Bertahan Hidup vs. Bertumbuh.

Mari kita akui, tidak juga tidak masalah. Bahwa sebagian besar dari kita menjalani kehidupan dengan mode bertahan hidup. Bukan bertahan hidup hanya untuk sekedar bisa makan dan hidup.

Tapi bertahan hidup di zona nyaman saat ini. Zona nyaman Anda yang begitu aman dan tenang. Ups, mungkin tidak terlalu tenang. Tapi paling tidak Anda merasa familiar dengan zona ini, Anda tahu apa yang akan terjadi di zona ini, walaupun Anda tidak suka. Dan lebih baik tidak melihat zona di luar ini, karena Anda belum tahu, belum kenal, dan belum familiar.

Secara genetik, Anda akan bertahan dalam Zona nyaman di pekerjaan Anda. Zona nyaman di keluarga Anda. Zona nyaman di gaya hidup Anda. Yang mana sampai terjadi sebuah guncangan yang bisa menjadi “Wake Up Call”. Barulah umumnya seseorang tersadar bahwa selama ini dia sudah terlena dalam zona nyamannya.

Bertahan hidup yang saya maksudkan adalah kita hanya melakukan semua hal dengan cukup baik hanya untuk mempertahankan kita dalam kondisi sekarang.

Apa ciri-cirinya?

Karena tujuan saya menulis ini adalah untuk membangun kesadaran membaca Anda, jadi saya menyempitkannya dalam konteks membaca.

Maka salah satu cirinya adalah apakah Anda membaca buku yang Anda beli dengan niat untuk bisa meningkatkan bisnis dan karir Anda? Atau Anda sekedar membeli dan hanya ingin kelihatan pintar karena memiliki buku-buku itu?

Anda mengetahui membaca itu penting. Dan Anda ingin melejitkan karir. Anda ingin meningkatkan bisnis. Ya, benar, Anda sudah bekerja keras, tapi kebanyakan dari kita bekerja keras di lingkaran bertahan hidup itu.

Belum membuat sebuah terobosan yang membangunkan potensi sukses yang transformatif. Belum mengembangkan diri sampai Anda melampaui kondisi dan tantangan yang ada. Saya juga tidak bermaksud mengatakan tidak bersyukur dan merasa cukup dengan apa yang Anda miliki. Tapi apakah Anda menemukan kebahagiaan dengan apa yang Anda jalani?

Jika Anda merasa bahwa walaupun tidak membaca buku yang sudah Anda beli itu, dan karir Anda akan baik-baik saja, maka Anda tidak akan membaca. Benar? Dan jujurlah, apakah akan baik-baik saja di tengah perubahan yang terjadi tanpa henti ini?

Seperti teori dari Charles Darwin, dunia ini berevolusi. Dan telah berevolusi terus-menerus dan mengubah species di dunia, mengubah bagaimana manusia berpikir. Mengubah bagaimana manusia berkembang. Mengubah bagaimana kita menjalankan bisnis.

Dan “survival of the fittest” menjadi panutan hidup orang banyak. Artinya orang yang bisa bertahan dalam proses evolusilah yang bisa bertahan hidup.

Tapi mengapa harus hanya bertahan hidup? Mengapa tidak lebih dari itu.

Jika Anda menjalani hidup hanya untuk melewati hari, minggu atau tahun, berarti tidak ada banyak hal yang menyenangkan dalam hidup Anda.

Kita semua bekerja terlalu kerjas. Bekerja terlalu lama dari apa yang kita sukai, khawatir akan masa depan, tidak pasti akan peran kita dan tujuan kita. Kita bekerja terlalu keras untuk berharap hanya sekedar bertahan hidup. Seharusnya tujuan kita adalah untuk sukses dan bahagia, bukan hanya sekedar lewat saja.

Mengapa banyak orang yang menggunakan pendekatan bertahan hidup ini? Karena secara genetik, kita memiliki sebuah reaksi otomatis untuk menghindari perubahan.

Melewati perubahan ini tidak mudah, tapi manfaatnya membuat Anda tidak stress, bekerja lebih sedikit, dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Menjalani kehidupan yang bahagia, menikmati apa yang Anda impikan.

Perubahan menjadi sesuatu yang momok bagi banyak orang. Menjadi sebuah ancaman. Membaca buku dan mengembangkan diri akan mendorong seseorang menghadapi perubahan yang akan terjadi, yang seharusnya tidak terjadi jika ia tidak ‘melihat’ adanya kondisi baru, jika ia hanya menjalani kehidupan apa adanya. Dan perubahan itu tidak nyaman. Ada yang membaca buku dan menyadari perlu melakukan perubahan, dan memutuskan lebih baik tidak melakukannya. Apapun alasannya, tidak melakukan dan melakukan sama-sama sebuah keputusan yang Anda ambil.

Dan ada juga yang lebih antisipatif, bahwa setelah membaca buku akan ada perubahan yang perlu dilakukan di luar zona nyaman saat ini sehingga mereka merasa malas untuk membaca dan melakukan perubahan. Jadi hanya membeli dan mengoleksinya saja.

Tapi jujurlah, mengapa ada dorongan membaca dalam diri Anda?

Mengapa membeli buku-buku yang Anda ingin baca, tapi tidak membacanya?

Walaupun Anda sudah memiliki skill yang mumpuni untuk bisa menguasai buku dalam waktu singkat, mengapa tidak melakukannya?

Bertahan hidup bukanlah sebuah tujuan. Kesuksesan trasformatiflah yang layak menjadi tujuan Anda. Untuk itu Anda dan saya, perlu mengubah paradigma. Memperluas wawasan. Memperbesar wadah dalam diri, sehingga tantangan yang muncul dalam kehidupan tidak membuat kita penuh dengan tekanan dan tidak bahagia. Tapi menghadapinya dengan mudah, santai dan memberikan hasil memuaskan.

Impian menunggu Anda. Dan tidak ada pilihan apakah harus mengembangkan diri atau tidak. Tapi seberapa cepat Anda mengembangkan diri sehingga impian ini “muat” masuk dalam wadah kehidupan Anda.

Bertumbuhlah, jangan sampai kejadian “Wake Up Call” hadir menyentil Anda.

Agus Setiawan

Click Here to Leave a Comment Below
agung swandharu - November 27, 2015 Reply

setuju pak. tidak hanya berawal bertahan hidup, bertumbuh namun sampai berkembang dan berbuah.

rochmat - November 27, 2015 Reply

Sy sangat setuju sekali dengan pendapat bapak, jgn sampe pertumbuhan keuangan lebih cepat dr pertumbuhan pribadi, mudah2an dgn membaca kita menjadi pribadi2 yg baik.

Nanik Ruqoiyah - November 27, 2015 Reply

Saya sangat senang membaca artikel bapak ini. Memang kehidupan selalu mengalami evolusi. Kalau kita terlena dg apa yang ada di sekeliling kita ini. Lambat laun kita akan tergilas oleh evolusi itu sendiri.
Banyak sekali orang-orang mengatakan zaman dulu tidak seperti ini. Hasilnya juga bagus. Tapi mengapa sekarang ini di segala elemen kita di tuntut untk ini dan itu.
Sy sendiri tidak sependapat dg mereka- mereka.
Saya jg senang membaca buku untuk menambah wawasan sy. Tp mengapa sy juga sering lupa untuk memahami isi dari buku itu sendiri.
Sy juga pernah ikuy seminar baca kilat tp blm bisa menguasai dg cepat

    Agus Setiawan - November 27, 2015 Reply

    hi bu Nanik, terima kasih response nya, apakah ibu sudah belajar bacakilat nya atau baru seminar 3 jamnya?

Crystal - November 27, 2015 Reply

Menurut saya semakin pintar seseorang….semakin banyak pengetahuan yg dia dapat tapi bukan dari pengalaman sendiri…maka orang itu akan semakin tenggelam ke dalam zona amannya. Karena berbekal pengetahuan dia..maka dia bisa melihat beberapa resiko yg mgkn dia hadapi kalau dia keluar dari zona amannya. Sedangkan seseorang dengan pengetahuan yg pas2an akan lebih mengambil resiko untuk keluar dari zona aman. Contohnya banyak sekali orang dari kampung keluar ke kota untuk mencoba mengadu nasib. Sedangkan kita banyak liat sarjana2 banyak yg mendekam di kantoran melakukan rutinitas yg tentu saja membosankan.
Mohon maaf kalau ada kata saya yg salah. Ini cuma sekedar sharing akan pandangan saya selaku manusia yg masih butuh belajar banyak.
Terima kasih

Lulu Izmah - November 27, 2015 Reply

Thank You
Sangat menginspirasi 🙂

Yuli hariwahyuningsih - November 27, 2015 Reply

Setuju… nyaman tdk selalu aman.. kadang susah utk keluar dr zona nyaman.. kalo blm disentil dan dipertemukan dgn wake up call yaaa santai aja… mestinya jangan nunggu terpuruk baru sadar membangun benteng diri biar tetap bisa berdiri tegak meski nanti dihantam badai.. ????

Munhariyati - November 27, 2015 Reply

Luar biasa …
Saya senang membaca buku untuk menambah pengetahuan, karena semua orang pasti punya masalah, saya ingin suatu perubahan dalam hidup saya, klo dulu saya berpikir impian tidak mungkin jadi kenyataan itu ternyata salah, dari membaca bukulah pola pikir saya bisa berubah.

    Agus Setiawan - November 27, 2015 Reply

    Amazing

      suriamsyah - December 6, 2015 Reply

      Mulanya dulu pernah berpikir bahwa memiliki buku adalah sebuah kebanggaan dan prestise tp itu tdk benar bahwa memiliki buku seharusnya memiliki banyak pengetahuan meskipun kemampuan baca kilat itu sepertinya blm didpt agar hidup ini tidak sekedar bertahan hidup ttp bisa memberi hidup lebih
      bermakna ( ? )

Emilya - November 27, 2015 Reply

Setuju pak Agus…
Keinginan untuk bertumbuh setiap hari cukup besar hanya saja hambatan dalam diri (malas) utk bertumbuh lebih besar dr keinginan. Kekhawatiran keluar dr zona aman dan nyaman yg sesungguhnya tidak aman dan nyaman menjadi penghambat lainnya.
Adakah tips untuk melawan dan mengalahkan hambatan tersebut tanpa terasa berat? karena sesungguhnya seringkali yg dirasa berat adalah memulainya.
Terimakasih untuk sharing2nya dan feedback yg di berikan.

    Agus Setiawan - November 27, 2015 Reply

    Hi bu Emilya, bisa dengan menuliskan impian dan menuliskan target usaha. Usaha yang bisa membawa pertumbuhan diri dan membawa impian menjadi kenyataan. Lalu posisikan pengingat usaha apa yang perlu kita lakukan ekstra di setiap tempat yang mudah dilihat. Ini hanya membantu. Yang paling penting adalah tekad dari diri sendiri.

Agus Sanjaya - November 27, 2015 Reply

Terimakasih pak agus, artikelnya. Ini menyadarkan saya bahwa selama ini saya hanya bergerak ut bertahan hidup. Padahal di sisi lain, ada dorongan untuk membaca n belajar hal hal baru. Dan dari apa yg dpelajari, ternyata baru saya sadar hal itu bukan untuk bertumbuh hidup tapi hanya bertahan hidup. Terimakasih pak agus.

Merry - November 27, 2015 Reply

Saya ingin bisa cepat membaca menghabiskan buku2 yg saya beli. Tapi pas mau daftar baca kilat, teman saya membuka di youtube. Saya disuruh belajar dr youtube aja, tdk perlu ikut baca kilat krn pasti belajarnya spt yg ada di youtube. Gmn tanggapan bapak?

    Agus Setiawan - November 27, 2015 Reply

    Tanggapan saya? Setiap orang punya gaya belajar sendiri. Mana yang paling bisa membantu menguasai skill. Jadi ikuti style sendiri. Jika belajar via youtube bisa, I am Happy for you.

tarmizi - November 27, 2015 Reply

setuju nyaman n aman

Agusulai - November 27, 2015 Reply

Saya tdk tau smp dititik mana kita berhenti setelah beranjak dari zona nyaman. Bukan kah sifat manusia tdk pernah puas? Kalau kita terus bergerak kapan tepatnya kita harus berhenti? Maafkan jika komentar saya membingungkan..

    Agus Setiawan - November 27, 2015 Reply

    Saya paham pak. Kapan kita merasa cukup dan bersyukur? Kita memajukan diri bukan tanpa batas. Untuk itu kita mesti membuat impian yang jelas. Itulah yang perlu kita tentukan. Ketika memiliki impian yang jelas. Bertumbuh dan mencapai impian itulah yang perlu kita lakukan. Sambil bersyukur setiap langkah.

TRI - November 27, 2015 Reply

BERTAHAN HIDUP ADALAH SALAH SATU YNG SDH HARUS DI JALANKAN SEJAK KITA LAHIR DI DETIK PERTAMA DI MUKA BUMI INI DAN ZONA NYAMAN JUGA SDH DI CIPTAKAN OLEH SANG MAHA KUASA KE KITA SEJKA KITA LAHIR DI DUNIA INI.
KALAU KITA BILANG BAHWA MENJALANI KEHIDUPAN HANYA UNTUK BERTAHAN HIDUP MAKA ITU SESUATU YANG SANGAT RELATIV DAN MEBARAIK KARENA PAREMETER SEORANG SANGAT LAH BERBEDA DALAM NEAFSIRKAN ITU.
MENURUT SAYA BHAWA BILA SESORANG SDH MERASA NYAMAN DI ZONA NYAMAN MAKA BILA ORANG TERSEBUT TIDAK MAU BERPIKIR AKAN MASA DEPAN DIRINYA PALING TIDAK, MAKA DI AKAN TERTNGGAL DAN APABILA KITA DI ZONA NYAMAN DAN MASIH BANYAK YANG HARUS DIKERJAKAN DAN PRODUKTIV MAKA KITA AKAN SESUAI DENGAN PERADABAN YAMAN.
” WAKE UP CALL” AKAN SELSLAU MEMBUAT KITA KAGET KRN KENAPA KITA TERLAMBAT ATAU TIDAK SIAP SEBENARNYA SAMA DENGAN KONSEPT DI AWAL BAGAIMANA MENYIASATNYA KRN KADANG ITU JUGA SERING TERAJDI PADA SIAPAPUN .
Tulisan ini sangat bagus dan menarik tinggal kita melihatnya diari sutudut pandang yang bagus dan positif biar hasilnya positif SUKSES UNTUK SEMUA.

DELMENITA - November 27, 2015 Reply

Trimakasih terus mengingatkan saya, karena pengusaha sukses dari data buku yang saya baca, mereka meluangkan waktu dengan konsisten untuk membaca., apalagi pak agus setiawan telah mengajarkan baca cepat, itulah yang belum saya lakukan dengan konsisten, sekali lagi trimakasih, saya sebenarnya siap keluar di zona aman saat ini.

eliyanawati - November 27, 2015 Reply

Tapi jujurlah, mengapa ada dorongan membaca dalam diri Anda?
pertanyaan yang slalu muncul. dan tidak selalu ada yang bisa menjawabnya. seperti saya, saya butuh beberapa saat berpikir dan menjawabnya. karena begitu banyak jawaban, diantaranya :
1. Saya seorang IRT, saya tidak ingin mendidik anak saya seperti “biasa saja”, saya harus membaca dan mencari tau banyak hal positif.
2. Saya seorang IRT, saya ingin menumbuhkan minat baca disekitar saya.
3. Saya seorang IRT, dan saya terus mencari pekerjaan sampingan seperti apa yang cocok untuk saya.
4. dan saya ingin keluar dari zona nyaman “menikmati” pemberian pasangan.

Yosman Pabisa - November 27, 2015 Reply

Tulisan Pak Agus Sangat memotivasi. Kalau boleh saya tambahkan bahwa “Sebaik apa yang kita inginkan sebaik itu yang bisa kita dapatkan” apabila kita berani keluar dari zona nyaman. Kadang kita sudah membaca buku dan mengerti dengan baik tapi tidak ditindaklanjuti dengan keberanian untuk mempraktekkan. Salam Baca Kilat

Gunardi - November 27, 2015 Reply

Terima kasih Pak Agus Setiawan telah disharing artikel bapak.
Untuk keluar dari zone nyaman banyak hambatan, memang kita perlu perubahan namun perubahan rasanya jauh walau kita telah mengikuti training atau baca buku.
Pada saat beli buku berniat ingin berubah namun baca bukupun tak selesai walaupun telah ikut baca kilat

    Agus Setiawan - November 27, 2015 Reply

    Mesti memprioritaskan waktu pak Gunardi. Dan melakukan membaca tidak sambil memikirkan hal lain layaknya kita meeting dengan orang penting.

Basilius - November 27, 2015 Reply

Setuju. Tidak hanya keluar dari zona nyaman tp memperluas zona nyaman ke setiap hal yang menantang dan berarti bagi diri sendiri dan orang di sekeliling kita.

Basilius - November 27, 2015 Reply

Seperti Pohon yang semakin besar, semakin bisa menopang banyak kehidupan di sekeliling nya

Sheila - November 27, 2015 Reply

Bertahan hidup vs bertumbuh pada akhirnya manusia memerlukan kedua hal itu.karena saling berkaitan seperti yang ada dalam cerita tersebut
ketika kita tidak mencari ilmu pada era sekarang kita tidak akan bisa bertahan hidup karena sesunggunya yang di butuhkan pada masa ini adalah pengetahuan.

Sheila - November 27, 2015 Reply

Pada akhirnya kedua hal tersebut saling berkaitan. Apalagi di area sekarang.ketika kita tidak pandai dalam suatu ilmu kita tidak dapat bertahan hidup di area sekarang apalagi tumbuh menjadi seseorang yang sangat sukses

Ignatius Andrian - November 27, 2015 Reply

Membaca mengembangkan pengetahuan. Membaca buku yang kita perlukan adalah sesuatu yang efektif dalam mengembangkan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan kita. Namun membaca buku yang menarik juga dapat mengembangkan pengetahuan yang merupakan bakal kreatifitas ! Salam membaca !

Slamet - November 28, 2015 Reply

Itulah apapun dalam hidup kita harus be always continuous improvement, saya ikut bacakilat ini adalah part of my improvement, smoga kita menjadi pribadi yang be happiness Dan big contribute for everyone. Thanks

stiven - November 28, 2015 Reply

Pandangannya sangat bagus, karena itu pernah saya alami. Dulu Karena punya ambisi yg besar tetapi tidak mengetahui kemampuan diri, akhilnya bisnis saya macet total karena kurang perhitungan. Setelah itu saya tidak berani bisnis. Terakhil saya mulai bisnis lagi karena merasa kebutuhan keluarga semakin tinggi, jadi saya beranikan diri untuk berbisnis lagi . Setelah 4tahun berjalan dan bisnis mulai lancar ,saya baru sadar kenapa tidak lebih awal saya mulai bisnisnya . Karena saya sdh punya pengalaman gagal (itu adalah ilmu yg kita bayar dengan sangat mahal ). Maaf kalau salah, Itu menurut pandangan saya.

    Agus Setiawan - November 28, 2015 Reply

    Pengalaman yang luar biasa pak

    Anita Velesia Maria - November 29, 2015 Reply

    Membaca adalah sebuah proses membuka jendela hati dan pengetahuan. Terima kasih buat kiriman artikelnya yg sangat bagus

rustina fatoni binti razak - November 28, 2015 Reply

Pada masa2 yg lewat sy merasa sdh melakukan banyak hal hingga sampai pada titik ini….beberapa bulan lagi usia sy setengah abad..waktu dimana sy harus menikmati hidup dalam kenyamanan…..
Wake up call mgkn diperuntukan bagi mrk yg pada masa lalu hidup dlm kenyamanan…..
Bagaimana menurut anda…??

    Agus Setiawan - November 28, 2015 Reply

    Setiap orang bisa mengalami wake up call. Tentu di usia yang berbeda akan menghadapinya secara berbeda. Dan bisa juga terjadi dalam aspek yanh berbeda.

Dhyana Putri - November 28, 2015 Reply

saya sdh membaca artikel bapak…tp blm bisa kemahami dg baik intinya…terlalu banyak kata kata yg sama berulang ulang…maaf says jd sedikit bosan membacanya…

Nendah Junaenah - November 29, 2015 Reply

Setuju banget, maaf penggalan ini ?Impian menunggu Anda. Dan tidak ada pilihan apakah harus mengembangkan diri atau tidak. Tapi seberapa cepat Anda mengembangkan diri sehingga impian ini “muat” masuk dalam wadah kehidupan Anda.

Bertumbuhlah, jangan sampai kejadian “Wake Up Call” hadir menyentil Anda.” saya kopas ke FB, Terimakasih ilmunya semoga menjadi amal shaleh

Nendah Junaenah - November 29, 2015 Reply

Setuju banget, maaf penggalan ini ?Impian menunggu Anda. Dan tidak ada pilihan apakah harus mengembangkan diri atau tidak. Tapi seberapa cepat Anda mengembangkan diri sehingga impian ini “muat” masuk dalam wadah kehidupan Anda.” saya kopas ke FB, Terimakasih ilmunya semoga menjadi amal shaleh

Andi Faisal - November 29, 2015 Reply

Trmksh pak Agus. Artikelnya sangat menggugah kesadaran. Sy sangat setuju bhw kgiatan membaca bs melakukan perubahan dlm dr kita, krn dg bnyak membaca pola pikir kita bs berubah dan pola pikir inilah yg mendasari cr kita berprilaku. Pak Agus, masalah sy adalah kegiatan mmbaca bg sy spertinya msh mrupakan beban berat. Berat memulai dan kadang bingung buku yg mn yg sy harus baca dluan. Ujung2nya tdk ada buku yg di baca. Hhh..

    Agus Setiawan - November 30, 2015 Reply

    Mulailah satu per satu. Putuskan. Buat kejelasan impian. Atau urutkan dari buku yang peling penting saat ini.

tubagus qodratillah - November 29, 2015 Reply

Untuk mengembangkan wadah diperlukan wawasan dan ilmu yang luaa. Hal dapat tercapai kalau kita seallu mmenanbah ilmu dan pengetahuan yang biasa didapat dari buku ataumendenagrkan beritq atau berdiskusi dengan ahlinya. Tanpa usaha mengembangkan diri dengan penuh kesadaran. Kita hanya cukuk bertqhqn hidup sedangkan untuk menundukan kehidupan perlu usaha dan kesadaran dari diri kita untuk melakukqnnya. Setelah usaha maksimal apa yg kita inginkan barulah bertawakql atau menyerahkqn hasilnya pqda sang penentu kehidupan itulah Allah yg maha kuasa.

Cici lastri - November 29, 2015 Reply

Terimaksih, artikel yang Bapak muat menginspirasi saya untuk lebih dapat mengembangkan diri, dengan membaca pengetahuanpun akan lebih berkembang. Bukan saja untuk bertahan hidup tetapi membuat hidup itu lebih bermanfaat untuk diri sendiri atapun orang lain.

Ignatius S.Suhendra - November 30, 2015 Reply

Ingin sih berubah, namun apa daya modal gak punya.
ditawarin sih modal dari Bank tapi provisi 1 % saja udah bikin keder.
belum bayar bunga dan pokok.
apa yg ingin dibuat ada sih, tapi selain terbatas modal masih takut kalau gak laku dijual.
pokoknya takut dan khawatir dan itung itung itung bayar gaji karyawan,bayar tempat sewa, bayar perkakas, bayar ini bayar itu…..kederrrrrrrr.
piye jal?????

Aku sudah pernah menjalani usaha lele….. laku sih laku namun lebih cepat keluar untuk ini itu daripada incomenya.
Aku sudah pernah menanam 2000 pisang cavendish dan pisang raja……. tapi hasilnya mengecewakan. pisang satu tundun isi sekitar 9-10 sisir pisang ditebas Rp15.000 padahal kalau kita beli di pasar Rp15.000 adl harga satu sisir pisang. tapi kok gak bisa kita jual langsung ke pasar……… bisanya ke tengkulak keliling kebon.
Aku sudah pernah mencoba kulakan mete glondong sebanyak 2.000 , tapi rugi.
aku sudah pernah coba kupas mete agar bisa jual mete kupas lebih mahal….kok ya kena serangan kutu bubuk, mete rusak dan berbau penguk……
aku sudah pernah coba ini coba itu……..
banyak yg sudah aku pernah kerjakan……

1. Sekarang saat ini baru nyoba bikin rangkaian hidroponik. entah bisa laku atau gak……
soalnya waktu kulakan bahan2 pralon saja sudah ratusan ribu…. bisa gak laku satu rangkaian Rp750.000????? apa ada yg mau beli???? entahlah…. sementara biar untuk hobi saja.
2. Sekarang jual bibit sayur saja Rp3000/pak kecil ya persiapan untuk ditanam di rangkaian hidroponik………ada sawi slada bayam lombok kangkung pokok ada 20 macam sayuran deh. biar rame.
3. Sekarang coba bikin pupuk sendiri……entah laku atau tidak tp wong sudah mau bikin rangkaian hidroponik ya mau tidak mau harus ada pupuknya bukan???? Maka ya buat sendiri pupuk. daripada kulakan pupuk kan mahal…….mending bikin sendiri bukan?????

ign.s.suhendra

    Agus Setiawan - November 30, 2015 Reply

    Mengeluh tidak membawa solusi. Bapak sudah kreatif. Tinggal ditekuni. Life is not fair. Better get used to it – Bill Gates.

Liesie - November 30, 2015 Reply

Ya bener pak… Sy org yg demikian… Pengen tumbuh tp tdk tau arahnya… Merasa bakat terpendam dan berusaha mencari solusinya…

maf'ul Taufiq - November 30, 2015 Reply

Terimakasih pak agus …yg tetap me maintenance spirit saya untuk mencari jalan untuk tetap tumbuh mencapai sukses.

Diana Yunita - December 1, 2015 Reply

Postingan artikel bagus, smoga bs menginspirasi smua orang pelaku bertahan hidup,sblumnya mohon maaf sy mau menanyakan kluar dari bahasan artikel ini,anak saya perempuan umur 11th kelas 6 sd,suka membaca tetapi klo punya hambatan klo lagi baca tiba2 suasana noisy…bising ribet…gag bisa konsen,trus klo baca soal ujian pasti kurang teliti contoh soal matematika dibagi,keliru dng dikali,membaca sesuatu menanggapinya berbeda( atau kurang paham),jadi mustinya ujian dapat bagus,gara2 sepele baca kurang teliti nyesel dapat nilai kurang bagus…kekhawatiran sy jgn2 ini penyakit/ kelainan yg gag bisa sembuh,alhamdulillah sy tau ada seminar di sby(21-11-2015) sy ikut dng anak ,shg menuntun sy untuk mendaftarkan anak sy untuk ikut workshop sby (12-13-2015) dengan harapan masalah yg sy hadapi bisa sdikit banyak terselesaikan,mengingat anak sy mau menghadapi UN, terimakasih Pak Agus sdh membaca curhatan sy,smoga slalu sukses slalu,tetep sehat shg bermanfaat bagi org bnyk.

conny - December 1, 2015 Reply

Terima kasih Bp Agus, Apapun pengalaman atau pengetahuan yang dibagikan, pasti ada nilai yang bisa kita ambil. menurut pendapat saya setiap manusia memiliki talenta sehingga masing-masing memiliki cara sendiri untuk mencapai apa yang menjadi tujuannya. jadi tidak harus satu pola saja.
Bartahan hidup VS Bertumbuh. itu pilihan. dan mana yang lebih baik ? tergantung pada pribadi masing – masing.
Apapun yang kita lakukan dan pilih, sepanjang kita tahu tujuannya, melakukan dengan cara yang baik, tidak merugikan orang lain akan lebih baik lagi kalau bermanfaat untuk orang lain. itu oke oke saja.
Karena kadang orang rajin membaca hanya baca saja, untuk tambah ilmu berdebat,berargumentasi, menasehati dan berdalih. cenderung malas. kerjanya baca saja tidak bisa melakukan apa-apa. semua di kritik…. mesti begini lah – begitu lah karena sesuai dengan yang di pelajari dari buku. jadi kepinteran sendiri. tapi dia sendiri tidak bisa buat. hanya sebagai komentator, seperti penonton sepak bola he..he… maaf ini hanya pendapat saya saja.
Tidak penting seberapa banyak pengetahuan yang kita pelajari, yang paling penting apa yang kita pelajari dapat kita lakukan dengan baik.

Dedi Tualeka - December 1, 2015 Reply

Wake up call itu pasti terjadi karena kita manusia terkadang lalai. Namun yg penting adalah bagaimana kita selalu positif dan selalu mencari cara dan upaya atas masalah atau tantangan yg datang. Masalahnya kita selalu berpikiran negatif terhadap perubahan. Kita selalu mencari jalan pintas atau mencari kambing hitam atas semua masalah yg datang. Akhirnya mental kita menjadi oranh yg ydk suka tantangan, orang yg anti perubahan. Mana ada situasi di dunia ini dimana kita akan berada di zona nyaman setiap saat.
Saya sangat tertarik dengan program bacakilat ini dimana diharapkan ototmatisaai atas informaai yg telah kita masukkan ke PBS kita suatu waktu akan memerintahkan otak kita utk berbuat. Semoga dengan banyak membaca kita menjadi lebih terbuka, lebih positif dan lebih tumbuh berkembang menyikapi tantngan yg ada.

Mila Jamilah - December 1, 2015 Reply

Sepertinya wake up call itu sedang menyentil saya saat ini, beruntung bisa bertemu dengan Bp. dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Semoga menjadi sebuah permulaan yang baik.

alimuddin - December 2, 2015 Reply

sama seperti dilema saya pak

Muhammad - December 2, 2015 Reply

Terimakasih atas kiriman artikel yang Bapak kirim buat saya sungguh banyak manfaatnya apa yang tercantum di dalamnya sumua benar semua mencari uang tapi sayang tidak pernah didapatnya karena bukan ilmu untuk mecari uang yang dipelajarinya lebih dahulu sehingga pekerjaan menjadi siya-siya

darwin - December 3, 2015 Reply

Dear Pak Agus, Selamat Pagi.

Saya melihat ada kondisi dimana posisi “masih” tetap di comfort zone, itu menurut saya tidak serta merta “nyaman” dengan yang sudah diharapkan/terpenuhi. Tetapi, ada situasi “tersandra” seseorang akan memenuhi kebutuhan yang tidak bisa ditunda dalam waktu tertentu, sehingga dengan stay di zona nyaman itu menjadi “keharusan” satu keputusan yang harus diambil.

Resiko dari makan enak untuk kurang enak sementara waktu mungkin tidak menjadi masalah, atau yang harus makan 3x sehari menjadi 2x sehari mungkin tidak jadi masalah.

Tetapi jika misalnya keharusan dalam membiayai sekolah anak yang tidak bisa ditunda, sehingga bertahanlah seseorang itu di zona nyaman untuk memenuhi kebutuhan yang “tersandra”, sehingga kapan akan bertumbuh, gimana memasuki pintu peluang bertumbuh?

    Agus Setiawan - December 3, 2015 Reply

    Setuju pak. Tersandra dalam situasi juga merupakan pilihan. Kita bisa membangun kesadaran yang lebih baik. Lebih tinggi dengan kita bertumbuh, sehingga tidak tersandera di posisi sulit tertentu.

sida - December 5, 2015 Reply

bagus..bagus..bagus…sekali artikel nya..
sy stuju dngn pndpat anda untuk bsa berthn hdup kt mmng tdk hanya bisa brpangku tngan.. sperti yg d ktakan Albert Einstein” hidup it seperti naik sepeda, agar tetap seimbang kamu harus tetap bergerak”.dngn mmbca tdk hnya akn mnmbah wwasan tpi juga bsa menghendle diri kita agr tdak kluar dri zona nyamn yg aman dlm dri kta.

Nuryadi - December 5, 2015 Reply

Sangat inspiratif dan memotivasi untuk tumbuh dan keluar dari zona nyaman

kaoru - December 6, 2015 Reply

saya setuju dengan artikel ini.
membeli dan foto selfie bersama buku yang kita beli memang hanya membuat kesan hebat. namun tidak benar-benar hebat.
mengikuti training pelatihan pengembangan diri yang harganya mahal juga belum tentu membuat kita benar-benar berubah kearah yang lebih positif.
semua tergantung keputusan dan keiklasan kita untuk berubah.
terimakasih sudah mau memposting dan mefollowUp lewat email ..bener-bener niat bgt membuat orang sadar harus memiliki hobby membaca… I Like Your way pak 🙂

Dodik Satriya Jaya - December 7, 2015 Reply

Sangt setuju dengan pendapat Anda P.Agus.
Menurut pengalaman yang sy alami, dengan membaca buku kemudian sy terapkan apa yang ada di dlm buku yang sy baca, seakan ada tantangan baru yang saya rasakan. terkadang secara tidak sengaja setelah membaca bukua adak kejadian yang tak terduga terjadi. sehingga sebelum bertinda serasa ada yang mengingatkan sy untuk berhati hati dalam bertindak.

Muhijaty Tuanaya - December 11, 2015 Reply

Sy sgt setuju, waktu berjalan beriringan dgn teknologi dan efeknya sangat cepat mempengaruhi kita, terutama anak2 kita. Sy merasa tertantang utk harus mampu mengikutinya, tumbuh dan berkembangan dgn akar yg kuat mengikuti perubahan itu agar sy mampu mendampingi anak2 sebagai contoh yg baik dan kelak mereka akan lebih hebat drpd orang tuanya. Aamiin YRA.

Ahmad solihin - December 13, 2015 Reply

Setuju Pak… Dari tulisan Bapak sy mdpt “wake up call” dari rutinitas yang melenakan saya… Sbg manusia memang kita harus keep on moving dan terus berubah … Krn yang abadi di dunia ini adalah perubahan itu sendiri

elys - April 4, 2016 Reply

Setuju dengan apa yang bapak tulis,
sungguh sangat menyadarkan dan mengingatkan bagi saya …kata “wake up call” mengingatkan saya untuk mendewasakan , memantaskan serta memperbesar wadah diri sebelum alam yang akan melakukannya, karna hal itu dapat terjadi saat kita siap ataupun tidak , dan tentunya akan tidak nyaman untuk dijalani….

    Agus Setiawan - April 13, 2016 Reply

    Pastinya Elys. Banyak orang lebih suka berubah ketika dipaksa dari lingkungan bukan karena kesadaran mereka sendiri 😀

DyDac - June 18, 2016 Reply

Artikel yang menarik.. Terimakasih

Tri Setiawan - January 6, 2017 Reply

Jika menjalani hidup hanya sekedar untuk bertahan hidup maka bagai pohon yang tak berbuah artinya jangankan bermanfaat bagi orang lain untuk diri sendiri dan keluarga saja mungkin jauh sementara hidup kita ini akan ada manfaatnya jika hidup kita bisa bermanfaat bagi orang lain

Merlyn - January 26, 2017 Reply

Bisa tau no tlp pak agus ..saya tertarik dengan baca kilat

Teuku zulhelmi - March 2, 2017 Reply

Pak maaf mau nanya ne kenapa ya saya tidak bisa mendownload ebook 7 cara membaca efektif?

Teuku zulhelmi - March 4, 2017 Reply

Maaf pak saya masih blum ngerti. Maksudnya gimana ya pak?

Teuku zulhelmi - March 5, 2017 Reply

Oh pak maaf saya baru ngerti. Saya blum dpat email apa2 ketika saya mendaftar di laman ebook 7 cara membaca efektif. tapi linknya mercusuarnya muncul ketika saya mendaftar lalu saya tekan tombol “kirimkan ebook saya” yang ada di laman ini pak http://bacakilat.com/7-langkah-membaca-efektif/

Leave a Comment: