Jangan Menjadi Pembaca Cepat

Banner-7

20140110-104958.jpg

Menyelesaikan sebuah buku ada keinginan semua pembeli buku. Ingat kembali saat Anda terakhir kali membeli buku. Apa yang ada dalam pikiran Anda? Apakah penuh rasa semangat yang merasa bahwa Anda ingin menghabiskan buku itu? Dan sisi lain dalam diri Anda juga ada perasaan yang halus yang bingung, konflik, tidak berdaya bagaimana mau menyelesaikan buku itu.

Apakah kondisi itu familiar buat Anda? Dan biasanya orang mulai merasionalisasi. “Bisalah, aku akan menyelesaikannya dengan cepat.” Atau “Nanti aku belajar membaca cepat saja”.

Tapi itu bukanlah sebuah solusi. Jika menghabiskan buku dengan cepat menjadi tujuan Anda, Anda akan berakhir dengan menghabiskan buku itu tanpa mendapatkan manfaat yang baik. Tapi membaca biasa dengan lambat juga bukan solusi yang tepat, karena akan menghilangkan momentum dan membuat Anda kehilangan alur pemahaman.

Setelah empat tahun di duni membaca. Membacakilat khususnya, saya sering melihat orang yang menyelesaikan bukunya tapi tidak bisa menjelaskan buku itu, atau menerapkan isi buku itu. Ya, memang kebanyakan dunia saya berkaitan dengan buku pengembangan diri dan manejemen. Jadi memahami dan menerapkan adalah bagian yang penting.

Baca cepat tidak menjadi solusi. Baca lambat apa lagi. Jadi bacakilat? Tidak juga. Artikel ini bukan untuk menunjukkan siapa yang superior. Tapi menunjukkan untuk membaca sebuah buku perlu pendekatan yang Smart, sehingga buku bisa dipahami dalam waktu singkat, bermanfaat langsung kepada pembaca dan bisa mengubah sesuatu dalam kehidupan pembaca.

Ini sudah tahun 2014. Cukuplah kebiasaan Anda di mana hanya membeli buku dan tidak pernah selesai membacanya. Sekarang adalah saatnya memanfaatkan tumpukan buku-buku di rumah Anda untuk meningkatkan kualitas kehidupan Anda dalam aspek kehidupan yang selalu Anda inginkan.

Bagaimana pendekatan yang smart dalam membaca?

Pertama, dimulai dari diri Anda. Apakah Anda memiliki sebuah tujuan yang sangat jelas untuk Anda capai di tahun ini, 3-5 tahun mendatang? Belum, buatlah sekarang juga. Dan pastikan Anda membuat sesuatu yang sangat personal bagi Anda, bukan ikut-ikutan. Karena hal yang ingin Anda capai ini haruslah menginspirasi Anda untuk bertindak dan bertumbuh.

Kedua, jadikan pengembangan diri dan membaca menjadi prioritas Anda. Jim Rohn mengatakan “Bekerjalah lebih keras pada diri Anda sendiri daripada pekerjaan atau bisnis Anda.” Karena jika Anda bertumbuh, pekerjaan dan bisnis Anda bertumbuh. Membaca buku dan mengembangkan diri membuat kapasitas dan wawasan Anda meningkat. Sehingga Anda siap menampung hasil yang lebih besar dari kehidupan ini.

Ketiga, prioritaskan membaca. Jika Anda ridak memrioritaskan membaca, Anda tidak akan pernah punya waktu membaca. Anda akan kalah dengan kegiatan lain.

Keempat, punya tujuan yang jelas apa yang ingin Anda ambil dari buku. Sama seperti hidup. Tanpa tujuan tidak akan membuat Anda ke mana-mana.

Kelima, secara smart ketahui mana yang harus Anda dalami. Jadi membaca tidak sekedar membaca kata demi kata. Tapi secara aktif mengetahui di mana Anda harus mendalami informasi dari buku. Libatkan berpikir kritis atau logika dengan intuisi.

Dalam perjalanan saya di dunia membaca, menggunakan pikiran bawah sadar adalah cara membuat bawah sadar familiar dan bisa melibatkan intuisi dalam proses membaca. Anda semakin cepat memahami, bisa mendapatkan manfaat sesuai tujuan membaca.

Jadi jangan sekedar menjadi seorang pembaca cepat. Jadilah seorang pembaca smart yang memiliki tujuan hidup, terus mau bertumbuh, membaca menjadi prioritas dan lifestyle, selalu membaca buku dengan tujuan, dan menggunakan otak kita secara holistis, logika dan intuisi dalam menyerap dan memahami buku.

Sehingga Anda mencapai pemahaman yang Anda butuhkan untuk pengembangan diri Anda dalam waktu yang relatif singkat.

Ayo Membaca!

Sudah mengikuti bimbingan online bacakilat? Jika belum kunjungi www.bacakilat.com/umum

Banner-7

About the Author

Agus Setiawan adalah Founder dari sistem Bacakilat. Bacakilat pertama kali diajarkan di tahun 2009. Dan terus berkembang melaui proses penelitian, pembelajaran dan uji coba ke dalam tim Bacakilat. Dari Bacakilat 1.0 berkembang sampai sekarang Bacakilat 3.0 yang merupakan pendekatan termudah untuk menguasai Bacakilat.

Leave a Reply 4 comments

Tony Mantiri - January 10, 2014 Reply

Betul sekali Pak Agus…..Saya mau baca buku yang isinya saya tahu….bukan hanya baca cepat tapi isinya tidak kita ketahui……

Tony Mantiri - January 10, 2014 Reply

Betul Pak Agus,
Saya kalau mau baca sebuah buku tentunya mau tahu isinya kemana buku itu.
Bukan hanya baca cepat…selesai….kita harus tahu isinya dengan baik dan benar.

Yoga - January 13, 2014 Reply

Benar sekali pak. Seringkali saya merasa begitu. Awalnya saya semangat karena merasa bahwa saya akan mendapatkan banyak manfaat dari buku tersebut. Namun saat semangat saya turun, saya hanya membaca cepat, menyelesaikan buku tersebut tanpa dapat mengingat dengan jelas apa yang telah saya baca. Sekedar mengurangi rasa bersalah karena saya telah membeli buku tersebut.

Nura - February 24, 2014 Reply

Merubah paradigma dalam membaca bisa memperoleh banyak manfaat dari buku yang dibaca. Pak Agus Setiawan mengajarkan tentang pentingnya tujuan. Dtunggu info workshop baca kilat nya di maksssar pak

Leave a Reply: