Mengapa Berubah Itu Sulit?

r1067140_12560361Hampir setiap orang yang saya temui dalam perjalanan kehidupan saya, baik pribadi, sebagai trainer maupun terapis, mengatakan ingin mengubah kehidupannya lebih baik. Apakah itu dari sisi karier, penghasilan, relasi, bentuk tubuh sampai kesehatan.

Apakah Anda ingin sukses? Setiap orang normal mestinya menjawab iya, hanya bergantung aspek mana yang menjadi fokus definisi kesuksesannya. Sangat sedikit orang yang tidak menemukan ada aspek kehidupan yang ingin mereka tingkatkan.

Sementara kebanyakan orang merasa terlampau sulit, jika bukan tidak mungkin, untuk melakukan sebuah perubahan, ternyata berhasil mewujudkan apa yang mereka inginkan. Pertanyaannya adalah apa yang diperlukan untuk membuat kita bisa menyadari potensi penuh kita? Mengapa terkadang kita berhasil, terkadang malah mendapatkan hasil yang mengecewakan?

Dalam dunia pengembangan diri, para pakar mengatakan hal yang serupa walau tidak dengan bahasa yang sama. Semuanya mengatakan ada kekuatan yang lebih besar dari yang bisa kita sadari yang menentukan sukses kita. Atau kebiasaan yang tertanam di pikiran bawah sadar. Semuanya mengacu pada kekuatan pikiran bawah sadar.

Jadi ada sebenarnya perubahan itu?

Ide sebuah perubahan sebenarnya sederhana. Bagi sebagian orang, perubahan adalah hal yang berhubungan dengan materi yang lebih baik. Kesejahteraan yang lebih baik. Kekayaan, uang. Jadi perubahan yang lebih baik itu berarti lebih banyak kekayaan dan uang bukan? Ternyata bukan demikian, Uang hanyalah simbol dari keberhasilan kita melakukan perubahan itu.

Mengapa perubahan menjadi sulit walau sangat diinginkan? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini. Mari kita lihat satu per satu.

Keyakinan yang Bertentangan

Sebagai ilustrasi, mari kita lihat contoh berikut. Si Badu ingin menjadi kaya. Sehingga ia memiliki kebebasan untuk membeli dan melakukan apapun yang ia impikan dari dulu. Namun, ada program lain dalam pikiran bawah sadarnya yang mengatakan orang kaya itu jahat, korupsi, menindas yang lemah. Dengan dua program yang bertentangan ini perubahan yang ia inginkan tentu terhambat dan tidak terwujud.

Keyakinan yang bertentangan terjadi hampir dalam setiap orang. Tandanya adalah menggunakan kata: “Tapi…” Setiap kali kita menyadari diri sedang menggunakan kata “Tapi…” maka tuliskan keyakinan yang bertentangan itu. Membangun kejelasan pada sebuah masalah akan membantu kita menyelesaikannya dengan mudah.

Berubah berarti melepaskan sesuatu

Mudah untuk menyadari sulitnya perubahan, apalagi makna berubah adalah melepaskan sesuatu dalam diri atau kehidupan. Sesuatu itu bisa jadi hal yang menahan kita, program yang bertentangan, yang sudah begitu terpatri di pikiran bawah sadar.

Melepaskan sesuatu, seperti ingin berhenti merokok itu tidak mudah. Karena prgram merokok itu tidak hanya berdiri sendiri, tetapi ada sokongan dari 10,20 atau mungkin 30 program yang mendukung untuk tetap merokok. Dorongan untuk berhenti merokok seringkali kalah.

Pemrograman pikiran bawah sadar

Sadar atau tidak, seringnya tidak, kita diprogram oleh lingkungan. Oleh keluarga, teman, sekolah, masyarakat, iklan, yang menanamkan program yang halus, yang tidak bisa kita sadari dalam keadaan normal. Nilai-nilai merasa kekurangan, merasa tidak mampu, selapis demi selapis tertanam dalam bawah sadar. Sehingga sampai suatu hari sudah begitu kuat dan sulit untuk melepaskannya.

Seberapa sering Anda (mungkin) pernah mengatakan pada diri sendiri: Saya tidak bisa. Itu tidak akan berhasil untuk saya. Kamu tidak cukup tua. Kamu terlalu muda. Kamu bodoh. Kamu enggak bakal bisa.

Umumnya program yang masuk ke pikiran bawah sadar adalah program yang negatif. Mari kita analogikan pikiran kita seperti sebuah kebun. Jika kita tidak menanamkan tanaman yang kita inginkan di kebun maka ilalang lah yang akan tumbuh. Sekeliling kita sudah banyak sekali benih-benih negatif yang siap tumbuh setiap saat. Memprogram, mendengarkan, membaca buku yang positif dalam pikiran kita adalah hal penting dalam melakukan perubahan.

Apa yang kita tanyakan pada diri kita sendiri saat kita melakukan kesalahan yang seharusnya tidak terjadi? Kita umumnya bertanya, mengapa saya begitu bodoh sampai kesalahan itu terjadi? Lalu apa yang terjadi jika kita melontarkan pertanyaan semacam itu? Ya, pikiran bawah sadar kita menjawab dengan jawaban yang menegaskan keburukan dan kebodohan kita. Dan ia semakin memperkuat program negatif yang sudah ada dalam diri.

Bertanyalah dengan pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan program positif dari pikiran bawah sadar. Contohnya, Mengapa saya sangat mudah bangkit dari kesalahan dan selalu mendapatkan hasil gemilang? Nah, coba tanyakan dan apa jawaban yang muncul di pikiran Anda? Positif dan membangun bukan?

Mekanisme Pertahanan Pikiran

Secara alami, kegagalan sangat tidak menyenangkan. Dan mekanisme pertanyaan pikiran kita adalah mencari nikmat dan menghindari sengsara. Dan di antara dua pilihan tersebut, manusia lebih cenderung melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk menghindari sengsara. Tidak banyak yang mau menerobos sampai mengalami kegagalan demi kegagalan.

Menghabiskan jatah gagal adalah kunci untuk sukses. Membaca kata “jatah gagal” saja sudah mengaktifkan mekanisme petahanan dalam diri kita, dan menimbulkan zona nyaman yang sangat kuat di kondisi saat ini. Ide perubahan pun semakin menghilang dari pikiran.

Bagaimana menurut Anda?

Silakan tinggalkan Komentar Anda di Bawah ini.

About the Author

Leave a Reply 26 comments