Cara Paling Mudah Meningkatkan Kecepatan Membaca

SPEED READING

Dunia semakin dinamis. Arus informasi bergulir semakin cepat. Apa yang harus kita kemarin terpaksa terabaikan karena ada yang harus dibaca lagi untuk hari ini. Buku yang kemarin belum selesai, sudah ada judul buku lain yang menanti. Koran kemarin belum tuntas, sudah terbit lagi hari ini. Begitu terus polanya setiap harI. Email-email yang belum sempat terbalas. Keputusa-keputusan yang harus segera dibuat. Kita perlu teknik membaca yang lebih cepat.

Agar bisa semakin produktif, Anda mau tidak mau akan memiliki daftar bacaan yang harus dituntaskan. Ada banyak keahlian yang harus Anda taklukkan. Tak cukup hanya baca 1-2 sumber. Kebutuhan kita terhadap bacaan bermutu semakin mendesak. Hal ini berbanding lurus dengan kebutuhan untuk membaca cepat.

Tujuan awal keteraampilan membaca cepat adalah agar kita dapat membaca secara efektif dan efisien yaitu mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang relative singkat. Dalam hal ini, yang dipentingkan bukanlah masalah kecepatan dalam membaca melainkan juga tingkat kepahaman terhadap isi bacaan. Percuma dong baca cepat tapi ga dapat ilmunya 🙂

Kita akan menjadi pembaca yang baik jika mampu membaca dengan kecepatan tinggi tetapi juga mampu memahami isi bacaan tersebut. Hal ini akan terwujud manakala kita rain berlatih membaca cepat dengan menggunakan fiksasi dan strategi membaca yang tepat. Dalam hal ini, kita dituntut untuk mengusai ilmu tentang membaca yang wajib diaplikaikan dalam setiap kesempatan membaca. Dengan begitu, kita akan terampil dalam membaca berbagai teks bacaan.

Selain itu, seorang pembaca yang baik bukan hanya pandai membaca cepat, tetapi juga tau kapan ia harus membaca cepat dan kapan ia harus lambat. Hal itu karena suatu bacaan memerlukan tingkat pemahaman yang berbeda saat dibaca. Ada bacaan yang ringan da nada bacaan yang berat.
Menurut Gani dan Semi dalam tulisan mereka di website http://id.forums.wordpress.com, yang dapat mempersingkat setidaknya ada 4 teknik membaca efisien mulai dari yang tercepat sampai yang paling memakan waktu lama. Baca Kilat, Baca Cepat, Baca Studi (Careful Reading), dan Membaca Reflektif.

Tentunya dari 4 teknik membaca tersebut, membaca kilat adalah dambaan kita semua. Kita sedang menuju kesana secara bertahap. Nah, bagi Anda yang masih merasa pemula dan inginmenguasai teknik membaca cepat, tips berikut akan sangat berguna bagi Anda. Jangan lupa dicatat poin-poin pentingnya ya 🙂

1. Biasakan untuk membaca pada kelompok-kelompok kata

Hindari membaca kata demi kata
Mata bergerak dari satu titik fiksasi melompat ke titik fiksasi yang lain. Berhenti sejenak lalu melompat ke titik fiksasi berikutnya. Seorang pembaca yang tidak efisien dalam satu fiksasi hanya dapat satu atau dua kata misalnya.

Mata  bergerak   dari   satu   titik   fiksasi   melompat   ke   titik   fiksasi   yang   lain

Lalu, bandingkan dengan teknik yang satu ini. Agar menjadi seorang pembaca efektif, kita harus bisa melatih mata kita untuk tidak membaca kata demi kata namun membaca sekumpulan kata sekaligus seperti di bawah ini

Mata bergerak   dari satu titik fiksasi    melompat ke   titik fiksasi yang lain

Menurut M.F Baradja, seorang dosen bahasa asal Malang dalam bukunya “Kapita Selekta Pengajaran Bahasa” , Membaca cepat tidak hanya memperbaiki prestasi waktu Anda, tetapi juga menambah banyaknya informasi yang dapat diserap oleh pembaca. Hal ini karena pembaca tidak lagi mempunyai kebiasaan membaca kata demi kata.

2. Jangan mengulang-ulang kalimat yang telah dibaca

Kebiasaan umum yang sering menghambat kecepatan membaca adalah bila kita selalu mengulang-ulang apa yang telah dibaca. Biasanya ini akibat tidak dapat memahami kata, frase atau kalimat yang baru dibaca. Kemudian kita mengulang, jelas ini memboroskan waktu.

Terkadang ketika membaca, orang memiliki kebiasaan membaca kembali beberapa kata yang baru saja mereka baca. Atau bahkan mereka mungkin membaca kembali beberapa kalimat sebelumnya. Hal ini mereka lakukan hanya untuk meyakinkan bahwa mereka telah membaca bagian itu dengan benar.

Ketika kita membaca berulang-ulang seperti ini, maka kita tidak hanya memakan banyak waktu. Kita juga kehilangan aliran dan struktur bacaan. Otomatis hal ini akan menurunkan pemahaman kita terhadap keseluruhan bahan bacaan.

3. Jangan selalu berhenti lama di awal baris atau kalimat

Berhentilah agak lama di akhir-akhir bab atau sub bab atau bila ada judul baru. Jika kita selalu berhenti lama di awal baris atau kalimat, maka hal tersebut akan memperlambat kita dalam memperoleh informasi. Ini akan memutuskan hubungan atau makna antar kalimat atau antar paragraf. Kita bisa lupa dengan apa yang baru dibaca.
Selain itu, kebiasaan ini juga dipengaruhi oleh konsentrasi kita ketika membaca. Terkadang, konsentrasi yang buyar membuat kita jadi tidak memahami bacaan dan berhenti terlalu lama di suatu kalimat.

4. Cari kata-kata kunci yang menjadi tanda awal dari adanya gagasan utama sebuah kalimat

Untuk menemukan kata kunci dalam paragraf, kita harus memperhatikan kalimat dengan memadukan 3 kata kunci tersebut. Perhatikanlah kalimat yang ada dalam paragraf yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

• Kata-katanya diulang dalam kalimat lain
• Kata-katanya mendapat pengganti di kalimat lain
• Kalimat yang sama sekali tidak memiliki kata atau frasa transisi
• Nah, kalimat yang memenuhi ketiga ciri tersebut adalah kalimat utama dalam sebuah paragraf.

5. Abaikan saja kata-kata tugas yang sifatnya berulang-ulang misalnya kata-kata seperti yang, di, dari, pada, se dan sebagainya

Hal ini berkaitan erat dengan kemampuan Anda menemukan kalimat koncu atau informasi fokus. Jika kita bisa melatihnya, kita akan terbiasa mengabaikan kata penghubung kurang penting yang sebenarnya hanya sebagai pelengkap/penjelas.

6. Jika dalam penulisan bacaan itu dalam bentuk kolom-kolom kecil (seperti surat kabar) gerak mata bukan ke samping secara horizontal tetapi ke bawah.

Arahkan pandangan bola mata ke bawah lurus.

Menurut Dalman dalam bukunya yang berjudul “Kemampuan Memahami Informasi Fokus Terhadap Teks Bacaab Buku Ajar Bahasa Indonesia, dengan mata yang bergerak ke bawah maka kita akan lebih cepat menyelesaikan bacaan dan lebih cepat memahami isinya.

7. Anggaplah judul dan sub-judul dalam bahan bacaan itu sebagai pertanyaan yang perlu Anda jawab.

Ubahlah judul atau sub-judul itu menjadi kalimat Tanya dan carilah jawabannya dalam teks yang berada di bawah judul atau sub-judul itu. Cara ini akan membuat Anda semakin fokus dan mempecepat cara membaca Anda.

Selain 7 teknik di atas, ada beberapa prinsip yang harus kita pelajari agar kemampuan membaca cepat bisa segera dan selamanya menyatu dalam diri.

• Kita harus tau hakikat membaca. Apa tujuan membaca bagi Anda. mengapa Anda harus membaca?
• Kita juga harus mulai untuk mengetahui cara mengukur kecepatan membaca
• Setelah mengukur tingkat kecepatan, kita juga perlu mengukur tingkat pemahaman
• Mengetahui dan menerapkan metode dan teknik pengembangan kecepatan membaca
• Mengetahui faktor-faktor secara tak sadar yang menghambat kecepatan membaca
• Kita juga harus mengetahui bermacam-macam variasi kecepatan membaca. Hal ini erat kaitannya dengan mengukur kecepatan membaca kita
• Kita perlu menganggap membaca sebagau sebuah kebutuhan
• Membaca tidak hanya satu jenis bacaan, tetapi mencoba beragam jenis bacaan sehingga kita kaya rasa dan selera 🙂

Bagaimana tekniknya? Lumayan mudah untuk dipraktekkan kan? Selamat mencoba ya… Kami tunggu komentar Anda di bawah 🙂

About the Author

Leave a Reply 9 comments

Abdul Kadir Tomadina - September 14, 2015 Reply

Trimakasih, atas ilmu yang barusan sy dapat.

    Agus Setiawan
    Agus Setiawan - October 27, 2015 Reply

    Sama2 Pak Abdul Kadir
    Terimakasih telah mau berkunjung dan memberi komentar

Shinta Rosmelati - November 22, 2015 Reply

Makasih atas ilmu yang udh diberikan ☺

faisal - September 30, 2016 Reply

sudah baca tapi masih kurang faham

    Agus Setiawan
    Agus Setiawan - July 26, 2018 Reply

    Bagian yang mana yang kurang paham, Pak Faisal?

Syarifudin - February 15, 2017 Reply

Sudah selsei dibaca dan beriusah untukempercepat bacaan dan memahaminya tetapi masih ada kesulitan untuk dapat menyeimbangkan antara bacaan dan pemahaman…

    Agus Setiawan
    Agus Setiawan - May 18, 2017 Reply

    Nah, ini karena kita masih menggunakan pikiran sadar kita saja, apa yang bapak alami, itu wajar. Karena itu mulailah menggunakan pikiran dengan tepat. Memanfaatkan bottom up dari pikiran bawah sadar, sehingga kita bisa membaca dengan pemahaman tinggi dalam waktu singkat.

      Muaz Nur - June 3, 2018 Reply

      lantas bagaimana mengaktifkan alam bawah sadar kita ketika membaca. Ketika saya membaca dengan cepat saya sulit untuk memahami isi buku. Tks

Agus Setiawan
Agus Setiawan - July 26, 2018 Reply

Cara untuk mengaktifkan pikiran bawah sadar bisa Bapak pelajari di pelatihan Bacakilat. Dalam pelatihan ini Bapak akan belajar teknik Bacakilat, sebuah teknik membaca yang efektif yang melibatkan baik pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.

Dengan teknik ini, membaca menjadi lebih cepat, mudah paham isinya, bisa mendapatkan 100% tujuan membaca Bapak, dan bisa mengingat isi buku yang sudah dibaca dengan mudah kapan pun Bapak membutuhkannya.

Untuk mengakses pelatihannya, silakan Bapak kunjungi halaman berikut ini: http://onlinecourse.id/course/bacakilat-home-study-course/

Leave a Reply: