Category Archives for "Uncategorized"

Pembajakan Amygdala

Pembajakan Amygdala adalah istilah yang disampaikan oleh Daniel Goleman. Dimana menggambarkan situasi yang mengharuskan kita memberikan respons yang cepat dan sering kali emosional dan kita sesali.
Setiap informasi yang masuk melalui indera kita, perlu menjalani proses yang panjang (walau dalam waktu yang sangat singkat) sampai informasi itu bisa memicu otot apa yang perlu digerakkan. Namun ia juga memiliki jalur pendek yang secara otomatis akan diambil dalam situasi kita harus memberikan respons tanpa berpikir. 

Respons ini sangat baik untuk menjaga kita dari marabahaya. Terkena api, misalnya, tentu sangat tidak bijak jika memberikan respons otot menarik tangan yang dijilat lidah api harus melewati jaringan saraf yang panjang itu. Ini adalah respon untuk lari dari situasi bahaya. 

Namun, dalam situasi lain, di mana kita sedang kewalahan, yang mana secara emosional kita sudah tidak bisa mentoleransi, kita bisa melakukan hal yang bisa memberikan penyesalan. Kita meresponse untuk melindungi diri dengan metode lawan atau lari atau menyerah.

Sebagai contoh, karir dari pesepak bola yang selalu membuat saya terpukau, Zinedine Zidane, di pertandingan final, karena kewalahan dari sisi emosional, membuatnya menanduk pemain lain yang akhirnya merusak karirnya. Dalam situasi itu dia tanpa berpikir memberikan respons lawan. 

Dalam proses belajar, sering kali kita membanjiri pikiran kita dengan pemikiran-pemikiran yang tidak mendukung. Buah pikir-buah pikir yang justru menghambat atau menarik kita ke arah yang berlawanan dari tujuan kita. 

Menumbuhkan kecemasan, takut tidak bisa, merasa keluar dari zona nyaman dan mebuat Anda merasa tidak familiar, merasa panik dan tidak memiliki kendali, yang mana membuat otak kita berhenti bekerja dengan optimal. 

Anda sudah belajar dengan giat di rumah, sudah menguasai pelajarannya — menurut Anda– dan ketika sampai di bangku ujian, ketegangan muncul, rasa takut, cemas, grogi dan emosi negatif lainnya membanjiri pikiran Anda. Lalu semua yang Anda pelajari seolah melayang dan tak berbekas dalam pikiran Anda. Anda tidak bisa memberikan respons lawan atau lari dalam situasi ini. Akhirnya Anda menyerah, blank. Tanpa bisa menjawab soal ujian, ditambah lagi kepanikan semakin melanda karena waktu semakin sedikit untuk menyelesaikan soal ujian.

Lucunya, ketika ujian selesai, di mana semua masa ketegangan Anda sudah lewat, Anda pun pasrah (mungkin putus asa dan merelakan apa yang sudah berlalu). 

Tiba-tiba jawaban dari soal ujian pun gentayangan di layar mental Anda seolah menertawakan Anda. Ini adalah salah satu contoh kondisi yang disebut dengan pembajakan amygdala.

Jadi emosi negatif, selftalk yang tidak mendukung, yang memunculkan lebih banyak emosi negatif yang membanjiri pikiran akan membajak potensi otak kita yang luar biasa. 

Salah satu cara yang sudah bisa kita manfaatkan adalah kondisi genius. Dengan kondisi genius, kita membuat diri kita tenang dan kerja otak pun kembali optimal. Kita membuka gerbang antara sadar dan bawah sadar sehingga informasi dari luar bisa masuk leluasa–kita bisa belajar cepat– dan kita bisa mendapatkan jawaban, bottom up, dari bawah sadar dengan mudah pula.

Kita juga bisa meningkatkan kepercayaam diri dengan mengubah state tubuh kita. Memodel state yang penuh percaya diri dan tenang.

Masih banyak cara lain yang bisa kita gunakan. Menurut Anda, apa lagi cara yang bisa kita gunakan untuk membuat diri kita terhindar dari pembajakan amygdala itu? Sampaikan pendapat Anda di bawah. Love to get your perspective. 

Why I am Here

10507003_779831828703570_2505892243770723982_o

 Sampai dengan tahun 2015 ini saya telah menyebarkan virus  membaca ke lebih dari 9895 orang dalam berbagai seminar  yang saya bawakan dimulai dari Bacakilat, The Art of Reading  (buku kedua saya), Seminar Read & Grow Rich dan sejak tahun  ini saya membawakan Seminar Bacakilat 2.0 yang merupakan Upgrade yang membuat bacakilat lebih mudah untuk di terapkan. Dan Anda bisa mendapatkan bukunya dalam tahun ini.

Mengapa Saya Memilih Menyebarkan Virus Membaca?

Bergerak dari visi saya ingin “Membangun Indonesia dengan Membaca” dan Misi “Membantu satu juta orang membaca Efektif”.

Saya ingin semakin banyak orang memiliki fondasi belajar yang baik. Kemampuan belajar yang baik dan mendapatkan materi belajar menuju sukses yang semakin baik.

Perjalanan saya 7 tahun di bacakilat adalah rekreasi yang luar biasa. Saya menjalani hal yang saya senangi. Saya belajar terus menenerus. Saya berbagi terus menerus dan melihat orang-orang semakin maju dan bahagia.

Pertengahan tahun 2013 lalu saya mulai menjalankan salah satu ide yang sejak 2012 lalu yaitu membuat sesuatu yang bisa membangun kebiasaan membaca dengan mudah.

Muncullah Aquarius Note. Saat ini Aquarius Note sudah ada 8 Paket. Apakah Anda sudah menjadi bagian dari membangun kebiasaan membaca?

Tahun 2014 saya juga telah mengeluarkan Bacakilat Home study Course dimana, Anda bisa belajar di manapun Anda berada, lewat modul, Audio & video eye view yang sudah saya rekam khusus.

Dan Tahun 2014 saya juga membantu Perpustakaan Indonesia dalam pembuatan Grand Design Kegemaran Membaca. Senangnya bisa berbagi 🙂

Untuk itulah di bulan ini, bulan ulang tahun saya, saya sangat ingin berbagi bersama Anda.

Silakan tinggalkan komentar Anda, maka saya akan memberikan “Sesuatu” yang spesial untuk Anda!

Mengapa Berubah Itu Sulit?

r1067140_12560361Hampir setiap orang yang saya temui dalam perjalanan kehidupan saya, baik pribadi, sebagai trainer maupun terapis, mengatakan ingin mengubah kehidupannya lebih baik. Apakah itu dari sisi karier, penghasilan, relasi, bentuk tubuh sampai kesehatan.

Apakah Anda ingin sukses? Setiap orang normal mestinya menjawab iya, hanya bergantung aspek mana yang menjadi fokus definisi kesuksesannya. Sangat sedikit orang yang tidak menemukan ada aspek kehidupan yang ingin mereka tingkatkan.

Sementara kebanyakan orang merasa terlampau sulit, jika bukan tidak mungkin, untuk melakukan sebuah perubahan, ternyata berhasil mewujudkan apa yang mereka inginkan. Pertanyaannya adalah apa yang diperlukan untuk membuat kita bisa menyadari potensi penuh kita? Mengapa terkadang kita berhasil, terkadang malah mendapatkan hasil yang mengecewakan?

Dalam dunia pengembangan diri, para pakar mengatakan hal yang serupa walau tidak dengan bahasa yang sama. Semuanya mengatakan ada kekuatan yang lebih besar dari yang bisa kita sadari yang menentukan sukses kita. Atau kebiasaan yang tertanam di pikiran bawah sadar. Semuanya mengacu pada kekuatan pikiran bawah sadar.

Jadi ada sebenarnya perubahan itu?

Ide sebuah perubahan sebenarnya sederhana. Bagi sebagian orang, perubahan adalah hal yang berhubungan dengan materi yang lebih baik. Kesejahteraan yang lebih baik. Kekayaan, uang. Jadi perubahan yang lebih baik itu berarti lebih banyak kekayaan dan uang bukan? Ternyata bukan demikian, Uang hanyalah simbol dari keberhasilan kita melakukan perubahan itu.

Mengapa perubahan menjadi sulit walau sangat diinginkan? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini. Mari kita lihat satu per satu.

Keyakinan yang Bertentangan

Sebagai ilustrasi, mari kita lihat contoh berikut. Si Badu ingin menjadi kaya. Sehingga ia memiliki kebebasan untuk membeli dan melakukan apapun yang ia impikan dari dulu. Namun, ada program lain dalam pikiran bawah sadarnya yang mengatakan orang kaya itu jahat, korupsi, menindas yang lemah. Dengan dua program yang bertentangan ini perubahan yang ia inginkan tentu terhambat dan tidak terwujud.

Keyakinan yang bertentangan terjadi hampir dalam setiap orang. Tandanya adalah menggunakan kata: “Tapi…” Setiap kali kita menyadari diri sedang menggunakan kata “Tapi…” maka tuliskan keyakinan yang bertentangan itu. Membangun kejelasan pada sebuah masalah akan membantu kita menyelesaikannya dengan mudah.

Berubah berarti melepaskan sesuatu

Mudah untuk menyadari sulitnya perubahan, apalagi makna berubah adalah melepaskan sesuatu dalam diri atau kehidupan. Sesuatu itu bisa jadi hal yang menahan kita, program yang bertentangan, yang sudah begitu terpatri di pikiran bawah sadar.

Melepaskan sesuatu, seperti ingin berhenti merokok itu tidak mudah. Karena prgram merokok itu tidak hanya berdiri sendiri, tetapi ada sokongan dari 10,20 atau mungkin 30 program yang mendukung untuk tetap merokok. Dorongan untuk berhenti merokok seringkali kalah.

Pemrograman pikiran bawah sadar

Sadar atau tidak, seringnya tidak, kita diprogram oleh lingkungan. Oleh keluarga, teman, sekolah, masyarakat, iklan, yang menanamkan program yang halus, yang tidak bisa kita sadari dalam keadaan normal. Nilai-nilai merasa kekurangan, merasa tidak mampu, selapis demi selapis tertanam dalam bawah sadar. Sehingga sampai suatu hari sudah begitu kuat dan sulit untuk melepaskannya.

Seberapa sering Anda (mungkin) pernah mengatakan pada diri sendiri: Saya tidak bisa. Itu tidak akan berhasil untuk saya. Kamu tidak cukup tua. Kamu terlalu muda. Kamu bodoh. Kamu enggak bakal bisa.

Umumnya program yang masuk ke pikiran bawah sadar adalah program yang negatif. Mari kita analogikan pikiran kita seperti sebuah kebun. Jika kita tidak menanamkan tanaman yang kita inginkan di kebun maka ilalang lah yang akan tumbuh. Sekeliling kita sudah banyak sekali benih-benih negatif yang siap tumbuh setiap saat. Memprogram, mendengarkan, membaca buku yang positif dalam pikiran kita adalah hal penting dalam melakukan perubahan.

Apa yang kita tanyakan pada diri kita sendiri saat kita melakukan kesalahan yang seharusnya tidak terjadi? Kita umumnya bertanya, mengapa saya begitu bodoh sampai kesalahan itu terjadi? Lalu apa yang terjadi jika kita melontarkan pertanyaan semacam itu? Ya, pikiran bawah sadar kita menjawab dengan jawaban yang menegaskan keburukan dan kebodohan kita. Dan ia semakin memperkuat program negatif yang sudah ada dalam diri.

Bertanyalah dengan pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan program positif dari pikiran bawah sadar. Contohnya, Mengapa saya sangat mudah bangkit dari kesalahan dan selalu mendapatkan hasil gemilang? Nah, coba tanyakan dan apa jawaban yang muncul di pikiran Anda? Positif dan membangun bukan?

Mekanisme Pertahanan Pikiran

Secara alami, kegagalan sangat tidak menyenangkan. Dan mekanisme pertanyaan pikiran kita adalah mencari nikmat dan menghindari sengsara. Dan di antara dua pilihan tersebut, manusia lebih cenderung melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk menghindari sengsara. Tidak banyak yang mau menerobos sampai mengalami kegagalan demi kegagalan.

Menghabiskan jatah gagal adalah kunci untuk sukses. Membaca kata “jatah gagal” saja sudah mengaktifkan mekanisme petahanan dalam diri kita, dan menimbulkan zona nyaman yang sangat kuat di kondisi saat ini. Ide perubahan pun semakin menghilang dari pikiran.

Bagaimana menurut Anda?

Silakan tinggalkan Komentar Anda di Bawah ini.