Apa Masih Bisa Menikmati Buku Kalau Dibacakilat?

Banner-7

Workshop Bacakilat Angkatan 85

Setelah saya praktik Bacakilat, nanti kalau saya nggak bisa menikmati bukunya lagi bagaimana?

Khan lebih enak baca buku kalau dinikmati.

Wah, untuk yang satu ini saya ingin mengucapkan selamat dulu buat Anda. Anda termasuk orang luar biasa yang bisa membaca dan menikmati buku.

Artinya Anda termasuk orang yang benar-benar membaca dan di luar dari 90% yang biasanya tidak pernah menghabiskan bukunya.

Menikmati buku adalah sebuah proses membaca yang luar biasa. Membuat ketagihan. Membawa kita ke dunia imajinasi yang luar biasa. Memang ada orang membaca buku dengan tujuan ini.

Kabar baik untuk kita semua penikmat buku. Bacakilat justru akan membuat kita membuat kita semakin menikmati buku.

Kok bisa?

Apa definisi menikmati buku menurut Anda? Anda bisa menyampaikannya di komentar di bawah ini.

Buat saya, saya ingin bisa memahami buku yang saya baca secara mendalam dan cepat. Saya ingin ide dan inspirasi yang saya butuhkan sesegera mungkin saya dapatkan dan saya pahami. Saya bisa membayangkan dengan mudah apa yang saya dapatkan dari buku.

Buat baca novel?

Saya tidak merancang bacakilat untuk membaca novel. Bukan tujuan utama. Tapi bukan berarti tidak bisa. Saya hanya menyarankan supaya Anda tidak membacakilat novel horor dan pembunuhan. Anda akan mimpi buruk seperti saya dan istri saya.

Kami melakukan experiment membaca buku horor dan mendapatkan mimpi horor juga. Mirip dengan cerita dalam novel lagi. Ada juga alumni yang melakukan hal yang sama. Bacakilat buku pembunuhan eh, mimpi di kejar pembunuh 3 orang (dan isi novel itu memang 3 pembunuh).

Untuk membaca novel, Anda bisa mempraktikkan bacakilat dan mendapatkan kenikmatan yang lebih baik dan lebih enak. Karena pada saat kita bacakilat, bawah sadar kita merekam semua informasi yang ada di buku.

Lalu lanjutkan langkah aktivasi manual yang baca ekspress. Jangan dengan langkah memindai menjelajahi. (Walaupun istri saya baca novel dengan memindai menjelajahi, dan menurutnya sudah sangat menikmati, kembali lagi pada tujuan masing-masing).

Saat kita melakukan baca ekspress setelah langkah bacakilat. Data yang ada di bawah sadar akan terpicu untuk naik ke pikiran sadar. Membantu kita membayangkan lebih nyata. Lebih masuk. Lebih khusyuk.

Sangat menikmati jadinya.

Anda bisa menggunakan bacakilat untuk mendapatkan pemahaman dalam waktu singkat. Dan dengan sense of knowingness. Anda merasa buku itu mudah dicerna dan mudah dibayangkan. Atau Anda bisa menggunakan bacakilat untuk lebih menikmati buku.

Anda bisa juga menggunakan bacakilat untuk mencerna buku-buku berat. Buku-buku ini akan semakin ringan.

Bagaimana pengalaman Anda menikmati buku Anda? Saya tunggu sharing Anda di bawah ini.

Agus “yang sedang menunggu sharing” Setiawan

Jika Anda membaca sampai di sini, Anda mungkin senang dan ingin mengetahui bacakilat dan update saya lebih lanjut. Dan Anda juga bisa mendapatkan ebook yang akan segera saya terbitkan untuk Anda. Silakan daftarkan diri Anda di bawah ini.




 

Banner-7

Daftarkan Diri Anda untuk Rangkaian Email Menguasai Bacakilat

We respect your email privacy

Email Marketing by AWeber

Bagaimana Mungkin Membaca 1 Halaman/Detik?

Banner-7

“Keyakinan membuat Anda menyelesaikan setengah perjalanan”TAOLife-If-you-dont-believe-in-yourself

Sepanjang saya memberikan seminar dan pelatihan ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan. Terlepas dari seberapa jelas pun saya menjelaskan bagaimana bacakilat itu mungkin sekali terjadi.

Bukti pun semakin hari semakin banyak. Ini juga tidak akan meyakinkan dirinya.

[random_testimonial]

Langkah-langkah agar sebuah skill bisa Anda kuasai adalah:

  1. Anda menginginkan skill itu ada dalam kehidupan Anda.
  2. Anda membuka hati untuk mempelajari skill itu. Di sini dengan pikiran terbuka Anda mencari tahu skill ini dan belajar secara mendalam.
  3. Anda percaya pada diri sendiri. Jika orang lain bisa. Maka Anda juga bisa.

Nah sekarang mari lihat lebih dalam.

Nomor satu tentu sudah jelas. Anda mengetahui bahwa Anda membutuhkan sebuah skill dan menginginkannya dalam kehidupan Anda.

Untuk bacakilat, Anda menginginkannya mungkin karena Anda telah memiliki tumpukan buku yang semakin banyak di rumah yang tidak pernah ada waktu atau energi untuk menghabiskannya.

Setiap kali ingin membaca kendala-kendala seperti konsentrasi, ngantuk, malas pun selalu muncul mengganggu. Belum lagi secara teknis membuat Anda sulit untuk memahami apa yang Anda baca. Membaca berulang-ulang pun tidak juga membuat Anda memahami.

Di sisi lain keinginan membaca tidak bisa Anda bendung. Jadilah Anda lebih sering membeli buku dibandingkan menghabiskannya. Setiap minggu setiap bulan, buku Anda semakin banyak. Anda tahu Membaca itu penting. Untuk kemajuan diri Anda. Kemajuan pekerjaan Anda. Ingin berwawasan lebih. Bahkan mungkin ada panggilan dalam hati Anda ingin menghabiskan buku-buku di rumah Anda agar Anda bisa berbagi kepada teman Anda yang membutuhkan bantuan Anda.

Ada kerinduan untuk berbagi, menjelaskan kepada teman Anda. Terkadang, ingin sekali menghabiskan buku, dan memamerkan kepada rekan Anda dengan menjelaskan buku-buku luar biasa yang sudah Anda beli.

Hari demi hari, buku itu hanya menunggu Anda, sampai berlapis debu. Bahkan ada yang masih rapih bersampul plastik. Anda melakukan semua kegiatan Anda. Mulai dari bekerja. Bersosialisasi. Fitness Center. Belanja. Nonton TV atau film. Namun Anda tidak “sempat” melakukan kegiatan yang terus membuat Anda menghabiskan uang, untuk membeli buku.

Anda membutuhkan sebuah teknik membaca efektif. Anda membutuhkan Bacakilat untuk diri Anda. Untuk kemajuan dalam diri Anda.

Kedua, buka hati untuk mempelajari skill itu. Skill apapun yang kita inginkan perlu membuka hati. Mengosongkan pikiran dari apa yang kita ketahui. Skill baru bisa saja bertentangan dengan skill yang sudah pernah kita miliki seperti bacakilat.

Mengapa Bacakilat bisa dilakukan? Apakah setiap orang bisa melakukannya?

[random_testimonial]

Bacakilat memberdayakan pikiran bawah sadar untuk bisa mempercepat dan mempermudah proses membaca. Ternyata sejak kita dilahirkan kita sudah dan selalu menggunakan pikiran bawah sadar untuk belajar. Dan semua informasi yang masuk dari bawah sadar atau yang disebut subliminal ini, mempengaruhi semua akar dari pemikiran pikiran sadar.

Informasi ini “menyusup” langsung ke dalam pikiran bawah sadar kita dan bertahan di sana selamanya. Ternyata jika kita dengan sengaja “menyusupkan” informasi ini ke bawah sadar kita, ia memiliki potensi untuk membantu pikiran sadar memahami dan diproses pikiran sadar lebih besar dibandingkan yang terjadi secara alami.

Dalam artikel Apa itu Bacakilat saya membahas 3 cara memproses informasi. Silakan dibaca untuk lebih memahami bagaimana kita bisa melakukannya. Ya, kita bisa, Anda bisa, saya bisa.

Baru-baru ini saya baru saja membawakan pelatihan Bacakilat spesial di mana dalam pelatihan ini saya juga mengajak awal rencanaya 5 menjadi tujuh orang dari Yayasan Bumidinasty termasuk founder dan timnya. Senang sekali melihat mereka bisa belajar dan juga mempraktikkan bacakilat.

Nah, dalam pelatihan yang sama, ada peserta yang luar biasa skeptis tentang bacakilat. Saya melihat sejak awal ia selalu bertanya kepada siapapun. “Bagaimana mungkin kita melakukan bacakilat, Baca satu halaman per detik? Mana mungkin!” Sebenarnya, kelihatannya ia bukan bertanya. Karena ia tidak mengharapkan dan tidak mau mendengarkan jawaban dari tim mentor maupun tim dari Aquarius.

Dia hanya ingin menyampaikan pemikirannya dan tidak mau mendengarkan. Saya hanya memantaunya dan menunggunya sampai tiba saatnya ia akan bertanya kepada saya. Dan benar, karena beliau tidak mendapatkan jawaban yang puas (sebenarnya, jawaban yang saya berikan dan tim mentor bacakilat berikan itu sama. Namun beliau “tidak mau” mendengarkan).

Jadi, saya mengatakan kepada beliau, “Pak, bapak silakan ikuti pelatihan dua hari ini dengan pikiran terbuka dan kosongkan gelas. Saya tidak mau Anda, mengikuti pelatihan ini dengan gelas penuh dan “menjalani seminar sendiri dalam kepala Anda” pada saat saya memberikan penjelasan mendetil di pelatihan ini. Artinya bersamaan dengan penjelasan saya, Anda juga berbicara dengan diri sendiri. Nanti apapun yang saya jelaskan nggak kedengaran oleh Anda.”

Bagaimana Anda bisa melakukan dengan baik jika Anda saja tidak mau menerima apa yang saya sampaikan. Beliau langsung shock dan terdiam. “Iya, ya.” ujarnya. Saya menambahkan, apa yang akan saya jawab ke bapak, sama saja dengan apa yang dijawab para mentor. Mereka sudah saya latih dan sangat memahami bacakilat, karena mereka sudah selalu mendapatkan manfaat dari bacakilat.

Singkat cerita, kami bertemu kembali setelah pelatihan saat gathering reguler yang saya lakukan setiap dua minggu. Beliau hadir dan mengatakan bahwa, “Pak, saya masih belum begitu lancar karena baru praktik ke dua tiga buku (baru 4 hari setelah pelatihan). Namun anehnya, setiap kali setelah bacakilat, yang saya rasakan, saya ga perlu membaca berulang-ulang. Kok bukunya rasanya enteng. Saya biasanya harus baca berkali-kali baru bisa memahami. Sekarang, baca langsung paham. Apa benar efek bacakilat seperti itu?”

Benar sekali, karena bawah sadar sudah familiar. Sudah belajar. Pikiran sadar akan semakin mudah memahami dan menguasai. Saya senang sekali dengan perkembangan beliau. Inilah yang membuat saya ketagihan berbagi ilmu. Saat seseorang berubah atau belajar sesuatu. Itu adalah hal terindah dalam hidup.

Nah, yang ketiga, pada diri sendiri. Anda perlu meyakini Anda adalah seorang pembelajar yang luar biasa. Dan itulah Anda sebenarnya.

Setiap anak dilahirkan jenius. Namun kita dan lingkungan telah men-De-jeniuskan anak kita.

Kita mengawali kehidupan kita dengan melakukan hal-hal luar biasa dengan pemelajaran kita yang luar biasa. Namun, kita semakin sering mendengarkan ini tidak bisa itu tidak bisa. Gimana sih, gini aja kok ga bisa. Dan kata-kata yang tanpa sengaja memrogram diri kita.

Bacakilat sudah memang terbukti. Tinggal Anda yang siap. Dalam salah satu sesi pelatihan bacakilat, peserta selalu menghilangkan hambatan diri. Karena ini sangat berpengaruh. Anda tidak yakin pada diri sendiri atau pada sistem bacakilat bukanlah tentang sistem itu. Namun tentang persepsi Anda pada sistem bacakilat.

Jika Anda tidak merubah peserpsi ini, maka semakin sulit pula Anda menguasainya. Ini tidak hanya berlaku pada bacakilat. Pada skill apapun yang ingin Anda kuasai.

Ada pertanyaan? Saya senang sekali menjawab pertanyaan Anda. Masukkan komentar Anda di

Banner-7

Seberapa Kilatkah Bacakilat?

Banner-7

bacakilat

Wow, Bacakilat! Namanya sih keren. Seberapa cepat sih bacanya? Bisa mengerti nggak?

Inilah salah satu pertanyaan yang saya rasa Anda miliki.

Tujuan dari bacakilat adalah untuk membangun pemahaman dengan cepat. Kenapa namanya bisa bacakilat sementara bukan kecepatan membaca yang menjadi fokus utama?

Bukan seberapa cepat kita menghabiskan buku yang terpenting, namun seberapa cepat kita bisa memahami buku. Walaupun pada akhirnya memang buku jadi cepat selesai.

Bagaimana bacakilat membangun pemahaman? Sebelum saya menjawab, saya mau tanya dulu kepada Anda. Semoga saya bisa menebak jawaban Anda.

Mana yang lebih mudah memahami sebuah informasi yang sudah kita ketahui atau yang baru? Yang sudah kita ketahui duluan bukan? Tebakan saya benar? Semoga. Semoga Anda menjawab yang sudah pernah Anda ketahui.

Ya, kita lebih mudah memahami informasi yang sudah pernah ada dalam diri kita. Sudah pernah masuk ke dalam pikiran kita.

Karena informasi ini sudah Anda kenal. Sudah familiar. Mudah menarik kaitan dan benang merahnya. Dan bagusnya, informasi yang sudah kita ketahui tidak hanya mesti berasal dari informasi yang kita sadari masuk,  yang disengaja belajar dengan pikiran sadar. Namun juga informasi yang masuk di luar kesadaran pikiran sadar.

Informasi yang masuk ke dalam pikiran kita yang tidak sanggup diproses sadar atau disaring oleh pikiran sadar atau yang diabaikan oleh pikiran sadar pun akan mempengaruhi tingkat pemahaman kita dalam proses membaca.

Kita lebih mudah memahami apa yang sudah pernah kita ketahui. Lah iya, tapi bagaimana caranya? Tujuan saya membaca sebuah buku yang baru itu supaya saya bisa belajar hal yang ada di buku dan itu semuanya baru. Ini malah dibilang kalau informasi baru malah susah.

Bagaimana kita membuat informasi baru ini menjadi familiar? Inilah yang harus kita lakukan. Karena kesibukan, tidak mungkin kita akan mengulang-ulang sebuah buku. Baca sekali abis aja udah syukur. Kita harus membuat pikiran kita, dalam waktu singkat bisa familiar dengan informasi yang ingin dibaca. Sehingga yang kita baca itu, begitu familiarnya sampai seolah-olah kita sudah pernah membacanya 6 kali.

Bacakilat menggunakan teknologi pikiran manusia yang jarang digunakan dengan sengaja. Yaitu subliminal. Subliminal menyerap semua, ya semua. Yang tidak disadari oleh pikiran sadar. Semua yang tidak diketahui di pikiran sadar. Dan ini sudah ahli dilakukan oleh setiap orang.

Seperti apa subliminal itu? Coba lihat sebuah objek. Fokuslah pada objek itu. Apakah yang terlihat hanya objek itu? Tidak. Objek sekitarnya juga kelihatan? Ya. Tapi tidak fokus, alias blur. Nah itu adalah informasi yang masuk secara subliminal. Atau ada yang mengatakan informasi yang masuk secara peripheral. Sudah ahli dari dulu bukan?

Memanfaatkan keahlian yang sudah dilakukan setiap orang dari lahir sampai sekarang. Semua tanpa kecuali. Bacakilat membuat pikiran bawah sadar familiar. Pikiran bawah sadar yang familiar ini akan membantu pikiran sadar belajar. Dengan cara membaca satu halaman per detik. Atau memotret satu halaman per detik.

Mengapa membuat pikiran bawah sadar yang familiar, bukan pikiran sadar? Khan enak kalau pikiran sadar bisa familiar, itulah yang semua orang inginkan. Betul, itu memang yang semua orang inginkan. Tapi pikiran sadar kita sangat terbatas. Hanya bisa memproses 5-9 hal per detik. Ini adalah “bottleneck” dalam proses memasukkan informasi.

Jadi jika kita mengatakan bahwa membaca satu halaman per detik. Pikiran sadar akan mengatakan TIDAK MUNGKIN. Namun Bawah sadar mungkin. Bawah sadar kita memproses 20 ribu hal per detik. Pikiran sadar 5-9 hal per detik. Bawah sadar 20 ribu hal per detik.

Pikiran sadar akan mengatakan wah, kalau membaca satu halaman per detik, Gua baru baca dua kata loe udah balik halaman. Nggak mungkin.

Bawah sadar menyerap, memotret pola, menangkap dan memproses semua informasi yang masuk lewat mata, telinga, indera peraba, bahkan informasi yang terjadi dalam tubuh yang tidak bisa dijangkau pikiran sadar. Membaca satu halaman per detik untuk pikiran bawah sadar? Kecil.

Setelah bawah sadar familiar. Ia akan membantu mengirimkan informasi ke pikiran sadar jika ada pemicu. Semacam mendapatkan ide, atau inspirasi. AHA! Mengetahui di mana kita harus membaca lebih mendalam. Di mana bagian yang tidak menjawab tujuan kita membaca.

Bawah sadar akan melipat ganda, tiga, bahkan sampai 5 kali lipat kerja pikiran sadar. Dari yang 5 hal per detik bisa sampai 27 hal per detik. Dengan demikian, sebuah buku yang Anda terapkan dengan bacakilat bisa diselesaikan, dipahami dalam waktu 120 menit atau kurang. Sering sekali saya bertemu dengan para peserta pelatihan bacakilat yang bisa menyelesaikan 2 sampai 3 buku dalam waktu 150 menit. Sudah ada mindmapping malah.

Membaca dengan sistem Bacakilat akan membuat Anda memproses informasi dua arah. Dari buku ke pikiran sadar. Dan dari bawah sadar (pola dan tulisan yang sudah diserap dalam proses membaca 1 halaman per detik) yang naik ke pikiran sadar karena terpicu saat membaca buku itu kembali dengan pikiran sadar.

Ada pertanyaan? Sampaikan dikomentar. Saya dengan senang hati menjawab Anda. Have a Nice Day.

Banner-7

Bagaimana Membuat Belajar Tidak Jenuh

Banner-7

Jenuh

Bagaimana supaya belajar tidak jenuh?

Setiap kali mulai belajar, Jenny selalu kesulitan mempertahankan ketertarikannya. Baru mulai sebentar sudah malas. Sudah jenuh. Belum lagi selalu ada kegiatan menarik lainnya.

Sepertinya smart phone ku ada yang nyari. Ada email. Ada sms. Ada balasan mention dari twitter. Setiap lima menit selalu cek apakah ada pesan atau email baru.

Sementara baru pegang buku pelajaran saja sudah menurunkan level energi sampai hampir tidur. Apa yang harus dilakukan agar belajar tidak jenuh. Agar belajar menyenangkan. Paling tidak, cukup seru, supaya bisa selesai belajarnya?

Ada 3 hal yang bisa kita lakukan untuk mengubah belajar yang membuat jenuh menjadi belajar yang menyenangkan.

  1. Setiap kali melakukan sesuatu, kita selalu mendapatkan reward, atau hasil. Belajar ada hasilnya. Cek email dan twtitter juga ada rewardnya. Mana yang lebih menarik? Biasanya jika kita tika memilik sebuah kejelasan mengapa kita harus belajar, pasti lebih menarik yang kedua.Dalam setiap kegiatan yang dilakukan, pikiran selalu bertanya Apa Manfaatnya Bagiku. Dalam buku Quantum Learning (edisi bahasa Indonesia, buku ini menggunakan istilah AMBAK atau Apa Manfaatnya Bagi Ku, saya lebih senang menggunakan bahasa inggris WIIFM atau What’s In it For Me). Inilah yang selalu ditanyakan pikiran kita. Apakah jawaban kita jelas? Apakah jawaban kita terhadap pertanyaan itu membuat kita bersemangat? Membuat kita mau menyelesaikan proses belajar?Jika menjawab WIIFM hanya sekedar menjawab dengan sesuatu yang biasa saja. Hambar saja. Kita juga akan kembali jenuh belajarnya. Jawaban ini haruslah yang kuat dan semangat. Untuk itu, kita harus memiliki tujuan yang lebih besar. Apa hasil akhir yang kita inginkan 5 sampai 10 tahun lagi?Lalu bagaimana proses belajar sekarang akan membantu Anda untuk mencapai impian Anda? Buatlah kaitannya. Cari celah di mana belajar apa yang Anda pelajari sekarang akan mempengaruhi pencapaian Anda di masa depan. Lalu mulai menuliskannya. Iya, menuliskannya.Menuliskan agar kita ingat, agar kita bisa dengan mudah merujuk kembali tujuan yang sama. Ini juga akan meningkatkan kemungkinan kita untuk mendapatkan informasi lebih mudah, karena ada kejelasan dalam pikiran.

    Jadi, buat tujuan jangka panjang. Lalu buat tujuan belajar, apa yang bisa Anda dapatkan dari proses belajar itu dan manfaatnya apa untuk tujuan jangka panjang Anda. Dan ini haruslah personal. Jangan ikutan orang lain.

  2. Dalam buku the Power of Habit, Charles Duhigg mengatakan kebiasaan itu ada pemicunya. Kita harus menemukan apa pemicu yang membuat kita melakukan kebiasaan itu. Apa pemicu yang membuat Anda mau cek email. Mau cek twitter atau sosial media Anda.Lalu apa reward yang ada rasakan sewaktu melakukan kebiasaan itu? Sadari dan temukan itu. Lalu setiap kali pemicunya muncul, ganti itu dengan belajar. Ganti itu dengan rutinitas bermanfaat lainnya. Berikan reward yang sama atau lebih baik atas rutinitas baru itu.Apakah ini akan mudah? Tidak. Tidak akan mudah. Tapi bisa. Bersiaplah untuk menghadapi tantangannya.
  3. Menghilangkan emosi yang tidak menyenangkan dalam belajar. Emosi yang tidak menyenangkan dalam belajar harus diminimalisir, jika bisa dihilangkan total. Karena emosi yang tidak menyenangkan seperti malas, tidak konsentrasi, merasa susah, merasa diri lambat belajar, dan perasaan lainnya ini mempengaruhi 80% masalah belajar.Cara termudah adalah dengan membandingkan, apa akibatnya jika Anda memiliki untuk mengikuti perasaan itu. Lalu apa manfaatnya jika Anda memilih untuk belajar dengan semangat dengan tujuan yang membuat Anda bersemangat. Selalu bandingkan. Dan pastikan tujuan yang bersemangat itu selalu menang. Kalau kalah ya, nggak akan ada bedanya.

Baik itu tips sederhana dari saya, silakan mencoba dan kabari saya, bagaimana ini mempengaruhi cara belajar Anda. Jika Anda memiliki cara lain, yang mana saya yakin banyak sekali variasi yang bisa kita terapkan untuk membuat belajar tidak jenuh. Sampaikan komentar Anda di bawah ini.

Sukses selalu.

 

Banner-7

Empat Kelompok Tujuan Membaca

Banner-7

Gambaran besar dan tujuanSebelum mulai membaca, sangat penting untuk membuat tujuan. Tujuan membuat pikiran kita jelas apa yang ingin kita capai dari proses membaca. Tanpa sebuah tujuan, kita akan kehilangan arah dan tidak menyelesaikan buku yang kita baca. Jika meninjau dan mengumpulkan semua contoh tujuan membaca, kita bisa mengelompokkan menjadi 4 tujuan besar. Yang mana setiap kelompok tujuan ini membutuhkan analisa, konsentrasi, kecepatan dan pemahaman yang berbeda satu sama lain. Setiap tujuan yang berbeda juga membutuhkan strategi dan pendekatan yang berbeda.

Empat tujuan membaca ini adalah:

  1. Membaca untuk kesenangan
  2. Hobi dan ketertarikan pribadi
  3. Membaca untuk belajar
  4. Menguasai sebuah keahlian

Sekarang kita lihat satu per satu.

Membaca untuk Kesenangan

Membaca untuk kesenangan atau kenikmatan adalah ketika kita membaca dengan lambat, menikmati proses dan ceritanya. Umumnya ini digunakan untuk membaca buku fiksi atau buku novel. Tentu tidak menyenangkan jika sebelum mengetahui prosesnya, Anda sudah mengetahui akhir dari sebuah cerita. Kita tentu ingin mengimajinasikan apa yang kita baca, menikmati bayangan-bayangan yang dilukiskan penulis dalam kata-katanya.

Kita tidak bisa menikmati proses membaca jika kita memutar sebuah film dengan kecepatan tinggi. Kita akan kehilangan unsur emosinya dalam membaca. Dalam sistem bacakilat, apakah kita bisa menikmati proses membaca?

Jika kita membaca dengan sistem bacakilat, pertama kita membuat tujuan, lalu bacakilat dan diikuti dengan baca ekspres untuk menikmati proses membaca. Dengan mendahuluinya dengan membacakilat, kita membuat pikiran bawah sadar familiar sehingga kita bisa menggunakan imajinasi dengan lebih efektif.

Membaca ekspres artinya kita mengatur kecepatan yang mana kita bisa mempercepat di area tertentu dan memperlambat di area lain. Dengan megatur kecepatan seperti ini, membuat fokus kita selalu pada proses membaca. Dan bisa menikmati proses membaca dengan baik. Hal-hal yang ingin Anda nikmati lebih dekat dan detil, perlambatlah sambil melibatkan imajinasi Anda. Sedangkan informasi yang tidak terlalu menarik perhatian Anda, Anda percepat tanpa kehilangan inti dari informasi itu.

Tips untuk menikmati majalah dan koran.

Untuk menikmati dan mengingat informasi yang ada di koran atau majalah, kita perlu mempersiapkan pikiran kita untuk menyimpan informasi berdasarkan awal pertanyaan: Apa, Mengapa, Di mana, Bagaimana, Siapa, Kapan. Karena para wartawan umumnya menggunakan patokan ini untuk menuliskan naskah atau artikel. Dengan menggunakan pegangan ini kita bisa menemukan informasi yang penting dalam artikel.

Membaca hobi dan ketertarikan pribadi

Membaca hal yang Anda senangi membutuhkan sedikit proses pembelajaran. Berbeda dengan proses membaca untuk menikmati kita tidak membutuhkan proses pembelajaran apa-apa, hanya untuk menikmati. Namun, tidak ada yang akan menguji pemahaman Anda kecuali diri Anda sendiri. Anda perlu melakukan proses membaca yang tidak hanya sekali baca. Namun, beberapa kali membaca dengan berbagai pendekatan, sehingga Anda bisa mencerna dan menjalankan hobi Anda dengan baik.

Pertama, tentukan tujuan Anda membaca buku. Lalu Anda bisa menggunakan bacakilat untuk menyerap dan memproses informasi ini satu halaman per detik untuk mempermudah langkah membaca selanjutnya. Atau jika tidak pun, Anda bisa melanjutkan ke langkah selanjutnya yaitu membangun rasa penasaran dan membuat pikiran kita familiar dengan struktur buku.

Lalu mulai mencari inti informasi dengan langkah memindai menjelahi. Menemukan inti informasi yang termasuk dalam 4-11%. Dan menandai atau lebih bagus lagi langsung mencatatnya dalam mindmap Anda.

Anda bisa kembali membaca bagian yang Anda tandai itu atau membaca kembali mindmap Anda untuk mengingatkan proses penting yang Anda butuhkan.

Membaca untuk mempelajari

Proses pembelajaran membutuhkan Anda memahami informasi yang bisa saja Anda tidak butuhkan setelah suatu proses selesai. Belajar bisa jadi karena ada sebuah tujuan yang ingin kita capai untuk proses pekerjaan atau karena diminta oleh orang yang ada di atas kita. Bukan informasi yang menjadi perhatian kesenangan kita.

Mulai belajar dengan sebuah tujuan, lalu awali dengan bacakilat. Dan saat melakukan review, kita tidak hanya mengajukan pertanyaan ke judul dan subjudul, kita juga menarik sedikit pikiran kita untuk mengetahui bagian subjudul ini membahas tentang apa. Jangan lebih dari 15 menit untuk memahami bagian mana menjelaskan tentang apa.

Banyak yang menyamakan membaca sama dengan belajar. Sehingga besar keinginan membaca sekali langsung kita memahami apa yang kita baca. Belajar adalah memahami dan mengingat. Membaca adalah memasukkan informasi ke pikiran kita. Membaca harusnya menjadi bagian paling sedikit dalam proses pembelajaran. Kita perlu menemukan di mana kita harus menerapkan proses belajar, untuk memahami dan mengingat. Jadi segera temukan bagian yang perlu kita dalami, tandai dan kembali membaca untuk mengingat dan memahami di langkah selanjutnya. Dan ingat selalu untuk membuat mind map dari apa yang harus dipahami dan diingat.

Membaca untuk menguasai sebuah keahlian

Seorang dokter tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya setelah ia membuka luka operasi. Seorang pilot tidak tahu di mana dan cara untuk mendarat. Setiap ahli harus mengetahui dan menguasai sebuah keahlian dengan baik untuk bisa menerapkannya dengan baik demi kepentingan diri sendiri dan orang lain.

Untuk menguasai sebuah keahlian, porsi membaca adalah porsi yang paling kecil. Di sini kita perlu memulai dengan tujuan yang tepat dan spesifik. Semakin spesifik sebuah tujuan, semakin baik hasil yang kita dapatkan. Lakukan bacakilat dua kali untuk memproses informasi dan membiarkannya berada dalam pikiran bawah sadar Anda, yang mana itu adalah gudang informasi Anda.

Nah, mulai lah dengan review, bertanya, membangun rasa penasaran, memahami struktur buku dan mengetahui apa yang dibahas pada bagian tersebut, dan jangan habiskan waktu yang banyak cukup 15 menit untuk proses ini.

Gunakan memindai menjelajahi untuk menemukan mana informasi yang harus Anda dalami dan kuasai. Tandai, mindmapping dan kembalilah untuk proses memahami, mengingat dan menguasai.

Proses pembelajaran membutuhkan kita menggali lapis demi lapis untuk menyelami dan memahami apa yang kita butuhkan.

Biasanya Anda membuat tujuan seperti apa dalam membaca? Mari layangkan komentar Anda. Have a Great Day

Banner-7

Bagaimana Memilih Buku Yang Tepat

Banner-7

Bagaimana Memilih Buku Yang TepatBegitu banyak buku yang beredar setiap minggunya, semakin banyak variasi buku yang bisa kita baca. Banyak pilihan itu penting, namun terlalu banyak pilihan membuat kita kebingungan. Tidak jarang sudah membeli sebuah buku yang kita anggap bagus saat di toko buku ternyata sesampai di rumah buku itu tidaklah semenarik yang kita kira.

Bagaimana mengatasi hal ini?

Dalam sistem bacakilat, langkah pertama adalah memilih buku yang tepat. Buku yang tepat artinya, buku yang kita butuhkan dan buku yang menarik bagi kita. Buku yang bagus bagi teman Anda mungkin bukan buku yang tepat bagi Anda. untuk itu kita perlu mencegah membeli buku yang salah, dan mendapatkan buku yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Tinjauan awal membuat Anda bisa mendapatkan gambaran besar sebuah buku dan menarik kesimpulan dan mencocokkan dengan kebutuhan Anda. Berikut saya uraikan singkat langkah-langkah meninjau sebuah buku.

1. Baca Kaver Depan

2. Baca Kaver Belakang

3. Baca Daftar isi

4. Buat Kesimpulan

5. Mengelompokkan buku

6. Apakah sesuai dengan kebutuhan

7. Membuat tujuan Membaca

Untuk 3 point pertama tentu Anda bisa melakukannya dengan mudah. Point 4 sampai 7 ini terkadang banyak yang bingung bahkan belum pernah melakukannya.

Setelah melakukan point satu sampai tiga, Anda mestinya sudah memiliki gambaran, apa yang bisa diberikan buku untuk Anda, itulah definisi dari kesimpulan. Secara gambaran besar, apa yang bisa diberikan buku untuk Anda.

Ada 3 kelompok buku menurut filsuf ternama di Inggris, Francis Bacon, ada buku yang hanya perlu dicicip, ada buku yang perlu ditelan saja, dan ada buku yang harus dikunyah dan cerna. Maksudnya bagaimana? Buku yang perlu dicicip adalah buku-buku yang tidak perlu kita baca semuanya. Hanya dengan membaca sebagian dari buku itu saja Anda sudah bisa mengetahui isi buku dengan baik, memahami dengan baik.

Buku yang ditelan adalah buku yang tidak memerlukan usaha, analisa yang terlalu mendalam untuk memahami isi bukunya. Biasanya ini adalah buku yang merupakan bidang yang Anda geluti. Misalnya seorang akuntan membaca buku akuntansi, ini adalah buku yang umumnya masuk kategori buku yang ditelan.

Buku yang harus dikunyah dan cerna artinya buku yang membutuhkan usaha ekstra, analisa yang lebih banyak untuk membaca. Misalnya seorang akuntan membaca buku tentang dunia pikiran. Atau seorang akuntan yang ingin mengembangkan dirinya dengan mempelajari buku akuntan yang lebih rumit. Umumnya buku kelompok ini adalah buku-buku teknis.

Pengelompokkan buku ini bergantung pada minat, pengetahuan sebelumnya dan juga pengalaman seseorang. Bisa saja buku yang harus saya kunyah dan cerna bagi Anda adalah buku yang dicicip saja. Setiap kelompok buku mengharuskan kita memberikan energi dan waktu yang berbeda.

Tahap selanjutnya adalah apakah buku itu sesuai dengan kebutuhan saat ini? Jika ya, maka belilah buku tersebut. Jika belum atau tidak, Anda bisa menunda untuk membelinya. Dengan begitu, prioritas membaca menjadi lebih sederhana dan juga mengurangi kemungkinan buku yang semakin hari semakin menumpuk. Jika ini terjadi, akan menjadi beban emosi yang akan mempengaruhi kebiasaan Anda membaca.

Terakhir, jika buku tersebut memang ingin Anda baca, maka buatlah tujuan membaca. Tentunya setelah Anda membelinya. Pernahkah Anda menuliskan tujuan sebelum membaca sebuah buku. Pertanyaan yang serupa sering saya tanyakan saat saya memberikan seminar bacakilat, menakjubkan hasilnya. Jika ada yang mengangkat tangan itu tidak lebih dari 1 persen peserta yang hadir. Sebuah tujuan sangatlah penting. Jika tidak buku tersebut tidak akan memberikan manfaat yang maksimal, dan juga kita mungkin akan mengalami kesulitan dalam proses membacanya.

Bagaimana Pengalaman Anda memilih Buku yang Tepat? Sampaikan pendapat Anda melalui komentar di bawah ini.

 

Banner-7

Apa itu Bacakilat?

Banner-7

Inilah hal yang perlu Anda ketahui Sebelum Anda menguasai Bacakilat – Agus Setiawan

Buku BacakilatApakah Anda sering mengalami situasi yang membuat Anda sangat ingin membaca sebuah buku yang Anda temui di toko buku, kemudian hanya berakhir dengan membeli dan menumpuknya di rumah saja?

Setiap hari Anda hanya melihat tumpukan buku itu dengan rasa bersalah, dengan perasaan suatu hari akan saya habiskan semua buku itu?

Anda telah menyempatkan diri Anda untuk melakukan berbagai kegiatan yang lain, namun untuk yang satu ini selalu menunda?

Itu juga yang saya alami beberapa tahun yang lalu.

Hal yang sama dengan Anda. Karena dorongan belajar yang sangat cukup kuat, akhirnya saya mencari berbagai solusi untuk mengatasi masalah membaca saya. Dan Bacakilat – sistem membaca 1 halaman per detik telah menjadi andalan saya dalam membaca dan memahami berbagai buku yang telah sekian lama tertumpuk di rumah.

Sekilas Tentang Sistem BacakilatOverview Bacakilat

Bacakilat adalah sebuah sistem membaca. Sistem artinya tidak hanya ada satu langkah dalam bacakilat. Ada langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum dan sesudah langkah bacakilat untuk membuat proses membaca dan belajar menjadi lengkap. Lengkap artinya melibatkan otak kanan dan kiri serta pikiran sadar dan bawah sadar.

Membaca biasa yang hanya lebih banyak menggunakan otak kiri seperti membaca kata-per kata telah membuat proses membaca menjadi sesuatu yang sangat ingin dilakukan setiap orang, namun tidak pernah menyelesaikannya.

Bacakilat menggunakan kekuatan yang telah dikaruniai Tuhan kepada kita. Dua sumber daya yang membuat kita menguasai bacakilat antara lain: Pikiran bawah sadar kita yang begitu luar biasa menyerap semua informasi. Dari yang kita lihat, dengar dan alami. Baik sepengetahuan pikiran sadar atau tidak.

Kedua adalah kemampuan pikiran kita yang disebut sebagai pre conscious processing yang memetakan informasi berdasarkan tujuan dan familiaritas kita pada hal yang kita baca, dengar maupun alami.

Sistem Bacakilat terdiri dari 3 tahap yang kemudian dibagi lagi beberapa langkah kecil per tahapnya. Langkah-langkah ini telah disusun sedemikian rupa sesuai dengan cara kerja pikiran kita. Sehingga melakukan ini semua membuat kita sangat mudah memahami dan mencapai tujuan membaca.

Tahapan pertama adalah Tinjauan awal. Melakukan tinjauan awal sangat penting sebelum membaca. Banyak sekali pembaca buku, yang tidak melakukan tinjauan awal. Mereka langsung terjun mendalami buku bab demi bab. Akibatnya, sering kali melupakan apa yang dibaca di bab 1 ketika mereka sudah sampai di bab dua.

Ini dikarenakan pikiran tidak memiliki gambaran besar apa yang bisa buku berikan dan apa yang ingin dicapai dari proses membaca. Melakukan tinjauan awal membuat kita bisa membaca buku dengan terarah, sistematis dan membangun pemahaman yang baik. Untuk langkah-langkahnya silakan baca di buku Bacakilat. Anda bisa mendapatkannya di toko buku online maupun ke kantor Aquarius yang bisa dihubungi di 021 581 1617.

Tahapan kedua adalah Bacakilat. Bacakilat adalah membaca 1 halaman per detik. Atau Anda bisa menyebutnya memotret satu halaman per detik. Saat kita melakukan bacakilat, kita membuat impresi ke bawah sadar. Kita mengirimkan informasi langsung ke bawah sadar. Kebalikan dari proses kita membaca biasa, di mana kita menggunakan pikiran sadar untuk memproses kata per kata. Bacakilat mengirimkan informasi langsung ke bawah sadar, dan membuatnya tersedia untuk diproses oleh pikiran sadar. Proses ini oleh Sigmund Freud disebut sebagai pre conscious Processing.

Tahap ke tiga adalah Aktivasi. Aktivasi ada dua jenis. Manual dan otomatis. Otomatis adalah mekanisme alami pikiran manusia yang pada saat mendapatkan pemicu tertentu akan selalu mencari informasi atau database untuk melakukan perbandingan dan mencari data referensi. Saat seseorang mendapatkan pemicu, dan pikirannya mendapatkan referensi dari apa yang ia bacakilat sebelumnya, ini disebut sebagai aktivasi otomatis.

Aktivasi manual menggunakan buku yang dibacakilat sebelumnya sebagai pemicu supaya bawah sadar mengirimkan referensi database yang sudah dimasukkan dengan langkah bacakilat. Menggunakan tujuan sebagai pembimbing untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan dengan pemahaman yang lebih tinggi.

Sekarang mari kita bahas sedikit lebih dalam setiap tahapan dalam sistem Bacakilat ini.

Tahap Pertama: Tinjauan Awal

Gambaran besar dan tujuanTinjauan awal adalah langkah pertama yang harus dilakukan sebelum membaca. Jika Anda tidak menggunakan bacakilat pun, langkah ini tetap sangat membantu agar membaca menjadi lebih efektif. Tinjauan awal memberikan Anda gambaran besar apa yang bisa buku berikan kepada Anda. Membuat Anda mengetahui cakupan atau ruang lingkup dari buku secara umum atau garis besar.

Mengetahui gambaran besar sangat penting karena tanpa ini, pikiran kita akan kehilangan arah, tidak memiliki peta bukunya. Akibatnya kita sering kali lupa bab yang baru saja kita lewati.

Bagian kedua dari tinjauan awal adalah membuat tujuan.

Tujuan memberikan arahan dan menjawab sebuah pertanyaan yang otomatis ditanyakan kepada diri kita setiap kali melakukan sesuatu. WIIFM. What’s in it for me. Untuk apa saya melakukan hal ini. Apa yang bisa saya dapatkan? Memang pikiran kita selalu menjawab. Namun, menjawab saja tidak membantu banyak, jika jawabannya tidak diformulasikan dan dituliskan.

Mengapa perlu dituliskan? Pikiran kita selalu memikirkan sesuatu. Dalam 24 jam lebih dari 60 ribu buah pikir yang dipikirkan oleh pikiran. Dan untuk menjaga fokus, kita memerlukan sebuah standar pemikiran, sehingga setiap kali kembali maka kita akan selalu mendapatkan tujuan yang sama. Yaitu yang sudah kita tuliskan. Jika tidak dituliskan, bisa jadi setiap kali kita memikirkan untuk apa kita membaca buku itu, pikiran kita akan menjawab dengan jawaban berbeda.



Tujuan haruslah menjawab apa yang ingin dicapai dan mengapa ingin mencapainya. Apa memberikan Anda arahan. Mengapa memberikan Anda energi untuk menyelesaikannya. Alasan mengapa buku itu harus selesai akan menghidupkan hasrat untuk menyelesaikan buku dengan pemahaman dan tujuan Anda.



Langkah-langkah melakukan tinjauan awal:

Baca:

  • Sampul depan
  • 
Sampul belakang
  • daftar isi


Buat:

  • Kesimpulan
  • Tujuan yang jelas dan dituliskan

Tahap Kedua: BacakilatMembacabuku

Untuk bisa memahami dan mempraktikkan Bacakilat, saya akan menjelaskan dulu hal-hal yang mendasari bacakilat.

Ada tiga cara pikiran kita memproses informasi. Memproses secara sadar. Memproses secara subliminal dan memproses secara pra sadar.

Kita umumnya melakukan 2 yang pertama dengan sangat ahli. Namun, bukan berarti yang terakhir akan sulit. Mari kita lihat satu per satu.

Memproses secara sadar.

Ini telah menjadi andalan setiap orang saat ia masuk sekolah. Saat ini sebagian besar dari kita hanya menganggap ada satu cara memproses informasi. Itu adalah secara sadar. Kelebihan memproses secara sadar adalah, semua yang kita proses, kita sadari, sesuai namanya.

Kelemahannya pikiran sadar hanya bisa memproses 5-9 hal per detik. lebih dari itu ia akan langsung dikirimkan ke bawah sadar. Dan setelah 48 jam jika tidak ada review dan proses mengingat serta tujuan yang jelas, maka yang bisa kita ingat hanyalah 10 persen saja.



Bayangkan seperti sebuah corong, pikiran sadar adalah ujung corong yang kecil. Berapa banyak “air” yang bisa kita masukkan secara efektif dari ujung yang kecil ini? Pasti banyak sekali yang tumpah tidak masuk. (Kabar baiknya ya, informasi ini akan masuk juga ke bawah sadar, namun karena bukan menjadi fokus utama, ia hanya bersifat tersimpan saja tanpa terorganisir dengan baik.



Memproses secara subliminal.

Cara yang kedua ini adalah kemampuan alami semua manusia. Subliminal artinya semua yang tersaring oleh pikiran sadar. Semua yang tidak bisa masuk ke pikiran sadar. Semua yang tidak sanggup diproses oleh pikiran sadar. Semua yang masuk tanpa sepengetahuan pikiran sadar, dari seluruh panca indera di sebut subliminal. Ini sudah menjadi kebiasaan yang tidak kita ketahui sama sekali.

Keunggulan dari subliminal adalah semua informasi disimpan. Carl Jung mengatakan semua informasi yang masuk secara subliminal ini kelihatanya hanya memberikan dampak yang kecil pada kehidupan kita. Namun, ternyata ia mempengaruhi semua akar proses berpikir pikiran sadar. Ia yang mempengaruhi bagaimana orang berpikir, bertindak dan sebagian besar dari semua yang kita pelajari, dari bahasa sampai mimik wajah, dari budaya sampai pola pikir, kita serap dari proses subliminal.



Namun, subliminal tidak selalu mudah untuk disadari pikiran sadar. Hanya saat-saat kepepet dan pada saat mimpi pikiran kita bisa memunculkan hal-hal yang kita alami secara subliminal. Biasanya ada pesan tertentu yang disampaikan pikiran kita, berdasarkan informasi yang masuk secara subliminal yang tidak sanggup ditangkap oleh pikiran sadar.

Coba Anda lihat sebuah objek di kejauhan. Fokuslah pada objek itu, maka objek itu diproses secara sadar. dan segala sesuatu di luar objek itu diproses secara subliminal. Berapa banyak yang ditangkap oleh pikiran sadar (yang kita fokuskan)? Ya, hanya sedikit itu. Subliminal menangkap semuanya dan menyimpannya dalam memori bawah sadar. Tidak luput satupun.

Kita tentu ingin memanfaatkan subliminal ini lebih baik lagi.

Bagaimana membuat subliminal lebih bisa diproses oleh pikiran kita dengan lebih mudah. dengan menyediakan pemicu yang cukup untuk memancing informasi yang ada di bawah sadar. Dan dengan sengaja melakukannya ternyata membawa kita membuat proses subliminal ke tingkat yang lebih baik.

Memproses secara Pra sadar.

Secara pra sadar. Harfiahnya “duluan dibanding pikiran sadar”. Pikiran bawah sadar duluan. Pikiran sadar belakangan. Artinya kita melakukan subliminal dengan sengaja. Artinya dengan tujuan yang jelas, kita memasukkan informasi langsung ke bawah sadar.

Tujuan utamanya tentu memasukkan informasi langsung ke bawah sadar. Memasukkan informasi dari ujung corong yang lebih besar. Kebalikan dari pikiran sadar.



Dengan sengaja melakukan subliminal, kita membuat informasi yang masuk lebih mudah dipicu dan diproses oleh pikiran sadar. Dengan bantuan pra sadar ini, kita mengoptimalkan kerja pikiran sadar. Tadinya ia hanya memproses 5-9 hal per detik, sekarang ia memproses sampai 26 hal bahkan lebih. Ini saya tunjukkan di pelatihan bacakilat.

Kita telah menaikkan kerja pikiran sadar ke tingkat yang lebih tinggi. Kita membuat pikiran sadar kita bekerja di luar normalnya, mempercepat semua proses belajar kita.

Sigmund Freud berkata, pra sadar adalah informasi yang saat ini tidak berada di pikiran sadar (berada di bawah sadar), namun tidak dipendam dan sangat mudah ditarik ke pikiran sadar. Dengan pemicu yang tepat, kita bisa menarik data yang ada di pra sadar ini naik ke sadar dan membantu pemahaman kita.

Bacakilat adalah memproses secara pra sadar. Kita memasukkan semua informasi dari buku langsung ke bawah sadar dengan sengaja.



Mengapa kita bisa melakukannya?

Mata manusia bisa menyerap 100 juta bit informasi per detik. Pikiran sadar hanya memproses 40 bit per detik (5-9 hal). Pikiran bawah sadar? Ia menyerap semua informasi yang masuk. Tanpa menyaring. Semuanya masuk sempurna.

Nah, mari kita bayangkan alur kerja bacakilat sebagai gambaran Anda. Pertama kita membuat tujuan dari gambaran besar yang kita dapatkan di langkah tinjauan awal. Lalu kita membacakilat, memasukkan data-data yang ada di buku langsung ke memori bawah sadar. Dan informasi ini karena sengaja dimasukkan, maka ia siap dan tersedia untuk diproses secara sadar dengan mudah, jika diberikan pemicu yang tepat.

Lalu dengan menggunakan buku yang sama, kita memicu pikiran kita untuk tidak hanya memproses dengan pikiran sadar berdasarkan informasi yang masuk dari mata (membaca), tapi juga sekaligus memicu data yang ada di bawah sadar (hasil bacakilat) naik ke pikiran sadar.

Anda perhatikan, dalam proses di atas, tidak hanya satu arah, dari buku ke pikiran sadar saja, namun dari bawah sadar juga terpicu naik ke pikiran sadar.

Kita memproses informasi itu dua arah. Informasi yang kita baca akan berasa familiar. Rasanya pernah mengetahui informasi itu. Rasanya mudah memahami dan mudah untuk menemukan mana informasi yang harus didalami secara serius untuk mendapatkan tujuan akhir membaca, mana yang boleh sekedarnya atau bahkan dilewatkan.



Membaca buku tidak hanya mengandalkan otak kiri yang bersifat menganalisa kata per kata lagi. Namun juga dibantu secara holistis dan intusi oleh otak kanan. Dari fungsi otak kanan ini, ia membutuhkan sebuah tujuan yang jelas. Jika tujuan yang dibuat di langkah tinjauan awal tidak jelas, maka ia juga akan kesulitan untuk membantu Anda menemukan informasi yang memiliki bobot pencapaian tujuan yang Anda tetapkan.

Langkah-langkah bacakilat:

  • Masuk ke kondisi Genius
  • 
Afirmasi pembuka
  • Bacakilat
  • Afirmasi penutup
  • Visualisasi



Langkah-langkah ini di bahas secara tuntas dalam buku bacakilat.

Aktivasi.



Membaca kata aktivasi banyak sekali yang salah memahami. Melakukan aktivasi bukan berarti dengan sendirinya semua informasi yang ada di dalam memori jangka panjang atau pikiran bawah sadar kita keluar begitu saja. Bukan sama sekali.

Faktanya, pikiran kita tidak bisa melakukan hal itu. Pikiran kita butuh pemicu untuk bisa memancing informasi yang ada dalam pikiran bawah sadar.

Kata kuncinya adalah pemicu. Dengan adanya pemicu, kita akan mengeluarkan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan pemicu.

Dari jenis pemicunya, aktivasi dibagi menjadi dua jenis. Aktivasi otomatis dan aktivasi manual.

Aktivasi otomatis.Aktivasi Otomatis

Adalah aktivasi yang terjadi karena pemicunya adalah situasi yang kita alami dalam keseharian. Di mana ketika pemicu ini kita dapatkan, informasi yang pernah kita bacakilat maupun informasi yang sudah tertanam dalam memori dari berbagai sumber sepanjang kehidupan kita muncul ke permukaan. Memberikan kita kesempatan untuk melakukan kegiatan atau mengatakan kata-kata yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya.

Contohnya, seorang ibu yang selama ini sangat introvert, atau sangat tertutup, ia jarang sekali memulai pembicaraan. Dan dalam keseharian bisnisnya, selalu timnya yang mewakilinya untuk berkomunikasi. Apa lagi kalau ada komplain. Beberapa hari sebelum sebuah komplain terjadi, ia membacakilat sebuah buku dari Dale Carnegie Institute tentang cara berkomunikasi yang asertif.

Saat komplain itu terjadi, ada dorongan yang membuatnya ingin mengatasi masalah itu. Biasanya selalu timnya yang menghadapi. Kali ini berbeda. Ia berbicara dengan begitu tulus, lancar, dan mendengarkan pelanggan dengan baik. Bahkan memberikan solusi yang menyenangkan bagi pelanggan.



Mungkin Anda berpikir, Ah, pasti mudah sekali baginya untuk melakukan hal ini, toh dia adalah seorang pemilik bisnis. Jadi apapun yang ia katakan akan segera direspon dengan baik oleh pelanggan. Dan ia memiliki kekuasaan untuk memberikan apapun yang pelanggan inginkan. Mungkin.



Namun yang terjadi dalam pikirannya adalah ia terheran-heran mengapa ia bisa melakukan apa yang ia lakukan saat itu. Itu adalah sesuatu yang bukan dirinya. Ia tidak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya.

Dan saat ia kembali ke meja kerjanya, ia melihat buku yang ia bacakilat itu. Dan dengan otomatis ia membuka buku dan langsung menemukan langkah-langkah berkomunikasi yang asertif yang baru saja ia terapkan. Ini membuatnya senang sekali.

Ini adalah salah satu contoh aktivasi otomatis.

Seorang trainer Balck Belt Six Sigma membacakilat banyak sekali buku. Karena jadwal training ke berbagai perusahaan nasional dan multinasional yang sangat padat, ia hanya sempat melakukan bacakilat tanpa aktivasi manual. Saya akan membahas aktivasi manual sebentar lagi.

Trainer ini adalah pak Rifki. Saat memberikan pelatihan, sering sekali peserta mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tajam, baik sesuai dengan konteks yang sedang dibawakan maupun pertanyaan lain di luar konteks. Ia mempersiapkan diri menghadapi situasi ini dengan membaca banyak sekali buku dengan bacakilat, bukan sistem bacakilat. Ia tidak melakukan sampai aktivasi manual.

Apa yang terjadi saat ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan itu? Ia menjawab dengan lancar. Dan pada saat yang bersamaan ia membuat dirinya memahami hal yang sama (secara sadar) apa yang ia jelaskan kepada peserta trainingnya. Ini adalah aktivasi otomatis.



Banyak sekali cerita-cerita dari peserta yang melakukan bacakilat mulai dari kamus sampai kitab suci, dari buku pengembangan diri sampai memimpikan novel-novel yang mereka bacakilat.



Kabar baiknya, Anda juga bisa. Semakin sering bacakilat, semakin kuat relasi antara pikiran sadar dan bawah sadar. Semakin mudah mendapatkan aktivasi otomatis.

Kabar buruknya adalah banyak sekali alumni yang terus menerus mencari aktivasi otomatis ini. Ini adalah sebuah paradoks. Semakin kita ingin mendapatkan aktivasi otomatis semakin tidak muncul dan kacau situasinya.



Anda mungkin tidak asing dengan cerita berikut ini.

Anda sedang berada di tempat publik dan bertemu dengan seorang teman lama. Anda sudah lama tidak pernah bertemu dengannya. Obrolan pun terjadi, mulai dari bertanya kabar, keluarga, pekerjaan dan pertanyaan menggali lainnya. Tapi ada satu pertanyaan yang selalu muncul dalam pikiran dan tidak ditanyakan keluar. Apa itu?

Siapa namanya!



Dalam pikiran, Anda terus mencari tahu siapa nama teman Anda ini, sambil bertanya, juga menjawab pertanyaan darinya, Anda terus menerus mencari, namun jawaban tidak kunjung muncul. Faktanya, semakin ditanya semakin sulit menemukan jawabannya.



Lalu, percakapan pun selesai tanpa mengetahui nama masing-masing. Anda pun “menyerah” untuk mencari nama teman Anda itu. Anda melakukan kegiatan lain, tanpa lagi memikirkan dan mencari-cari namanya. Namun, Anda sudah bertanya dalam pikiran Anda. Pikiran selalu merespon pertanyaan dengan jawaban.

Hanya saja, pikiran sama seperti kita, tidak suka dipaksa, tidak suka ditekan. Ia akan panik dan tidak bekerja dengan baik.

Namun, ia baik sekali, karena pikiran akan terus mencari jawabannya. Ketika sudah tidak lagi tertekan, ia mulai bekerja dengan leluasa. Dan BOOM! Namanya muncul. Semakin dipaksa, ia tidak muncul. Saat memasrahkannya, ia muncul.

Salah satu hukum pikiran berbunyi: “Semakin besar usaha pikiran sadar, semakin kecil respon pikiran bawah sadar.” Semakin kita ingin mengendalikan gerakan tubuh, semakin kacau kegiatan itu.

Aktivasi Manual.

Aktivasi ManualAktivasi manual menggunakan Buku yang sudah kita bacakilat sebagai pemicu. Buku yang sudah dibacakilat saat ini, sudah tersedia dalam memori Anda dan siap untuk ditarik kepikiran sadar dengan pemicu yang tepat.

Tidak ada pemicu yang paling tepat selain buku itu sendiri, dan TUJUAN yang sudah Anda tetapkan. Tidak ada tujuan yang jelas akan membuat Anda “terdampar” dan berakhir dengan membaca kata per kata kembali.

Pikiran bawah sadar tidak bisa mengatakan seperti ini: Agus, yang kamu butuhkan itu ada di halaman 47 paragraf dua dari bawah. Tidak. Ia tidak berkomunikasi secara verbal. Ia berkomunikasi secara intuitif.

Agar komunikasi bawah sadar bisa dilakukan, pikiran sadar harus membuka peluang. Dengan cara memindai, mencari secara aktif. Di mana bagian yang harus dipahami. Di mana bagian yang harus dikuasai. Didapat untuk memperoleh pemahaman yang sesuai dengan tujuan.

Ketika menemukan bagian yang Anda butuhkan. Yang mana ini adalah komunikasi dari intuisi Anda. Anda mendalaminya secara sadar. Anda membaca dan memahami bagian itu.

Untuk bisa melakukan memindai menjelajahi dengan baik, kita perlu membuat pikiran kita penasaran. Semakin penasaran, semakin mudah kita menyelesaikan buku.

Langkah-langkah Aktivasi Manual

  • Review : Membuat penasaran
  • Memindai Menjelajahi
  • MindMapping

Saya akan membahas satu per satu lebih detil lagi dalam kesempatan lain. Silakan Anda masukkan pertanyaan Anda di bawah ini. Sampai bertemu di artikel lain.

 

Banner-7

Pola Pikir Bertumbuh

Banner-7

cartoon-crowd-choose-to-take-action1Dalam website Bacakilat yang lama, saya pernah menuliskan sebuah artikel tentang pola pikir bertumbuh dan pola pikir yang tetap, atau stagnan. Sebenarnya judulnya rasanya bukan itu, karena beberapa hal website bacakilat harus saya upgrade dan saya tidak menyiapkan back up nya. Kalaupun menunggu, cukup makan waktu, dan untuk apa kembali ke website lama. Jadi saya putuskan untuk membuatkan versi baru yang lebih mudah di olah dan mudah dibaca.

Namun yang terpenting adalah dengan perubahan ini, saya juga ingin memberikan lebih banyak untuk Anda para pembaca. Dalam format baru ini, saya ingin kita, Anda dan saya, bisa berinteraksi lebih banyak.

Jika Anda membaca artikel ini karena mengetahuinya dari email yang saya berikan kepada Anda, selamat bergabung. Namun jika bukan, silakan daftarkan diri Anda di kolom kanan ini, untuk mendapatkan email-email dari saya dan ebook pendamping Buku Bacakilat.

Oke, cukup pendahuluannya, mari kita bahas cerita berikut ini, Saya ingin Anda bertemu dengan Badu dan Bidu. Badu dan Bidu adalah orang-orang yang sering kali kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun mereka bukanlah kakak adik. Bahkan mungkin karakter ini tidaklah nyata. Saya hanya ingin menyampaikan pesan ini dengan cerita.

Bertemu Badu.

Badu adalah seorang kepala rumah tangga dengan 2 orang anak. Ia dan istrinya bekerja, namuan tidak benar-benar menyukai apa yang mereka kerjakan. Mereka selalu mencari sesuatu yang cepat menghasilkan uang. Mereka terus mencari dari berbagai sumber termasuk buku. Banyak sekali buku yang mereka beli. Karena mereka sangat sibuk, sangat lelah dengan apa yang mereka kerjakan, mereka pun tidak pernah menyelesaikan buku-buku yang mereka beli.

Setiap kali pulang rumah, energi mereka tinggal sedikit dan harus mengurus kebutuhan anak-anak. Badu melakukan kegiatannya hari demi hari, sambil melirik tumpukkan bukunya. “Kapan saya bisa menghabiskan buku-buku itu? Saya butuh perubahan, tapi bagaimana caranya? Aku harus belajar dulu dari awal. Banyak sekali yang harus aku pelajari, lakukan dan rasanya waktu tidak pernah cukup.”

Bertemu Bidu.

Bidu adalah seorang pria yang jelas dengan tujuannya. Ia memiliki impian yang jelas dan melakukan pekerjaannya dengan senang hati. Ini bukanlah pekerjaan yang ideal baginya, bukan juga passionnya. Namun, ia memiliki misi dalam pekerjaan ini. Ia ingin belajar. Suatu hari ia ingin memiliki bisnisnya sendiri.

Ia merancang kehidupannya. Ia mempersiapkan dirinya untuk mengganti karir. Semua sudah terpapar dengan jelas. Apa yang harus ia pelajari, apa yang harus ia siapkan, untuk menunjang bisnis yang akan ia buka. Ia selalu membaca buku setiap hari. Ia memilih buku dengan ketat. Ia mencari buku-buku yang benar-benar ia butuhkan dan memiliki bujet untuk membeli buku yang tepat setiap bulannya.

Setiap hari selalu ada 45 menit untuk membaca. Pasangannya jelas apa yang Bidu inginkan dan selalu mendukungnya. Dalam 45 menit ini adalah waktunya untuk bertumbuh, untuk meningkatkan kualitas kehidupannya, mengembangkan dirinya, mempersiapkan pencapaian impiannya.

Ia pulang kerja dengan bahagia, bermain dengan anaknya, bercengkerama dengan istrinya… tidak, saya tidak ingin melanjutkannya lagi.

Pola Pikir Tetap.

Menurut Anda, siapa yang memiliki kesempatan sukses?

Tentu kita semua sepakat, bahwa Bidu-lah yang lebih memiliki kesempatan untuk sukses.

Apakah Badu tidak ingin sukses? Tentu tidak. Badu juga sangat ingin sukses. Namun, ada sesuatu yang menahannya untuk tidak melakukan apa yang ia lakukan.

Banyak sekali faktornya, namun, kali ini saya ingin membahas dari sisi pola pikir. Pola pikir bertumbuh bukan berarti hanya sekedar ingin sukses, maka seseorang memiliki pola pikir bertumbuh. Semua orang ingin sukses. Semua ingin kehidupan yang lebih baik.

Namun, ada orang yang ingin kelihatan hebat, kelihatan sukses, dan mereka memiliki kecenderungan untuk menghindari tantangan yang harus dihadapi. Mengambil keputusan untuk menrancang kehidupan yang diinginkan adalah sebuah tantangan. Dan itu harus diselesaikan paling pertama.

Pola pikir yang tetap cenderung untuk mudah menyerah ketika kesulitan datang menghadang. Melilhat kesulitan-kesulitan itu tidak mungkin ia selesaikan. Melihat semua usahanya tidak membuahkan hasil yang ia inginkan. Ia merasa semua usahanya adalah sia-sia. Umumnya mereka sering mulai melakukan hal baru. Dan sering kali berpindah ke hal yang lain ketika kesulitan muncul.

Mereka juga mengabaikan kritik yang membangun. Semua yang disampaikan orang lain kepadanya dianggap tidak mendukung dan disalahpahami sebagai sesuatu yang menjatuhkan semangat. Banyak sekali orang sukses yang berhasil karena justru mereka ingin menunjukkan bukti kepada yang mengatakan tidak bisa kepada diri mereka.

Orang yang memiliki pola pikir tetap juga merasa terancam dan iri hati dengan kesuksesan orang lain. Mereka melihat dunia ini tidak adil. Orang lain sukses karena keberuntungan memihak mereka dan tidak memihak dirinya. Dia tidak melihat proses yang dilalui oleh mereka yang berhasil. “Memang dia sukses sekali, tapi tahu nggak kalu dia itu….” kalimat seperti itu barangkali muncul dalam pikiran mereka saat membicarakan kesuksesan orang lain.

Semua ini mengakibatkan tidak adanya perkembangan dalam kehidupan Badu. Badu duluan mencapai grafik plato dalam kehidupannya. Ia tidak berhasil memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya. Dan hasil itu sendiri memberikan ia bukti bahwa ia tidak beruntung. Orang lain lebih bisa dan beruntung dibanding dirinya.

Pola Pikir Bertumbuh.

Orang yang memiliki pola pikir bertumbuh, mereka percaya kecerdasan bisa berkembang. Ia terpicu untuk memaksimalkan potensi dirinya. Ia terpicu untuk melihat sebagus apa ia akan menciptakan kehidupannya. Ia yakin apapun bisa dicapai dengan cara mau belajar dan mengambil tindakan. Memang mengambil tindakan dan menghadapi hal yang baru adalah sesuatu yang tidak mudah dan nyaman dilakukan. Tapi ini sangat menantang.

Orang dengan pola pikir bertumbuh menyambut tantangan dan perubahan. Ia tidak ingin kehidupannya sama. Sukses adalah berubah, menyesuaikan diri dan mengatasi perubahan itu. Ia sangat memahami, dengan melewati tantangan ini, ia akan lebih kuat dan lebih besar.

Menjalaninya tidak mudah. Namun, ia tidak pernah menyerah. Ia akan terus mencari jalan. Mempelajari bagaimana mengatasinya, bertumbuh dari kesulitan yang ia alami. Saat ujian datang, itu juga berarti sebentar lagi naik kelas. Saat kegagalan datang, itu adalah proses belajar. Dan mereka memahami, itu bukan hasil akhir selama mereka terus melakukan sesuatu.

Usaha tidak selalu langsung menghasilkan, namun, usaha adalah proses yang perlu dilakukan untuk menjadi orang yang lebih baik. Untuk membentuk jalan kesuksesan. Bahkan jika usaha itu layaknya seperti hanya menebas beberapa helai rumput dari semak belukar yang menghadang jalannya. Semua orang tidak selalu setiap saat bisa melihat tujuannya dengan jelas. Namun, dalam dirinya, yakin sekali bahwa apa yang ada di ujung jalan ini adalah kehidupan yang ia inginkan.

Ia belajar dari kritik. Seperti seorang peselancar yang selalu menari di atas ombak. Kritik adalah kesempatan melihat apa yang dilakukan dari sudut pandang berbeda. Ia tidak merasa itu menjatuhkan, namun membantunya lebih cepat tumbuh.

Ia bahagia melihat orang lain sukses. Ia bersyukur dengan apa yang ia dapatkan, Ia juga mendoakan orang sukses. Ia percaya proses yang telah mereka lakukan di masa lalulah yang membawa mereka menikmati apa yang mereka dapatkan hari ini.

Dengan pola pikir seperti ini Bidu terpicu untuk menjadi lebih baik setiap hari. Ia membangkitkan potensi dalam dirinya. Ia menggunakan apa yang telah Tuhan titipkan dalam dirinya. Ia akan terus bertumbuh dan berkembang dengan umpan balik positif.

Terus Sekarang Bagaimana?

Jika Anda mendapati diri Anda adalah orang yang memiliki pola pikir tetap, maka sekarang adalah saat yang tepat untuk mengubah diri Anda. Mulai dari menyadari apa yang Anda lakukan, pikirkan, dan rasakan. Perhatikan percakapan dalam diri Anda, suara apa yang Anda dengar setiap kali menghadapi tantangan, melihat orang sukses. Ini adalah kabar yang sangat baik bukan?

Apakah penjabaran saya dalam artikel ini sesuai dengan apa yang Anda alami? Apakah seperti yang Anda lihat pada orang yang ada di sekeliling Anda? Sukses selalu untuk Anda.

Banner-7

Website Bacakilat sedang di upgrade

Hi para calon pembacakilat,

aqus setiawan bacakilatTerima kasih telah mengunjungi Situs bacakilat.com. Maaf atas ketidaknyamanan ini, karena situs ini belum bisa diakses dengan baik berhubung sedang dilakukan maintenance dan upgrade.

Untuk informasi tentang Bacakilat silakan hubungi Aquarius Resources: 021 581 1617. Atau ke HP: 0878 7768 3111

Kami sedang mempersiapkan situs Bacakilat baru yang lebih mudah untuk diakses oleh Anda. Dan situs baru akan hadir dengan menjawab berbagai pertanyaan lebih mendalam seputar bacakilat dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan Anda.

Kami menjawab berbagai pertanyaan dalam bentuk artikel yang bisa Anda baca untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang bacakilat. Serta saya juga sedang mempersiapkan ebook yang akan melengkapi Buku Bacakilat. Membaca ebook ini akan membuat Anda siap dan jelas untuk menguasai Bacakilat dalam kehidupan Anda.

Oh iya, silakan kunjungi http://aquariuslearning.co.id untuk mendapatkan inspirasi setiap hari. Inspirasi ini diharapkan bisa meningkatkan semangat Anda dalam berkarya setiap harinya.

Silakan tinggalkan komentar Anda untuk bertanya seputar bacakilat. Pertanyaan Anda akan saya jawab dengan artikel yang akan dipublikasi di Bacakilat.com ini.

Tunggu kabar kami selanjutnya.

Terima kasih atas pengertian Anda

Agus Setiawan.

1 8 9 10