tujuan kita. Kita bekerja terlalu keras untuk berharap hanya sekedar bertahan hidup. Seharusnya tujuan kita adalah untuk sukses dan bahagia, bukan hanya sekedar lewat saja.

Mengapa banyak orang yang menggunakan pendekatan bertahan hidup ini? Karena secara genetik, kita memiliki sebuah reaksi otomatis untuk menghindari perubahan.

Melewati perubahan ini tidak mudah, tapi manfaatnya membuat Anda tidak stress, bekerja lebih sedikit, dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Menjalani kehidupan yang bahagia, menikmati apa yang Anda impikan.

Perubahan menjadi sesuatu yang momok bagi banyak orang. Menjadi sebuah ancaman. Membaca buku dan mengembangkan diri akan mendorong seseorang menghadapi perubahan yang akan terjadi, yang seharusnya tidak terjadi jika ia tidak ‘melihat’ adanya kondisi baru, jika ia hanya menjalani kehidupan apa adanya. Dan perubahan itu tidak nyaman. Ada yang membaca buku dan menyadari perlu melakukan perubahan, dan memutuskan lebih baik tidak melakukannya. Apapun alasannya, tidak melakukan dan melakukan sama-sama sebuah keputusan yang Anda ambil.

Dan ada juga yang lebih antisipatif, bahwa setelah membaca buku akan ada perubahan yang perlu dilakukan di luar zona nyaman saat ini sehingga mereka merasa malas untuk membaca dan melakukan perubahan. Jadi hanya membeli dan mengoleksinya saja.

Tapi jujurlah, mengapa ada dorongan membaca dalam diri Anda?

Mengapa membeli buku-buku yang Anda ingin baca, tapi tidak membacanya?

Walaupun Anda sudah memiliki skill yang mumpuni untuk bisa menguasai buku dalam waktu singkat, mengapa tidak melakukannya?

Bertahan hidup bukanlah sebuah tujuan. Kesuksesan trasformatiflah yang layak menjadi tujuan Anda. Untuk itu Anda dan saya, perlu mengubah paradigma. Memperluas wawasan. Memperbesar wadah dalam diri, sehingga tantangan yang muncul dalam kehidupan tidak membuat kita penuh dengan tekanan dan tidak bahagia. Tapi menghadapinya dengan mudah, santai dan memberikan hasil memuaskan.

Impian menunggu Anda. Dan tidak ada pilihan apakah harus mengembangkan diri atau tidak. Tapi seberapa cepat Anda mengembangkan diri sehingga impian ini “muat” masuk dalam wadah kehidupan Anda.

Bertumbuhlah, jangan sampai kejadian “Wake Up Call” hadir menyentil Anda.

201 Why I am Here

Sampai dengan tahun 2015 ini saya telah menyebarkan virus  membaca ke lebih dari 9895 orang dalam berbagai seminar  yang saya bawakan dimulai dari Bacakilat, The Art of Reading  (buku kedua saya), Seminar Read & Grow Rich dan sejak tahun  ini saya membawakan Seminar Bacakilat 2.0 yang merupakan Upgrade yang membuat bacakilat lebih mudah untuk di terapkan. Dan Anda bisa mendapatkan bukunya dalam tahun ini.

Mengapa Saya Memilih Menyebarkan Virus Membaca?

Bergerak dari visi saya ingin “Membangun Indonesia dengan Membaca” dan Misi “Membantu satu juta orang membaca Efektif”.

Saya ingin semakin banyak orang memiliki fondasi belajar yang baik. Kemampuan belajar yang baik dan mendapatkan materi belajar menuju sukses yang semakin baik.

Perjalanan saya 7 tahun di bacakilat adalah rekreasi yang luar biasa. Saya menjalani hal yang saya senangi. Saya belajar terus menenerus. Saya berbagi terus menerus dan melihat orang-orang semakin maju dan bahagia.

Pertengahan tahun 2013 lalu saya mulai menjalankan salah satu ide yang sejak 2012 lalu yaitu membuat sesuatu yang bisa membangun kebiasaan membaca dengan mudah.

Muncullah Aquarius Note. Saat ini Aquarius Note sudah ada 8 Paket. Apakah Anda sudah menjadi bagian dari membangun kebiasaan membaca?

Tahun 2014 saya juga telah mengeluarkan Bacakilat Home study Course dimana, Anda bisa belajar di manapun Anda berada, lewat modul, Audio & video eye view yang sudah saya rekam khusus.

Dan Tahun 2014 saya juga membantu Perpustakaan Indonesia dalam pembuatan Grand Design Kegemaran Membaca. Senangnya bisa berbagi 🙂

Untuk itulah di bulan ini, bulan ulang tahun saya, saya sangat ingin berbagi bersama Anda.

Silakan tinggalkan komentar Anda, maka saya akan memberikan “Sesuatu” yang spesial untuk Anda!

26 Mengapa Berubah Itu Sulit?

r1067140_12560361Hampir setiap orang yang saya temui dalam perjalanan kehidupan saya, baik pribadi, sebagai trainer maupun terapis, mengatakan ingin mengubah kehidupannya lebih baik. Apakah itu dari sisi karier, penghasilan, relasi, bentuk tubuh sampai kesehatan.

Apakah Anda ingin sukses? Setiap orang normal mestinya menjawab iya, hanya bergantung aspek mana yang menjadi fokus definisi kesuksesannya. Sangat sedikit orang yang tidak menemukan ada aspek kehidupan yang ingin mereka tingkatkan.

Sementara kebanyakan orang merasa terlampau sulit, jika bukan tidak mungkin, untuk melakukan sebuah perubahan, ternyata berhasil mewujudkan apa yang mereka inginkan. Pertanyaannya adalah apa yang diperlukan untuk membuat kita bisa menyadari potensi penuh kita? Mengapa terkadang kita berhasil, terkadang malah mendapatkan hasil yang mengecewakan?

Dalam dunia pengembangan diri, para pakar mengatakan hal yang serupa walau tidak dengan bahasa yang sama. Semuanya mengatakan ada kekuatan yang lebih besar dari yang bisa kita sadari yang menentukan sukses kita. Atau kebiasaan yang tertanam di pikiran bawah sadar. Semuanya mengacu pada kekuatan pikiran bawah sadar.

Jadi ada sebenarnya perubahan itu?

Ide sebuah perubahan sebenarnya sederhana. Bagi sebagian orang, perubahan adalah hal yang berhubungan dengan materi yang lebih baik. Kesejahteraan yang lebih baik. Kekayaan, uang. Jadi perubahan yang lebih baik itu berarti lebih banyak kekayaan dan uang bukan? Ternyata bukan demikian, Uang hanyalah simbol dari keberhasilan kita melakukan perubahan itu.

Mengapa perubahan menjadi sulit walau sangat diinginkan? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini. Mari kita lihat satu per satu.

Keyakinan yang Bertentangan

Sebagai ilustrasi, mari kita lihat contoh berikut. Si Badu ingin menjadi kaya. Sehingga ia memiliki kebebasan untuk membeli dan melakukan apapun yang ia impikan dari dulu. Namun, ada program lain dalam pikiran bawah sadarnya yang mengatakan orang kaya itu jahat, korupsi, menindas yang lemah. Dengan dua program yang bertentangan ini perubahan yang ia inginkan tentu terhambat dan tidak terwujud.

Keyakinan yang bertentangan terjadi hampir dalam setiap orang. Tandanya adalah menggunakan kata: “Tapi…” Setiap kali kita menyadari diri sedang menggunakan kata “Tapi…” maka tuliskan keyakinan yang bertentangan itu. Membangun kejelasan pada sebuah masalah akan membantu kita menyelesaikannya dengan mudah.

Berubah berarti melepaskan sesuatu

Mudah untuk menyadari sulitnya perubahan, apalagi makna berubah adalah melepaskan sesuatu dalam diri atau kehidupan. Sesuatu itu bisa jadi hal yang menahan kita, program yang bertentangan, yang sudah begitu terpatri di pikiran bawah sadar.

Melepaskan sesuatu, seperti ingin berhenti merokok itu tidak mudah. Karena prgram merokok itu tidak hanya berdiri sendiri, tetapi ada sokongan dari 10,20 atau mungkin 30 program yang mendukung untuk tetap merokok. Dorongan untuk berhenti merokok seringkali kalah.

Pemrograman pikiran bawah sadar

Sadar atau tidak, seringnya tidak, kita diprogram oleh lingkungan. Oleh keluarga, teman, sekolah, masyarakat, iklan, yang menanamkan program yang halus, yang tidak bisa kita sadari dalam keadaan normal. Nilai-nilai merasa kekurangan, merasa tidak mampu, selapis demi selapis tertanam dalam bawah sadar. Sehingga sampai suatu hari sudah begitu kuat dan sulit untuk melepaskannya.

Seberapa sering Anda (mungkin) pernah mengatakan pada diri sendiri: Saya tidak bisa. Itu tidak akan berhasil untuk saya. Kamu tidak cukup tua. Kamu terlalu muda. Kamu bodoh. Kamu enggak bakal bisa.

Umumnya program yang masuk ke pikiran bawah sadar adalah program yang negatif. Mari kita analogikan pikiran kita seperti sebuah kebun. Jika kita tidak menanamkan tanaman yang kita inginkan di kebun maka ilalang lah yang akan tumbuh. Sekeliling kita sudah banyak sekali benih-benih negatif yang siap tumbuh setiap saat. Memprogram, mendengarkan, membaca buku yang positif dalam pikiran kita adalah hal penting dalam melakukan perubahan.

Apa yang kita tanyakan pada diri kita sendiri saat kita melakukan kesalahan yang seharusnya tidak terjadi? Kita umumnya bertanya, mengapa saya begitu bodoh sampai kesalahan itu terjadi? Lalu apa yang terjadi jika kita melontarkan pertanyaan semacam itu? Ya, pikiran bawah sadar kita menjawab dengan jawaban yang menegaskan keburukan dan kebodohan kita. Dan ia semakin memperkuat program negatif yang sudah ada dalam diri.

Bertanyalah dengan pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan program positif dari pikiran bawah sadar. Contohnya, Mengapa saya sangat mudah bangkit dari kesalahan dan selalu mendapatkan hasil gemilang? Nah, coba tanyakan dan apa jawaban yang muncul di pikiran Anda? Positif dan membangun bukan?

Mekanisme Pertahanan Pikiran

Secara alami, kegagalan sangat tidak menyenangkan. Dan mekanisme pertanyaan pikiran kita adalah mencari nikmat dan menghindari sengsara. Dan di antara dua pilihan tersebut, manusia lebih cenderung melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk menghindari sengsara. Tidak banyak yang mau menerobos sampai mengalami kegagalan demi kegagalan.

Menghabiskan jatah gagal adalah kunci untuk sukses. Membaca kata “jatah gagal” saja sudah mengaktifkan mekanisme petahanan dalam diri kita, dan menimbulkan zona nyaman yang sangat kuat di kondisi saat ini. Ide perubahan pun semakin menghilang dari pikiran.

Bagaimana menurut Anda?

Silakan tinggalkan Komentar Anda di Bawah ini.

