
Pembelajaran tiada Henti
Belajar adalah sebuah proses yang tiada henti – sebuah proses yang seharusnya tidak pernah berhenti. Anda di saat ini dan Anda di masa depan adalah hasil dari apa yang Anda pelajari. Belajar menentukan kemampuan yang Anda miliki, pengetahuan yang Anda terapkan dan kekuatan untuk mencapai sukses yang Anda miliki.
Dikatakan bahwa orang yang lulus sekolah hari ini dan berhenti belajar besok, menghadapi penurunan perlahan dalam kemampuan dan kepintarannya. Berhenti belajar artinya menginjak rem dari proses evolusi pribadi Anda. Perkembangan dan pertumbuhan pribadi dengan cara belajar bukanlah sebuah kewajiban maupun untuk bertahan hidup. Setiap dari kita memiliki pilihan yang sama untuk keduanya.
Namun kenyataannya, lebih dari 90% dalam populasi memilih untuk tidak belajar lagi. Dan 0.0001 Persen memilih untuk tidak bertahan hidup. Mereka gagal menyadari bahwa buah kehidupan berasal dari dalam diri. Ralph Waldo Emerson mengatakan: “Apa tugas paling berat di dunia? Berpikir.” Jika orang rata-rata dihadapkan pada dua piihan, pertama, menjadi pekerja, kedua menjadi pemikir hebat, ia akan lebih memilih yang kedua, Menjadi pemikir hebat. Tetapi, mengapa rata-rata orang melakukan yang pertama? Karena berpikir dan belajar adalah tugas yang disiapkan untuk orang-orang dengan determinasi tinggi, hasrat, keberanian, dan lapar akan pertumbuhan pribadi.
Belajar adalah sebuah komitmen yang membutuhkan investasi jangka panjang dan satu-satunya yang memberikan deviden paling lama. Seorang bijak mengatakan bahwa belajar bagaimana belajar dalam kapasitas maksimum adalah keahlian paling penting dalam hidup. Orang yang bisa mengeluarkan seluruh potensi dalam dirinya akan memenangkan kompetisi. Pikiran bawah sadar Anda, memori jangka panjang Anda memiliki kapasitas sangat besar, dan umumnya belum tersentuh. Penelitian demi penelitian dilakukan masih belum bisa mulai memahami berapa besar potensi yang tersimpan di sana. Tetapi apa yang bisa kita yakini adalah tidak ada batasan dari pikiran kita.
Setiap pengalaman, kejadian, catatan, pesan, kalimat, paragraf, halaman, atau buku yang ditangkap oleh pikiran kita, terkunci di dalamnya. Jika seseorang tidak bisa mengingat apa yang dibacanya lima hari yang lalu atau lima tahun yang lalu bukan berarti orang itu tidak mengetahuinya. Tetapi proses mengingatnya yang salah, segala sesuatu yang masuk ke dalam memori itu adalah permanen.