Hati-Hati! Penyebab Anda Sulit Konsentrasi saat Membaca Buku Berasal dari dalam Diri Anda!

Seandainya kita membaca lebih banyak buku, tentu kita punya lebih banyak pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman. Kita banyak belajar pengalaman orang lain dari bacaan kita. Banyaknya pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman itu menjadikan peluang kesuksesan kita semakin besar.

Sayangnya, Anda jarang membaca. Sedikit sekali buku yang Anda baca sampai tuntas. Walhasil, pengetahuan Anda bukannya semakin bertambah setiap harinya, malah semakin basi! Di samping itu, sangat sedikit sekali keterampilan yang Anda kuasai. Anda juga sangat minim pengalaman karena tidak pernah mempelajari pengalaman orang lain. Kesemua itu mempersempit kesempatan Anda untuk sukses.

Meskipun Anda paham betul manfaat membaca dan akibat jarang membaca buku, namun tetap saja Anda jarang membaca. Baru mendengar kata “membaca” saja, rasanya sudah malas!

Mengapa bisa begitu?

Karena setiap kali baca buku pasti sulit konsentrasi,” demikian jawab Anda.

Nah, lalu mengapa Anda sulit konsentrasi saat membaca buku? Apa yang menyebabkan Anda sulit konsentrasi?

Apa Penyebab Sulit Konsentrasi saat Membaca Buku?

Seringkali, orang mengira apa yang membuat mereka sulit konsentrasi yaitu faktor luar seperti suara bising, musik yang diputar kencang, peristiwa di sekitar, dan peristiwa yang menarik perhatian mereka. Karena itu, mereka mencari tempat yang sepi untuk melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti belajar, membaca buku, dan bermeditasi. Tujuannya supaya tidak terganggu oleh kebisingan-kebisingan itu.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga punya pemikiran yang sama dengan mereka?

Tetapi, tahukah Anda, ternyata keramaian bukanlah satu-satunya faktor yang mengganggu konsentrasi? Ada faktor-faktor lain yang juga dapat menjadi gangguan konsentasi. Salah satunya yaitu self-consciousness sebagaimana yang penulis jelaskan dalam artikel berjudul Ini Dia Alasan Mengejutkan Anda Susah Konsentrasi! Selain self-consciousness, masih ada faktor lain yang dapat mengganggu konsentrasi Anda.

Itulah mengapa meskipun sudah berada di tempat yang sepi, Anda masih saja sulit konsentrasi.

Dalam artikel ini, penulis akan menyampaikan kepada Anda satu faktor yang mengganggu konsentrasi Anda saat membaca buku. Jika suara bising, keramaian, dan peristiwa yang menarik perhatian Anda merupakan gangguan yang datang dari luar, gangguan konsentrasi yang akan penulis sampaikan kepada Anda ini merupakan gangguan yang datang dari dalam diri Anda.

Apakah itu?

Dia adalah PIKIRAN BAWAH SADAR ANDA!

Bagaimana pikiran bawah sadar membuat Anda sulit konsentrasi saat membaca buku? Penasaran?

Jika begitu, keep reading this article!

Pikiran Sadar, Pikiran Bawah Sadar, dan Cara Kerjanya

Pikiran kita terbagi menjadi dua yaitu pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (subconscious mind).
Pikiran sadar berperan dalam aktivitas berpikir seperti menghitung, memahami bacaan, dan membuat keputusan. Sementara itu, pikiran bawah sadar mirip dengan harddisk komputer. Perannya yaitu menyimpan keyakinan, kebiasaan, dan semua informasi yang diserap oleh pancaindra kita.

Manakala sewaktu-waktu Anda membutuhkan satu dari sekian banyak informasi yang disimpan oleh pikiran bawah sadar Anda, Anda (pikiran sadar Anda) bisa memanggilnya dari pikiran bawah sadar.

Bagaimana pikiran sadar memanggil informasi yang tersimpan di dalam pikiran bawah sadar?

Bayangkan mekanismenya ibarat search engine. Ketika Anda membutuhkan sebuah informasi, katakanlah, Anda ingin mendapatkan informasi tentang meditasi, Anda tinggal mengetikkan kata “meditasi” ke kolom search engine Anda dan tekan Enter. Apabila sebelumnya harddisk Anda sudah menyimpan data tentang meditasi, maka ia akan merespons dengan memunculkan beberapa informasi yang berkaitan dengan meditasi ke layar. Sebaliknya, apabila ia tidak menyimpan data tentang meditasi, maka ke layar Anda, ia akan merespons dengan memunculkan kata, “file not found”.

Nah, cara pikiran sadar memanggil data dari pikiran bawah sadar hampir sama dengan mekanisme di atas. Tetapi, ada sedikit perbedaan. Apa perbedaannya? Jika harddisk hanya bisa merspons permintaan yang dikenalinya dan mengirimkan kata “file not found” terhadap permintaan yang tidak dikenalinya, pikiran bawah sadar merespons semua bentuk permintaan dari pikiran sadar.

Ketika Anda sedang memikirkan sesuatu, katakanlah Anda sedang memikirkan jus jeruk, maka pikiran sadar Andalah yang sedang memikirkannya (memikirkan jus jeruk). Ketika Anda sedang memikirkan kopi hitam, maka pikiran sadar Andalah yang sedang memikirkannya. Sama halnya, ketika Anda sedang membaca buku, maka pikiran sadar Andalah yang membaca informasi dari buku yang Anda baca.

sulit konsentrasi

Nah, ketika pikiran sadar Anda sedang memikirkan sesuatu/sebuah informasi, pikiran bawah sadar tidaklah diam, bergeming. Sebaliknya, ia menganggap hal itu sebagai permintaan yang harus direspons. Dan, karena itulah ia merespons setiap hal yang Anda (pikiran sadar Anda) pikirkan.

Apa bentuk responsnya?

Bentuk responsnya yaitu dengan mengirimkan data yang sama, mirip, atau yang berkaitan dengan informasi tersebut. Ini terjadi jika sebelumnya ia (pikiran bawah sadar) sudah menyimpan informasi yang sama atau berkaitan dengan informasi yang sedang Anda pikirkan.

Bagaimana jadinya jika pikiran bawah sadar tidak menyimpan informasi yang sama atau berkaitan dengan informasi yang sedang Anda (pikiran sadar Anda) pikirkan?

Berbeda dari harddisk komputer yang merespons dengan mengirimkan kata “file not found” ketika file/informasi yang dicari tidak tersimpan di dalamnya, pikiran bawah sadar tetap memberikan respons kepada pikiran sadar Anda. Ingat, ia tidak pernah diam, tidak pernah bergeming! Ia selalu memberikan respons terhadap apapun yang Anda (pikiran sadar Anda) pikirkan. Jika ia tidak menyimpan informasi yang sama atau berkaitan dengan informasi yang sedang Anda pikirkan, maka ia memberikan respons dengan mengirim sembarang data/informasi ke pikiran sadar Anda.

Contoh, Anda sedang memikirkan “meditasi”. Apabila pikiran bawah sadar Anda sudah menyimpan data tentang meditasi, maka ia akan merespons pikiran sadar Anda dengan mengirimkan data “meditasi” atau data yang mirip dan berkaitan dengan meditasi. Sementara itu, apabila sebelumnya ia tidak menyimpan data “meditasi”, maka ia akan tetap memberikan respons ke pikiran sadar Anda, bukan dengan mengirimkan data tentang “meditasi” melainkan sembarang data secara acak. Data itu bisa bermacam rupa, mulai dari mobil, makanan, hingga tempat wisata.

Lalu, apa artinya ini?

Untuk mengetahuinya, yuk, kita simak bab selanjutnya.

Perang antara Dua Kekuatan: Penyebab Anda sulit Konsentrasi saat Membaca Buku

Sebagaimana penulis jelaskan di atas, ketika Anda sedang memikirkan sesuatu, katakanlah Anda sedang memikirkan “otak”, pikiran sadar Andalah yang sedang memikirkannya. Apabila pikiran bawah sadar Anda sudah menyimpan data “otak”, maka ia akan memberikan respons dengan mengirim data-data yang berkaitan dengan “otak” kepada pikiran sadar Anda. Data itu dapat berupa apa saja yang berhubungan dengan “otak” seperti gambaran mental otak manusia, definisi otak, kecerdasan, genius, kanker otak, dan gegar otak. Respons tersebut membantu Anda mengingat dan memahami konsep “otak”. Di samping itu, ia juga membantu memusatkan perhatian Anda pada konsep “otak” dan megesampingkan hal lainnya.

Apabila pikiran bawah sadar tidak menyimpan data “otak”, ia tetap memberikan respons kepada pikiran sadar Anda, yakni dengan mengirimkan sembarang data kepada pikiran sadar secara acak, misal mulai dari ponsel, roti, kopi, banjir, hingga tagihan Anda. Respons itu membuat perhatian Anda terpecah-pecah sehingga Anda tidak dapat berkonsentrasi pada konsep “otak” yang sedang Anda pikirkan.

Sama halnya dengan mekanisme di atas, saat Anda sedang membaca buku, katakanlah Anda sedang membaca buku bertema pengembangan diri, maka pikiran sadar Andalah yang membaca buku tersebut. Atau, dalam kata lain, menyerap informasi dari buku itu. Apabila pikiran bawah sadar Anda sudah menyimpan data-data tentang pengembangan diri seperti yang tertulis di buku tersebut, maka ia memberikan respons kepada pikiran sadar Anda dengan mengirimkan data-data tentang pengembangan diri sebagaimana yang sedang pikiran sadar Anda baca. Respons tersebut membantu Anda mengingat dan memahami konsep-konsep yang Anda baca dengan lebih mudah. Selain itu, ia juga membuat fokus Anda terpusat pada bacaan Anda.

Bagaimana jadinya jika pikiran bawah sadar Anda tidak menyimpan data tentang pengembangan diri? Maka ia tetap memberikan respons kepada pikiran sadar Anda, yakni dengan mengirimkan sembarang data secara acak, misal dari tagihan Anda, biaya sekolah anak, penyakit Anda, rumah, sawah, ponsel, meja, kursi, gelas, dan sebagainya.

Ketidaksinkronan antara data yang diserap dari luar (buku) dengan data yang diserap dari dalam (pikiran bawah sadar) inilah yang membuat Anda sulit konsentrasi. Data acak yang dikirimkan pikiran bawah sadar kepada pikiran sadar membuat perhatian Anda melayang ke sana ke mari, bukan terpusat pada apa yang sedang Anda baca. Terlebih, pikiran sadar Anda senantiasa lebih tertarik kepada data/informasi yang dikirimkan pikiran bawah sadar ketimbang kepada informasi yang datang dari luar (buku).

Jika digambarkan, mekanismenya ibarat PERANG antara dua kekuatan, yaitu PIKIRAN BAWAH SADAR dan BUKU. Keduanya berperang untuk MEMPEREBUTKAN PERHATIAN dari pikiran sadar Anda. Buku berlomba dengan memberikan rangkaian informasi yang tersimpan di dalamnya ke pikiran sadar Anda. Di saat yang sama, pikiran bawah sadar membombardir pikiran sadar Anda dengan data/informasi acak yang tersimpan di dalamnya.

Siapa yang menang? Tentu saja pikiran bawah sadar Anda. Karena, ia merupakan bagian dari diri Anda sendiri, bukan sesuatu yang dipaksakan masuk dari luar. Dan, karena itulah, Anda jadi susah konsentrasi saat membaca buku. Aturannya, Anda (pikiran sadar Anda) menyerap informasi yang datang dari buku yang Anda baca. Tetapi, alih-alih, perhatiannya justru terpusat pada data/informasi acak yang datang dari pikiran bawah sadar.

Nah, demikianlah bagaimana pikiran bawah sadar menjadi faktor yang mengganggu konsentrasi Anda. Demikianlah bagaimana faktor dari dalam diri Anda membuat Anda sulit konsentrasi saat membaca buku.

Ini merupakan sebuah paradoks.

Tahukah Anda di mana letak paradoksnya?

Sebuah Paradoks

Paradoksnya yaitu: tujuan Anda membaca buku adalah untuk memasukkan informasi dari buku yang Anda baca ke pikiran bawah sadar setelah diproses oleh pikiran sadar. Tetapi ternyata agar konsentrasi Anda saat membaca buku/memasukkan informasi dari buku ke pikiran bawah sadar tidak terganggu, pikiran bawah sadar justru lebih dulu harus menyimpan informasi tersebut.

Jadi, Anda membaca buku untuk memasukkan informasi dari buku tersebut ke pikiran bawah sadar. Tetapi, agar bisa konsentrasi saat membaca buku, pikiran bawah sadar Anda harus sudah menyimpan informasi itu sebelumnya.

Aneh, bukan? Tetapi, begitulah kenyataannya.

Lalu, bagaimana jika begitu?

Tidak perlu khawatir! Anda tetap dapat meningkatkan konsentrasi membaca Anda dengan menyelesaikan paradoks tersebut.

Caranya bagaimana?

Selaraskan data/informasi yang datang dari pikiran bawah sadar Anda dengan informasi yang datang dari buku yang sedang Anda baca. Ini artinya, terlebih dulu, Anda memasukkan informasi dari buku yang Anda baca ke pikiran bawah sadar Anda. Barulah setelah itu, Anda memasukkannya ke pikiran sadar Anda untuk diproses secara sadar. Dengan begitu, ketika pikiran sadar Anda memproses informasi tersebut, pikiran bawah sadar memberikan respons dengan mengirimkan data/informasi yang sama dengan informasi itu. Hasilnya, pikiran sadar Anda tidak meyalang ke sana-ke mari. Sebaliknya, ia berfokus pada apa yang sedang dibacanya.

Sampai di sini, Anda paham, bukan?

Sekarang pertanyaannya, bagaimana cara memasukkan informasi dari buku ke pikiran bawah sadar Anda tanpa terlebih dulu diproses oleh pikiran sadar?

Kami sudah menyiapkan sebuah Ebook berjudul 7 Langkah Membaca Efektif yang dapat Anda download secara gratis di sini. Sesuai judulnya, ebook itu berisi 7 langkah yang dapat Anda terapkan saat membaca buku guna memperoleh pemahaman yang sempurna. Dengan menerapkan 7 langkah tersebut, materi bacaan jauh lebih mudah dihapal di luar kepala. Proses membaca pun menjadi jauh lebih cepat, ringan, dan menyenangkan. Anda dapat menguasai materi bacaan lebih cepat dan mudah.

Di samping itu, di dalamnya juga dijelaskan bagaimana cara memasukkan informasi dari buku yang Anda baca ke pikiran bawah sadar tanpa terlebih dulu diproses oleh pikiran sadar sehingga Anda bisa lebih berkonsentrasi saat membaca.

Ayo segera download Ebook 7 Langkah Membaca Efektif dan bersiaplah menjadi master dari semua ilmu yang Anda baca dan pelajari. Bayangkan kesuksesan Anda sudah menunggu di depan mata!

About the Author

Agus Setiawan adalah Founder dari sistem Bacakilat. Bacakilat pertama kali diajarkan di tahun 2009. Dan terus berkembang melaui proses penelitian, pembelajaran dan uji coba ke dalam tim Bacakilat. Dari Bacakilat 1.0 berkembang sampai sekarang Bacakilat 3.0 yang merupakan pendekatan termudah untuk menguasai Bacakilat.

Leave a Reply 2 comments

Syamsi ms - November 1, 2018 Reply

Kenapa saya tidak bisa mendownload ebook 7 langkah membaca efektif?

    Agus Setiawan - November 8, 2018 Reply

    Hai Pak, maaf ebook tersebut sudah tidak tersedia. Sebagai gantinya, bapak bisa akses pelatihan BASIC COURSE BACAKILAT. pelatihan ini berupa video yang bisa Bapak akses secara gratis.

    Di pelatihan ini, bapak akan belajar langkah awal untuk bisa menguasai sistem BACAKILAT, yang akan membantu bapak memahami 100% informasi yang bapak butuhkan dari buku yang bapak baca.

    untuk akses BASIC COUSRE BACAKILAT, silakan klik link berikut ini: http://onlinecourse.id/basic-course-bacakilat/

    Selamat belajar 😀

Leave a Reply: