Belajar Tapi Tidak Praktik

Apakah menguasai sebuah skill hanya perlu belajar?

bingungIni adalah keinginan banyak orang. Dan jika ini keinginan Anda, mungkin Anda perlu memperbaiki pemikiran ini. Sukses hanya bisa dicapai dengan memiliki kebiasaan sukses. Dan kebiasaan sukses adalah melakukan apa yang dilakukan oleh orang-orang sukses secara konsisten. Menerapkan apa yang kita pelajari, melatih apa yang kita telah pelajari jauh lebih penting dari sekedar hadir dan belajar di pelatihan.

Ada orang yang mengikuti pelatihan dan berhasil menguasai skill dan mendapatkan hasil yang luar biasa. Ada juga orang yang tidak berhasil dan menyalahkan tools yang ia pelajari. Tentu kita pernah mendengar pepatah yang mengatakan seorang tukang yang buruk selalu menyalahkan peralatannya. Ini adalah sebuah jebakan pemikiran yang sangat kuat. Jika Anda merasa demikian, INI BUKAN SALAH ANDA. Anda hanya terprogram dalam lingkungan kita yang memang kebanyakan seperti itu.

Belajar saja tidak akan membuat Anda menguasai sebuah skill. Apalagi mendapatkan hasil dari skill itu. Sebelum kita membahas apa yang perlu kita lakukan, pemikiran apa yang perlu kita miliki, saya akan menulis kembali sebuah cerita.

Alkisah, hiduplah seorang pria yang selalu memimpikan dirinya sukses. Ia tidak berhenti berdoa setiap hari. Ia berdoa kepada Tuhan untuk membantunya sukses. Ia ingin sukses dengan cepat. Maka ia pun berdoa agar ia menang lotere. Setiap malam ia berdoa dengan khusyuk. Pagi hari, siang hari pun ia tidak lupa mengucap doa.

Namun, ia tidak pernah memenangkan lotere walau sudah begitu fokus selama berbulan-bulan. Tapi ia tidak menyerah, ia masih terus berdoa dan suatu malam, dalam doanya, ia mendapatkan jawaban dari Tuhan. Tuhan berkata, Anakku, Kalau kau ingin menang lotere, bantulah Aku, Pergi beli lotere sekarang.

To Know not to DO, is Not Yet to Know. ~ Lao Tzi

Jadi apa yang perlu kita lakukan agar kita menguasai skill dan mendapatkan manfaat? Tentu bukan pergi membeli lotere hehehe.

Tapi, Praktik.

Ini yang perlu kita pahami dalam menguasai sebuah skill:

  1. Masa krisis.
    Untuk menguasai sebuah skill ada masa krisisnya. Masa krisis ini dimulai setelah kita belajar sebuah skill baru. Contohnya Anda sudah ikut pelatihan dua hari bacakilat, atau mengikuti bacakilat home study course. Maka Anda mulai memasuki masa krisis menguasai sebuah skill. Dalam masa krisis ini dirasakan Anda sewaktu Anda mempraktikkan apa yang Anda pelajari. Biasanya terjadi karena situasi yang Anda hadapi berbeda.Selama masa krisis ini, jika Anda mempraktikkan tentunya, Anda akan mengalami kebingungan. Melawan kebiasaan lama. Merasa sedikit repot dalam melakukan skill baru Anda, karena Anda lebih terbiasa dengan cara lama Anda. Oh, ngomong-ngomong, Anda ingin cara baru karena cara lama Anda tidak membuat Anda sukses atau dalam hal bacakilat tidak membuat Anda menyelesaikan buku bukan? Jadi lewatilah masa krisis ini dan praktiklah.

    Jika Anda tidak praktik, apakah Anda melewati masa krisis ini? Tidak. Masa krisis hanya berjalan ketika dan selama Anda praktik. Sebagian orang tidak mempraktikkan apa yang ia pelajari karena beberapa alasan, ini yang terpikirkan oleh saya, Anda bisa menambahkan dalam komentar jika ada yang lain. Pertama, mereka tidak nyaman. Melakukan hal yang baru selalu tidak nyaman. Bisa jadi tidak nyaman karena belum terbiasa.

    Bisa juga tidak nyaman karena kelihatan kurang pintar. Perlu kita akui, ketika belajar hal baru, kita akan kelihatan sedikit “bodoh”. Dan bagi orang yang gengsi, mereka tentu tidak mau menjalani proses ini. Solusinya adalah menjalaninya. Jika Anda sudah melakukan investasi, maka Anda perlu meyakini sistemnya. Setiap orang yang mengajarkan sebuah sistem, harusnya ia sudah meneliti mana yang bekerja dan mana yang tidak memberikan hasil. Kita hanya perlu mengikutinya. Tidak perlu memikirkan cara baru, paling tidak sampai Anda bisa melakukannya.

    Kedua, Tidak mengosongkan gelas. Tentu Anda pernah mendengar seseorang berkata, ah itu tidak mungkin. Ia berkata demikian karena ia menggunakan pengetahuan yang ia ketahui di masa lalu untuk mengukur apa yang ia lihat saat ini. Dan sering kali kita tidak mau melepaskan pengetahuan masa lalu (mengosongkan gelas) yang seringkali tidak relevan pengukurannya.

    Ketiga, ini lucu, karena banyak yang belum praktik sudah menegaskan itu tidak berhasil. Mungkin ini mirip dengan yang kedua, tapi mungkin sedikit lebih parah hehehe. Praktik, pahami dan lihat hasilnya. Setelah itu barulah kita bisa menganalisa mana yang perlu kita perbaiki.

    Keempat, Terlalu cepat menganalisa proses. Tentu kita tahu proses yang benar akan membawakan hasil yang benar. Tapi jika kita terlalu dini menganalisa prosesnya, tanpa melihat hasilnya seperti apa, maka kita tidak bisa benar-benar menilai apakah proses yang kita jalani itu sudah benar atau belum. Belum ada hasil, bagaimana kita bisa menilai? Jadi selesaikanlah. Praktiklah, maka Anda akan tahu apa yang perlu dilakukan, jikapun Anda tidak tahu, Anda bisa bertanya dan pertanyaan Anda tentu lebih berkualitas.

    Every Master, once a Terrible.

    Kelima, mereka ingin sempurna. Pemikiran bahwa ingin bisa dulu baru praktik adalah hal yang lucu. Kita tidak membicarakan mana yang duluan, sempurna duluan atau praktik duluan, ayam duluan atau telur duluan. Dalam kasus ini jelas sekali, praktik dulu. Mengharapkan sempurna adalah langkah awal untuk membuat kita tidak mempraktikkan dengan baik, langkah awal untuk membuat kita tidak bisa. Karena rasa ingin sempurna membuat kita tidak mau melakukannya.

    Praktik. Buatlah kemajuan. Maka keunggulan akan tercapai.

  2. Memiliki pola pikir bertumbuh. Ini artinya kita memiliki konsep dalam pikiran kita bahwa, semua bisa kita pelajari jika kita mendedikasikan waktu dan usaha. Ya, dan Anda bisa menjalani kehidupan sejauh ini, karena Anda memiliki pola pikir bertumbuh. Anda mendedikasikan waktu dan usaha untuk belajar berjalan, berbicara, membaca, bermain, menulis, naik sepeda, menyetir, dan masih banyak skill lainnya. Jika hal yang standar bisa Anda lakukan, tinggal meningkatkan diri untuk melakukan yang di atas standar.Tidak ada orang sukses yang melakukan hal standar. Semuanya di atas standar. Going the extra mile.

    Pola pikir tetap artinya kita merasa kita tidak bisa menguasai apapun, tidak bisa menjadi lebih baik. Pola pikir adalah pilihan, mana yang ingin Anda anut, mana yang ingin Anda jadikan kebenaran dalam kehidupan Anda. Semua ada di tangan Anda.

Belajar saja tidak membawa Anda menuju kesuksesan, apa yang Anda lakukan dengan apa yang Anda pelajarilah yang membawa kita maju. Knowledge is not power. It’s only potential power, untill you do something it’s become kinetic power.

Saya ingin mendengarkan pemikiran Anda, sampaikan pemikiran Anda di bawah, saya membacanya.

Sukses untuk Anda.

 

6 Alasan Mengapa Seseorang Tidak Mau Membaca

Manusia adalah mahluk tujuan. Semua tindakan dilandasi oleh tujuan yang spesifik. Semakin spesifik dan personal sebuah tujuan, maka seseorang dengan mudah bisa menggerakkan tubuhnya untuk bertindak.

Sama halnya dengan mambaca. Ada banyak alasan mengapa seseorang mau membaca dan begitu juga sebaliknya. Di artikel ini kita akan membahas secara gambaran besar mengapa seseorang tidak mau membaca, khusunya dalam membaca buku.

Mari kita bahas satu persatu:

Bingung

1. Tidak Memiliki Kejelasan

“Kegilaan adalah melakukan hal yang sama secara terus-menerus dan mengharapkan hasil yang berbeda.”

Albert Einstein

Kejelasan memberikan seseorang arah yang jelas untuk bertindak. Mulai dari tindakan nyata yang harus mereka lakukan dan hal lain yang mesti disiapkan untuk mencapai tujuan.

Kejelasan memiliki pengaruh yang sangat besar untuk mencapai tujuan. Hanya dengan kejelasanlah seseorang bisa fokus mencapai apa yang mereka inginkan.

Bisa Anda bayangkan orang yang tidak jelas akan apa yang mereka inginkan? Mereka justru akan membuang banyak waktu, perhatian dan energi untuk melakukan hal-hal yang tidak mendukung kesuksesan mereka.

Dengan memiliki kejelasan, perjalanan mencapai tujuan akan terasa lebih mudah dan menantang. Seseorang tahu apa yang harus mereka lakukan dan hal-hal yang tidak perlu dilakukan untuk sampai di tujuan.

Membaca buku akan menjadi satu kebutuhan bukan keharusan saat seseorang memiliki kejelasan akan keinginan. Meraka sadar bahwa membaca buku penting untuk membantu mencapai tujuan mereka. Ini kejelasan secara umum.

Secara lebih spesifik, saat akan membaca, seseorang hurus jelas akan tujuan mereka akan membaca. Banyak orang hanya sekedar membaca buku dan berhenti membaca karena pikiran mereka tidak bisa fokus.

Seseorang harusalah memiliki tujuan yang jelas dan personal untuk mendapatkan apa yang diingkan dari buku yang dibaca. Tujuannya agar pikiran bisa fokus mendapatkan apa yang diinginkan.

2. Tidak Memprioritaskan Membaca

“Sebuah ide dalam sebuah buku mempunyai potensi untuk mentransformasi diri ke sebuah pencapaian yang tak terkira. Masalahnya, kita tidak pernah tahu di buku mana ide itu tersembunyi. Carilah, karena ide itu menunggu untuk kita temukan.”

Gobind Vashdev

Ini sangat berkaitan dengan poin yang kita bahas sebelumnya. Jika seseorang memiliki kejelasan, maka dengan sendirinya ia akan memprioritaskan waktu untuk membaca. Jika tidak, membaca hanya akan menjadi satu kegiatan yang sangat berat dan “menyiksa” untuk dilakukan.

Jika ini terjadi, boro-boro orang mau membaca. Pasti ada kegiatan lain yang lebih menarik untuk dilakukan, bukan?

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari membaca, maka seseorang perlu memprioritaskan kegiatan membaca itu sendiri.

Orang yang tidak memprioritaskan diri untuk membaca akan memiliki segudang alasan yang masuk akal. Mulai dari tidak memiliki waktu, kesibukan yang sangat tinggi dan berbagai alasan lainnya.

3. Bingung Mulai Membaca Tentang Apa

Masih sangat erat hubunganya dengan kejelasan dan prioritas. Orang yang belum memiliki kejelasan akan bingung sendiri tentang konten buku yang harus mereka baca.

Mereka menganggap penting semua hal yang dilihat di toko buku. Ini karena banyak judul-judul buku yang sangat menarik dan menggoda untuk dibaca. Karena terlalu banyak, mereka pun hanya membeli dan tidak pernah menyelesaikan membaca buku tersebut.

Alasan lain mengapa seseorang bingung, ini menjadi satu kekuatan pikiran bawah sadar untuk mengelabuhi pikiran sadar agar tidak membaca buku. Alasannya, akan Anda temukan di penjelasan selanjutnya.

4. Adanya Beban Mental dalam Membaca dan Belajar

Inilah alasan terbesar mengapa seseorang tidak mau membaca. Seberapa besar pun mereka mencoba untuk membaca, jika mereka memiliki beban mental dalam membaca, akan membuat proses membaca begitu berat dan tidak menyenangkan.

Masalah emosi seperti tidak suka membaca, bosan, malas, sulit memahami isi buku, tidak punya waktu, suka menunda, tidak berani mencoba hal baru dan semua emosi negatif lain yang berhubungan dengan membaca dan belajar.

Jika emosi-emosi ini tidak segera diatasi, maka akan sulit bagi seseorang untuk memulai membangun kebiasaan membaca dengan sukses. Ini juga menjelaskan tentang poin nomor 3 yang kita bahas barusan.

Dibutuhkan perjuang dan niat yang besar agar bisa menjadikan membaca sebagai kebiasaan. Untuk mengatasi masalah membaca ini, Anda bisa menggunakan salah satu mengatasi hambatan membaca di sini.

5. Membaca Buku Belum Menjadi Satu Kebiasaan

Dengan mengatasi masalah emosi di aspek membaca dan belajar, maka membentuk kebiasaan membaca akan menjadi lebih mudah daripada sebelumnya.

Sama seperti kebiasaan lainnya. Membaca juga membutuhkan waktu, perhatian, fokus serta tindakan nyata agar menjadikannya sebagai satu kebiasaan.

Karena belum menjadi kebiasaan, maka membaca menjadi satu proses yang sangat “menantang.” Membaca adalah peran aktif antara pembaca dan buku, sering kali orang hanya membaca dan tidak menggunakan pikiranya dalam menganalisa sehingga membaca menjadi satu proses yang sangat melelahkan.

Akhirnya mereka pun berhenti membaca. Ini justru menguatkan emosi negatif yang telah ada sebelumnya.

Untuk membuat membaca menjadi satu kebiasaan, maka Anda bisa menggunakan cara berikut ini yang jauh lebih mudah dan menyenangkan 😀

6. Cara Membaca yang Kurang Tepat

Skill Membaca

Alasan banyak orang tidak mau membaca buku disebabkan karena cara membaca yang tidak efektif. Berhasil menghabiskan satu buku tebal saja sudah menjadi satu prestasi yang luar biasa.

Cara membaca yang banyak digunakan orang seperti membaca kata per kata, yang membuat membaca terasa sangat lambat. Bukan hanya lambat saja, pemahaman yang didapatkan pun hanya sedikit. Sering kali setelah membaca buku, mereka tidak memahami apa yang ia telah baca sebelumnya.

Akibatnya, mereka merasa tidak mendapatkan apa-apa dan mulai berpikir bahwa membaca itu membosankan, sulit paham dan membaca itu tidak menyenangkan.

Ini juga didukung dengan perbehendaraan kata yang kurang serta tata bahasa yang berat di buku yang dibaca.

Untuk mengatasi masalah seperti ini, Anda bisa menggunakan teknik membaca Bacakilat Home Study Course yang bisa diakses secara online. Anda akan mendapatkan pemahaman tentang cara membaca yang lengkap, disertai dengan landasan teori yang sangat dalam. Anda bisa mengklik di sini untuk mendapatkan skill membaca ini.

Inilah alasan-alasan mengapa seseorang tidak mau membaca. Membaca menjadi satu kegiatan yang “menyakitakan” dan “menyiksa”. Dengan mengetahui alasan mengapa seseorang tidak mau membaca, akan memudahkan Anda menemukan alasan mengapa Anda tidak mau membaca.

Pembaca, jika Anda tidak suka membaca, khusunya buku, kenapa Anda tidak suka membaca? Saya tunggu cerita Anda.

4 Peran Penting Orangtua Agar Anak Bisa Menguasai Bacakilat

Dari awal 2015, Aquarius Resources terus membenahi diri. Mulai dari pindah ke kantor baru di salah satu kompleks perkantoran di daerah Kebon Jeruk serta menambah tim baru agar bisa memberi pelayanan terbaik kepada semua customer Aquarius Resources atau yang lebih dikenal dengan Bacakilat.

Dengan tim baru ini, perusahaan semakin bisa memfokuskan diri memfollow up keberhasilan alumi untuk menguasai skill bacakilat. Sampai saat ini yang banyak difollow up adalah alumni bacakilat for student.

Banyak cerita bahagia yang kami terima, mulai dari peserta yang berhasil menjadikan bacakilat menjadi satu kebiasaan, memudahkan mereka dalam belajar, menghafal pelajaran lebih mudah, waktu main yang lebih panjang dan tentunya diimbangi dengan prestasi belajar yang ikut meningkat dibandingkan sebelum mereka mengikuti pelatihan bacakilat.

Ini semua bisa terjadi, karena mereka terus mempraktekkan bacakilat.

Bukan hanya cerita bahagianya saja, ada juga cerita yang membuat kami merasa sedih. Karena ada bebera alumni yang tidak mempraktekkan bacakilat. Akibatnya, mereka tidak bisa mendapatkan manfaat sempurna dari bacakilat itu sendiri. Cara mereka belajar pun kembali ke pola lama.

Penyebab utama mereka tidak mempraktekkan bacakilat adalah rasa malas. Dan yang kami sayangkan, kurangnya perhatian dan dukungan orangtua dalam membantu anak mereka untuk praktek bacakilat.

Bukan bermaksud mencari siapa yang salah, tapi di artikel ini kami ingin mengajak orangtua untuk sama-sama bekerja sama agar anak terus praktek. Dengan anak konsisten praktek, cepat atau lambat mereka akan mendapatkan manfaat sempurna dari bacakilat itu sendiri.

Agar anak bisa menguasai dan menjadikan bacakilat sebagai kebiasaan, penulis menemukan 4 peran penting yang perlu dilakukan oleh orangtua. Dengan melakukan 4 peran penting ini, penulis yakin anak bisa menguasai skill bacakilat dan mendapatkan manfaat sempurna dari skill belajar ini.

Mari kita bahas satu per satu;

Keep Practice

1. Mengontrol Anak Untuk Terus Praktek

Bacakilat adalah skill, dan untuk menguasai skill apapun, dibutuhkan praktek berkelanjutan yang dilakukan secara konsisten. Tanpa praktek, mustahil seseorang bisa menguasai skill apapun yang ia pelajari.

Inilah yang harus diperhatiakan oleh orangtua, apakah anak benar-benar mempraktekkan bacakilat itu sendiri. Benar tidaknya anak mempraktekkan bacakilat di luar dari kemampuan kami, sebagai panitia dan trainer.

Meskipun di pelatihan diberikan materi tambahan sedemikian rupa agar anak benar-benar mau praktek sendiri di rumah, tapi dalam kenyataanya, hal itu kembali kepada anak.

Disinilah peran orangtua sangat besar dan menentukan keberhasilan anak. Praktek menentukan keberhasilan anak menguasai bacakilat atau skill apapun. Dengan mengetahui anak praktek atau tidak, orangtua bisa mengetahui apa yang bisa dilakukan selanjutnya.

2. Mendukung Anak Untuk Praktek

Apa yang perlu Anda lakukan jika anak tidak mau atau malas praktek?

Yang pasti adalah memberi dukungan dan dorongan agar anak mau praktek. Berikan penjelasan mengapa anak perlu menguasai bacakilat.

Apa yang anak bisa dapatkan jika ia berhasil menguasai bacakilat. Bagaimana perubahan dirinya, bagaimana dengan rasa percaya dirinya, bagaimana perlakukan teman-temannya kalau ia memiliki prestasi belajar gemilang dengan bantuan bacakilat.

Bukan hanya hasil positif yang anak bisa dapatkan. Tapi, apa yang akan terjadi pada anak jika gaya belajarnya masih sama seperti dulu. Apakah akan ada peningkatkan pada dirinya.

Mulai dari prestasi belajar, rasa percaya diri, penghargaan dari teman-temannya dan yang lebih penting adalah, apakah ia bisa mencapai impianya di masa depan.

Anak yang malas praktek, masih butuh penjelasan mengapa ia perlu praktek. Ia belum jelas akan manfaat yang akan ia dapatkan. Ini bisa karena anak merasa tidak atau belum butuh. Inilah yang membuat anak mudah menyerah saat menghadapi kendala saat mempraktekkan bacakilat.

Jika orangtua bisa memberikan pemahan kepada anak dengan baik, maka anak dengan senang hati akan memperaktekkan bacakilat. Dengan terus praktek, cepat atau lambat, ia akan menguasai bacakilat.

3. Dorong Untuk Bertanya

Dalam belajar, apalagi untuk menguasai skill apapun, seseorang akan melewati fase bingung. Ini adalah masa krisis untuk menguasai atau benar-benar memahami apa yang ia pelajari.

Masa krisis ini yang sering kali membuat anak berhenti praktek karena merasa kurang benar apa yang ia lakukan. Biasanya ia ragu dan berhenti mencoba.

Di sini orangtua perlu mendorong anak untuk bertanya langsung kepada trainer. Apakah yang ia lakukan sudah benar atau ada hal lain ia lewatkan.

Oh ya, Kak Juni Anton memberikan kontak pribadinya untuk memudahkan alumni menghubunginya. Alumni bisa bertanya hal yang kurang mereka mengerti, menceritakan keberhasilan dari hasil prakteknya atau hanya sekedar menyapa.

Kak Anton tidak membatasi alumi untuk berkomunikasi dengannya. Jadi alumni benar-benar bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya.

mother-love

4. Memberikan Kasih Sayang

Ini adalah bumbu pelengkap dari keiga poin di atas. Dengan melakukan ketiga poin di atas, secara tidak langsung Anda telah melakukan poin ini.

Yang perlu Anda perhatikan saat melakukan poin ini adalah, anak benar-benar merasakan kasih sayang Anda. Bukan sebaliknya, Anda merasa telah memberi kasih sayang. Poinnya, anak merasa bukan Anda merasa (hehehe maaf, terlalu bersemangat :D)

Saat anak meraskan kasih sayang Anda, dengan sendirinya mereka akan melakukan apa yang Anda minta. Anda tidak perlu susah payah atau harus kesal untuk meminta anak praktek bacakilat. Tinggal beri pengertian dan manfaat yang mereka bisa dapatkan. Mereka akan jalan sendiri.

Ini tidak hanya untuk menguasai skill bacakilat atau belajar. Tapi, berlaku untuk semua hal.

Inilah 4 peran penting yang perlu Anda lakukan. Selamat mencoba dan saya tunggu cerita dari hasil praktek anak Anda.

Bacakilat Vs Baca Cepat, Lebih Efektif Mana?

Masih banyak orang yang beranggapan kalau bacakilat sama dengan baca cepat. Dibuktikan dengan pengalaman tim yang banyak menerima panggilan telpon dari calon peserta seminar dan pelatihan.

Mungkin karena keduanya menggunkan kata “baca” didepannya, jd para calon customer menganggap bacakilat dan baca cepat itu sama saja. Bisa juga karena nama bacakilat itu terdengar aneh dan tidak terlalu familiar, baca cepat menjadi pilihan kata yang lebih aman untuk digunakan.

Apapun alasanya, bacakilat dan baca cepat adalah dua teknik membaca yang berbeda. Mulai dari nama sampai dengan teknik dan cara penggunaannya.

Di artikel ini, kita akan membahas keefektifan dari kedua teknik ini. Jadi, Anda bisa memiliki pemahaman yang lebih tentang kedua teknik ini. Bukan hanya itu, Anda bisa dengan bebas memilih salah satu dari teknik ini untuk diterapkan untuk menyelesaikan semua tumpukan buku yang belum Anda baca.

Mari kita bahas satu persatu;

1. Pemahaman

Satu alasan mengapa banyak orang tidak mau membaca buku karena merasa buku begitu berat, sulit memahami dan merasa kurang familiar dengan isi buku. Karena itu, seseorang perlu membaca buku sebanyak dua sampai empat kali agar lebih mudah memahami isi buku tersebut.

Jelas ini satu pemborosan waktu, energi dan tentunya dibutuhkan motivasi intrinsik yang sangat kuat agar bisa membaca keseluruhan isi buku tersebut. Karena inilah, dibutuhkan teknik membaca agar seseorang lebih mudah memahami isi buku.

Dengan teknik membaca bacakilat, seseorang bisa memahami isi buku dengan lebih mudah dan cepat. Ini bukan sulap ataupun sihir. Ini karena kerja pikiran bawah sadar, gudang dari semua informasi.

Keunikan bacakilat dengan teknik membaca lain adalah cara memasukkan informasi yang ada di buku ke pikiran, lebih tepatnya ke pikiran bawah sadar tanpa adanya distorsi dari pikiran sadar.

Dengan adanya data di pikiran bawah sadar, memahami isi buku jauh lebih mudah. Contohnya, saat Anda menelusuri satu tempat baru. Apakah Anda merasa begitu lama dan jauh untuk sampai ke tujuan? Tapi saat pulang atau kembali, perjalanan menjadi jauh lebih cepat daripada sebelumnya. Pernah mengalami kasus seperti ini?

Saat Anda memasuki tempat baru, pikiran masih asing akan tempat dan trak yang dilalui. Ini membuat pikiran bawah sadar menyerap semua informasi yang ia lihat. Seperti, rumah, jalan, pemandangan, orang baru, gedung, warna dan apapun yang dilewati. Saat kembali, pikiran merasa lebih familiar dan perjalanan terasa lebih cepat dari sebelumnya.

Inilah perbedaan bacakilat dengan baca cepat. Memanfaatkan pikiran bawah sadar dengan bacakilat memahami isi buku menjadi lebih cepat dan mudah. Berbeda halnya dengan baca cepat yang hanya mengandalkan kemampuan dari pikiran sadar yang sangat terbatas.

Kenikmatan

2. Kenikmatan

Justru dengan bacakilat seseorang bisa lebih menikmati bacaannya. Maksudnya, adanya rasa penasaran yang tinggi serta tetap mampu memahami isi buku yang telah dibacakilat.

Sama seperti menghabiskan novel yang sedang dibaca. Seseorang rela menghabiskan berjam-jam suntuk hanya untuk memuaskan rasa penasarannya.

Bacakilat mampu meningkatkan rasa penasaran Anda untuk membaca buku yang telah dibacakilat. Ini karena data telah ada di pikiran bawah sadar.

Ini jelas berbeda dengan baca cepat. Buku harus bisa menjawab kebutuhan atau minat si pembaca. Jika tidak, rasa penasaran akan sulit untuk ditumbuhkan. Bahkan saat buku itu bisa menjawab pertanyaan di pembaca, sering kali ia merasa sulit memahami isi buku yang dibaca, dengan teknik baca cepat.

3. Menghabiskan Lebih Banyak Buku

Dengan bacakilat, seseorang bisa menghabiskan lebih banyak buku jika dibandingkan dengan teknik baca cepat. Untuk membaca satu buku setebal 300 halaman hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit. Semua informasi langsung masuk ke pikiran bawah sadar tanpa adanya distorsi dari pikiran sadar.

“10-15 menit? Cepat amet?” mungkin Anda terheran-heran.

10-15 menit hanya untuk memasukkan informasi dari buku ke pikiran bawah sadar. Masih ada satu teknik lagi membuat pikiran sadar paham akan isi buku. Untuk bisa memahami isi buku secara keseluruhan sesuai kebutuhan pembaca, rata-rata dibutuhkan waktu sekitar 3 jam lebih. Semua tergantung dari kelompok buku.

Menurut Francis Bacon, ada tiga kelompok buku. Buku yang hanya perlu dicicip, ditelan dan buku yang harus dikunyah dan cerna. Buku yang dicicip adalah buku-buku yang tidak perlu kita baca secara keseluruhan.

Hanya membaca bagian-bagian tertentu, kita sudah mengetahui isi buku tersebut dengan baik. Dengan bacakilat, waktu untuk menyelesaikan kelompok buku cicip hanya membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit.

Kelompok buku yang ditelan adalah buku yang tidak memerlukan usaha, analisa yang terlalu mendalam untuk memahami isinya. Jenis bukunya adalah bidang yang ia geluti dan minati. Waktu untuk menyelesaikan ini bisa menghabiskan 90-120 menit.

Sedangkan pengelompokan buku kunyah dan cerna membutuhkan usaha eksra, analisa yang lebih dalam dan banyak usaha membaca. Seperti seorang akuntan yang membaca buku pikiran. Kelompok membaca ini menghabisakan lebih dari 2 jam. Bisa 3-5 jam.

Membaca kelompok buku ini jauh lebih cepat dengan menggunakan teknik bacakilat. Dan hal utama yang tidak bisa dilewatkan adalah pemahaman akan isi buku itu sendiri. Dan waktu itu tidak selamanya tetap, semua tergantung pada masing-masing orangnya. Tapi, data ini berasal dari pengalaman peserta di kelas bacakilat. Rata-rata ketebalan buku sekitar 300 halaman.

Dengan menggunakan baca cepat, seseorang bisa menghabisakan satu buku per hari. Semua tergantung dari fiksasi mata seseorang dan ini belum mengelompokkan buku. Ini belum masuk pemahaman yang bisa didapatkan oleh seseorang.

Momen Aha

4. Pengalaman “Aha” Akan Isi Buku

Karena isi buku telah ada di pikiran bawah sadar, pembacakilat sering mendapatkan pengalaman “aha” dari buku yang telah dibacakilat.

Pengalaman “aha” adalah isi buku atau ide yang mereka terapkan untuk mengatasi masalah atau membuat sesuatu dari buku yang mereka telah bacakilat. Sering kali, pengalama “aha” ini terjadi begitu saja dan tanpa mereka sadari.

Jelas, pengalaman “aha” tidak bisa didapatkan dengan menggunakan teknik baca cepat, karena keterbatas dari penggunaan pikiran sadar. Pengalaman “aha” hanya bisa didapatkan jika data tersebut sudah ada di pikiran bawah sadar.

Inilah perbedaan utama dari teknik bacakilat dan baca cepat. Anda bisa menilai sendiri teknik mana yang lebih efektif. Teknik manapun yang Anda gunakan untuk menuntasakan semua buku yang belum Anda baca, semua tergantung pilihan Anda.

Pembaca, jika Anda diberi kesempatan untuk belajar bacakilat dan baca cepat, teknik mana yang ingin Anda kuasai? Saya tunggu komentar Anda.

5 Hal yang Perlu Anda Miliki Agar Bisa Menguasai Skill Bacakilat

Jika saat ini Anda ingin belajar dan menguasai skill bacakilat untuk membantu mengatasi masalah Anda, Anda beberapa hal yang harus Anda miliki. Dengan memiliki hal tersebut, menguasai bacakilat akan jauh lebih mudah dilakukan.

Hal ini sangat penting. Tanpa memiliki apa yang akan kita bahas sebentar lagi, menguasai bacakilat akan menjadi satu proses yang sangat melelahkan dan pada satu titik tertentu, Anda pun kembali ke pola lama membaca Anda.

Ada 5 hal yang perlu Anda dimiliki agar bisa menguasai skill bacakilat. Mari kita bahas satu per satu:

1. Percaya Pada Diri Sendiri

Inilah syarat utama jika Anda ingin menguasai skill bacakilat. Bahkan untuk skillskill lain yang ingin Anda kuasai.

Akan lebih baik jika Anda percaya pada diri Anda sendiri daripada tidak percaya pada bacakilat. Karena dalam proses menguasai bacakilat, akan diajarkan cara untuk mengatasi masalah mental di aspek belajar, membaca dan bacakilat itu sendiri.

Yakinkan diri Anda terlebih dahulu sebelum menguasai dan mengikuti kelas bacakilat. Karena Anda akan mengalami kerugian yang sangat besar saat tidak bisa menguasai skill bacakilat itu sendiri.

Mulai dari menghabiskan banyak waktu, perhatian, energi, uang dan pada akhirnya Anda pun tidak mendapatkan manfaat besar dari bacakilat ini sendiri.

2. Skeptis Secara Positif

Ada dua jenis skeptis. Skeptis secara positif dan skeptis secara negatif. Persamaanya, keduanya sama, sama-sama tidak percaya. Bedanya, skeptis negatif membuat orang tidak mau mencari tahu lebih banyak tentang apa yang lihat.

Mereka membuat kesimpulan dengan cepat, bahwa apa yang mereka pandang itu tidak masuak akal, tidak benar bahkan tidak penting untuk lebih dieksplore.

Sedangkan mereka yang skeptis secara positif lebih banyak mencari tahu tentang kebenaran, keunikan dan manfaat yang mereka bisa dapatkan dari apa yang mereka tidak percayai.

Akibatnya, justru ini membuat rasa penasaran mereka meningkat dan mencari tahu lebih banyak tanpa ada rasa terpaksa dan tekanan melakukannya.

Orang yang skeptis secara positiflah yang banyak datang ke palatihan bacakilat-executive selama 2 hari. Justru saat mereka mengikuti dan melakukan tahap-tahap dari skill bacakilat di kelas, mereka bisa menguasai bacakilat.

Setelah itu mereka yakin kalau bacakilat memang efektif dan bisa membantu mereka mengatasi masalah membaca mereka selama ini.

Jika saat ini Anda sedang atau mau belajar skill baru, apapun itu, skeptislah secara positif. Dengan begitu, Anda bisa menjadi lebih terbuka dan mau belajar hal baru.

Intuisi

3. Tidak Memaksa Intuisi

Hal utama yang membuat seseorang tidak bisa mendapatkan manfaat besar dari bacakilat adalah, terlalu “memaksa” intusi berkomunikasi ke pikiran sadar saat melakukan langkah aktivasi.

Dalam proses bacakilat itu sendiri, peran intuisi sangat besar untuk seseorang mendapatkan pemahaman dari buku yang telah dibacakilat.

Maka dari itu, dalam proses mengusai bacakilat, jangan terlalu mamaksa intuisi berkomunikasi ke pikiran sadar. Yakin pada diri sendiri dan biarkan saja terjadi.

Semakin seseorang memaksa intuisinya berkomunikasi ke pikiran sadar, semakin intuisi tidak mau berkomunikasi. Ini sesuai dengan hukum pikiran, “Semakin besar usaha pikiran sadar, semakin kecil respon pikiran bawah sadar.”

Contohnya, pernahkah Anda bertemu dengan teman yang sudah lama tidak berjumpa. Saat bertemu, Anda tidak mengingat namanya. Semakin Anda berusaha untuk mengingat, semakin Anda tidak mengingatnya.

Karena merasa sungkan untuk bertanya langsung, Anda berinteraksi tanpa menyebut namanya dan terus bertanya pada diri sendiri, “Siapa namanya ya? Nama si kawan ini, siapa ya?”

Saat Anda lagi tenang mengerjakan sesuatu, tiba-tiba Anda mengingat namanya dengan mudahnya. Lengkap dengan nama panjangnya. Pernah mengalami seperti ini?

Begitu juga dengan bacakilat. Jika terlalu memaksa intuisi berkomunikasi ke pikiran sadar, semakin intusi tidak mau muncul dan bacakilat pun menjadi satu proses yang sangat berat untuk dilakukan.

4. Pasrah

Anda hanya bisa pasrah jika Anda yakin bisa menguasai bacakilat. Sebelum Anda belajar bacakilat, yakinkan diri Anda bahwa Anda bisa menguasai bacakilat. Bisa dengan membaca testimoni peserta, testimoni public figure, sampai mempelajari landasan teori dari bacakilat itu sendiri.

5. Praktek

Bacakilat adalah skill. Tidak ubahnya dengan skill lain seperti membaca, menulis, berenang atau menyetir mobil.

Dibutuhkan upaya, perhatian, waktu dan pemikiran untuk terus praktek. Semakin banyak seseorang praktek, semakin cepat ia akan menguasai skill yang mereka pelajari. Begitu juga dengan bacakilat.

Jadi, jangan berharap kalau Anda selesai belajar bacakilat secara lengkap bisa langsung bisa dan tidak membutuhkan praktek lagi. Justru Anda harus lebih banyak praktek agar mandapatkan manfaat besar dari bacakilat itu sendiri.

Inilah 5 hal yang harus Anda miliki agar bisa menguasai skill bacakilat. Selamat belajar dan kami tunggu Anda di kelas bacakilat-executive 😀

3 Alasan Mengapa Seseorang Tidak Bisa Menguasai Bacakilat

Setiap orang memiliki tuntutan besar untuk membaca buku, orang yang hobi membaca buku dan orang yang suka dengan dunia pengembangan diri pasti ingin menguasai dan menggunakan bacakilat untuk membantu dan memudahkan masalah mereka.

Alasan ini menghantarkan banyak orang ke pelatihan bacakilat executive 2 hari yang biasa diselenggarakan di hotel bintang 4 atau 5 di kota-kota besar di Indonesia. Tujuannya, agar peserta merasa nyaman dengan tempat dan bisa belajar menguasai skill bacakilat dengan lebih efektif.

Meskipun begitu, ada juga peserta pelatihan yang belum bisa menguasai bacakilat. Ada 3 alasan mengapa seseorang tidak bisa menguasai bacakilat. Mari kita bahas satu persatu :

1. Tidak Praktek

“For the things we have to learn before we can do them, we learn by doing them.”

Aristotle

Untuk bisa menguasai satu skill tertentu, seseorang harus terus praktek, praktek dan praktek. Tidak ada satu orangpun yang bisa menguasai skill tertentu hanya dengan melihat atau mempelajari teorinya.

Sama seperti berenang. Seseorang tidak bisa berenang hanya dengan melihat dan mendengar penjelasan dari instruktur renang.

Mau atau tidak, ia harus masuk ke dalam kolam. Belajar mengatur napas di dalam air, menjaga keseimbangan tubuh agar tidak tenggelam, menggerakkan tangan dan kaki agar tubuh bisa melaju ke depan. Dibutuhkan waktu dan praktek yang cukup bagi seseorang agar ia bisa berenang tanpa harus ada intruktur, bukan?

Begitu juga dengan bacakilat. Untuk bisa menguasai bacakilat, seseorang harus meluangakan waktu dan perhatian untuk prakter. Di kelas, pak Agus Setiawan selalu meminta peserta untuk praktek selama 20 jam yang dicicil setiap harinya.

20 jam ini dilandasi oleh hasil riset Josh Kaufman yang ia tulis di buku The First 20 Hours. Josh Kaufman berkata 20 jam pertama adalah masa kritis seseorang untuk menguasai skill apapun yang mereka ingin kuasai.

Di kelas, pak Agus sangat meminta komitmen para peserta untuk memberikan 20 jam pertama mereka untuk terus praktek bacakilat.

Masalahnya, banyak peserta yang tidak siap untuk meluangkan waktu mereka selama 20 jam pertama untuk praktek bacakilat. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan manfaat besar dari bacakilat itu sendiri.

To Do Or Not To Do

2. Fokus Pada Intuisi

Dalam melakukan aktivasi, salah satu dari tiga teknik dari bacakilat, sebagian orang terlalu fokus pada intuisi bukannya pada informasi yang mereka ingin dapatkan dari buku. Akibatnya mereka melewatkan banyak halaman saat melakukan memindai dan menjelajahi.

Ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pikiran sadar akan mempengaruhi pikiran bahwa banyak informasi penting yang ia lewatkan. Akibatnya, pikiran mulai memperlambat kecepat dan membaca secara biasa.

Kedua, intuisi tidak mau muncul karena pengaruh dan aktivitas pikiran sadar yang sangat kuat. Satu sifat pikiran bawah sadar, “Semakin besar usaha pikiran sadar, semakin kecil respon dari pikiran bawah sadar.” Ini membuat intuisi tidak mau menunjukkan informasi penting ke pikiran sadar.

Untuk mengatasi hal ini, seseorang harus mempercayai dan tidak terlalu memaksa intuisinya berkomunikasi kepada pikiran sadarnya. Bahkan saat seseorang tidak fokus kepada intuisi, justru intuisi muncul dan berkomunikasi ke pikiran sadar.

3. Masalah Mental yang Belum Tuntas dan Tidak Diselesaikan

Di kelas, pak Agus mengajarkan skill untuk mengatasi beban mental di aspek belajar dan membaca. Beban mental inilah penghambat terbesar seseorang untuk maju.

Pelajar adalah contoh nyata yang bisa kita lihat. Saat pelajaran dimulai, banyak anak yang merasa mengatuk, bosan dan sering kali melakukan hal lain untuk mengalihkan perhatian mereka dari pelajaran. Saat istirahat, mereka bermain dengan semangat. Saat pelajaran dimulai, kembali mereka merasa bosan atau mengantuk.

Masalahnya mengapa orang tidak mau praktek bacakilat karena masalah beban mental yang mereka tidak atasi dan selesaikan. Ketika praktek sendiri, mereka mendapatkan beban mental baru dan tidak mengatasinya saat itu juga atau mental blok lama yang muncul kembali.

Selama mereka tidak mengatasi mental blok ini, mereka akan sulit untuk praktek. Bisa Anda tebak apa yang terjadi jika mereka tidak mau praktek.

Inilah alasan mengapa seseorang belum bisa menguasai bacakilat. Biasanya ini terjadi pada kelas dewasa. Selama mereka melakukan apa yang diminta oleh pak Agus di kelas, cepat atau lambat, mereka pasti menguasai dan mandapatkan menfaat besar dari bacakilat.

Bagaimana menurut Anda, apakah Anda sudah siap untuk menguasai skill bacakilat? Silahkan ikuti seminar bacakilat di sini.

7 Faktor Penting yang Mempengaruhi Kesuksesan Anak di Kehidupan Nyata

Setiap orangtua pasti menginginkan anak mereka sukses dalam keidupan nyata. Dorongan ini membuat orangtua melakukan apa saja agar anak bisa berprestasi di sekolah.

Saat ini masih banyak masyarakat mengukur kesuksesan anak di dunia nyata melalui prestasi belajar mereka. Jika anak berprestasi di sekolah, orangtua yakin kalau anak pasti akan sukses dalam kehidupan nyata.

Sayangnya, ini bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan anak di dunia nyata. Masih banyak faktor lain yang tidak kalah penting dari prestasi belajar anak di sekolah.

Ini juga menjelaskan mengapa banyak orang yang berprestasi di sekolah tetapi hanya hidup biasa-biasa saja dalam kehidupan nyata.

Dengan mengetahui faktor lain tersebut, tentu akan memudahkan Anda, selaku orangtua membantu Anda mengembangkan dirinya di aspek lain. Mari kita bahas satu persatu:

Perhatian

1. Perhatian

Satu hal yang selalui diinginkan oleh anaka adalah mendapaktan perhatian dan kasih sayang dari orangtua mereka. Perhatian yang mereka dapatkan dari orangtua sangat penting dalam membantu anak mengembakan potensi diri mereka.

Setiap orang membutuhkan rasa aman. Begitu juga dengan anak, mereka membutuhkan rasa aman. Dengan rasa aman yang mereka dapatkan, akan mempercepat mereka mempelajari, menguasai dan melakukan yang terbaik dalam diri mereka.

Tidak peduli apa tingkat pendidikan mereka saat ini. Mereka tetap membutuhkan rasa aman. Orangtua adalah orang pertama yang bisa mereka miliki.

Sesibuk apapun Anda, luangkan waktu Anda untuk mereka. Masalah yang mereka bawa ke rumah sering kali terjadi karena kurangnya waktu dan perhatian dari orangtua. Sering kali untuk mendapatkan perhatian dari orangtuanya, mereka membawa masalah kepada Anda.

Masalah dengan teman, guru, prestasi belajar yang buruk, merokok, masuk ke pergaulan yang tidak sehat, suka melawan, tidak mau mendengarkan orangtua dan masih banyak kasus lainnya.

2. Dorongan

Setiap anak terlahir dengan keunikannya masing-masing. Ada anak yang bisa bertindak mandiri tanpa harus menunggu arahan apalagi dorongan dari orangtua. Ada juga anak yang justru sebaliknya. Ia membutuhkan sedikit dorongan dari orangtua mereka agar mau bertindak.

Anak seperti inilah yang perlu Anda perhatikan secara khusus terutama dalam bertindak. Dengan memberikan dorongan, anak akan merasa lebih aman saat bertindak.

Kondisi seperti ini akan membantu pembentukan mental terutama mindset mereka dalam bertindak mandiri yang justru sangat penting bagi mereka untuk masa depan setelah menyelesaikan tugas di sekolah.

3. Bimbingan

Berperanlah bukan hanya sebagai orangtua, tetapi sebagai mentor dalam momen-momen tertentu. Saat anak mengeluh akan apa yang mereka lakukan, merasa tidak penting, tidak suka atau bermasalah dengan teman yang ada di dalam komunitas.

Peran penting orangtua adalah membantu anak kembali ke jalan yang benar agar bisa fokus melakukan tugas dan tanggung jawab mereka.

Saat berperan sebagai pembimbing, bertindaklah seolah-olah Anda sangat memahami Anak dan tidak menyelahkannya atas perbuatan yang mereka lakukan. Melainkan memberikan arahan dan bimbingan atas apa yang bisa dan tidak yang bisa mereka lakukan.

Mencoba Hal Baru

4. Mencoba Hal Baru

Untuk menemukan bakat dan passion anak, maka anak perlu banyak database dan pengalaman. Semakin banyak database dan pengalaman, maka akan mudah bagi mereka memilih bidang yang harus mereka geluti.

Caranya, dengan memberikan kebebasan bagi anak untuk mencoba hal-hal baru yang mereka sukai atau Anda sarankan untuk anak lakukan.

Seperti olahraga tertentu, ikut les musik tertentu, mengikuti seminar dan pelatihan pengembangan diri yang masih sesuai dengan umur dan kebutuhan anak serta melakukan hal-hal berbeda dengan gaya dan pola hidup Anda. Seperti minat, hobi dan pekerjaan Anda.

Mereka akan mendapatkan banyak pembelajar dari pengalaman mereka. Anak tahu jurusan apa yang harus ambil saat akan lulus sekolah. Apakah akan kuliah atau menjadi pengusaha.

5. Teknik Belajar

Untuk kesuksesan di kehidupan nyata, anak juga harus mendapatkan prestasi belajar yang cemerlang. Tujuanya agar anak memiliki konsep diri yang baik. Yang akan membantu mereka menghadapi kehidupan nyata dengan lebih mudah.

Karena sebagai siswa, tugas utama mereka adalah belajar, maka untuk membantu mereka lebih berprestasi di sekolah, yang mereka butuhkan adalah skill belajar untuk membuat belajar mudah dan menyenangkan.

Dengan teknik belajar yang tepat, tentu akan sangat membantu mereka melewati proses belajar dengan lebih baik dan tentunya hasil belajar yang memusakan.

Hasil belajar yang mereka dapatkan sangat mempengaruhi rasa percaya diri yang baik, rasa mampu, perasaan berharga, kemauan untuk mencoba hal baru, tekad pantang menyerah, dan nilai-nilai positif lainnya.

Karakter seperti ini tentu sangat sedikit sekali bisa didapatkan pada aFanak-anak  yang memiliki prestasi belajar yang kurang atau pas-pasan.

Teknik belajar yang sangat kami rekomendasikan adalah bacakilat for student. Teknik belajar ini diramu berdasarkan hasil riset dari keilmuan dunia pikiran atau neurosains.

Teknik belajar ini bisa mengaktifkan dan menyeimbangkan kerja kedua belah otak secara bersamaan. Dengan menggunakan kedua belah otak ini, maka proses belajar akan jauh lebih mudah dan menyenangkan.

Tentu ini teknik yang berbeda dengan cara belajar yang selama ini diketahui oleh masyarakat. Teknik belajar yang diketahui selama ini masih menekankan pada salah satu penggunaan otak saja, yaitu otak kiri.

6. Teruslah Belajar Untuk Menjadi Orangtua Terbaik Buat Anda

Seyogianya, bukan hanya anak yang perlu belajar, tetapi orangtua juga perlu belajar untuk meningkatkan diri. Bukan hanya untuk meningkatkan karier atau omset usaha, tetapi menjadi orangtua yang layak menjadi teladan bagi anak.

Caranya, membaca buku-buku parenting, mengikuti seminar dan pelatihan tentang parenting, atau masuk ke komunitas parenting terbaik yang Anda kenal.

Cara ini akan memberikan Anda wawasan dan pengetahuan yang lebih mendalam tentang cara mengasuh anak yang lebih baik, menjadi orangtua yang penuh cinta kasih, menyiapkan hal-hal penting untuk kesuksesan anak serta pengalaman orangtua lain dalam mendidik anak mereka.

Membaca buku adalah cara termudah yang Anda bisa lakukan. Jika Anda tidak suka membaca, maka Anda bisa menggunakan cara unik berikut yang akan membuat Anda ketagihan dalam membaca. Cara ini bisa Anda dapatkan di sini.

Komunitas yang Sehat

7. Komunitas yang Sehat untuk Anak

Memberikan kepercayaan dan kebebasan kepada anak tidak berarti memberikan kebebasan penuh tanpa mengkritisi apa yang anak pilih untuk dirinya.

Melainkan memberikan pemikiran-pemikiran tentang hal yang ia pilih. Mulai dari manfaat, kebaikan dan kemajuan yang bisa ia dapatkan dengan memilih apa yang ia ingin jalani.

Hal ini juga berarti dalam lingkup komunitas anak. Mengetahui komunitas anak tentu akan sangat membantu Anda mengawasi pergerakan anak, terutama dalam memilih pergaulan yang kurang baik untuk dirinya.

Satu perhatian penting bagi Anda untuk menjaga anak masuk ke pergaulan yang tidak mendukung kesuksesan diri mereka. Ini juga berarti bahwa Anda harus memberikan mindset yang mendukung mereka menjadi pribadi yang bisa menjaga diri sendiri. Dengan begitu, mereka tidak mudah masuk ke pergaulan yang justru merugikan diri mereka sendiri.

Inilah faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan anak dalam kehidupan nyata. Selamat mencoba dan saya menunggu tanggapan Anda.

Penyebab Tidak Pernah Menyelesaikan Buku Yang Dibaca Bagi Eksekutif Muda

Para ekseskutif muda sangat mengetahui akan pentingnya manfaat dari membaca buku. Akan banyak manfaat luar biasa yang akan mereka bisa dapatkan jika menjadikan membaca sebagai bagian penting dalam hidup mereka.

Meningkatkan karier, penghasilan, mendapatkan ide, solusi yang bisa mereka terapkan untuk memajukan perusahaan atau pun meroketkan usaha atau bisnis mereka, memberikan motivasi kepada tim dengan lebih efektif dan segudang manfaat lain yang mereka bisa dapatkan.

Sayangnya, hanya sedikit dari mereka yang mau membaca buku. Bahkan mereka yang membaca buku sering kali tidak pernah bisa menyelesaikan buku yang mereka telah baca.

Ada banyak alasan yang membuat para eksekutif muda tidak pernah bisa meneyelesaikan buku yang mereka baca meskipun mereka mengetahui manfaat yang bisa mereka dapatkan dari membaca.

Untuk alasan itu, kita akan membahasnya satu persatu, alasan mengapa seseorang tidak pernah bisa menyelesaikan buku yang mereka telah baca sejak awal.

Penyebab Buku Tidak Pernah Selesai Dibaca

Office Worker with Mountain of Paperwork

1. Sulit Menyiapkan Waktu Untuk Membaca dan Belajar

Masalah terbesar yang dihadapi oleh para eksekutif muda untuk belajar dan membaca adalah waktu yang kurang. Karena akan selalu ada saja pekerjaan atau hal lain yang harus dikerjakan yang membuat waktu membaca menjadi tersita.

Bahkan dengan kesibukan yang begitu tinggi, membuat mereka harus menyelesaikan tugas lain yang lebih “urgent”daripada membaca buku.

Seperti menemani pasangan dan anak untuk berbelanja, membeli kebutuhan keluarga, mengurus anak, pekerjaan kontor yang harus mereka selesaikan dan hal-hal lain di luar jadwal. Akibatnya, mereka tidak punya cukup waktu untuk membaca buku.

2. Informasi Semakin Banyak

Satu alasan yang membuat seseorang tidak pernah bisa menyelesaikan bacaan mereka adalah, karena banyaknya informasi baru setiap harinya. Untuk menyerap informasi yang berkembang satu hari saja telah menyita begitu banyak waktu.

Belum lagi ditambah dengan masalah lain seperti pekerjaan, keluarga, proyek dan berbagai tetek bengek lainnya. Saat mereka membaca buku, tubuh cepat merasa lelah karena telah aktif bekerja satu harian.

3. Gangguan Lebih Banyak

Tugas perkembangan para eksekutif muda (baca: dewasa muda) menuntut mereka untuk meluangkan waktu dan perhatian untuk hal di luar dari pekerjaan mereka.

Mengunjungi keluarga, teman, relasi bisnis, bahkan tetangga dalam acara-acara penting atau hanya sekedar menyapa. Tentu ini menyita banyak waktu.

Belum lagi mengurus anak dan meluangkan waktu dengan keluarga besar, tentunya mereka tidak bisa duduk manis untuk membaca buku, mereka harus melibatkan diri di kegiatan tersebut.

Sebagai bentuk kasih sayang, perhatian dan tanggung jawab sebagai bagian penting dari anggota keluarga. Sebagai budaya yang sangat melekat pada kita, orang timur. Jadi bisa dipahami begitu banyak gangguan dari luar yang tidak bisa diprediksi.

4. Proyek Lebih Banyak

Banyak dari mereka yang bekerja menomorduakan waktu untuk keluarga dan diri sendiri. Ini karena proyek yang lebih banyak yang harus mereka selesaikan. Sebagai tugas dan tanggung jawab atas pekerjaan mereka.

Bisa juga dengan tujuan lain seperti meningkatkan karier atau bisanis mereka. Kondisi seperti ini sering kali menjadi masalah internal pribadi bagi mereka yang menjunjung tinggi nilai-nilai keluarga.

Di satu sisi mereka berpikir bisa membahagiakan keluarga mereka dengan memberikan barang-barang terbaik, fasilitas yang cukup untuk keluarga dan rasa aman dengan adanya penghasilan tetap yang besar.

Di satu sisi mereka sering meresa bersalah karena kurangnya waktu dan perhatian kepada si buah hati. Jadi wajarlah saat mereka sampai di rumah, mereka akan memberikan perhatian dan energi mereka keluarganya.

Setelah anak-anak mereka tidur, mereka juga harus lembur untuk menyelesaikan proyek yang ada. Mereka rela begadang untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Bisa dimaklumi, waktu mereka habis untuk menyelesaikan proyek baru. Akhirnya, buku menjadi prioritas sampingan. Bukannya tidak penting untuk membaca. Tapi, proyek itu lebih penting untuk diselesaikan. Benar, tidak pembaca?

Memilih

5. Apa yang Harus Saya Pelajar?

Kondisi ini sering muncul saat seseorang ingin belajar hal baru. Mereka akan berpikir “Mulai dari mana ya?” atau “Apa yang harus saya pelajari sekarang? Sepertinya hidup saya normal-normal saja! Karier saya juga sangat bagus.”

Pertannyaan ini sangat didukung dengan banyaknya hal di luar sana yang perlu dipelajari. Setiap aspek memiliki penjelasan yang begitu dalam. Untuk menguasai satu bidang saja banyak ilmu di luar bidang tersebut yang harus dipelajari, karena saling terhubung.

Saat mengetahui hal-hal yang mereka harus pelajari, sering kali mereka putus semangat dan bingung sendiri. Apalagi jika yang mereka pelajari di luar dari disiplin ilmu yang mereka pelajari selama ini.

Kondisi ini membuat pikiran bawah sadar langsung menutup diri karena merasa terlalu berat dan susah. Meskipun pada kenyataannya tidak seperti yang mereka pikirkan.

Inilah beberapa penyebab terbesar mengapa seseorang tidak pernah menyelesaikan buku bacaan mereka. Untuk mengatasi masalah di atas, yang Anda butuhkan adalah skill membaca.

Skill membaca yang bisa membuat proses membaca Anda jadi jauh lebih cepat, lebih mudah memahami isi buku dan menghemat banyak waktu untuk membaca dan belajar hal baru.

Ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki jadwal yang sangat padat, kesibukan yang tinggi serta kebiasaan membaca yang sangat “buruk.”

Mungkin Anda bertanya, “teknik membaca apa yang penulis ingin sampaikan?”

Bacakilat, membaca 1 halam perdetik, dong!!!

Bacakilat bisa memberikan banyak kemudahan. Yang paling mencolok dari skill bacakilat adalah waktu membaca yang lebih singkat, memahami buku dengan lebih cepat, mengingat poin penting dengan lebih mudah dan bertahan dalam waktu yang sangat lama, meningkatkan konsentrasi dan masih banyak manfaat lainnya.

Untuk menguasai skill bacakilat, Anda tidak perlu lagi mengikuti pelatihan yang diselenggarkan selama dua hari. Anda cukup mengikuti pelatihan secara online dengan harga yang sangat terjangkau.

Ini akan sangat memudahkan Anda yang tinggal di luar kota Jakarta. Anda bisa mengandalkan internet yang cepat untuk bisa menguasai skill Bacakilat ini. Untuk mendapatkan pelatihannya secara online, Anda bisa klik di sini.

Dari penyebab yang saya tunjukkan di atas, poin mana yang Anda “banget?” Apakah ada penyebab lain yang Anda miliki selain yang saya tunjukkan di atas dan cara apa yang Anda gunakan untuk mengatasi masalah tersebut? Tuliskan komentar Anda di bawah ini dan saya tunggu cerita Anda.

Butuhkah Kita Skill Membaca?

Perkembangan informasi yang terus berkembang saat ini menuntut kita untuk terus membaca agar tidak ketinggalan informasi. Meskipun banyak informasi yang ditunjukkan di media massa, khususnya TV, tidak bisa mengimbangi informasi dalam bentuk tulisan seperti artikel, koran, majalah dan bentuk tulisan lainnya.

Mau atau tidak, untuk terus up to date, kita “dipaksa” untuk membaca. Sungguh tidak nyaman jika kita hanya duduk manis mendengar teman-teman yang ngobrol serius membahas satu topik yang kita belum ketahui, bukan?

Itulah salah satu sebab mengapa orang-orang berlomba untuk memiliki handpone yang koneksi internet yang bagus. Tujuannya selain memudahkan komunikasi dengan orang baik di sosial media, juga untuk mengakses informasi yang mereka butuhkan di internet.

Kenyataannya, membaca informasi di internet tidak cukup untuk mendukung kesuksesan seseorang. Kebanyakan informasi tersebut hanya bersifat konsumtif, informasi yang hanya bersifat sementara dan akan hilang seiring berjalannya waktu. Selain itu, informasi yang didapatkan di internet hanya memberikan potongan kecil dari informasi besar serta kurang detailnya informasi tersebut.

Media termudah untuk bisa mengakses kepingan besar informasi bisa kita dapatkan melalui buku, pengalaman dan pembelajaran orang lain di bidang yang mereka geluti.

Sudah jelas bahwa buku adalah media termudah yang bisa kita dapatkan daripada pengalaman serta pembelajaran orang lain.

Tapi Anda juga harus menginvestasikan uang dan waktu bukan hanya untuk membeli dan membaca buku saja, tetapi juga mengikuti seminar dan pelatihan yang Anda butuhkan untuk kemajuan diri Anda.

Masalahnya, banyak orang tidak suka membaca. Ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti kebiasaan, budaya baca serta proses pembelajaran yang salah.

Untuk membuat membaca menjadi proses yang menyenangkan maka masalah penyebab ketidaksukaan di bidang membaca dan belajar perlu diatasi dan dinetralkan. Cara untuk mengasi hambatan membaca ini bisa Anda dapatkan di sini.

Kembali ke topik, apakah kita benar-benar membutuhkan skill membaca?

Teknik Membaca

Jawabanya bisa macam-macam di lihat dari kebutuhan, kepentingan dan hobi seseorang. Jika Anda seorang pemimpin di perusahaan besar maka Anda akan menjawab ya, karena itu penting untuk karier Anda.

Jika Anda tidak suka membaca, saya yakin Anda akan jawab tidak. Karena tidak ada kebutuhan untuk itu, bukan?

Tapi ijinkan saya memberikan sedikit penjelasan tentang kebutuhan tentang teknik membaca.

Masalah terbesar orang yang tidak suka membaca adalah adanya hambatan mental. Seperti malas, suka menunda, bosan, mengantuk saat membaca buku, sulit memahami isi buku dan alasan-alasan lainnya yang bersifat personal.

Untuk mengatasi hambatan mental ini, solusi pertama yang bisa dilakukan adalah dengan teknik membaca. Semua hambatan mental ini disebabkan karena pengalaman yang tidak menyenangkan tentang membaca itu sendiri.

Inilah kelebihan dari teknik membaca. Saat menerapkan teknik membaca tentunya akan memberikan satu pengalam baru bagi si pembaca. Kebanyakan mereka yang menerpakan teknik membaca akan merasa membaca itu satu kegiatan yang menyenangkan dan tidak “seburuk” yang mereka rasakan selama ini.

Dengan teknik membaca, hambatan emosi yang selama ini kita miliki tentang membaca bisa teratasi dengan sendirinya. Itu poin pertama mengapa kita membutuhkan skill membaca.

Kedua, informasi bergerak begitu cepat. Pasti kita tidak ingin ketinggalan informasi. Masalahnya informasi itu begitu cepat dan sering kali kita sering ketinggalan karena kesibukan dan kepentingan lainnya. Untuk bisa mengejar ketertinggalan informasi tersebut, maka teknik membaca adalah solusi terbaik.

Ketiga, banyak orang sulit memahami isi buku yang mereka baca. Bahkan mereka bisa membaca berkali-kali satu uraian tertentu. Ini juga menjadi penyebab besar mengapa seseorang tidak mau membaca. Mereka kesulitan memahami isi buku.

Penyebanya bisa karena isi buku tersebut baru bagi mereka. Jadi mereka membutuhkan informasi tambahan dari luar agar bisa mengerti informasi yang ada di buku yang sendang mereka baca. Selain itu, banyak penjelasan dari apa yang mereka baca ada di paragraf, halaman bahkan bab selanjutnya.

Mereka belum mengerti karena terus mengulang dan mengulang satu uraian tertentu. Mereka berharap bisa mengerti. Sayangnya, mereka berhenti membaca buku tersebut, bukannya terus membacanya.

Keempat, terlepas dari apakah kita pekerja, pekerja lepas, atau pengusaha pasti ingin hidup di atas rata-rata. Memiliki kehidupan yang bebas, memiliki banyak waktu bersama orang yang kita cintai dan tentunya materi yang bisa menyokong semua kebutuhan dan keinginan duniawi kita.

Untuk bisa mencapai semua itu, pastinya kita butuh untuk terus belajar dari buku-buku yang sesuai dengan pekerjaan kita. Tanpa membaca, sangat kecil kemungkinan bagi kita untuk mendapatkan semua yang kita inginkan.

Karena hanya dengan membaca bukulah banyak ide, masukan dan solusi yang bisa diterpakan untuk menyelesaikan masalah dan meningkatkan taraf hidup.

Ini dibuktikan dengan banyakanya orang sukses yang terus belajar meskipun mereka telah mendapatkan semua yang mereka inginkan, sudah tidak mengurusi bisnis dan bisa menikmati hidup bebas melakukan apa yang mereka inginkan. Untuk mengatasi semua masalah tersebut, teknik membacalah solusi yang paling tepat.

Dengan penjelasan di atas, apakah Anda membutuhkan skill membaca? Saya tunggu tanggapan dan cerita Anda.

Cemas Akan Masa Depan Anak, Siapkan Anak Untuk Masa Depan Mereka

Setiap orangtua pastinya mengharapkan kesuksesan besar untuk anaknya di masa depan. Orangtua memberikan segala macam fasilitas yang diyakini bisa mengembangkan potensi anak. Mulai dari sekolah terbaik, bimbingan belajar serta makanan sehat dan vitamin tambahan.

Semua itu adalah tanda kasih sayang dan kecintaan orangtua kepada anak. Masalah datang saat tumbuh kembang anak tidak seperti harapan orangtua. Sikap, tindakan dan kebiasaan buruk anak yang membuat orangtua merasa was-was akan masa depan anak itu sendiri.

Stres lagi

Penyebab Kecemasan Orangtua Akan Masa Depan Anak

Ada beberapa penyebab mengapa orangtua merasa cemas dan takut akan masa depan anak itu sendiri. Berikut penjelasannya:

1. Prestasi Belajar

Orangtua zaman sekarang masih sangat terfokus dengan prestasi belajar daripada pembentukan karakter positif anak.

Anak yang memiliki prestasi belajar rendah akan ramai-ramai diikutsertakan mengikuti les bimbingan di sekolah. Jika perlu masuk ke lembaga bimbingan tertentu yang dipercaya bisa meningkatkan prestasi belajar anak.

Saat perestasi belajar anak tidak seperti harapan orangtua, banyak dari orangtua mulai mencemaskan masa depan si anak.

Cara pikirnya sederhana, “bagaimana anak bisa sukses di masa depan jika prestasi belajarnya saja begitu buruk. Pasti anak nanti akan kalah saing dengan anak-anak yang lebih cerdas di luar sana.”

Apakah benar anak yang memiliki prestasi belajar yang bagus di sekolah pasti akan sukses di kehidupan nyata? Jawabannya tentu tidak. Bahkan orang sukses, paling kaya raya yang ada saat ini adalah orang-orang yang tidak memiliki prestasi belajar yang cemerlang di sekolah.

2. Anak yang Malas

Kemalasan anak dalam hal apapun menjadi satu momok yang sangat mengerikan bagi orangtua. Kecemasan dan ketakutan orangtua semakin besar saat anak sulit dan malas untuk melakukan hal penting menurut orangtua.

Bahkan kegiatan itu sendiri akan sangat membantu anak dalam hal-hal tertentu dalam kehidupanya di masa depan, dalam penilaian orangtua.

Rasa malas dan solusinya sendiri menjadi bahan perbincangan yang selalu hangat di antara para orangtua terutama ibu-ibu. Setiap solusi yang diungkapkan, sering kali akan dilakukan. Apalagi jika si pemberi solusi mendapatkan hasil sempurna dari solusi yang dibicarakan.

Memasukkan anak ke sekolah dengan budaya disiplin tinggi sering kali menjadi pilihan orangtua untuk mengatasi kemalasan dan ketidakdisiplinan si anak.

Alasan utamanya, orangtua menyekolahkan anak ke sekolah ini karena rasa takut dan cemas akan masa depan si anak.

3. Lingkungan Bermain yang “Buruk”

Anak menjadi pembangkang, pemalas, suka melawan serta sikap-sikap buruk lainnya, ia dapatkan dari lingkungan bermainnya. Lingkungan bermain yang buruk. Tentunya sikap dan karakter ini menjadi petaka bagi orangtua.

Bagaimana tidak, apapun yang disampaikan oleh orangtua tidak akan didengarkan dan diabaikan oleh si anak.

Anak akan bertindak sendiri. Dan sering kali tindakan yang anak ambil manjadi masalah tersendiri di belakang hari. Tentu ini menjadi beban tersendiri selain masalah lain yang harus orangtua atasi. Kondisi ini akan menguatkan keyakinan orangtua akan masa depan anak yang tidak beruntung.

Solusi Orangtua

Solusi Untuk Orangtua

Berikut beberapa cara yang orangtua perlu terapkan untuk mengatasi masalah kecemasan dan mempersiapkan anak untuk menjalani masa depan mereka dengan penuh harapan.

1. Orangtua Perlu Bertumbuh

Masalah yang sering orangtua hadapi dalam mendidik anak adalah kurangnya pengetahuan akan proses tumbuh kembang anak dan tidak terlalu memperhatikan perkembangan zaman serta pola pikir anak di zaman sekarang ini.

Tentu sangat berbeda cara mendidik anak di zaman industri dan zaman informasi saat ini. Masalahnya anak yang di zaman indutri yang telah menjadi orangtua di zaman informasi, masih menggunakan cara mendidik yang mereka dapatkan dari orangtua mereka di zaman industri.

Mulai dari menghabiskan waktu senggang, jenis permainan anak, menjalankan tradisi budaya, serta informasi “sampah” yang sangat mudah didapatkan di zaman sekarang yang sangat sulit didapatkan pada zaman industri.

Inilah hal utama yang membedakan anak zaman industri dan zaman informasi. Ini juga menandai lemahnya kontrol orangtua terhadap anak.

Bertumbuh bersama, terutama bagi orangtua adalah kunci untuk mencegah dan membentuk anak dengan kemajuan zaman saat ini. Caranya?

Melalui buku parenting tentunya. Mengapa buku parenting?

Buku parenting memberikan informasi berlimpah tentang tips, cara, tahap perkembangan serta kebutuhan utama dalam masa tumbuh kembang anak yang orangtua benar-benar butuhkan sebagai pegangan untuk menjadi orangtua terbaik bagi anak mereka.

Keuntunga lain dari membaca buku parenting adalah mendapatkan informasi dan tips dengan biaya yang sangat murah. Ditambah dengan hasil pembelajaran dari si penulis.

Bisa Anda bayangkan berapa biaya yang harus ia keluarkan untuk mendapatkan sebegitu banyaknya informasi yang ia tuangkan ke dalam buku?

Tentunya ini akan sangat membantu orangtua mengatasi perasaan-perasaan cemas, khawatir serta takut yang kurang bijaksana.

Untuk buku-buku parenting itu sendiri, Anda bisa mendapatkan ringkasanya di www.aquariusnote.com/parenting-intelligence. Ini adalah ringkasan dari buku-buku internasional yang diringkas menjadi bentuk PDF dan audio oleh pak Agus Setiawan.

Selain buku parenting, Anda juga perlu membaca buku-buku pengembangan diri serta menyediakan waktu untuk mengikuti seminar-seminar yang berhubungan dengan parenting dan pengembangan diri lainnya. Tentunya sesuai dengan kebutuhan Anda.

2. Memberikan Perhatian Kepada Anak.

Memberi perhatian bukan berarti hadir secara fisik tetapi juga seluruh perhatian, fokus dan energi kepada anak.

Banyak kasus klinis yang menunjukkan bahwa anak yang bermasalah sebenarnya menandakan kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orangtua. Banyak literatur yang mengatakan bahwa anak yang bermasalah adalah tanda anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang, terutama dari orangtua selaku pengasuh utama.

Prilaku dan sikap ini sama seperti tangisan bayi yang memiliki makna tertentu. Saat bayi menangis ia memberi tanda, bahwa ia butuh perhatian. Saat si bayi diberi perhatian dan kebutuhanya telah terpenuhi maka ia akan diam kembali menjadi bayi yang lucu.

Anak yang bermaslah sama seperti bayi yang menangis. Setiap perilaku yang dinilai buruk adalah “tanda” bahwa anak butuh perhatian dan kasih sayang dari Anda, sebagai orangtua mereka.

happy children

3. Skill Belajar

Hal lain yang harus Anda ketahui dan pahami, untuk bisa mengeluarkan potensi Anda, ia membutuhkan skill belajar. Skill atau cara belajar yang benar-benar bisa membuat ia menikmati proses belajar di sekolah.

Manfaat lain dari skill belajar itu sendiri agar ia terhindar dari emosi-emosi negatif yang tentunya akan mempengaruhinya sampai masa tuanya. Karena banyak orang dewasa tidak bisa mengembangkan potensinya karena mendapatkan dan memiliki emosi negatif yang mereka dapatkan di masa sekolah.

Dipermalukan, dikucilkan, diejek, diberi pernyataan bahwa ia tidak mampu dan tidak bisa. Baik oleh teman, guru atau dirinya sendiri. Emosi-emosi ini menjadi biang keladi atas prestasi belajar dan tentunya juga terhadap prestasi belajarnya.

Emosi ini perlu diatasi agar bisa membantu anak menetralisir dan menyukai bidang studi tertentu. Jika tidak si anak akan sulit meningkatkan prestasi belajarnya.

Skill belajar yang sangat saya sarankan adalah bacakilat for student. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap dari bacakilat, Anda bisa mengklik di sini.

Inilah cara yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi kecemasan Anda selaku orangtua, serta solusi untuk menemukan dan mengeksploren kemampuan Anda.

Pembaca, apa yang Anda berikan kepada anak Anda untuk meyakinkan diri Anda bahwa anak bisa meraih sukses di masa depan? Saya tunggu komentar Anda.