Ronald Sembiring
Author Archives: Ronald Sembiring

Saya Tahu Anda Malas dan Tidak Suka Membaca

Ada tiga hal yang membuat Anda membaca tulisan ini. Pertama, rasa penasaran menggerakkan Anda untuk membaca tulisan ini. Ini membuat Anda terus membaca.

Kedua, Anda sadar kalau ini adalah artikel singkat. Anda tidak membutuhkan waktu lama untuk menuntaskannya. Yahhh paling tidak 5-10 menit. Bisa Anda bayangkan jika tulisan ini sampai 10 halaman. Saya yakin Anda akan pergi ke halaman lain hehehe

Ketiga dan ini butuh kejujuran Anda, mungkin, mungkin ya. Saya tidak berkata ini benar, saat Anda membaca judul di atas, yang ada di benak Anda adalah “Gue banget nih!” Ayo ngaku, benar ga? Hehehe

Yah, saya pun dulunya seperti itu. Saya malas membaca meskipun saya percaya membaca adalah cara termudah untuk meningkatkan diri.

Percaya hanya tinggal percaya saja. Saya tidak pernah bertindak, membaca buku maksudnya. Selalu saja ada alasan yang masuk akal agar saya tidak membaca buku.

Inilah kerjaan dari kantor, nelpon atau dan chat dengan teman dan “teman”, nonton TV dan ujung-ujungnya kegitan terakhir adalah baca buku.

Luar biasanya, saat akan membaca buku, jarum pendek di jam dinding saya menunjukkan ke arah 330 derajat alias ke angka 11, dan waktu itu adalah saat-saat terbaik untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh.

Apa yang saya lakukan?

Yahh, menatap buku dan berkata, “Besok ya, kamu saya baca. Saya mau tidur. Tadi sudah capek kerja. OK!!!”

Besoknya lagi, hal yang sama terjadi lagi, lagi dan lagi. Dan pada akhirnya, saya tidak pernah membaca buku yang ingin atau benar-benar saya butuhkan untuk dibaca.

Kalaupun ia, sulit memahami serta rasa kantuk yang kuat membuat saya tidak pernah menyelesaikan bacaan saya.

Apakah cerita saya begitu familiar di pikiran Anda? Atau Anda pernah mengalamai hal seperti ini. Atau Anda sedang mengalaminya?

Yang namanya “malas”, ampun dehh, itu penyakit yang sangat “mematikan” dan sangat sulit untuk menemukan penawar yang mujurab. Betul, ga?

Persepsi Menentukan Segalanya

Persepsi adalah penentu dari segalanya. Apa yang Anda percayai itulah yang akan terjadi pada diri Anda. Jika Anda percaya kalau membaca itu tidak menyenangkan, Anda tidak akan suka membaca. Begitu juga sebaliknya.

Tidak peduli seberapa sadar Anda akan manfaat dari membaca. Jika Anda tidak suka membaca, pikiran Anda akan sangat kreatif untuk mengeluarkan ide-ide segar utuk melakukan hal lain daripada membaca.

Ok, jika Anda sudah sampai di sini, pasti Anda berharap untuk mendapatkan solusi untuk mengatasi rasa tidak suka membaca dan malas yang begitu besar, bukan?

Kalau begitu, saya akan memberikan 2 solusi untuk Anda. Tujuan dari 2 solusi ini adalah untuk menggeser cara pandang Anda terhadap membaca. Mari kita bahas.

Obat TV

Pertama, mengikuti seminar bacakilat. Mengapa seminar bacakilat?

Bacakilat adalah teknik membaca, yang kami yakini bisa menggeser paradigma seseorang dalam membaca. Hal ini tentu karena proses membaca konvensional dengan bacakilat bisa dijelaskan secara terukur berdasarkan riset para ahli pikiran.

Penjelasan inilah yang membuat seseorang merasa membaca menjadi sesuatu yang menarik, bukan hal yang melelahkan. Bahkan di kelas, akan diajarkan beberapa teknik untuk meningkatkan rasa suka membaca.

Kami memiliki dua jenis seminar, untuk pelajar dan dewasa. Batasan untuk pelajar adalah kelas 6 SD sampai kelas 12 atau 3 SMA sederajat. Untuk kuliah ke atas, masuk ke kelas dewasa.

By the way, seminar untuk pelajar dihitung berdasarkan satu keluarga inti. Ayah, ibu dan dua orang anak. Artinya, Anda membayar satu tiket untuk maksimal 4 orang atau kurang.

Cara kedua adalah mengikuti satu program membaca yang kami sediakan khusus bagi mereka yang tidak suka membaca, malas, tidak memiliki waktu membaca karena kesibukan dan alasan-alasan lainnya.

Program baca ini diberi nama 30 hari tantangan membaca. Di mana telah diringkas satu buku international kedalam PDF 8 halaman dan menjadikannya ke dalam bentuk mp3 berdurasi ± 20 menit.

Mengapa cara ini efektif untuk meningkatkan ketertarikan Anda akan membaca?

Selain karena kesibukan dan alasan-alasan lain yang masuk akal, cara untuk menggeser persepsi adalah memberikan sesuatu hal yang menyenangkan bagi pikiran.

Artinya, jika kita memaksa pikiran untuk berubah berdasarkan keinginan kita secara sadar, ia tidak mau. Tapi, jika kita memberikan pikiran sesuatu hal baru yang memberikan efek rasa senang, suka, maka dengan mudah kita bisa membentuk satu kebiasaan baru.

Pergeseran persepsi inilah yang membuat tidak suka membaca menjadi suka membaca, yang dari malas membaca menjadi rajin membaca terjadi dengan mudah.

Apakah itu mungkin?

Pastinya ia. Karena pikiran tidak suka diberikan sesuatu hal yang monoton dan berat. Seperti baca buku misalnya. Tapi jika Anda memberikan ia musik atau audio book, maka pikiran akan mempersepsikan hal tersebut sebagai musik yang notebene adalah kesukaan dari pikiran bawah sadar.

Bagaimana menurut Anda?

Apakah Anda tertarik mencobanya? Silahkan klik di sini, di sini dan di sini hehehehe

Mengapa ada 3 kali di sininya? Karena ada link yang bisa Anda buka hehehe

Selamat mencoba dan saya tunggu komentar dan masukan Anda akan tulisan di atas. Sukses selalu untuk Anda 😀

Penghambat Utama Tidak Bisa Menguasai Skill Apapun Yang Dibutuhkan

Pernahkan Anda bertemu dengan seseorang yang mengeluh bahwa ia tidak mendapatkan banyak manfaat dari mengikuti satu kelas untuk menguasai satu skill atau keterampilan tertentu?

Mereka mengutarakan keluhan dan kelemahan dari keterampilan yang mereka telah pelajari dan menyarankan untuk tidak mencoba keterampialn tersebut karena Anda akan mendapatkan hasil yang tidak jauh berbeda dari mereka?

Apakah yang mereka alami akan terjadi pada Anda, seandainya Anda mempelajari dan ingin menguasai skill tersebut?

Bisa ia, bisa tidak. Tergantung sikap dan kepercayaan Anda terhadap skill yang akan dipelajari ditambah trainer yang mengajarkan keterampilan tersebut.

Di artikel ini kita akan membahas, mengapa seseorang tidak bisa menguasai skill apapun yang mereka butuhkan dan bagaimana cara mengatasi masalah ini? Ini akan sangat membantu Anda dalam proses pembelajaran Anda.

Saya Tahu

I Know

Penyebab utama mengapa seseorang tidak bisa menguasai skill apapun yang mereka pelajari karena memegang sikap “I know atau saya tahu.” Masalah yang tidak banyak diketahui dan disadari banyak orang.

Mengapa sikap “Saya tahu” ini menjadi penghambat terbesar seseorang untuk menguasai skill apapun yang mereka pelajari?

Ada beberapa alasan, salah satunya, pikiran akan tertutup saat memegang sikap ini. Alasannya, karena mereka sudah mengetahui apa yang di ajarkan oleh si trainer di depan kelas.

Apa yang disampaikan trainer akan dianggap mudah, gampang dan mereka sudah tahu hal tersebut. Seringkali mereka akan lebih fokus pada hal lain dan mengabaikan apa yang disampaikan di depan kelas.

Kurangnya fokus, tentu akan membuat proses belajar menjadi terhambat dan mereka kehilangan banyak informasi berbeda yang berkaitan yang bisa saja mereka belum ketahui sebelumnya.

Karena kurangnya fokus, mereka seringkali melakukan langkah-langkah yang berbeda dengan apa yang disampaikan oleh trainer. Jelas, dalam prakteknya sendiri, mereka akan melakukan kesalahan jauh lebih besar daripada peserta yang memberikan perhatian penuh kepada trainer.

Bahkan di pelatihan bacakilat pun begitu. Mereka yang tidak mendapatkan manfaat besar dari bacakilat disebabkan karena perasaan tahu yang sangat besar. Akhirnya, saat diminta mengerjakan latihan, mereka melakukan dengan cara yang salah dan luar biasanya, saat dinyatakan kesalahan dan perbaikan yang harus mereka buat, mereka malah mencari kebenaran atas kesalah yang mereka buat.

Apakah ini akan merugikan untuk penyelenggara?

Jelas tidak. Tapi, harapan sebagai penyelenggara acara, semua peserta bisa menguasai bacakilat dengan mengikuti langkah-langkah yang benar dari trainer.

Salah duanya, efek dari sikap “I know” secara mental akan terlihat tidak bersemangat atau justru sebaliknya, terlihat sangat semangat karena ingin menguji pemahamannya dengan si trainer.

Fostur tubuh ini akan membuat rasa penasaran peserta hilang dan harsat untuk menguasai skill tersebut akan lenyap. Hilangnya rasa penasaran akan membuat proses belajar menjadi lebih berat. Jelas, berada di kelas hanya akan terasa membosankan dan sangat melelahkan.

Salah tiga mengapa sikap “I know” menjadi penyebab seseorang tidak bisa menguasai skill apapun adalah kemungkinan untuk praktek setelah mengikuti pelatihan sangat kecil sekali.

Untuk menguasi skill apapun, latihan secara konsisten memiliki peran yang sangat besar. Tanpa latihan, mustahil Anda akan menguasai skill apapun. Latihan adalah penentu keberhasilan Anda menguasai dan mendapatkan manfaat sempurna dari satu skill.

Orang yang membawa sikap “I know” tidak akan praktek karena menganggap skill tersebut mudah. Pikiran menilai bahwa apa yang mereka pelajari tidak terlalu penting. Rasa penting menentukan prioritas seseorang.

Seperti menguasai bacakilat. Seseorang yang menganggap penting bacakilat, akan mencurahkan waktu dan perhatian mereka untuk praktek agar mendapat manfaat besar dari bacakilat itu sendiri.

Solusi

Kita telah membahas mengapa sikap “I know” menjadi penghambat terbesar seseorang tidak bisa menguasai skill apapun yang mereka ingin kuasai.

Sekarang, solusi apa yang bisa diterapkan agar bisa mengatasi masalah ini. Apa saja yang bisa Anda lakukan agar bisa menguasai skill apapun dengan mudah.

Pertama yang harus Anda miliki adalah mengikuti apa yang diminta oleh trainer dan menumbuhkan rasa ingin tahu Anda daripada rasa tahu Anda sendiri. Kalaupun Anda tahu banyak tentang teknik yang diajarkan, kesampingkan terlebih dahulu pemahaman Anda. Percayalah bahwa teknik itu telah melewati tahap trial and error.

Sangat penting untuk mengikuti tahap pertahap untuk menguasai skill apapun yang sedang Anda pelajari. Kurangnya perhatian dan fokus Anda akan membuat Anda kehilangan informasi berharga dan ini akan menghambat Anda saat harus praktek sendiri di rumah.

Sama seperti menguasai skill membaca bacakilat, pak Agus Setiawan akan meminta setiap pesertanya untuk mengikuti tahap pertahap dan merasakan apa yang mereka alami. Justru mereka yang mengikuti intrusi dari beliau membawa manfaat lebih besar dan mampu menguasai bacakilat dengan benar daripada peserta yang tidak mengikuti apa yang disampaikan beliau, khsusnya mereka yang membawa sikap “I Know.”

Mengikuti semua yang disampaikan oleh trainer tidak berarti Anda menutup diri atas hal-hal yang tidak masuk akal Anda. Bertanya dan puaskan rasa ingin tahu Anda. Saat bertanya, Anda akan mengingat lebih lama apa yang Anda tanyakan dan tentunya menjaga motivasi belajar Anda.

Inilah penyebab utama dan cara untuk mengatasi masalah sulitnya menguasai skill apapun yang Anda butuhkan. Penyebab yang tidak banyak orang sadari yang justru merugikan diri mereka sendiri.

Pembaca, sikap seperti apa yang Anda bawa saat mengikuti pelatihan untuk menguasai satu skill baru? Saya tunggu komentar Anda.

1 Hal Yang Tidak Dilakukan Banyak Orang Agar Bisa Membaca Efektif

Pernahkah Anda mengalami malas, tidak memahami isi buku yang telah dibaca berkali-kali, merasa isi buku begitu hambar dan keinginan yang kuat untuk berhenti membaca. Godaan yang sangat besar untuk membaca satu buku tertentu hilang begitu saja saat memasuki bab kedua atau ketiga.

Saya yakin banyak orang pernah mengalami hal seperti yang diceritakan di atas. Pengalaman seperti ini tentu membuat motivasi untuk membaca semakin menurun di masa depan. Dan jika diminta untuk memilih antara membaca dan melakukan aktivitas lain, membaca akan selalu menjadi pilihan kedua. Kalaupun menjadi pilihan pertama, pelihan kedua memberi rasa “sakit” yang sangat besar atau sangat dihindari.

Ada satu hal yang dilewatkan banyak orang agar bisa membaca efektif. Masalahnya banyak orang tidak mengetahui satu hal tersebut.

Dan di artikel ini, kita akan membahasnya agar Anda mengetahui apa yang perlu dilakukan saat membaca. Yang akan membuat proses membaca Anda jadi lebih efektif, mendapatkan semua informasi penting yang dibutuhkan.

Mari kita bahas bersama-sama ;

Rasa Penasaran

Agar bisa menyelesaikan membaca satu buku, maka buku tersebut harus manarik untuk dibaca. Semakin ia menarik, semakin kita betah untuk berlama-lama dengan buku tersebut.

Seperti saat kita membaca novel. Kita bisa membaca sampai larut malam hanya untuk mengetahui ending dari ceritanya. Jika buku yang dibaca adalah buku teks book atau buku lain yang tidak kalah tebalnya, tidak perlu menunggu waktu lama, mata akan langsung memerah. Menandakan ia butuh untuk istirahat.

Mengapa seseorang bisa tetap fokus dan lupa waktu untuk membaca novel tapi tidak untuk buku tebal sejenisnya? Di mana letak perbedaannya?

Rasa penasaranlah yang membuat seseorang rela memaca novel sampai larut malam. Novel mampu memicu rasa penasaran sedangkan buku tebal, sangat jarang. Ia lebih fokus memberi informasi dan fakta yang tidak disukai oleh pikiran. Dan faktanya, hanya sedikit orang yang menyukai informasi seperti itu.

Rasa penasaranlah adalah kunci penting agar kita bisa membaca tuntas satu buku dan melahap semua informasi yang dibutuhkan.

Pertanyanya, apakah rasa penasaran bisa dibuat untuk buku-buku yang tidak sesuai minat dan kebutuhan, dan bagaimana cara menumbuhkan rasa penasaran itu sendiri?

Jadi, sekarang Anda sudah mulai penasaran? 😀

Ok. Mari kita masuk ke pembahasan selanjutnya.

Bertanya

Yup, inilah cara terbaik yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan rasa penasaran. Tidak masalah, apakah buku tersebut sesuai minat atau kebutuhan Anda. Anda tetap bisa menumbuhkan rasa penasaran pada buku tersebut.

Saat bertanya, kita memberi perintah kepada pikiran bawah sadar untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Ini membuat pikiran bawah sadar tetap aktif pada hal yang sedang kita kerjakan.

Dengan begitu, kita tidak harus menghadapi rasa bosan, malas dan mengantuk saat membaca. Yang terjadi di pikiran bawah sadar saat kita bosan, malas dan mengantuk adalah, ia tidak memiliki kegiatan pasti yang dirasa penting dan tidak mengetahui apa yang harus dicapai saat membaca.

Dengan mengajukan pertanyaan kepada pikiran, secara tidak langsung ia mengetahui apa yang perlu ia dapatkan di buku tersebut. Jadi, Anda bisa tetap berkonsentrasi untuk waktu yang lama.

Dalam bertanya itu sendiri, mulailah bertanya pada judul bab, sub judal dan sub-sub judul. Jika bahan bacaan begitu banyak sehingga ke sub atau sub-sub bab membutuhkan waktu lama, maka bertanyalah tentang konten sub bab yang Anda baca.

Ini akan membuat pikiran terus bekerja dengan aktif. Selain bertanya, kaitkanlah isi buku dengan kebutuhan dan kehidupan sehari-hari.

Dengan mengaitkan isi buku ke kehidupan akan membuat Anda mengingat isi buku jauh lebih lama daripada tidak mengatkannya sama sekali.

Kelas BK

Jika Anda ingin membuat proses membaca menjadi lebih mudah, menyenangkan atau ingin memiliki kebiasaan membaca, maka Anda wajib menguasi skill bacakilat. Bacakilat akan membantu Anda mendapatkan apa yang saya sampaikan di atas.

Keunikan bacakilat terletak dari pemanfaatan pikiran bawah sadar, gudang dari semua potensi manusia. Dengan memanfaatkan pikiran bawah sadar, membaca menjadi proses yang lebih menyenangkan, bukan seperti yang kita rasakan selama ini.

Bagaimana tidak, jika Anda bisa memahami isi buku dengan lebih mudah, cepat, menghemat banyak waktu, mampu mengingat isi materi untuk waktu yang lama dan yang pasti, Anda terhindar dari masalah membaca seperti bosan, malas, mengantuk dan masalah lain yang terkait dengan membaca.

Untuk menguasi bacakilat, Anda bisa mengikuti pelatihannya dan belajar secara langsung ke Pak Agus Setiawan selaku founder dari Bacakilatdan belajar sendiri. Pak Agus telah membuat bacakilat menjadi pembelajaran online. Anda bisa menonton tahap pertahap untuk menguasai bacakilat dan tentunya dilengkapi dengan modul.

Tujuanya, agar lebih banyak orang bisa menguasai bacakilat dan memiliki kebiasaan membaca. Ini solusi terbaik bagi mereka yang ingin menguasai bacakilat tapi memiliki masalah dengan jarak dengan ibu kota, di mana bacakilat sering kami adakan.

Selamat mencoba dan saya ingin sekali mendengar cerita dan pendapat Anda tentang tulisan di atas. Jangan ragu-ragu. Saya akan membalas komen Anda 😀

3 Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar Untuk Pelajar

Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar

Apakah motivasi anda berkurang saat guru menunjukkan dirinya di depan pintu kelas. Merasa hari ini akan menjadi hari yang sangat melelahkan dan membosankan. Harus mengikuti pelajaran yang tidak disukai dan sulit untuk dipahami. Atau, anda berpikir lebih baik tidak sekolah. Bermain game atau menonton TV di rumah. Janganlah ya hehehehe

Apakah anda pernah atau sedang mengalami masalah seperti yang saya ceritakan di atas?

Jika ia, maka tulisan ini sangat cocok untuk anda. Anda akan mendapatkan cara untuk meningkatkan motivasi belajar anda. Meskipun begitu, agar motivasi ini bisa bertahan untuk jangka waktu yang lama, maka anda perlu melakukan beberapa tindakan nyata secara konsisten.

Yang semakin hari akan semakin menguatkan motivasi belajar anda. Mari kita bahas 3 cara menumbuhkan motivasi belajar untuk pelajar ;

1. Memiliki Impian

Apakah anda memiliki impian? Impian yang benar-benar ingin anda capai, alami dan harapkan sejak dulu. Impian yang akan mengubah kehidupan anda menjadi lebih baik di masa depan. Pastinya setelah menyelesaikan tugas wajib anda di bangku sekolah 😀

Pelajar yang memiliki impian akan lebih termotivasi untuk belajar daripada pelajar yang tidak memiliki impian. Pastinya karena ada pendorong untuk mereka terus bertindak.

Jadikanlah impian menjadi sumber motivasi anda untuk belajar. Meskipun terkadang yang dipelajari di sekolah tidak akan selamanya bisa membantu seseorang untuk mencapai impian mereka.

Tolong, kondisi seperti ini jangan anda permasalahkan. Karena kita tidak bisa mengubah sistem pendidikan yang telah ada sejak dulu. Lebih baik memfokuskan energi dan perhatian untuk mengembangkan diri dengan belajar skill-skill tertentu yang akan membantu anda mencapai tujuan anda di masa depan.

Dengan fokus pada impian anda, maka dengan sendirinya anda akan lebih termotivasi saat belajar di sekolah.

2. Menguasai Skill Belajar

Ingin memiliki waktu bermain yang lebih panjang dari biasanya tanpa harus pusing mikirin pelajaran sekolah dan prestasi belajar anda terus meningakat?

Pastinya semua pelajar akan berkata “YA.” Siapa sih yang tidak mau bermain. Apalagi pelajar. Usia mereka yang masih muda membuat mereka lebih tertarik untuk bermain daripada belajar atau bekerja.

Tidak terkecuali juga degan mereka yang telah bekerja dan para orangtua. Hanya saja bentuk permainanya yang berbeda. Tapi, tetap saja, setiap orang mau bermain dan have fun.

“Emang bisa?”

Pastinya bisa, jika anda memiliki cara atau strategi belajar yang tepat. Untuk sukses dibidang apapun, pasti ada cara atau strategi yang tepat untuk mewujudkannya. Begitu juga dengan belajar. Apakah anda memiliki strategi atau cara belajar yang tepat?

Jika ia, motivasi belajar bukanlah satu masalah berarti untuk anda. Bahkan sebaliknya, orang yang motivasinya naik turun karena tidak memiliki cara belajar yang tepat. Mengumpulkan beberapa pengalaman yang tidak menyenangkan di sekolah yang membuat mereka malah malas belajar dan sekolah.

Cara atau strategi belajar yang sangat saya sarankan untuk anda kuasai adalah bacakilat for student. Cara kerja bacakilat yang unik membuat seorang belajar lebih cepat, memahami pelajaran dengan lebih mudah dan menghemat waktu mereka dalam belajar. Informasi lebih mendalam bisa anda klik di sini.

Apa yang mereka dapatkan saat bisa memahami materi dengan lebih mudah, prestasi belajar mereka pasti akan meningkat. Ada alumni bacakilat for student yang tadinya selalu mendapat peringkat terakhir di kelasnya.

Dengan menggunakan teknik belajar bacakilat for student, peringkatnya malah bergerak maju ke depan dengan lebih cepat dan sering kali di luar dugaan. Bahkan banyak dari mereka memiliki waktu bermain yang lebih banyak.

Ingin kuasai bacakilat for student? Ikuti seminarnya di sini.

Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar

Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar

3. Cara Pandang yang Benar akan Sekolah

Banyak pelajar yang malas karena cara pandang mereka yang salah tentang belajar dan sekolah itu sendiri. Pelajar yang memandang sekolah sebagai satu tempat yang membosankan pasti akan malas untuk belajar.

Lain halnya jika mereka merasa sekolah atau belajar sebagai tempat untuk mengelurakan dan mengembangkan potensi diri yang mereka miliki. Tempat yang akan menghantaran mereka ke impian mereka di masa depan.

Coba lihat ke dalam diri anda sendiri. Menurut anda sekolah dan belajar itu seperti apa? Apakah temat atau sesuatu yang membosankan atau media yang akan menghantarkan anda ke impian anda.

Jika jawaban yang anda dapatkan terasa tidak nyaman, apapun jawaban anda, maka yang anda yakini harus segera diatasi. Jika tidak, anda akan tetap menilai negatif belajar dan sekolah. Ini akan menghambat anda untuk lebih berprestasi.

4. Relevansi Pelajaran dengan Kehidupan

Poin ini akan menjadi tugas wajib anda. Motivasi belajar akan meningkat secara drastis ketika mengetahui relevansi antara meteri pelajaran dengan kehidupan nyata. Semakin relevan materi pelajaran dengan diri sendiri dan kehidupan nyata, motivasi belajar akan meningkat dengan sendirinya.

Masalahnya, banyak pelajar tidak mengetahui hubungan antara materi pelajaran dengan kehidupan sendiri dan kehidupan nyata. Akibatnya, mereka menjadi malas belajar. Karena merasa yang dipelajari tidak begitu penting.

Perasaan penting inilah yang membuat seseorang ingin mengetahui lebih dalam tentang apa yang mereka pelajari.

Jadi, apa relevansi atau hubungan yang anda pelajari di sekolah dengan kehidupan anda?

Tanyakan terus pertanyaan ini. Lihat seberapa besar motivasi belajar anda meningkat saat belajar.

Inilah 4 cara yang perlu anda lakukan untuk menumbuhkan motivasi anda setiap harinya. Selamat mencoba dan saya sangat ingin mendengar masukan dan cerita anda dari penerapan tulisan di atas.

Menguasai Skill Apapun Dengan Mudah Melalui Bacakilat

Pembaca, apakah Anda percaya kalau bacakilat bisa membantu seseorang untuk menguasai skill apapun yang mereka butuhkan?

Saya yakin Anda akan menjawab “tidak mungkin” atau berpikir, “mungkin ga, ya? Apa hubunganya teknik baca dengan menguasai skill lain? Yang nulis masih ngumpulin nyawa nih. Jadi tulisanya agar ngawur.”

Mungkin Anda akan berpikir seperti itu. Di artikel ini saya akan menjelaskan bagaiaman bacakilat bisa membantu Anda untuk menguasai skill apapun yang Anda butuhkan dengan lebih mudah.

Saya yakin Anda penasaran dan sudah tidak sabar lagi ingin mengetahui bagaimana bacakilat bisa membantu Anda menguasai skill apapun yang Anda butuhkan, bukan? Mari kita telaah sama-sama 😀

Penjelasan

Manusia memiliki dua pikiran. Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar berfungsi untuk mengidentifikasi semua informasi yang masuk, membandingkan informasi yang masuk dengan data yang ada di pikiran bawah sadar, menganalisa setiap informasi yang ada di pikiran bawah sadar dan membuat keputusan akan informasi yang telah masuk ke pikiran bawah sadar.

Sedangakan pikiran bawah sadar memiliki fungsi sebagai tempat kebiasaan, emosi, memori jangka panjang, kepribadian, intuisi, kreativitas, persepsi, belief dan value.

Pikiran sadar memiliki peran 12% untuk kehidupan kita, sedangkan pikiran bawah sadar memiliki peran yang jauh lebih besar, 88% atau 1:9. Ini menjelaskan mengapa seseorang begitu sulit untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Pikiran bawah sadar memiliki sifat yang malas untuk berubah dan lebih suka melakukan hal yang ia ketahui. Meskipun secara sadar itu akan mendatangkan penderitaan untuk kita.

Dengan memanfaatkan kemampuan pikiran bawah sadar, kita bisa bertumbuh dan mencapai sukses dengan jauh lebih cepat dan mudah. Hanya saja, dibutuhkan cara untuk bisa menggunakan semua potensi yang ada di pikiran bawah sadar kita.

“Jadi apa hubunganya dengan bacakilat?” Itu pertanyaan selanjutnya yang perlu Anda pertanyakan pembaca.

Keunikan dari teknik bacakilat terletak di pemanfaatan dari pikiran bawah sadar. Inilah salah satu cara jitu yang bisa digunakan untuk memanfaatkan pikiran bawah sadar.

Ini menjelaskan mengapa bacakilat bisa membuat seseorang bisa memahami isi buku dengen lebih mudah, cepat, menghemat waktu membaca dan yang paling tampak adalah merasa isi buku begitu familiar meskipun buku tersebut dibaca satu kali saja.

Belajar

Penguasaan Skill Lain

Terlepas dari apa profesi Anda saat ini, untuk sukses kita pasti butuh untuk belajar dan meningkatkan diri. Cara yang paling mudah dan murah yang bisa kita dapatkan adalah melalui buku. Selain buku kita juga bisa belajar di seminar dan pelatihan.

Dengan meningkatkan diri, tanpa disadari, saat itu kita akan dituntut untuk menguasai skill tertentu sesuai bidang pekerjaan dan yang paling penting adalah menyesuaikan diri dengaan perkembangan zaman.

Tanpa meningkatkan diri, akan sulit bagi kita untuk mencapai impian kita. Inilah mengapa kita membutuhkan skill yang bisa membantu kita menguasai skill dengan lebih mudah dan lebih cepat.

Pertanyaanya, mengapa harus bacakilat?

Karena banyak skill penting yang tidak bisa kita pandang sebelah mata seperti ; skill komunikasi, leadership, planning, negoisasi, people skill, berpikir kritis dan skill lain yang harus dimiliki setiap orang untuk bisa sukses.

Jelas untuk menguasai skill-skill seperti ini, kita akan disajikan ilmu yang bisa kita gali melalui buku. Apakah itu buku wajib atau buku pendukung yang direfrensikan untuk kita.

Jelas, disinilah peran penting dari bacakilat. Tentu ini akan sangat membantu Anda. Anda bisa menghemat waktu belajar Anda untuk memahami satu isi buku. Cukup dengan sekali baca buku, Anda bisa memahami dan menerapkannya dengan lebih mudah.

Bahkan saat ini banyak orang yang benar-benar ahli dibidangnya menulisakan rahasia kesuksesannya ke dalam bentuk buku untuk bisa menjangkau orang banyak tanpa harus bertatap muka.

 

5 Cara Menjadi Pelajar Berprestasi Di Sekolah dan Sukses Di Kehidupan Nyata

Mau menjadi pelajar yang berprestasi di sekolah serta sukses di kehidupan nyata?

Siapa sih tidak mau.

Ada banyak hal yang bisa didapatkan di sana. Mulai dari penghargaan oleh teman, guru dan membuat orangtua bahagia karena anak kesayangan mereka. Bukan hanya sekedar penghargaan, kualitas dan pencapian hidup pun akan pelajar dapatkan melebihi pencapaian hidup orang rata-rata.

Untuk menjadi pelajar berpestasi, pasti ada cara-cara yang terukur? Cara-cara tersebut hanya diketahui oleh segelintir orang saja. Dan, di artikel ini kita akan membahas tentang cara tersebut.

Ada 5 cara yang bisa Anda gunakan untuk menjadi pelajar berprestasi dan cara ini juga memiliki peran penting dalam mendukung kesuksesan Anda di masa depan.

Mari kita bahas satu persatu;

1. Memiliki Tujuan yang Jelas

Banyak pelajar yang malas, tidak suka sekolah atau merasa sekolah sebagai tempat “penyiksaan” karena tidak memiliki tujuan yang jelas mengapa mereka harus pergi ke sekolah setiap hari. Sekolah hanya sebagai satu tempat yang harus dan tidak bisa ditolak untuk dikunjungi.

Coba tanya kepada diri Anda sendiri, apakah Anda tahu secara jelas mengapa Anda harus pergi ke sekolah? Jika ia, apakah itu penting bagi Anda?

Jika tidak, maka sekolah hanya sebagai satu tempat yang HARUS bukan PERLU untuk dikunjungi, bukan?

Harus dan perlu sangatlah berbeda. Harus menandakan adanya unsur paksaan dan perlu karena Anda ingin dan butuh akan hal tersebut.

Tujuan menentukan bagaimana seseorang berpikir dan bertindak. Pelajar yang memiliki tujuan dalam belajar akan lebih fokus pada hal yang mendukung pencapian tujuan mereka.

Ini menjelaskan mengapa memiliki tujuan itu sangat penting. Karena akan mempengaruhi niat, keinginan yang kuat, disiplin dan rajin belajar untuk mencapai tujuan tersebut.

Jika Anda belum membuat tujuan dalam belajar, maka saat ini juga Anda perlu membuatnya. Luangkan sedikit waktu Anda untuk hal tersebut. Buathlah tujuan yang bermakna bagi Anda. Semakin bermakna satu tujuan, semakin Anda bersemangat untuk mencapainya.

2. Memiliki Skill Belajar

Ini yang harus dimiliki setiap pelajar Indonesia agar prestasi belajar mereka bisa meningkat. Dengan memiliki skill belajar, seorang pelajar bisa menikmati proses belajar dan tentunya akan mempengaruhi persepsi mereka tentang belajar dan sekolah itu sendiri.

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa skill belajar begitu penting.

Skill belajar bertujuan untuk membuat proses belajar menjadi lebih mudah. Mulai dari cara belajar yang benar; cara memasukkan dan mengeluarkan dan memanfaatkan informasi yang ada di buku, cara menghafal, serta penerapan materi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Inilah yang tidak banyak dimiliki pelajar kita di sekolah. Ini menjelaskan mengapa belajar dan sekolah begitu menyiksa dan tidak menyenangkan.

Semoga suatu saat nanti setiap sekolah di Indonesia bisa memberikan skill belajar yang efektif untuk semua pelajar.

Skill belajar yang sangat kami rekomendasikan pada Anda adalah skill belajar bacakilat for student.

Mengapa?

Karena cara kerja skill belajar bacakilat ini melandaskan pada cara kerja pikiran. Teknik ini melibatkan kedua belah otak dalam penerapannya. Menggunkan pikiran bawah sadar yang akan membantu penggunanya menguasai materi pelajaran dengan lebih mudah dan cepat.

Hasilnya, dengan teknik belajar bacakilat seseorang akan merasa belajar menjadi lebih mudah, merasa tidak asing dengan materi pelajaran, mengingat pelajaran lebih lama dan menghemat banyak waktu dalam belajar.

Untuk mengetahui cara kerja bacakilat, Anda bisa mengunjungi halaman ini. Atau Anda bisa mengikuti seminar bacakilat di kota-kota besar yang kami kunjungi. Anda bisa melihat jadwal kami dalam setahun kedepan di sini.

Baca Buku

3. Membaca Buku Pengembang Diri

Sebagai pelajar, jangan hanya terpaku pada buku pelajaran yang digunakan di sekolah saja. Cobalah membaca buku-buku motivasi dan pengembangan diri.

Karena banyak ide dan informasi berharga yang bisa Anda dapatkan di sana. Mulai dari perjalanan dan perjuangan hidup orang sukses, cara pikir, kerja keras dan cerdas, kekuatan dari impian hal lain yang tidak mudah didapatkan di kehidupan sehari-hari.

Informasi dari buku hanya didapatkan oleh segelintir anak saja dari orangtua mereka yang telah sukses atau orangtua yang suka membaca buku yang peduli akan masa depan anaknya.

Tapi, jika Anda ingin sukses di masa depan, maka membaca buku adalah satu kewajiban. Ini akan membantu Anda mempersipkan diri mulai dari sekarang.

4. Membangun Kebiasaan Sukses

Setiap orang sukses memiliki kesamaan. Mulai dari cara pikir, kebiasaan, sifat dan karakter. Tugas Anda sebagai pelajar adalah membentuk kebiasaan sukses. Membaca buku contohnya.

Lihat dan perhatikan kebiasaan apa yang dimiliki orang sukses dibidang mereka masing-masing. Tentunya ini sesuai dengan minat dan impian yang ingin dicapai di masa depan.

Jika Anda ingin menjadi pengusaha sukses, lihat kebiasaan mereka dan duplikat kebiasaan tersebut. Mulai dari cara berpikir, berbicara, dan bertindak.

Hal sederhana yang bisa Anda lakukan adalah membuat jadwal belajar. Mulai dari waktu belajar dan waktu main. Di mana Anda bisa belajar lebih kondusif, tenang dan mampu mengingat semua informasi yang telah dipelajari serta memiliki waktu untuk main.

Secara tidak langsung, kebiasaan ini akan mempengaruhi kesuksesan Anda di masa depan.

Pengendalian Diri

5. Belajar Mengendalikan Diri

Pelajar pada umunya tidak bisa menahan diri atas keinginan mereka sendiri. Mereka lebih cenderung bertindak karena teman atau rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Ini juga dipengaruhi dengan masa perkembangan Anda.

Untuk menghindari hal yang tidak mendukung kemajuan diri serta melakukan hal penting dalam hidup Anda, maka Anda perlu memiliki pengendalian diri yang baik.

Ini hanya bisa terwujud dengan latihan dan fokus kepada tujuan awal. Ini tidak mudah dilakukan. Tapi, ini sangat penting dimiliki. Karena pengendalian diri memiliki peran tersendiri dan berdampak besar pada kesuksesan setiap orang.

Tidak ada orang sukses yang tidak memiliki pengendalian diri yang baik. Semua orang sukses yang mampu mempertahankan kesuksesannya karena pengendalian diri yang baik.

Pengendalian diri bukan sekedar mempersiapkan kesuksesan Anda di masa depan tetapi juga untuk mendukung Anda berprestasi di sekolah.

Dengan pengendalian diri, Anda bisa melatih untuk menjadi lebih fokus, lebih mau berusaha dan mau memakasa pikiran berpikir dalam mengatasi pelajaraan yang membutuhkan analisa tinggi.

Inilah 5 cara yang bisa Anda gunkan untuk membuat Anda menjadi pelajar yang berperstasi di sekolah dan sukses di kehidupan nyata.

Pembaca, apa yang Anda lakukan untuk membuat Anda berprestasi di sekolah? Apakah itu akan mendukung kesuksesan Anda di masa depan? Saya tunggu komentar Anda. Selamat mencoba dan sukses selalu untuk Anda semua.

6 Alasan Mengapa Seseorang Tidak Mau Membaca

Manusia adalah mahluk tujuan. Semua tindakan dilandasi oleh tujuan yang spesifik. Semakin spesifik dan personal sebuah tujuan, maka seseorang dengan mudah bisa menggerakkan tubuhnya untuk bertindak.

Sama halnya dengan mambaca. Ada banyak alasan mengapa seseorang mau membaca dan begitu juga sebaliknya. Di artikel ini kita akan membahas secara gambaran besar mengapa seseorang tidak mau membaca, khusunya dalam membaca buku.

Mari kita bahas satu persatu:

Bingung

1. Tidak Memiliki Kejelasan

“Kegilaan adalah melakukan hal yang sama secara terus-menerus dan mengharapkan hasil yang berbeda.”

Albert Einstein

Kejelasan memberikan seseorang arah yang jelas untuk bertindak. Mulai dari tindakan nyata yang harus mereka lakukan dan hal lain yang mesti disiapkan untuk mencapai tujuan.

Kejelasan memiliki pengaruh yang sangat besar untuk mencapai tujuan. Hanya dengan kejelasanlah seseorang bisa fokus mencapai apa yang mereka inginkan.

Bisa Anda bayangkan orang yang tidak jelas akan apa yang mereka inginkan? Mereka justru akan membuang banyak waktu, perhatian dan energi untuk melakukan hal-hal yang tidak mendukung kesuksesan mereka.

Dengan memiliki kejelasan, perjalanan mencapai tujuan akan terasa lebih mudah dan menantang. Seseorang tahu apa yang harus mereka lakukan dan hal-hal yang tidak perlu dilakukan untuk sampai di tujuan.

Membaca buku akan menjadi satu kebutuhan bukan keharusan saat seseorang memiliki kejelasan akan keinginan. Meraka sadar bahwa membaca buku penting untuk membantu mencapai tujuan mereka. Ini kejelasan secara umum.

Secara lebih spesifik, saat akan membaca, seseorang hurus jelas akan tujuan mereka akan membaca. Banyak orang hanya sekedar membaca buku dan berhenti membaca karena pikiran mereka tidak bisa fokus.

Seseorang harusalah memiliki tujuan yang jelas dan personal untuk mendapatkan apa yang diingkan dari buku yang dibaca. Tujuannya agar pikiran bisa fokus mendapatkan apa yang diinginkan.

2. Tidak Memprioritaskan Membaca

“Sebuah ide dalam sebuah buku mempunyai potensi untuk mentransformasi diri ke sebuah pencapaian yang tak terkira. Masalahnya, kita tidak pernah tahu di buku mana ide itu tersembunyi. Carilah, karena ide itu menunggu untuk kita temukan.”

Gobind Vashdev

Ini sangat berkaitan dengan poin yang kita bahas sebelumnya. Jika seseorang memiliki kejelasan, maka dengan sendirinya ia akan memprioritaskan waktu untuk membaca. Jika tidak, membaca hanya akan menjadi satu kegiatan yang sangat berat dan “menyiksa” untuk dilakukan.

Jika ini terjadi, boro-boro orang mau membaca. Pasti ada kegiatan lain yang lebih menarik untuk dilakukan, bukan?

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari membaca, maka seseorang perlu memprioritaskan kegiatan membaca itu sendiri.

Orang yang tidak memprioritaskan diri untuk membaca akan memiliki segudang alasan yang masuk akal. Mulai dari tidak memiliki waktu, kesibukan yang sangat tinggi dan berbagai alasan lainnya.

3. Bingung Mulai Membaca Tentang Apa

Masih sangat erat hubunganya dengan kejelasan dan prioritas. Orang yang belum memiliki kejelasan akan bingung sendiri tentang konten buku yang harus mereka baca.

Mereka menganggap penting semua hal yang dilihat di toko buku. Ini karena banyak judul-judul buku yang sangat menarik dan menggoda untuk dibaca. Karena terlalu banyak, mereka pun hanya membeli dan tidak pernah menyelesaikan membaca buku tersebut.

Alasan lain mengapa seseorang bingung, ini menjadi satu kekuatan pikiran bawah sadar untuk mengelabuhi pikiran sadar agar tidak membaca buku. Alasannya, akan Anda temukan di penjelasan selanjutnya.

4. Adanya Beban Mental dalam Membaca dan Belajar

Inilah alasan terbesar mengapa seseorang tidak mau membaca. Seberapa besar pun mereka mencoba untuk membaca, jika mereka memiliki beban mental dalam membaca, akan membuat proses membaca begitu berat dan tidak menyenangkan.

Masalah emosi seperti tidak suka membaca, bosan, malas, sulit memahami isi buku, tidak punya waktu, suka menunda, tidak berani mencoba hal baru dan semua emosi negatif lain yang berhubungan dengan membaca dan belajar.

Jika emosi-emosi ini tidak segera diatasi, maka akan sulit bagi seseorang untuk memulai membangun kebiasaan membaca dengan sukses. Ini juga menjelaskan tentang poin nomor 3 yang kita bahas barusan.

Dibutuhkan perjuang dan niat yang besar agar bisa menjadikan membaca sebagai kebiasaan. Untuk mengatasi masalah membaca ini, Anda bisa menggunakan salah satu mengatasi hambatan membaca di sini.

5. Membaca Buku Belum Menjadi Satu Kebiasaan

Dengan mengatasi masalah emosi di aspek membaca dan belajar, maka membentuk kebiasaan membaca akan menjadi lebih mudah daripada sebelumnya.

Sama seperti kebiasaan lainnya. Membaca juga membutuhkan waktu, perhatian, fokus serta tindakan nyata agar menjadikannya sebagai satu kebiasaan.

Karena belum menjadi kebiasaan, maka membaca menjadi satu proses yang sangat “menantang.” Membaca adalah peran aktif antara pembaca dan buku, sering kali orang hanya membaca dan tidak menggunakan pikiranya dalam menganalisa sehingga membaca menjadi satu proses yang sangat melelahkan.

Akhirnya mereka pun berhenti membaca. Ini justru menguatkan emosi negatif yang telah ada sebelumnya.

Untuk membuat membaca menjadi satu kebiasaan, maka Anda bisa menggunakan cara berikut ini yang jauh lebih mudah dan menyenangkan 😀

6. Cara Membaca yang Kurang Tepat

Skill Membaca

Alasan banyak orang tidak mau membaca buku disebabkan karena cara membaca yang tidak efektif. Berhasil menghabiskan satu buku tebal saja sudah menjadi satu prestasi yang luar biasa.

Cara membaca yang banyak digunakan orang seperti membaca kata per kata, yang membuat membaca terasa sangat lambat. Bukan hanya lambat saja, pemahaman yang didapatkan pun hanya sedikit. Sering kali setelah membaca buku, mereka tidak memahami apa yang ia telah baca sebelumnya.

Akibatnya, mereka merasa tidak mendapatkan apa-apa dan mulai berpikir bahwa membaca itu membosankan, sulit paham dan membaca itu tidak menyenangkan.

Ini juga didukung dengan perbehendaraan kata yang kurang serta tata bahasa yang berat di buku yang dibaca.

Untuk mengatasi masalah seperti ini, Anda bisa menggunakan teknik membaca Bacakilat Home Study Course yang bisa diakses secara online. Anda akan mendapatkan pemahaman tentang cara membaca yang lengkap, disertai dengan landasan teori yang sangat dalam. Anda bisa mengklik di sini untuk mendapatkan skill membaca ini.

Inilah alasan-alasan mengapa seseorang tidak mau membaca. Membaca menjadi satu kegiatan yang “menyakitakan” dan “menyiksa”. Dengan mengetahui alasan mengapa seseorang tidak mau membaca, akan memudahkan Anda menemukan alasan mengapa Anda tidak mau membaca.

Pembaca, jika Anda tidak suka membaca, khusunya buku, kenapa Anda tidak suka membaca? Saya tunggu cerita Anda.

4 Peran Penting Orangtua Agar Anak Bisa Menguasai Bacakilat

Dari awal 2015, Aquarius Resources terus membenahi diri. Mulai dari pindah ke kantor baru di salah satu kompleks perkantoran di daerah Kebon Jeruk serta menambah tim baru agar bisa memberi pelayanan terbaik kepada semua customer Aquarius Resources atau yang lebih dikenal dengan Bacakilat.

Dengan tim baru ini, perusahaan semakin bisa memfokuskan diri memfollow up keberhasilan alumi untuk menguasai skill bacakilat. Sampai saat ini yang banyak difollow up adalah alumni bacakilat for student.

Banyak cerita bahagia yang kami terima, mulai dari peserta yang berhasil menjadikan bacakilat menjadi satu kebiasaan, memudahkan mereka dalam belajar, menghafal pelajaran lebih mudah, waktu main yang lebih panjang dan tentunya diimbangi dengan prestasi belajar yang ikut meningkat dibandingkan sebelum mereka mengikuti pelatihan bacakilat.

Ini semua bisa terjadi, karena mereka terus mempraktekkan bacakilat.

Bukan hanya cerita bahagianya saja, ada juga cerita yang membuat kami merasa sedih. Karena ada bebera alumni yang tidak mempraktekkan bacakilat. Akibatnya, mereka tidak bisa mendapatkan manfaat sempurna dari bacakilat itu sendiri. Cara mereka belajar pun kembali ke pola lama.

Penyebab utama mereka tidak mempraktekkan bacakilat adalah rasa malas. Dan yang kami sayangkan, kurangnya perhatian dan dukungan orangtua dalam membantu anak mereka untuk praktek bacakilat.

Bukan bermaksud mencari siapa yang salah, tapi di artikel ini kami ingin mengajak orangtua untuk sama-sama bekerja sama agar anak terus praktek. Dengan anak konsisten praktek, cepat atau lambat mereka akan mendapatkan manfaat sempurna dari bacakilat itu sendiri.

Agar anak bisa menguasai dan menjadikan bacakilat sebagai kebiasaan, penulis menemukan 4 peran penting yang perlu dilakukan oleh orangtua. Dengan melakukan 4 peran penting ini, penulis yakin anak bisa menguasai skill bacakilat dan mendapatkan manfaat sempurna dari skill belajar ini.

Mari kita bahas satu per satu;

Keep Practice

1. Mengontrol Anak Untuk Terus Praktek

Bacakilat adalah skill, dan untuk menguasai skill apapun, dibutuhkan praktek berkelanjutan yang dilakukan secara konsisten. Tanpa praktek, mustahil seseorang bisa menguasai skill apapun yang ia pelajari.

Inilah yang harus diperhatiakan oleh orangtua, apakah anak benar-benar mempraktekkan bacakilat itu sendiri. Benar tidaknya anak mempraktekkan bacakilat di luar dari kemampuan kami, sebagai panitia dan trainer.

Meskipun di pelatihan diberikan materi tambahan sedemikian rupa agar anak benar-benar mau praktek sendiri di rumah, tapi dalam kenyataanya, hal itu kembali kepada anak.

Disinilah peran orangtua sangat besar dan menentukan keberhasilan anak. Praktek menentukan keberhasilan anak menguasai bacakilat atau skill apapun. Dengan mengetahui anak praktek atau tidak, orangtua bisa mengetahui apa yang bisa dilakukan selanjutnya.

2. Mendukung Anak Untuk Praktek

Apa yang perlu Anda lakukan jika anak tidak mau atau malas praktek?

Yang pasti adalah memberi dukungan dan dorongan agar anak mau praktek. Berikan penjelasan mengapa anak perlu menguasai bacakilat.

Apa yang anak bisa dapatkan jika ia berhasil menguasai bacakilat. Bagaimana perubahan dirinya, bagaimana dengan rasa percaya dirinya, bagaimana perlakukan teman-temannya kalau ia memiliki prestasi belajar gemilang dengan bantuan bacakilat.

Bukan hanya hasil positif yang anak bisa dapatkan. Tapi, apa yang akan terjadi pada anak jika gaya belajarnya masih sama seperti dulu. Apakah akan ada peningkatkan pada dirinya.

Mulai dari prestasi belajar, rasa percaya diri, penghargaan dari teman-temannya dan yang lebih penting adalah, apakah ia bisa mencapai impianya di masa depan.

Anak yang malas praktek, masih butuh penjelasan mengapa ia perlu praktek. Ia belum jelas akan manfaat yang akan ia dapatkan. Ini bisa karena anak merasa tidak atau belum butuh. Inilah yang membuat anak mudah menyerah saat menghadapi kendala saat mempraktekkan bacakilat.

Jika orangtua bisa memberikan pemahan kepada anak dengan baik, maka anak dengan senang hati akan memperaktekkan bacakilat. Dengan terus praktek, cepat atau lambat, ia akan menguasai bacakilat.

3. Dorong Untuk Bertanya

Dalam belajar, apalagi untuk menguasai skill apapun, seseorang akan melewati fase bingung. Ini adalah masa krisis untuk menguasai atau benar-benar memahami apa yang ia pelajari.

Masa krisis ini yang sering kali membuat anak berhenti praktek karena merasa kurang benar apa yang ia lakukan. Biasanya ia ragu dan berhenti mencoba.

Di sini orangtua perlu mendorong anak untuk bertanya langsung kepada trainer. Apakah yang ia lakukan sudah benar atau ada hal lain ia lewatkan.

Oh ya, Kak Juni Anton memberikan kontak pribadinya untuk memudahkan alumni menghubunginya. Alumni bisa bertanya hal yang kurang mereka mengerti, menceritakan keberhasilan dari hasil prakteknya atau hanya sekedar menyapa.

Kak Anton tidak membatasi alumi untuk berkomunikasi dengannya. Jadi alumni benar-benar bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya.

mother-love

4. Memberikan Kasih Sayang

Ini adalah bumbu pelengkap dari keiga poin di atas. Dengan melakukan ketiga poin di atas, secara tidak langsung Anda telah melakukan poin ini.

Yang perlu Anda perhatikan saat melakukan poin ini adalah, anak benar-benar merasakan kasih sayang Anda. Bukan sebaliknya, Anda merasa telah memberi kasih sayang. Poinnya, anak merasa bukan Anda merasa (hehehe maaf, terlalu bersemangat :D)

Saat anak meraskan kasih sayang Anda, dengan sendirinya mereka akan melakukan apa yang Anda minta. Anda tidak perlu susah payah atau harus kesal untuk meminta anak praktek bacakilat. Tinggal beri pengertian dan manfaat yang mereka bisa dapatkan. Mereka akan jalan sendiri.

Ini tidak hanya untuk menguasai skill bacakilat atau belajar. Tapi, berlaku untuk semua hal.

Inilah 4 peran penting yang perlu Anda lakukan. Selamat mencoba dan saya tunggu cerita dari hasil praktek anak Anda.

Bacakilat Vs Baca Cepat, Lebih Efektif Mana?

Masih banyak orang yang beranggapan kalau bacakilat sama dengan baca cepat. Dibuktikan dengan pengalaman tim yang banyak menerima panggilan telpon dari calon peserta seminar dan pelatihan.

Mungkin karena keduanya menggunkan kata “baca” didepannya, jd para calon customer menganggap bacakilat dan baca cepat itu sama saja. Bisa juga karena nama bacakilat itu terdengar aneh dan tidak terlalu familiar, baca cepat menjadi pilihan kata yang lebih aman untuk digunakan.

Apapun alasanya, bacakilat dan baca cepat adalah dua teknik membaca yang berbeda. Mulai dari nama sampai dengan teknik dan cara penggunaannya.

Di artikel ini, kita akan membahas keefektifan dari kedua teknik ini. Jadi, Anda bisa memiliki pemahaman yang lebih tentang kedua teknik ini. Bukan hanya itu, Anda bisa dengan bebas memilih salah satu dari teknik ini untuk diterapkan untuk menyelesaikan semua tumpukan buku yang belum Anda baca.

Mari kita bahas satu persatu;

1. Pemahaman

Satu alasan mengapa banyak orang tidak mau membaca buku karena merasa buku begitu berat, sulit memahami dan merasa kurang familiar dengan isi buku. Karena itu, seseorang perlu membaca buku sebanyak dua sampai empat kali agar lebih mudah memahami isi buku tersebut.

Jelas ini satu pemborosan waktu, energi dan tentunya dibutuhkan motivasi intrinsik yang sangat kuat agar bisa membaca keseluruhan isi buku tersebut. Karena inilah, dibutuhkan teknik membaca agar seseorang lebih mudah memahami isi buku.

Dengan teknik membaca bacakilat, seseorang bisa memahami isi buku dengan lebih mudah dan cepat. Ini bukan sulap ataupun sihir. Ini karena kerja pikiran bawah sadar, gudang dari semua informasi.

Keunikan bacakilat dengan teknik membaca lain adalah cara memasukkan informasi yang ada di buku ke pikiran, lebih tepatnya ke pikiran bawah sadar tanpa adanya distorsi dari pikiran sadar.

Dengan adanya data di pikiran bawah sadar, memahami isi buku jauh lebih mudah. Contohnya, saat Anda menelusuri satu tempat baru. Apakah Anda merasa begitu lama dan jauh untuk sampai ke tujuan? Tapi saat pulang atau kembali, perjalanan menjadi jauh lebih cepat daripada sebelumnya. Pernah mengalami kasus seperti ini?

Saat Anda memasuki tempat baru, pikiran masih asing akan tempat dan trak yang dilalui. Ini membuat pikiran bawah sadar menyerap semua informasi yang ia lihat. Seperti, rumah, jalan, pemandangan, orang baru, gedung, warna dan apapun yang dilewati. Saat kembali, pikiran merasa lebih familiar dan perjalanan terasa lebih cepat dari sebelumnya.

Inilah perbedaan bacakilat dengan baca cepat. Memanfaatkan pikiran bawah sadar dengan bacakilat memahami isi buku menjadi lebih cepat dan mudah. Berbeda halnya dengan baca cepat yang hanya mengandalkan kemampuan dari pikiran sadar yang sangat terbatas.

Kenikmatan

2. Kenikmatan

Justru dengan bacakilat seseorang bisa lebih menikmati bacaannya. Maksudnya, adanya rasa penasaran yang tinggi serta tetap mampu memahami isi buku yang telah dibacakilat.

Sama seperti menghabiskan novel yang sedang dibaca. Seseorang rela menghabiskan berjam-jam suntuk hanya untuk memuaskan rasa penasarannya.

Bacakilat mampu meningkatkan rasa penasaran Anda untuk membaca buku yang telah dibacakilat. Ini karena data telah ada di pikiran bawah sadar.

Ini jelas berbeda dengan baca cepat. Buku harus bisa menjawab kebutuhan atau minat si pembaca. Jika tidak, rasa penasaran akan sulit untuk ditumbuhkan. Bahkan saat buku itu bisa menjawab pertanyaan di pembaca, sering kali ia merasa sulit memahami isi buku yang dibaca, dengan teknik baca cepat.

3. Menghabiskan Lebih Banyak Buku

Dengan bacakilat, seseorang bisa menghabiskan lebih banyak buku jika dibandingkan dengan teknik baca cepat. Untuk membaca satu buku setebal 300 halaman hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit. Semua informasi langsung masuk ke pikiran bawah sadar tanpa adanya distorsi dari pikiran sadar.

“10-15 menit? Cepat amet?” mungkin Anda terheran-heran.

10-15 menit hanya untuk memasukkan informasi dari buku ke pikiran bawah sadar. Masih ada satu teknik lagi membuat pikiran sadar paham akan isi buku. Untuk bisa memahami isi buku secara keseluruhan sesuai kebutuhan pembaca, rata-rata dibutuhkan waktu sekitar 3 jam lebih. Semua tergantung dari kelompok buku.

Menurut Francis Bacon, ada tiga kelompok buku. Buku yang hanya perlu dicicip, ditelan dan buku yang harus dikunyah dan cerna. Buku yang dicicip adalah buku-buku yang tidak perlu kita baca secara keseluruhan.

Hanya membaca bagian-bagian tertentu, kita sudah mengetahui isi buku tersebut dengan baik. Dengan bacakilat, waktu untuk menyelesaikan kelompok buku cicip hanya membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit.

Kelompok buku yang ditelan adalah buku yang tidak memerlukan usaha, analisa yang terlalu mendalam untuk memahami isinya. Jenis bukunya adalah bidang yang ia geluti dan minati. Waktu untuk menyelesaikan ini bisa menghabiskan 90-120 menit.

Sedangkan pengelompokan buku kunyah dan cerna membutuhkan usaha eksra, analisa yang lebih dalam dan banyak usaha membaca. Seperti seorang akuntan yang membaca buku pikiran. Kelompok membaca ini menghabisakan lebih dari 2 jam. Bisa 3-5 jam.

Membaca kelompok buku ini jauh lebih cepat dengan menggunakan teknik bacakilat. Dan hal utama yang tidak bisa dilewatkan adalah pemahaman akan isi buku itu sendiri. Dan waktu itu tidak selamanya tetap, semua tergantung pada masing-masing orangnya. Tapi, data ini berasal dari pengalaman peserta di kelas bacakilat. Rata-rata ketebalan buku sekitar 300 halaman.

Dengan menggunakan baca cepat, seseorang bisa menghabisakan satu buku per hari. Semua tergantung dari fiksasi mata seseorang dan ini belum mengelompokkan buku. Ini belum masuk pemahaman yang bisa didapatkan oleh seseorang.

Momen Aha

4. Pengalaman “Aha” Akan Isi Buku

Karena isi buku telah ada di pikiran bawah sadar, pembacakilat sering mendapatkan pengalaman “aha” dari buku yang telah dibacakilat.

Pengalaman “aha” adalah isi buku atau ide yang mereka terapkan untuk mengatasi masalah atau membuat sesuatu dari buku yang mereka telah bacakilat. Sering kali, pengalama “aha” ini terjadi begitu saja dan tanpa mereka sadari.

Jelas, pengalaman “aha” tidak bisa didapatkan dengan menggunakan teknik baca cepat, karena keterbatas dari penggunaan pikiran sadar. Pengalaman “aha” hanya bisa didapatkan jika data tersebut sudah ada di pikiran bawah sadar.

Inilah perbedaan utama dari teknik bacakilat dan baca cepat. Anda bisa menilai sendiri teknik mana yang lebih efektif. Teknik manapun yang Anda gunakan untuk menuntasakan semua buku yang belum Anda baca, semua tergantung pilihan Anda.

Pembaca, jika Anda diberi kesempatan untuk belajar bacakilat dan baca cepat, teknik mana yang ingin Anda kuasai? Saya tunggu komentar Anda.

5 Hal yang Perlu Anda Miliki Agar Bisa Menguasai Skill Bacakilat

Jika saat ini Anda ingin belajar dan menguasai skill bacakilat untuk membantu mengatasi masalah Anda, Anda beberapa hal yang harus Anda miliki. Dengan memiliki hal tersebut, menguasai bacakilat akan jauh lebih mudah dilakukan.

Hal ini sangat penting. Tanpa memiliki apa yang akan kita bahas sebentar lagi, menguasai bacakilat akan menjadi satu proses yang sangat melelahkan dan pada satu titik tertentu, Anda pun kembali ke pola lama membaca Anda.

Ada 5 hal yang perlu Anda dimiliki agar bisa menguasai skill bacakilat. Mari kita bahas satu per satu:

1. Percaya Pada Diri Sendiri

Inilah syarat utama jika Anda ingin menguasai skill bacakilat. Bahkan untuk skillskill lain yang ingin Anda kuasai.

Akan lebih baik jika Anda percaya pada diri Anda sendiri daripada tidak percaya pada bacakilat. Karena dalam proses menguasai bacakilat, akan diajarkan cara untuk mengatasi masalah mental di aspek belajar, membaca dan bacakilat itu sendiri.

Yakinkan diri Anda terlebih dahulu sebelum menguasai dan mengikuti kelas bacakilat. Karena Anda akan mengalami kerugian yang sangat besar saat tidak bisa menguasai skill bacakilat itu sendiri.

Mulai dari menghabiskan banyak waktu, perhatian, energi, uang dan pada akhirnya Anda pun tidak mendapatkan manfaat besar dari bacakilat ini sendiri.

2. Skeptis Secara Positif

Ada dua jenis skeptis. Skeptis secara positif dan skeptis secara negatif. Persamaanya, keduanya sama, sama-sama tidak percaya. Bedanya, skeptis negatif membuat orang tidak mau mencari tahu lebih banyak tentang apa yang lihat.

Mereka membuat kesimpulan dengan cepat, bahwa apa yang mereka pandang itu tidak masuak akal, tidak benar bahkan tidak penting untuk lebih dieksplore.

Sedangkan mereka yang skeptis secara positif lebih banyak mencari tahu tentang kebenaran, keunikan dan manfaat yang mereka bisa dapatkan dari apa yang mereka tidak percayai.

Akibatnya, justru ini membuat rasa penasaran mereka meningkat dan mencari tahu lebih banyak tanpa ada rasa terpaksa dan tekanan melakukannya.

Orang yang skeptis secara positiflah yang banyak datang ke palatihan bacakilat-executive selama 2 hari. Justru saat mereka mengikuti dan melakukan tahap-tahap dari skill bacakilat di kelas, mereka bisa menguasai bacakilat.

Setelah itu mereka yakin kalau bacakilat memang efektif dan bisa membantu mereka mengatasi masalah membaca mereka selama ini.

Jika saat ini Anda sedang atau mau belajar skill baru, apapun itu, skeptislah secara positif. Dengan begitu, Anda bisa menjadi lebih terbuka dan mau belajar hal baru.

Intuisi

3. Tidak Memaksa Intuisi

Hal utama yang membuat seseorang tidak bisa mendapatkan manfaat besar dari bacakilat adalah, terlalu “memaksa” intusi berkomunikasi ke pikiran sadar saat melakukan langkah aktivasi.

Dalam proses bacakilat itu sendiri, peran intuisi sangat besar untuk seseorang mendapatkan pemahaman dari buku yang telah dibacakilat.

Maka dari itu, dalam proses mengusai bacakilat, jangan terlalu mamaksa intuisi berkomunikasi ke pikiran sadar. Yakin pada diri sendiri dan biarkan saja terjadi.

Semakin seseorang memaksa intuisinya berkomunikasi ke pikiran sadar, semakin intuisi tidak mau berkomunikasi. Ini sesuai dengan hukum pikiran, “Semakin besar usaha pikiran sadar, semakin kecil respon pikiran bawah sadar.”

Contohnya, pernahkah Anda bertemu dengan teman yang sudah lama tidak berjumpa. Saat bertemu, Anda tidak mengingat namanya. Semakin Anda berusaha untuk mengingat, semakin Anda tidak mengingatnya.

Karena merasa sungkan untuk bertanya langsung, Anda berinteraksi tanpa menyebut namanya dan terus bertanya pada diri sendiri, “Siapa namanya ya? Nama si kawan ini, siapa ya?”

Saat Anda lagi tenang mengerjakan sesuatu, tiba-tiba Anda mengingat namanya dengan mudahnya. Lengkap dengan nama panjangnya. Pernah mengalami seperti ini?

Begitu juga dengan bacakilat. Jika terlalu memaksa intuisi berkomunikasi ke pikiran sadar, semakin intusi tidak mau muncul dan bacakilat pun menjadi satu proses yang sangat berat untuk dilakukan.

4. Pasrah

Anda hanya bisa pasrah jika Anda yakin bisa menguasai bacakilat. Sebelum Anda belajar bacakilat, yakinkan diri Anda bahwa Anda bisa menguasai bacakilat. Bisa dengan membaca testimoni peserta, testimoni public figure, sampai mempelajari landasan teori dari bacakilat itu sendiri.

5. Praktek

Bacakilat adalah skill. Tidak ubahnya dengan skill lain seperti membaca, menulis, berenang atau menyetir mobil.

Dibutuhkan upaya, perhatian, waktu dan pemikiran untuk terus praktek. Semakin banyak seseorang praktek, semakin cepat ia akan menguasai skill yang mereka pelajari. Begitu juga dengan bacakilat.

Jadi, jangan berharap kalau Anda selesai belajar bacakilat secara lengkap bisa langsung bisa dan tidak membutuhkan praktek lagi. Justru Anda harus lebih banyak praktek agar mandapatkan manfaat besar dari bacakilat itu sendiri.

Inilah 5 hal yang harus Anda miliki agar bisa menguasai skill bacakilat. Selamat belajar dan kami tunggu Anda di kelas bacakilat-executive 😀

1 2 3