3 Belajar Tapi Tidak Praktik

Apakah menguasai sebuah skill hanya perlu belajar?

bingungIni adalah keinginan banyak orang. Dan jika ini keinginan Anda, mungkin Anda perlu memperbaiki pemikiran ini. Sukses hanya bisa dicapai dengan memiliki kebiasaan sukses. Dan kebiasaan sukses adalah melakukan apa yang dilakukan oleh orang-orang sukses secara konsisten. Menerapkan apa yang kita pelajari, melatih apa yang kita telah pelajari jauh lebih penting dari sekedar hadir dan belajar di pelatihan.

Ada orang yang mengikuti pelatihan dan berhasil menguasai skill dan mendapatkan hasil yang luar biasa. Ada juga orang yang tidak berhasil dan menyalahkan tools yang ia pelajari. Tentu kita pernah mendengar pepatah yang mengatakan seorang tukang yang buruk selalu menyalahkan peralatannya. Ini adalah sebuah jebakan pemikiran yang sangat kuat. Jika Anda merasa demikian, INI BUKAN SALAH ANDA. Anda hanya terprogram dalam lingkungan kita yang memang kebanyakan seperti itu.

Belajar saja tidak akan membuat Anda menguasai sebuah skill. Apalagi mendapatkan hasil dari skill itu. Sebelum kita membahas apa yang perlu kita lakukan, pemikiran apa yang perlu kita miliki, saya akan menulis kembali sebuah cerita.

Alkisah, hiduplah seorang pria yang selalu memimpikan dirinya sukses. Ia tidak berhenti berdoa setiap hari. Ia berdoa kepada Tuhan untuk membantunya sukses. Ia ingin sukses dengan cepat. Maka ia pun berdoa agar ia menang lotere. Setiap malam ia berdoa dengan khusyuk. Pagi hari, siang hari pun ia tidak lupa mengucap doa.

Namun, ia tidak pernah memenangkan lotere walau sudah begitu fokus selama berbulan-bulan. Tapi ia tidak menyerah, ia masih terus berdoa dan suatu malam, dalam doanya, ia mendapatkan jawaban dari Tuhan. Tuhan berkata, Anakku, Kalau kau ingin menang lotere, bantulah Aku, Pergi beli lotere sekarang.

To Know not to DO, is Not Yet to Know. ~ Lao Tzi

Jadi apa yang perlu kita lakukan agar kita menguasai skill dan mendapatkan manfaat? Tentu bukan pergi membeli lotere hehehe.

Tapi, Praktik.

Ini yang perlu kita pahami dalam menguasai sebuah skill:

  1. Masa krisis.
    Untuk menguasai sebuah skill ada masa krisisnya. Masa krisis ini dimulai setelah kita belajar sebuah skill baru. Contohnya Anda sudah ikut pelatihan dua hari bacakilat, atau mengikuti bacakilat home study course. Maka Anda mulai memasuki masa krisis menguasai sebuah skill. Dalam masa krisis ini dirasakan Anda sewaktu Anda mempraktikkan apa yang Anda pelajari. Biasanya terjadi karena situasi yang Anda hadapi berbeda.Selama masa krisis ini, jika Anda mempraktikkan tentunya, Anda akan mengalami kebingungan. Melawan kebiasaan lama. Merasa sedikit repot dalam melakukan skill baru Anda, karena Anda lebih terbiasa dengan cara lama Anda. Oh, ngomong-ngomong, Anda ingin cara baru karena cara lama Anda tidak membuat Anda sukses atau dalam hal bacakilat tidak membuat Anda menyelesaikan buku bukan? Jadi lewatilah masa krisis ini dan praktiklah.

    Jika Anda tidak praktik, apakah Anda melewati masa krisis ini? Tidak. Masa krisis hanya berjalan ketika dan selama Anda praktik. Sebagian orang tidak mempraktikkan apa yang ia pelajari karena beberapa alasan, ini yang terpikirkan oleh saya, Anda bisa menambahkan dalam komentar jika ada yang lain. Pertama, mereka tidak nyaman. Melakukan hal yang baru selalu tidak nyaman. Bisa jadi tidak nyaman karena belum terbiasa.

    Bisa juga tidak nyaman karena kelihatan kurang pintar. Perlu kita akui, ketika belajar hal baru, kita akan kelihatan sedikit “bodoh”. Dan bagi orang yang gengsi, mereka tentu tidak mau menjalani proses ini. Solusinya adalah menjalaninya. Jika Anda sudah melakukan investasi, maka Anda perlu meyakini sistemnya. Setiap orang yang mengajarkan sebuah sistem, harusnya ia sudah meneliti mana yang bekerja dan mana yang tidak memberikan hasil. Kita hanya perlu mengikutinya. Tidak perlu memikirkan cara baru, paling tidak sampai Anda bisa melakukannya.

    Kedua, Tidak mengosongkan gelas. Tentu Anda pernah mendengar seseorang berkata, ah itu tidak mungkin. Ia berkata demikian karena ia menggunakan pengetahuan yang ia ketahui di masa lalu untuk mengukur apa yang ia lihat saat ini. Dan sering kali kita tidak mau melepaskan pengetahuan masa lalu (mengosongkan gelas) yang seringkali tidak relevan pengukurannya.

    Ketiga, ini lucu, karena banyak yang belum praktik sudah menegaskan itu tidak berhasil. Mungkin ini mirip dengan yang kedua, tapi mungkin sedikit lebih parah hehehe. Praktik, pahami dan lihat hasilnya. Setelah itu barulah kita bisa menganalisa mana yang perlu kita perbaiki.

    Keempat, Terlalu cepat menganalisa proses. Tentu kita tahu proses yang benar akan membawakan hasil yang benar. Tapi jika kita terlalu dini menganalisa prosesnya, tanpa melihat hasilnya seperti apa, maka kita tidak bisa benar-benar menilai apakah proses yang kita jalani itu sudah benar atau belum. Belum ada hasil, bagaimana kita bisa menilai? Jadi selesaikanlah. Praktiklah, maka Anda akan tahu apa yang perlu dilakukan, jikapun Anda tidak tahu, Anda bisa bertanya dan pertanyaan Anda tentu lebih berkualitas.

    Every Master, once a Terrible.

    Kelima, mereka ingin sempurna. Pemikiran bahwa ingin bisa dulu baru praktik adalah hal yang lucu. Kita tidak membicarakan mana yang duluan, sempurna duluan atau praktik duluan, ayam duluan atau telur duluan. Dalam kasus ini jelas sekali, praktik dulu. Mengharapkan sempurna adalah langkah awal untuk membuat kita tidak mempraktikkan dengan baik, langkah awal untuk membuat kita tidak bisa. Karena rasa ingin sempurna membuat kita tidak mau melakukannya.

    Praktik. Buatlah kemajuan. Maka keunggulan akan tercapai.

  2. Memiliki pola pikir bertumbuh. Ini artinya kita memiliki konsep dalam pikiran kita bahwa, semua bisa kita pelajari jika kita mendedikasikan waktu dan usaha. Ya, dan Anda bisa menjalani kehidupan sejauh ini, karena Anda memiliki pola pikir bertumbuh. Anda mendedikasikan waktu dan usaha untuk belajar berjalan, berbicara, membaca, bermain, menulis, naik sepeda, menyetir, dan masih banyak skill lainnya. Jika hal yang standar bisa Anda lakukan, tinggal meningkatkan diri untuk melakukan yang di atas standar.Tidak ada orang sukses yang melakukan hal standar. Semuanya di atas standar. Going the extra mile.

    Pola pikir tetap artinya kita merasa kita tidak bisa menguasai apapun, tidak bisa menjadi lebih baik. Pola pikir adalah pilihan, mana yang ingin Anda anut, mana yang ingin Anda jadikan kebenaran dalam kehidupan Anda. Semua ada di tangan Anda.

Belajar saja tidak membawa Anda menuju kesuksesan, apa yang Anda lakukan dengan apa yang Anda pelajarilah yang membawa kita maju. Knowledge is not power. It’s only potential power, untill you do something it’s become kinetic power.

Saya ingin mendengarkan pemikiran Anda, sampaikan pemikiran Anda di bawah, saya membacanya.

Sukses untuk Anda.

 

4 Bagaimana Membaca Seperti Bill Gates

Selamat kepada Bill kembali menjadi orang kaya nomor satu Dunia. Saya rasa bukan rahasia lagi kalau orang kaya, orang sukses selalu membaca. Mengembangkan diri. Membangun diri. Memperbesar diri sehingga visi mereka bisa tercapai. 

Menjadi sukses itu mudah. Menurut T. Harv Eker, seorang multijutawan yang memulai bisnis di bidang fitness dan menjadi salah satu guru sukses dunia. Sangat mudah. Sukses memerlukan kita melakukan hal mudah yang tepat secara terus menerus. 

Saking mudahnya hal-hal tersebut, membuat sebagian besar orang di dunia tidak melakukannya. Mudah dilakukan, juga berarti mudah untuk tidak dilakukan. 

Hanya mereka dengan visi yang jelas, motivasi yang jelas dan kuat yang akan melakukannya. 

Contohnya, siapa yang tidak tahu membaca itu penting. Saya rasa Anda sudah jelas sekali dengan hal ini. Membaca setiap hari adalah kebiasaan orang sukses. Kebiasaan yang menumbuhkan. Kebiasaan yang membangun. Kebiasaan yang membuat kita bisa mengatasi semua tantangan hidup. 

Tapi berapa banyak orang di dunia yang mengatakan tidak ada waktu. Menunggu sukses dan punya waktu luang untuk membaca. Saya kira Anda setuju bahwa orang sukses justru selalu menyiapkan waktu untuk membaca karena itu adalah faktor penting dalam membuat mereka sesukses sekarang. 

Mungkin Anda berpikir kalau Bill Gates khan sudah banyak baca buku. Pasti bacanya cepat dan juga cepat memahami apa yang dibaca. Jadi pastinya membaca akan mudah baginya. Yup. Anda benar untuk hal ini. Biasanya mayoritas orang selalu melihat hasil akhir. Tanpa melihat perjuangan apa yang ada dibalik kesuksesan seseorang.

Bill memang sudah membangun kebiasaan membacanya sejak SMP. Dengan banyaknya buku yang dibacanya sepanjang hidupnya itu, ia membaca menjadi sangat cepat, memiliki banyak sekali referensi dari bawah sadar atau memorinya, sebagian besar buku mestinya mudah sekali dipahami karena wawasannya yang luas. 

Mereka yang membaca banyak buku, akan semakin mudah memahami. Akan semakin cepat menguasai buku yang ia baca. 

Waktu yang terbaik untuk menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu. Waktu terbaik kedua adalah sekarang. – Mark Twain

Anda bisa memulai sekarang. Waktu adalah sahabat Anda. Semakin cepat Anda memulai semakin baik dan semakin mudah Anda memahami buku dan menjadikan diri Anda orang yang lebih sukses. 

Pupuk wawasan dari sekarang. Jika Anda serius dengan impian-impian Anda, maka bacalah dan bertumbuhlah. 

Bagaimana Anda bisa membaca seperti Bill, yang memiliki database yang sangat banyak dan membuatnya mudah memahami?

Anda perlu memberdayakan pikiran bawah sadar Anda. Dengan membuat pikiran bawah sadar Anda belajar atau mengenal pola makna yang ada di buku bacaan Anda duluan sebelum Anda membacanya secara sadar, Anda akan membuat buku yang Anda baca menjadi mudah. Anda sudah mengarsipkannya (meminjam istilah dari Napoleon Hill dalam bukunya Think and Grow Rich) ke pikiran bawah sadar Anda isi buku itu, sehingga saat Anda membaca secara sadar isi buku itu akan terasa familiar. Seolah Anda sudah membacanya berkali-kali sebelumnya. 

Itulah cara Anda melakukan hacking sehingga Anda bisa membaca seperti seorang Bill Gates. 

Ceritakan pendapat Anda, apa impian Anda di komentar di bawah ini, saya membaca setiap komentar Anda. 

Mari Bangun Indonesia dengan Membaca

Agus Setiawan

5 Apakah Bacakilat itu Mistik?

Banner-7

ID-10065949Suatu hari saya tergelitik dengan seseorang yang mengirimkan email ke saya yang berisikan pesan bahwa bacakilat itu mistik. Ini sangat menarik. Apakah bacakilat hanya merupakan sesuatu yang mengalihkan perhatian, tapi sebenarnya saya hanya menjual program mind mapping? Lebih menarik lagi.

Jawaban singkatnya, saya tidak selalu menggunakan mind map, apa lagi kalau bukunya adalah buku yang hanya tingkat dicicip atau ditelan. Saya jauh lebih cepat menggunakan bacakilat dan memindai menjelajahi. Namun buku yang saya kunyah cerna, selalu saya gunakan mind map di ipad mini saya.

Kali ini saya ingin mengajak Anda untuk melihat sebuah video singkat, dalam video ini, Anda akan ditunjukkan 7 wajah secara acak di kanan atas video dan ketujuh wajah ini akan dideretkan kembali secara acak lalu Anda diminta untuk memilih wsatu wajah yang dengan alasan apapun dirasakan paling familiar buat Anda.

Saran saya, jawablah dengan jawaban yang pertama kali muncul, karena itu jawaban alami dari bawah sadar, karena itu adalah intuisi Anda. Itulah jawaban yang tepat. Namun jika Anda sudah mulai mikir, “mana ya, yang kayaknya familiar”, itu sudah jawaban dari pikiran sadar. Dan tingkat kesalahan jawaban dari pikiran sadar itu tinggi sekali.

Nikmati video ini, tarik napas yang dalam, jangan lupa hembuskan dan santai saja, jangan tegang-tegang. :))

Oke, sudah Anda tonton?

Anda sudah menjawab benar kah?

Jika salah, coba jujur, apakah Anda mikir duluan atau langsung otomatis jawab?

Bacakilat merupakan sistem membaca yang melibatkan pikiran sadar atau logika dengan pikiran bawah sadar atau intuisi. Kita tidak bisa optimal hanya menggunakan pikiran sadar karena keterbatasan pikiran sadar ini.

Tahun 1950-an John Miller mengungkapkan penelitiannya di salah satu jurnal psikologi yang sangat berpengaruh tentang kapasitas dari pikiran sadar. Menurut Miller, pikiran sadar hanya miliki kapasitas maksimum 7 plus atau minus dua keping informasi. Lebih dari itu pikiran sadar tidak mampu memrosesnya. Akan terlewatkan atau akan terabaikan.

Konon, perhatian manusia dikatakan semakin menurun, semakin sedikit informasi yang bisa diproses oleh pikiran sadar, sudah tidak 7 plus minus 2 lagi, tapi lebih kecil dari itu. Benarkah demikian? Penelitian menunjukkan, saat ini pikiran manusia tidak mudah tenang, terus memikirkan buah pikir, baik tentang masa depan maupun masa lalu. Yang membuat kita khawatir atau membuat kita marah. Itu saja sudah memakan jatah proses pikiran sadar beberapa keping informasi, sebagai contoh, katakanlah menghabiskan 4 atau lima proses pikiran sadar Anda, jadi sisa yang masih bisa diproses pikiran sadar Anda? Ya sisa 4 atau 5 juga. Dan tentu saja itu menurunkan kerja pikiran sadar kita dalam membaca dan memelajari suatu hal.

Sudah sangat langka seseorang bisa menetapkan pikirannya di masa kini, yang mana hanya memikirkan dan menikmati saat ini. Pada saat kita bisa melakukan hal ini, hidup di masa kini, memikirkan dan menikmati masa kini, yang dalam sistem bacakilat, akan dibantu oleh kondisi genius, pikiran sadar kita kembali bisa memroses 7 plus minus 2 per detiknya. Dan kita mulai bisa konsentrasi, memberikan perhatian dan meningkatkan proses berpikir kita.

Dalam buku terbaru Daniel Goleman menjelaskan kita memiliki dua cara memroses informasi, top down dan bottom up. Sifat dari top down adalah sebagai berikut:

  • Lebih lambat
  • penuh dengan usaha
  • sengaja
  • pusat kendali, yang mana (terkadang) menguasai rutinitas otomatis dan menekan impuls dorongan emosi
  • mampu memelajari model baru, membuat rencana baru, tan mengendalikan khasanah otomatis kita – dalam batas tertentu.

Sedangkan, bottom up sangat bertolak belakang:

  • Lebih cepat , bekerja dalam hitungan mili detik
  • tidak disengaja dan otomatis, selalu aktif
  • intuitif, bekerja melalui jaringan koneksi
  • impulsif, bergerak berdasarkan emosi
  • eksekutor dari rutinitas kebiasaan dan membimbing tindakan kita
  • manajer dari model mental kita akan dunia ini

Saat kita memelajari sebuah keahlian, kita membutuhkan kerja pikiran sadar atau top down. Sampai satu titik pikiran bawah sadar kita akan mengambil alih sehingga kita bisa melakukan sebuah kegiatan tanpa berpikir dengan pikiran sadar lagi.

Bacakilat membantu kita dengan cara memroses secara subliminal. Dalam buku terbarunya, Subliminal: How Your Unconscious Mind Rules Your Behavior, Leonard Mlodinov membahas sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa sel kerucut mata manusia hanya bisa menangkap secara fokus satu titik kecil saja.

Seperti gambar di bawah ini:

hasil-pandangan-mata

Lalu mengapa kita bisa melihat secara jelas area yang cukup luas? Karena otak kita secara bottom up terpicu untuk membantu pikiran sadar untuk bisa melihat lebih luas. Hasilnya seperti gambar bagian kiri.

Dengan hanya menggunakan pikiran sadar kita, atau top down, kita memroses dan belajar dengan kemampuan yang sangat terbatas. Dengan memadukan pikiran bawah sadar dan pikiran sadar, kita belajar semakin mudah dan cepat. Karena tujuan akhir dari kita belajar dan membaca adalah membuat informasi itu bisa bottom up, artinya sudah menjadi bagian diri kita, kebiasaan kita, yang bisa kita terapkan setiap saat kita membutuhkannya.

Jadi dengan melibatkan intuisi dan logika secara bersamaan, informasi sangat mudah dipahami. Anda akan mengetahui mana informasi yang harus didalami, mana informasi yang sudah Anda ketahui dengan mudah. Seperti Anda seolah-olah sudah membaca buku itu sebelumnya. Membaca pun menjadi ringan.

Mind mapping?

Itu adalah sebuah alat untuk memicu pikiran sadar akan lebih mudah mengingat. Pikiran sadar bukan penampung informasi. Bukan pusat memori. Yang mengendalikan semua perilaku dan cara berpikir kita bukanlah pikiran sadar, tapi pikiran bawah sadar. Namun seolah-olah pikiran sadarlah yang mengendalikan itu semua. Pikiran bawah sadar disebut dengan nama demikian karena pikiran sadar tidak menyadari kerja pikiran bawha sadar. Sehingga diberilah nama pikiran bawah sadar.

Coba ingat, pernahkah Anda mendapatkan ide luar biasa saat Anda sedang santai, sedang menyetir mobil di jalanan yang kosong, atau Anda sedang nongkrong di toilet? Karena Anda tidak membawa catatan, Anda tidak mencatatnya, setelah selesai kegiatan yang Anda lakukan dan Anda ingin mengingat kembali, ide itu sudah menguap tidak tahu ke mana.

Lebih tepatnya ide itu kembali ke pikiran bawah sadar Anda, yang merupakan pusat memori Anda. Pikiran sadar hanya bisa mempertahankan sebuah keping informasi paling lama 9 detik. Setelah itu akan digantikan oleh pikiran lain. Karena bawah sadar kita akan mengirimkan informasi tiada hentinya kepada pikiran sadar kita, total diperkirakan kita menerima 600 ribu buah pikir dalam waktu 24 jam.

Padukan informasi di artikel ini dengan artikel lain untuk mengenal bagaimana bacakilat bisa membantu Anda, dan saya akan menyampaikan informasi menarik lain di artikel selanjutnya.

Apa pengalaman Anda membaca selama ini? Sampaikan komentar Anda dan kita akan berdikusi di artikel ini.

Banner-7

Anda ingin mendapatkan bimbingan langsung dari saya lewat email pribadi Anda, daftarkan di formulir bawah ini:






We respect your email privacy

Email Marketing by AWeber

4 Jangan Menjadi Pembaca Cepat

Banner-7

20140110-104958.jpg

Menyelesaikan sebuah buku ada keinginan semua pembeli buku. Ingat kembali saat Anda terakhir kali membeli buku. Apa yang ada dalam pikiran Anda? Apakah penuh rasa semangat yang merasa bahwa Anda ingin menghabiskan buku itu? Dan sisi lain dalam diri Anda juga ada perasaan yang halus yang bingung, konflik, tidak berdaya bagaimana mau menyelesaikan buku itu.

Apakah kondisi itu familiar buat Anda? Dan biasanya orang mulai merasionalisasi. “Bisalah, aku akan menyelesaikannya dengan cepat.” Atau “Nanti aku belajar membaca cepat saja”.

Tapi itu bukanlah sebuah solusi. Jika menghabiskan buku dengan cepat menjadi tujuan Anda, Anda akan berakhir dengan menghabiskan buku itu tanpa mendapatkan manfaat yang baik. Tapi membaca biasa dengan lambat juga bukan solusi yang tepat, karena akan menghilangkan momentum dan membuat Anda kehilangan alur pemahaman.

Setelah empat tahun di duni membaca. Membacakilat khususnya, saya sering melihat orang yang menyelesaikan bukunya tapi tidak bisa menjelaskan buku itu, atau menerapkan isi buku itu. Ya, memang kebanyakan dunia saya berkaitan dengan buku pengembangan diri dan manejemen. Jadi memahami dan menerapkan adalah bagian yang penting.

Baca cepat tidak menjadi solusi. Baca lambat apa lagi. Jadi bacakilat? Tidak juga. Artikel ini bukan untuk menunjukkan siapa yang superior. Tapi menunjukkan untuk membaca sebuah buku perlu pendekatan yang Smart, sehingga buku bisa dipahami dalam waktu singkat, bermanfaat langsung kepada pembaca dan bisa mengubah sesuatu dalam kehidupan pembaca.

Ini sudah tahun 2014. Cukuplah kebiasaan Anda di mana hanya membeli buku dan tidak pernah selesai membacanya. Sekarang adalah saatnya memanfaatkan tumpukan buku-buku di rumah Anda untuk meningkatkan kualitas kehidupan Anda dalam aspek kehidupan yang selalu Anda inginkan.

Bagaimana pendekatan yang smart dalam membaca?

Pertama, dimulai dari diri Anda. Apakah Anda memiliki sebuah tujuan yang sangat jelas untuk Anda capai di tahun ini, 3-5 tahun mendatang? Belum, buatlah sekarang juga. Dan pastikan Anda membuat sesuatu yang sangat personal bagi Anda, bukan ikut-ikutan. Karena hal yang ingin Anda capai ini haruslah menginspirasi Anda untuk bertindak dan bertumbuh.

Kedua, jadikan pengembangan diri dan membaca menjadi prioritas Anda. Jim Rohn mengatakan “Bekerjalah lebih keras pada diri Anda sendiri daripada pekerjaan atau bisnis Anda.” Karena jika Anda bertumbuh, pekerjaan dan bisnis Anda bertumbuh. Membaca buku dan mengembangkan diri membuat kapasitas dan wawasan Anda meningkat. Sehingga Anda siap menampung hasil yang lebih besar dari kehidupan ini.

Ketiga, prioritaskan membaca. Jika Anda ridak memrioritaskan membaca, Anda tidak akan pernah punya waktu membaca. Anda akan kalah dengan kegiatan lain.

Keempat, punya tujuan yang jelas apa yang ingin Anda ambil dari buku. Sama seperti hidup. Tanpa tujuan tidak akan membuat Anda ke mana-mana.

Kelima, secara smart ketahui mana yang harus Anda dalami. Jadi membaca tidak sekedar membaca kata demi kata. Tapi secara aktif mengetahui di mana Anda harus mendalami informasi dari buku. Libatkan berpikir kritis atau logika dengan intuisi.

Dalam perjalanan saya di dunia membaca, menggunakan pikiran bawah sadar adalah cara membuat bawah sadar familiar dan bisa melibatkan intuisi dalam proses membaca. Anda semakin cepat memahami, bisa mendapatkan manfaat sesuai tujuan membaca.

Jadi jangan sekedar menjadi seorang pembaca cepat. Jadilah seorang pembaca smart yang memiliki tujuan hidup, terus mau bertumbuh, membaca menjadi prioritas dan lifestyle, selalu membaca buku dengan tujuan, dan menggunakan otak kita secara holistis, logika dan intuisi dalam menyerap dan memahami buku.

Sehingga Anda mencapai pemahaman yang Anda butuhkan untuk pengembangan diri Anda dalam waktu yang relatif singkat.

Ayo Membaca!

Sudah mengikuti bimbingan online bacakilat? Jika belum kunjungi www.bacakilat.com/umum

Banner-7

21 Apa Makna 2013 Anda?

Banner-7

Kontemplasi akhir tahun

Book-2014Tahun 2013 memberikan warna dan petualangan yang luar biasa. Bisa dibilang, tahun 2013 adalah tahun saya

Hari ini adalah hari terakhir 2013. Saya ingat menjalani awal tahun 2013 dengan harapan yang melambung tinggi. Kami (Saya dan Istri tercinta) baru saja membangun sebuah bisnis yang sangat unik dan membantu banyak orang yang membutuhkannya.

Bisnis ini dibangun dengan idealisme yang sangat tinggi, sampai kami harus mengimpor bahan-bahan dari luar negeri untuk menyiapkan makanan yang unik ini. Mulai dari Belanda, Singapura, sampai Meksiko.

Satu hal yang membuat teman-teman dalam lingkaran Master Mind saya kaget. Saya tiba-tiba membanting setir keluar dari jalur passion saya.

Dan salah satu pelajaran yang saya pelajari dari  menjalani bisnis itu di tahun 2013 adalah selalu jalani passion Anda. Perjalanan ini membawa saya terbang dan terjatuh, hanya dalam kurang dari setahun.

Saya tidak akan melupakan tahun 2013, sebuah pengalaman yang mengajarkan makna kehidupan yang mendalam. Sebuah pengalaman yang tidak akan  bisa digantikan sejauh ini. Dan tentu tidak ingin mengulanginya lagi.

Selalu ikuti passion. Karena menjalani apapun ada tantangan yang perlu kita hadapi. Dengan menjalani passion kita, kita lebih kreatif, lebih bahagia, lebih tertantang, lebih optimis, dan kita akan masuk dan larut pada apa yang kita kerjakan. Akhirnya, passion membimbing kita untuk menjalani kesuksesan.

Setiap orang menjalani peran unik yang tiada duanya di dunia ini. Apa peran yang Anda ingin jalani? Dari mana Anda ingin berkontribusi untuk orang yang Anda cintai, orang sekitar Anda, kelompok tertentu dan pada akhirnya untuk negeri kita tercinta ini?

Apa yang menjadi passion saya adalah dunia pembelajaran. Dunia reedukasi yang tidak saya dapatkan di dunia akademis. Saya mencintai dunia pembelajaran baik akademis maupun non akademis.

Saya ingin semakin banyak orang memiliki fondasi belajar yang baik. Kemampuan belajar yang baik dan mendapatkan materi belajar menuju sukses yang semakin baik.

Itulah yang mendorong saya untuk membangun perusahaan Aquarius Resources, di bawah PT. Ade Aquarius Sejahtera.

Perjalanan saya 4 tahun di bacakilat adalah rekreasi yang luar biasa. Saya menjalani hal yang saya senangi. Saya belajar terus menenerus. Saya berbagi terus menerus dan melihat orang-orang semakin maju dan bahagia.

Unesco di tahun 2011 menunjukkan dari 1000 orang Indonesia hanya 1 orang yang gemar dan punya kebiasaan membaca.

Mari bayangkan, jika Indonesia memiliki 1 juta orang yang memiliki minat baca. Dari 200 juta orang penduduk ada satu juta yang senang dan punya kebiasaan membaca. Berarti kita meningkatkan dari 01.% menjadi 0.5%. Bagaimana kemajuan yang dikontribusikan setiap orang bagi dirinya, orang yang ia cintai dan Indonesia?

Pertengahan tahun 2013 ini saya mulai menjalankan salah satu ide yang sejak 2012 bersarang dalam pikiranku. Membuat sesuatu yang bisa membangun kebiasaan membaca dengan mudah.

Muncullah www.30HariMembaca.com di bulan Desember 2013. Apakah Anda sudah menjadi bagian dari membangun kebiasaan membaca? Kita akan memulai 2014 dengan pondasi dan kebiasaan sukses bersama 30HariMembaca.

Akhir tahun ini juga buku ketiga saya yang saya tulis bersama Juni Anton juga telah beredar di semua Gramedia dan toko buku lain di Indonesia. Menjalani passion selalu membawakan keajaiban dan hasil yang di luar dugaan.

Saya bersyukur dengan semua pembelajaran di tahun 2013. Terima kasih kepada Tuhan yang selalu membimbing dan memberikan kekuatan sehingga saya tidak melepaskan aspirasi dan tersesat.

Saya percaya, dengan berpegang pada aspirasi sebagai kompas kehidupan kita, kita tidak pernah tersesat, dan akan terus bertumbuh dan bahagia dalam menjalani prosesnya.

Bacakilat juga akan memasuki fase baru yang akan lebih baik untuk Anda semua.

Tahun 2014 menjadi tahun penuh harapan, petualangan, kesempatan dan berbagi. Kali ini benar-benar menjalani apa yang menjadi passion saya.

Stephen Saphiro dalam bukunya Goal Free Living mengajak kita untuk membuat tema tahun baru, bukan resolusi.

Tema-ku di tahun 2014 adalah Membangun Fondasi yang kuat. Menjalankan apa yang ada dalam ide dan pikiran saya sejak 2012 yang lalu.

Bagaimana dengan Anda? Apa makna 2013 bagi Anda? Apa tema 2014 Anda? Tinggalkan komentar Anda di bawah ini dan mari berbagi dan menginspirasi untuk membuat Tema Tahun 2014 dan menjadikan tahun depan tahun yang lebih baik. Menikmati dan menjalani impian kita semua.

Doa saya, semoga Anda selalu bahagia dan menjalani passion, menjalani jalan unik yang telah menjadi berkah Tuhan kepada setiap hamba-Nya.

Happy New Year 2014

Banner-7

Apakah langsung bisa bacakilat?

Banner-7

Image courtesy of Master isolated images at FreeDigitalPhotos.net

Image courtesy of Master isolated images at FreeDigitalPhotos.net

Kalau saya belajar bacakilat, apakah langsung bisa? Bacakilat sama seperti skill lain, membutuhkan latihan. Semua orang membutuhkan latihan. Belajar jalan pun membutuhkan latihan.

Bagaimana membuat skill bacakilat ini mudah dan cepat Anda kuasai? Untuk menguasai dengan cepat, Anda butuh alasan mengapa skill bacakilat penting untuk Anda. Tapi bukanlah sebuah jawaban yang sekedar mengatakan bahwa saya mau meningkatkan wawasan. Itu adalah sebuah alasan yang lemah sekali. Standar dan tidak memiliki dorongan semangat di dalamnya.

Seandainya, ada orang yang Anda sayangi, diculik dan syarat orang ini dibebaskan dalam waktu 30 hari adalah Anda harus menguasai bacakilat dalam 3 hari. Apakah Anda bisa? Pasti bisa. Alasan yang sangat kuat. Tapi semoga tidak ada kejadian seperti ini ya.

Kalau alasan Anda tidak kuat, tidak hanya skill bacakilat. Apapun Anda malas melatihnya. Salah seorang dosen dari UI mengatakan kalau sudah malas, seseorang tidak akan bisa maju.

Anda mau maju? Tidak bisa malas. Kesuksesan membutuhkan usaha dan melewati masa dan situasi yang tidak nyaman. Menguasai sebuah keahlian tidak jauh berbeda. Hanya versi mini dari mencapai impian Anda.

Bacakilat menggunakan potensi yang sudah menunggu kita untuk digunakan. Jadi untuk menguasainya tidaklah sulit. Tapi juga bisa sulit jika kita melakukannya dengan paksa dan ingin langsung mendapatkan hasil.

Betul, bacakilat akan membantu Anda menyelesaikan buku dengan cepat dan juga sangat memahami bukunya. Namun, jika Anda langsung buru-buru dan memaksakan diri Anda untuk menguasainya, malah akan menjadi kontraproduktif. Anda malah semakin kacau melakukannya.

Bacakilat akan langsung berhasil bagi orang yang mempercayakan kepada pikirannya, kemampuan preconscious processingnya. Kepada pikiran bawah sadarnya dan membiarkan pikirannya bekerja dengan bebas.

Jika Anda kerja keras malah akan sangat mengganggu. Salah satu hukum pikiran adalah, semakin besar usaha pikiran sadar, mencoba mengatur, mencoba untuk mengetahui semuanya, semakin kecil respon dari pikiran bawah sadar.

Have fun dengan skill bacakilat. Lakukan saja, hasilnya akan datang.

Apa saja langkah yang ada di dalam sistem bacakilat?

Tinjauan awal: Memulai membaca dengan memiliki tujuan dan gambaran apa yang bisa Anda dapatkan dari buku.

Bacakilat: Membaca satu halaman per detik yang membuat bawah sadar belajar duluan. Memberdayakan pikiran kita, memberdayakan kemampuan preconscious processing kita untuk bisa mempercepat proses pemahamanan.

Aktivasi manual: Langkah-langkah efektif untuk membuat pikiran sadar memahami dengan cepat dan mudah.

Ingin dibimbing menguasai bacakilat?

Banner-7

Daftarkan diri Anda di formulir bawah ini: (Gratis)






We respect your email privacy

Email Marketing by AWeber

1 2 3 4