Awas Tersesat Saat Membaca

Banner-7

reading purposes 1

Suatu ketika, ada seorang gadis yang merasa bosan di rumah. Akhirnya, ia memutuskan untuk pergi ke toko sepatu. Sesampainya di sana, yang ia lakukan hanya melihat-lihat banyak sekali model sepatu. Ia menghabiskan waktu berjam-jam untuk memutuskan mau beli sepatu atau tidak. Ketika memutuskan membeli sepatu, ia pun masih menghabiskan waktu sampai siang di toko karena bingung memilih modelnya. Sesampainya di rumah, ia pun merasa menyesal karena model sepatu yang ia beli ternyata tidak terlalu cocok untuk dirinya. Ia habis waktu dan uang dengan kepuasan yang minimal.

Di hari yang sama, ternyata seorang pria juga tengah ke toko sepatu yang sama. Ia berniat hari itu untuk membeli sepatu basket terbaru. Apa mau di kata, sepatu basket lama yang menjadi favoritnya sudah rusak. Minggu depan ia harus bertanding. Dengan uang 1 juta, ia pun mantap melangkahkan kaki ke toko sepatu untuk membeli sepatu basket yang sudah diincarnya sejak lama. Tidak lebih dari setengah jam, ia sudah mendapatkannya dan merasa puas dengan pilihannya.

Dua kisah di atas adalah gambaran bagaimana seseorang yang memiliki tujuan membaca dan mana yang membaca tanpa tujuan. Membaca dengan tujuan akan membantu kita di banyak hal. Ia membuat apa yang kita lakukan menjadi terarah dan spesifik. Hasilnya? Kita akan lebih irit waktu dan energi untuk mengambil hanya apa yang kita butuhkan.

Memiliki tujuan dalam setiap hal yang dilakukan akan membantu kita menyeleksi mana hal yang pemnting dan mana yang kuran penting. Dengan fokus pada tujuan yang ingin dicapai, kita tidak perlu membuang waktu untuk melakukan apa saja yang tidak relevan dengan tujuan. Ketika si pria tadi berniat membeli sepatu basket, pastinya ia tak akan buang waktu lama untuk mencari sepatu basket di rak sepatu pantofel bukan? Begitu pula dengan tujuan dalam membaca.

Ketika kita meniatkan membaca untuk mencari kesenangan atas karya fiksi, kita akan fokus hanya pada alur cerita dan emosi yang terkandung di dalamnya. Begitu juga ketika seorang mahasiswa membaca jurnal dengan tujuan mendapat referensi atau data baru. Ia pasti hanya akan fokus pada beberapa halaman kunci dan langsung menemukan jawabannya di sana. Sekalipun tidak mendapatkannya, ia tak akan buang waktu lama karena sudah tau apa yang dicarinya ternyata tidaka ada.

Begitu pula ketika kita membaca untuk mendapatkan beragam informasi, misalnya. Ketika kita membaca buku resep masakan, kita hanya akan fokus pada bahan yang dibutuhkan dan proses memasaknya bukan? Pernahkah Anda membaca buku resep beserta kata-kata pendahuluan dari penulis atau penerbit? 🙂

Tujuan membaca berkaitan erat dengan kemampuan membaca. Memiliki tujuan akan lebih mudah memahami bacaan karena ia fokus pada tujuan yang ingin dicapai (Anderson)

Membaca dengan Tujuan adalah Membaca Efisien

Membaca dengan tujuan membuat kita lebih efisien dalam banyak hal. Di antaranya adalah efisien waktu dan energi. Anda ti8dak harus menghabiskan waktu berlama lama membaca sebuah buku sampai selesai kalau memang yang ingin Anda cari informasinya hanya sedikit saja.

Sebagai contoh, jika kita membaca buku tentang Bagaimana Cara Memenangkan Hati Orang Lain, misalnya, kita tidak harus membaca keseluruhan isi buku sampai selesai. Karena inti dari buku sebenarnya hanyalah 4%. Dengan tujuan mendapatkan tips untuk memenangkan hati orang lain, Anda bisa langsung lompat ke bab inti (isi) dari buku tersebut dan fokus pada informasi yang relevan dengan tujuan Anda.

Berbeda ketika Anda membaca buku tanpa terlebih dahulu menetapkan tujuannya. Anda akan membaca seluruh buku tersebut dari awal sampai akhir. Padahal, pendahuluan aatau beberapa halaman penunjang dalam buku tersebut tak terlalu Anda butuhkan. Untuk apa membaca pendahuluan tentang manfaat memenangkan hati orang lain dengan mudah, jika Anda sudah tau betul manfaatnya. Yang Anda inginkan saat ini adalah caranya.

Untuk itu, Anda perlu menetapkan tujuan spesifik. Apa yang ingin Anda dapatkan dari buku tersebut? Bahkan, Anda harus menetapkan tujuan membaca sebelum Anda membeli buku tersebut. Jika Anda sudah menetapkan tujuannya, akan lebih mudah bagi Anda untuk menyeleksi buku apa yang seharusnya Anda beli dan mana yang sebenarnya tidak perlu Anda miliki. Hal ini juga membuat pengeluaran Anda lebih efisien bukan?

Seperti saat saya membaca buku kumpulan kisah orang sukses. Saya sudah sering menemukan buku kunci sukses yang rata-rata kuncinya sama. Nah, yang saya inginkan dari buku tersebut adalah kutipan perkataan dari tokoh-tokoh dan orang sukses. Itu yang saya mau. Untuk itu, saya akan membaca halaman yang berisi kutipan orang sukses tersebut dan mencatatnya dengan lengkap di note book yang saya miliki. Waktu saya lebih efisien dan saya pun mendapatkan apa yang saya mau. Sungguh sangat menyenangkan 🙂

Dengan memiliki tujuan, kita akan mengerahkan fokus kita hanya untuk menemukan jawaban atas tujuan yang kita buat di awal.

Memiliki Tujuan Membuat Fokus pada Informasi yang Dibutuhkan

Nah, setelah kita tahu pentingnya membuat tujuan membaca dan menemukan informasi fokus pada bacaan, selanjutnya adalah bagaimana cara menemukannya? Setelah membuat tujuan, tentukan informasi fokus apa yang ingin Anda ketahui dari buku tersebut, misalnya.

Pernah Anda membaca buku Habibie dan Ainun? Buku tersebut merupakan buku biografi yang berisi penuh lika-liku kehidupan penulisnya. Dari mulai kehidupan rumah tangga sampai perjuangannya dalam membuat pesawat. Nah ketika saya membeli buku tersebut, apakah saya berniat membaca semuanya?

Tidak. Saya membeli buku tersebut dengan tujuan mencari tahu apa resep menjadi pasangan yang terbaik dalam suka duka. Dengan begitu, saya akan melewati bagian yang saya rasa rumit (ketika berbicara tentang politik dan teknologi misalnya). Akan tetapi, saya akan fokus total ketika sampai pada bagian kehidupan suka duka rumah tangga mereka. Dengan begitu, saya jadi langsung paham factor-faktor apa saja sih yang membuat kehidupan suami istri tersebut bisa langgeng dan memberi inspirasi bagi banyak orang. Nah, itu yang dimaksud dengan informasi fokus.

Menurut Tampubolon, ada tiga teknik membaca agar menemukan informasi fokus

1. Baca pilih (selecting)

Baca pilih adalah teknik membaca untuk langsung memilih informasi fokus atau bagian mana yang akan kita perdalam. Hal ini juga berlaku saat kita sedang memilih buku yang akan kita beli. Dengan cara ini, Anda dengan otomatis dapat menyeleksi informasi mana yang Anda cari dan mana yang tidak Anda butuhkan.

2. Baca lompat (skipping)

Membaca lompat adalah teknik untuk mengabaikan informasi yang kurang penting dalam buku untuk fokus pada informasi yang dibutuhkan. Anda bisa melalui bab per bab dalam buku dan berhenti pada baba tau sub bab yang menyimpan informasi yang dibutuhkan.

3. Baca layap (skimming)

Baca layap adalah metode untuk membaca sekilas semua isi buku (membaca cepat) dan kembali pada kecepatan normal ketika Anda menemukan keywords yang Anda tuju. Cara ini lebih efektif, karena Anda bisa menemukan informasi fokusnya tanpa harus mengabaikan banyak bagian dalam buku. Metode ini juag lebih bermanfaat karena kita bisa tau apa saja yang dimuat dalam buku tersebut, meskipun tidak mendalaminya.

Nah, mulai sekarang kita harus selalu ingat untuk membuat tujuan spesifik dahulu sebelum mulai membaca. Apa yang betul-betul Anda butuhkan dari buku tersebut lalu bacalah! Tangkap informasinya. Catat detailnya. Abaikan yang hanya membuang waktu Anda.

Semoga setelah ini Anda bisa menjadi pembaca yang semakin efektif dan menghemat waktu pastinya.

Oh ya, jika Anda nanti sudah mahir membacakilat dan lebih banyak memilki waktu senggang, hal-hal apa yang akan Anda lakukan untuk kehidupan pribadi Anda ? Kasih komentar di bawah ya 🙂

Banner-7

About the Author

Leave a Reply 0 comments

Leave a Reply: