Bagaimana agar Bisa Berkonsentrasi saat Baca Buku?

Sudah berapa buku yang Anda baca minggu ini?

Boro-boro ‘sudah berapa’, satu saja ga kelar-kelar,” begitu jawab Anda.

Mengapa bisa begitu?

Baru baca satu-dua paragraf ga konsen. Pikiran ke mana-mana. Kadang-kadang malah ketiduran. Atau, kalau ga, bosan.”

Hmm, wow!!! Heheheheh.

Kira-kira, tahukah Anda mengapa baru baca satu dua paragraf pikiran langsung melayang-layang? Tahukah Anda mengapa Anda malas, mengantuk, dan cepat bosan saat baca buku?

Ada beberapa hal yang mengganggu aktivitas membaca. Anda perlu menegtahui hal-hal itu karena mereka merupakan penyebab Anda bosan, malas, mengantuk, dan tidak berkonsentrasi saat membaca. Dengan mengetahui beberapa penyebab itu, Anda tahu cara mengatasinya dengan meminimalisir atau menghilangkan penyebab tersebut.

Lantas, apa saja hal-hal yang menyebabkan Anda bosan, malas, mengantuk, dan tidak berkonsentrasi saat membaca buku?

1. Bahasa yang sukar dipahami

Apa saja bahasa yang sukar dipahami?

Pertama, buku yang ditulis dengan bahasa asing, yang bukan bahasa keseharian kita. Untuk membaca buku seperti itu dibutuhkan kesabaran yang tinggi. Mengapa? Karena, kita harus sering-sering membuka kamus.

Kedua, buku yang ditulis dengan bahasa keseharian kita, tetapi penyampaiannya bertele-tele. Untuk memahami buku seperti ini juga dibutuhkan kesabaran yang tinggi. Mengapa? Jika tidak, bisa-bisa, kita malah jadi emosi. Hehehehe. Selain itu, membaca buku seperti ini juga dibutuhkan goal yang jelas. Alasannya, supaya kita tidak kehilangan tujuan di tengah proses membaca.

Ketiga, buku yang ditulis dalam bahasa asing, yang bukan bahasa keseharian kita, dengan gaya bahasa yang bertele-tele. Hmmm, bagaimana Anda tidak cepat bosan baca buku seperti ini? Sudah ditulis dalam bahasa asing, gaya bahasanya bertele-tele pula!

Keempat… Mungkin Anda dapat memperpanjang daftar di atas sesuai dengan pengalaman Anda.

2. Materi yang tidak familiar

Selain karena bahasanya, buku susah dipahami juga bisa disebabkan karena Anda tidak familiar dengan materi di dalamnya.

Contoh, Anda, yang tidak familiar dengan fisika membaca buku fisika tingkat lanjutan.

Contoh lain:

Sekarang, penulis sedang dalam proses membaca buku yang berjudul Dialectics of Nature, sebuah buku filsafat yang mengurai dialektika berbagai materi/benda di alam semesta. Karena mengurai gerak benda di alam semesta, buku itu banyak membahas hukum-hukum fisika, kimia, biologi, dan ilmu alam lain.

Hal itu membuat penulis kewalahan memahaminya. Mengapa? Karena, penulis tidak familiar dengan fisika, kimia, biologi, dan ilmu alam lain. Membaca buku itu membuat penulis hampir-hampir frustasi.

Nah, demikianlah contoh materi buku yang susah dipahami. Buku susah dipahami bukan karena otak Anda “tidak sampai”, melainkan karena Anda tidak familiar dengan isi yang dibahas. Anda biasa bergelut dengan biologi. Tetapi, Anda membaca buku ekonomi. Itu artinya, Anda tidak familiar dengan buku yang sedang Anda baca. Nah, ketidak-familiaran itu membuat Anda bosan, malas, mudah mengantuk, atau bahkan frustasi.

“Kalau begitu, bagaimana, dong, kalau saya ingin baca buku yang saya tidak familiar sama sekali? Bagaimana baca buku berbahasa asing dan saya tidak familiar dengan materinya?”

“Kebetulan, sekarang saya sedang membaca buku bahasa asing dan saya tidak familiar dengan materinya. Tetapi, buku itu saaaaaaangat penting bagi saya. Bagaimana caranya supaya baca buku itu ga bosan dan cepat paham?”

Tidak perlu galau!

Ada kabar baik buat Anda. Apa itu?

Pakar psikologi Mihaly Csikszentmihalyi menemukan cara agar baca buku dan melakukan aktivitas lainnya bisa konsentrasi. Berdasarkan pada teori Flow State yang dirumuskannya, Anda dapat menghilangkan rasa bosan, malas, mengantuk, dan frustasi saat membaca buku. Membaca buku jadi lebih berkonsentrasi. Pikiran Anda tidak melayang kesana-kemari. Dengan begitu, buku semakin mudah dipahami.

Bagaimana caranya?

ANDA HARUS MEMASUKI KONDISI FLOW!

Tetapi, bagaimana cara memasuki kondisi flow saat membaca? Apa itu kondisi flow?

Untuk mengetahui caranya, mari simak penjelasan selanjutnya.

Konsentrasi Penuh dan Kondisi Flow

Dalam bukunya yang berjudul Flow: The Psychology of Optimal Experience, Mihaly Csikszentmihalyi menggambarkan kondisi flow sebagai kondisi di mana orang yang mengalaminya berada dalam konsentrasi penuh sehingga tidak dapat memikirkan hal lain selain apa yang sedang dikerjakannya. Lebih dari itu, orang yang mengalami kondisi flow tidak merasakan lapar atau pun sakit. Saking fokusnya, saking seluruh konsentrasinya tercurah pada aktivitas yang sedang dilakukannya, ia bahkan sampai lupa waktu.

Contoh, Anda sedang bermain game yang menantang. Saking asyiknya, Anda bahkan lupa waktu. Itu artinya, Anda bermain game dalam kondisi flow.

Anda sedang memanjakan hobi Anda: mendaki gunung. Anda merasa gembira saat mendaki. Seluruh kecemasan Anda lenyap. Pikiran Anda jernih sejernih air pegunungan. Anda curahkan seluruh pikiran Anda pada apa yang sedang Anda lakukan: menapaki kaki gunung setapak demi setapak. Saking senangnya, Anda sampai lupa kalau perut Anda lapar, belum makan. Anda juga lupa kalau kaki Anda sedang sakit, terluka karena jatuh.

Naaaah, hal itu menujukkan Anda memasuki kondisi flow saat mendaki gunung.

Sebagaimana digambarkan di atas, kondisi flow membuat orang yang mengalaminya merasa gembira, bahagia, dan terlepas dari semua beban pikiran. Dan, karena itu, kondisi flow dapat Anda manfaatkan untuk menghilangkan kebosanan Anda yang muncul saat membaca buku.

Saat membaca buku dalam kondisi flow, perasaan Anda gembira dan penuh semangat. Pikiran Anda tercurah seluruhnya pada apa yang sedang Anda lakukan: membaca buku. Rasanya sungguh nikmat membaca buku itu. Anda ingin terus membacanya. Tidak ada rasa bosan dan mengantuk. Perhatian Anda juga tak teralihkan pada hal lainnya. Pokoknya, sungguh pengalaman yang saaaaaaangat mengasyikkan!

Tetapi, bagaimana caranya agar Anda berada dalam kondisi flow saat membaca?

Untuk mengetahui caranya, yuk, langsung kita simak bab selanjutnya.

Bagaimana Cara Memasuki Kondisi Flow saat Baca Buku?

Secara tidak sengaja, saat melakukan aktivitas, penulis jamin Anda sering berada dalam kondisi flow. Anda tidak menyadarinya. Begitu aktivitas itu selesai, barulah Anda tersadar bahwa Anda melakukannya dengan penuh konsentrasi hingga lupa sekitar, lupa makan, dan lupa mandi.

Benar, bukan?

Apa pun aktivitasnya, Anda sering mengalami kondisi flow. Hanya saja, Anda tidak sengaja memasuki kondisi itu.

Seringkali, Anda kewalahan memasuki kondisi flow, kondisi di mana Anda mencurahkan seluruh perhatian Anda pada aktivitas yang sedang Anda lakukan SECARA SENGAJA. Sangat sukar rasanya, secara sengaja, berkonsentrasi penuh pada apa yang sedang Anda kerjakan.

Kondisi flow memang tak bisa dipaksakan. Semakin Anda memaksa diri untuk memasuki kondisi flow, semakin sukar Anda memasukinya.

Jika begitu, bagaimana cara memasuki kondisi flow (dengan sengaja) saat melakukan aktivitas seperti membaca buku?

Jangan putus asa!

Sekali pun sulit memasuki kondisi flow dengan sengaja, Anda tetap bisa melakukannya. Tetapi, ada beberapa syarat yang harus Anda penuhi.

Apa saja syarat itu?

Mihaly Csikszentmihalyi menyebutkan, untuk memasuki kondisi flow saat melakukan aktivitas, kita harus memiliki skill yang sebanding dengan tantangan dalam melakukan aktivitas tersebut.

Jadi, syarat pertama adalah SKILL, sedangkan syarat kedua adalah TANTANGAN.

Mihalyi menjelaskan kapan Anda dapat memasuki kondisi flow dengan diagram berikut ini.

baca buku

Diagram itu menjelaskan:

1. Apabila tingkat kesulitan dalam melakukan aktivitas (membaca buku, misalnya) rendah, sedangkan skill memahami bacaan tinggi, maka aktivitas membaca menjadi aktivitas yang membosankan.

2. Apabila tingkat kesulitan tinggi, sedangkan skill rendah, maka membaca buku menjadi aktivitas yang mencemaskan alias membuat kita frustasi.

3. Apabila tingkat kesulitan dan skill seimbang, maka membaca buku menggiring Anda memasuki kondisi flow.

Nah, dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan, untuk memasuki kondisi flow, Anda harus menyeimbangkan tingkat kesulitan dengan skill memahami bacaan.

Bagaimana caranya? Mari kita simak penjelasan berikut ini.

Tingkat Kesulitan dan Skill Memahami Bacaan

Di atas, penulis berikan contoh buku yang sukar dipahami sehingga membuat Anda bosan, malas, dan frustasi.

Buku itu adalah Dialectics of Nature, sebuah buku yang menjelaskan bukti-bukti kebenaran filsafat materialisme dialektika di alam semesta.

Tingkat kesulitan buku itu sangat tinggi, BAGI PENULIS. Mengapa?

Pertama, buku itu ditulis dalam bahasa asing, yang bukan menjadi bahasa keseharian penulis.

Kedua, gaya bahasanya tidak lazim seperti buku-buku berbahasa asing zaman sekarang. Mungkin karena buku itu ditulis 143 tahun yang lalu sehingga gaya bahasanya masih menggunakan ejakan lama, ejakan yang penulis tidak familiar.

Ketiga, penulis tidak familiar dengan materi yang disampaikan di dalamnya (materinya meliputi fisika, kimia, biologi, matematika, dan ilmu alam lain).

Nah, 3 kesulitan itu dikombinasikan dengan skill bahasa asing (inggris) yang pas-pasan (terlebih penulis bukan penutur bahasa itu) dan pemahaman ilmu alam yang sangat amat minim membuat penulis frustasi membaca buku itu.

Bagaimana agar masuk kondisi flow ketika membaca buku itu?

Caranya, penulis harus meningkatkan skill penulis, baik skill dalam membaca tulisan berbahasa Inggris, maupun skill memahami ilmu alam. Dan, itu artinya, penulis harus banyak-banyak belajar bahasa Inggris dan memperkaya pengetahuan ilmu alam.

Nah, sekarang, bagaimana dengan buku yang Anda baca?

Apa kesulitan dalam memahami buku itu? Apakah bahasanya menggunakan bahasa asing, yang Anda belum terlalu fasih? Apakah gaya bahasanya yang bertele-tele? Atau, Anda tidak familiar dengan materi di dalamnya?

Agar memasuki kondisi flow saat membaca buku itu, Anda perlu sedikit bereksperimen. Cari tahu hal-hal yang membuat buku itu sulit dipahami. Selanjutnya, ukur kemampuan/skill Anda dalam memahami buku itu.

Bagi Anda, yang tidak biasa menggunakan bahasa Jerman, membaca buku berhabasa Jerman dengan materi yang Anda tidak familiar tentu merupakan hal yang sulit. Kesulitan itu dapat membuat Anda frustasi, di mana rasa frustasi ini bisa menjelma dalam bentuk kebosanan, malas, mengantuk, dan tidak konsentrasi.

Bagaimana mengatasinya? Anda harus meningkatkan skill bahasa Jerman Anda. Banyak-banyaklah belajar bahasa Jerman. Selain itu, Anda juga harus meningkatkan wawasan Anda dalam materi itu. Tujuannya, supaya Anda familiar dengan materi tersebut. Semakin Anda familiar dengan materi itu, semakin mudah memahami buku tersebut, meskipun bahasa Jerman Anda tidak sefasih orang Jerman, maka semakin Anda mudah berkonsentrasi membacanya, semakin mudah Anda masuk dalam kondisi flow.

Demikian sebaliknya, bagi Anda yang biasa menggunakan bahasa Indonesia dan sangat ahli dalam bidang biologi, membaca buku biologi saaaaaangat mudah. Saking mudahnya hingga Anda bosan.

Nah, agar tidak bosan, Anda dapat meningkatkan level kesukarannya. Caranya, cari buku serupa yang berbahasa asing. Dengan begitu, level skill Anda sebanding dengan level kesukarannya.

Bagaimana? Mudah, bukan, mengatasi rasa bosan, frustasi, malas, tidak konsentrasi, dan mengantuk saat baca buku?

Akhir kata, selamat membaca!

Baca juga:

Kunci Sukses Membangun Kebiasaan Membaca Buku?

Bagaimana Mengingat Isi Bacaan dengan Mudah?

Membaca Buku sambil Mendengarkan Musik? Efektifkah?

About the Author

Agus Setiawan adalah Founder dari sistem Bacakilat. Bacakilat pertama kali diajarkan di tahun 2009. Dan terus berkembang melaui proses penelitian, pembelajaran dan uji coba ke dalam tim Bacakilat. Dari Bacakilat 1.0 berkembang sampai sekarang Bacakilat 3.0 yang merupakan pendekatan termudah untuk menguasai Bacakilat.

Leave a Reply 0 comments

Leave a Reply: