Cara Mudah Mengingat Materi Pelajaran di Luar Kepala (Cocok untuk Anak SMA)

Salah satu masalah yang sering terjadi berkaitan dengan belajar yakni anak lupa dengan materi yang telah dipelajarinya. Mereka lupa dengan materi yang baru dipelajari kemarin. Padahal sebelumnya, mereka tampak paham dan hafal materi tersebut di luar kepala.

Masalah itu menyebabkan seolah kegiatan belajar sia-sia dan hanya membuang waktu. Mereka belajar satu materi tertentu, lantas mempelajari hal lainnya dan lupa dengan materi yang telah lalu. Begitu seterusnya.

Pertanyaannya, apakah masalah seperti itu wajar? Apakah memang sudah dari sononya yang namanya belajar, ya, selalu seperti itu.

Jawabannya, tentu saja tidak! Senantiasa ada cara untuk mengatasi masalah itu. Para pakar bahkan menemukan bukan hanya satu, namun banyak cara yang dapat diterapkan untuk memecahkan masalah itu.

Nah, pada artikel sebelumnya, penulis telah menjelaskan salah satu cara belajar yang efektif, yakni dengan menguji pemahaman anak atas materi yang telah ia pelajari. Dalam artikel itu, dijelaskan bahwa ujian/tes merupakan cara yang efektif dalam belajar karena dengan tes, anak didorong untuk mengoreksi pemahamannya.

Dalam artikel ini, penulis akan menjelaskan kepada Anda cara mudah mengingat materi pelajaran yang telah lalu. Cara ini merupakan turunan dari cara yang telah penulis sampaikan pada artikel sebelumnya. Jika cara yang penulis paparkan pada artikel sebelumnya berupa pengujian terhadap pemahaman anak, dalam artikel ini, cara itu adalah bentuk pengujian/latihan soal yang efektif sedemikian sehingga anak ingat materi pelajaran dalam waktu yang lama.

Berdasarkan temuan para pakar, cara ini terbukti ampuh dalam membantu anak menghafal materi pelajaran di luar kepala.

Sekarang, cara apakah itu? Cara itu lazim disebut interleaved practice.

Anda ingin tahu apa itu interleaved practice dan bagaimana menerapkannya? Yuk, langsung saja kita simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu interleaved practice?

Robert Bjork (direktur UCLA Learning and Forgetting Lab), penemu konsep ini menggambarkan interleaved practice sebagai bentuk latihan/tes di mana soal latihan dibuat acak. Sebagai contoh, jika materi pelajaran matematika kelas 3 SMA terdiri dari 4 bagian (misalnya A,B,C, dan D), maka Anda dapat menyusun interleaved practice sebagai berikut: ABCDABCDABCD atau ABCDBCDACDB.

Jika biasanya anak Anda mengerjakan latihan soal berturut-turut dari bagian A, dilanjut bagian B, bagian C, D dan seterusnya, dalam interleaved practice, anak Anda mengerjakan latihan soal secara acak, seperti dari bagian A, dilanjut D, dilanjut bagian B, dilanjut ke C.

Bagaimana prinsip kerja interleaved practice?

Mungkin, Anda ragu, apakah cara di atas (interleaved practice) efektif atau justru menghambat kemajuan belajar anak.

Meskipun mekanisme kerjanya belum diketahui secara pasti, interleaved practice terbukti ampuh membantu anak mengingat materi pelajaran di luar kepala.

Salah satu penjelasan yang memadai mengapa interleaved practice ampuh dapat digambarkan lewat ilustrasi berikut.

 

Andaikanlah anak belajar bab 1 matematika kelas 3 SMA. Bab 1 matematika kelas 3 SMA terdiri dari 5 bagian.

Nah, cara anak menghapal kelima bagian itu ada dua. Cara yang pertama yaitu, anak mempelajari bagian satu persatu.

Andaikan, waktu belajar anak setiap harinya adalah 60 menit. Dengan cara di atas, hari pertama (selama 60 menit) dihabiskan untuk mengerjakan latihan soal bagian 1; Hari kedua dihabiskan untuk mengerjakan latihan soal bagian 2; Hari ke-3 dihabiskan untuk mengerjakan latihan soal bagian 3. Dan seterusnya.

Dengan 5 bagian yang dipelajari, total waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari semuanya adalah 60 menit x 5 hari = 300 menit.

Dengan cara di atas, yang sering terjadi yaitu, pada hari ke-2, anak lupa dengan materi yang sudah ia pelajari di hari pertama. Demikian juga, pada hari ke 3, ia lupa dengan materi yang sudah ia pelajari di hari 1 dan 2. Begitu seterusnya.

Cara yang kedua yaitu dengan mengerjakan soal latihan secara acak.

Andaikan, waktu belajar anak setiap harinya adalah 60 menit. Dengan cara yang kedua, di hari pertama (selama 60 menit) anak mempelajari kelima bagian sekaligus. Selanjutnya, hari ke-2 ia habiskan untuk mengerjakan latihan soal yang terdiri dari 5 bagian itu. Demikian juga dengan hari ke-3, ke-4, dan ke-5, ia habiskan untuk mengerjakan latihan soal yang terdiri dari 5 bagian itu.

Dengan cara di atas, total waktu belajar selama 5 hari adalah 60 menit x 5 hari = 300 menit, sama dengan waktu yang dibutuhkan pada cara pertama. Namun demikian, dengan cara yang kedua, anak hapal kelima bagian itu di luar kepala. Mengapa demikian? Karena, ia mengulang kelima bagian itu setiap hari. Selain itu, ia jauh lebih paham keseluruhan materi bab 1. Alasannya, ia mempelajari tiap-tiap bagian sebagai satu kesatuan yang utuh, tidak terisolasi antara satu bagian dengan bagian lainnya.

Dengan mempelajarinya sebagai satu kesatuan utuh, maka ia mengetahui hubungan antarbagian. Dan, saat ia mengetahui hubungan antarbagian, anak mampu menerapkan bagian 1 untuk menyelesaikan soal bagian kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Demikian sebaliknya, ia mampu menerapkan bagian 3 untuk mengerjakan soal bagian 1, 2, 4, dan 5.

Pada gilirannya, semakin anak paham, maka semakin mudah baginya untuk mengingat materi yang ia pelajari.

Cara mudah mengingat materi pelajaran dengan interleaved practice

Setelah menyimak penjelasan di atas, bagaimana menurut Anda? Percayakah Anda interleaved practice mampu membantu anak Anda mengingat materi pelajaran di luar kepala?

Sekarang, saatnya untuk mengurai bagaimana menerapkan cara itu demi kemajuan belajar anak Anda.

Berikut ini contoh penerapan interleaved practice dalam pembelajaran (diambil dari situs hubpages.com).

Dalam contoh itu, andaikanlah, pada bab 1 matematika kelas 3 SMA, ada 4 bagian yang perlu dipelajari, yakni bagian A, B, C, dan D. Nah, berikut ini bentuk interleaved practice-nya.

Bagian yang dibuat latihan Waktu
A 5 menit
B 5 menit
C 5 menit
D 5 menit
C 5 menit
B 5 menit
A 5 menit
D 5 menit
B 5 menit
A 5 menit
D 5 menit
C 5 menit
Total waktu belajar 60 menit

Pada tabel di atas, 4 sesi pertama digunakan untuk mempelajari bagian A, B, C, dan D secara berurutan. Pada sesi berikutnya, anak mengerjakan latihan yang mencakup soal bagian A, B, C, dan D secara acak.

Dengan cara di atas, anak tetap ingat bagian A ketika ia beranjak mempelajari bagian B. Demikian juga, saat ia beranjak mempelajari bagian D, ia tidak lupa materi di bagian A, B, dan C. Mengapa demikian? Karena, ia terus mengulang masing-masing bagian.

Pertanyaannya, bagaimana jika prosedur belajar di sekolah menyarankan agar anak mempelajari bagian pertama dulu dan mengesampingkan bagian lainnya? Artinya, anak diimbau untuk mempelajari materi setahap demi setahap?

Dengan mempertimbangkan pendapat para pakar mengenai interleaved practice, tidak ada salahnya untuk mencoba menerapkannya untuk membantu anak Anda mengingat materi pelajaran.

About the Author

Agus Setiawan adalah Founder dari sistem Bacakilat. Bacakilat pertama kali diajarkan di tahun 2009. Dan terus berkembang melaui proses penelitian, pembelajaran dan uji coba ke dalam tim Bacakilat. Dari Bacakilat 1.0 berkembang sampai sekarang Bacakilat 3.0 yang merupakan pendekatan termudah untuk menguasai Bacakilat.

Leave a Reply 0 comments

Leave a Reply: