Penghambat Utama Tidak Bisa Menguasai Skill Apapun Yang Dibutuhkan

Pernahkan Anda bertemu dengan seseorang yang mengeluh bahwa ia tidak mendapatkan banyak manfaat dari mengikuti satu kelas untuk menguasai satu skill atau keterampilan tertentu?

Mereka mengutarakan keluhan dan kelemahan dari keterampilan yang mereka telah pelajari dan menyarankan untuk tidak mencoba keterampialn tersebut karena Anda akan mendapatkan hasil yang tidak jauh berbeda dari mereka?

Apakah yang mereka alami akan terjadi pada Anda, seandainya Anda mempelajari dan ingin menguasai skill tersebut?

Bisa ia, bisa tidak. Tergantung sikap dan kepercayaan Anda terhadap skill yang akan dipelajari ditambah trainer yang mengajarkan keterampilan tersebut.

Di artikel ini kita akan membahas, mengapa seseorang tidak bisa menguasai skill apapun yang mereka butuhkan dan bagaimana cara mengatasi masalah ini? Ini akan sangat membantu Anda dalam proses pembelajaran Anda.

Saya Tahu

I Know

Penyebab utama mengapa seseorang tidak bisa menguasai skill apapun yang mereka pelajari karena memegang sikap “I know atau saya tahu.” Masalah yang tidak banyak diketahui dan disadari banyak orang.

Mengapa sikap “Saya tahu” ini menjadi penghambat terbesar seseorang untuk menguasai skill apapun yang mereka pelajari?

Ada beberapa alasan, salah satunya, pikiran akan tertutup saat memegang sikap ini. Alasannya, karena mereka sudah mengetahui apa yang di ajarkan oleh si trainer di depan kelas.

Apa yang disampaikan trainer akan dianggap mudah, gampang dan mereka sudah tahu hal tersebut. Seringkali mereka akan lebih fokus pada hal lain dan mengabaikan apa yang disampaikan di depan kelas.

Kurangnya fokus, tentu akan membuat proses belajar menjadi terhambat dan mereka kehilangan banyak informasi berbeda yang berkaitan yang bisa saja mereka belum ketahui sebelumnya.

Karena kurangnya fokus, mereka seringkali melakukan langkah-langkah yang berbeda dengan apa yang disampaikan oleh trainer. Jelas, dalam prakteknya sendiri, mereka akan melakukan kesalahan jauh lebih besar daripada peserta yang memberikan perhatian penuh kepada trainer.

Bahkan di pelatihan bacakilat pun begitu. Mereka yang tidak mendapatkan manfaat besar dari bacakilat disebabkan karena perasaan tahu yang sangat besar. Akhirnya, saat diminta mengerjakan latihan, mereka melakukan dengan cara yang salah dan luar biasanya, saat dinyatakan kesalahan dan perbaikan yang harus mereka buat, mereka malah mencari kebenaran atas kesalah yang mereka buat.

Apakah ini akan merugikan untuk penyelenggara?

Jelas tidak. Tapi, harapan sebagai penyelenggara acara, semua peserta bisa menguasai bacakilat dengan mengikuti langkah-langkah yang benar dari trainer.

Salah duanya, efek dari sikap “I know” secara mental akan terlihat tidak bersemangat atau justru sebaliknya, terlihat sangat semangat karena ingin menguji pemahamannya dengan si trainer.

Fostur tubuh ini akan membuat rasa penasaran peserta hilang dan harsat untuk menguasai skill tersebut akan lenyap. Hilangnya rasa penasaran akan membuat proses belajar menjadi lebih berat. Jelas, berada di kelas hanya akan terasa membosankan dan sangat melelahkan.

Salah tiga mengapa sikap “I know” menjadi penyebab seseorang tidak bisa menguasai skill apapun adalah kemungkinan untuk praktek setelah mengikuti pelatihan sangat kecil sekali.

Untuk menguasi skill apapun, latihan secara konsisten memiliki peran yang sangat besar. Tanpa latihan, mustahil Anda akan menguasai skill apapun. Latihan adalah penentu keberhasilan Anda menguasai dan mendapatkan manfaat sempurna dari satu skill.

Orang yang membawa sikap “I know” tidak akan praktek karena menganggap skill tersebut mudah. Pikiran menilai bahwa apa yang mereka pelajari tidak terlalu penting. Rasa penting menentukan prioritas seseorang.

Seperti menguasai bacakilat. Seseorang yang menganggap penting bacakilat, akan mencurahkan waktu dan perhatian mereka untuk praktek agar mendapat manfaat besar dari bacakilat itu sendiri.

Solusi

Kita telah membahas mengapa sikap “I know” menjadi penghambat terbesar seseorang tidak bisa menguasai skill apapun yang mereka ingin kuasai.

Sekarang, solusi apa yang bisa diterapkan agar bisa mengatasi masalah ini. Apa saja yang bisa Anda lakukan agar bisa menguasai skill apapun dengan mudah.

Pertama yang harus Anda miliki adalah mengikuti apa yang diminta oleh trainer dan menumbuhkan rasa ingin tahu Anda daripada rasa tahu Anda sendiri. Kalaupun Anda tahu banyak tentang teknik yang diajarkan, kesampingkan terlebih dahulu pemahaman Anda. Percayalah bahwa teknik itu telah melewati tahap trial and error.

Sangat penting untuk mengikuti tahap pertahap untuk menguasai skill apapun yang sedang Anda pelajari. Kurangnya perhatian dan fokus Anda akan membuat Anda kehilangan informasi berharga dan ini akan menghambat Anda saat harus praktek sendiri di rumah.

Sama seperti menguasai skill membaca bacakilat, pak Agus Setiawan akan meminta setiap pesertanya untuk mengikuti tahap pertahap dan merasakan apa yang mereka alami. Justru mereka yang mengikuti intrusi dari beliau membawa manfaat lebih besar dan mampu menguasai bacakilat dengan benar daripada peserta yang tidak mengikuti apa yang disampaikan beliau, khsusnya mereka yang membawa sikap “I Know.”

Mengikuti semua yang disampaikan oleh trainer tidak berarti Anda menutup diri atas hal-hal yang tidak masuk akal Anda. Bertanya dan puaskan rasa ingin tahu Anda. Saat bertanya, Anda akan mengingat lebih lama apa yang Anda tanyakan dan tentunya menjaga motivasi belajar Anda.

Inilah penyebab utama dan cara untuk mengatasi masalah sulitnya menguasai skill apapun yang Anda butuhkan. Penyebab yang tidak banyak orang sadari yang justru merugikan diri mereka sendiri.

Pembaca, sikap seperti apa yang Anda bawa saat mengikuti pelatihan untuk menguasai satu skill baru? Saya tunggu komentar Anda.

Ronald Sembiring

Click Here to Leave a Comment Below

Leave a Comment: