Penyebab Tidak Pernah Menyelesaikan Buku Yang Dibaca Bagi Eksekutif Muda

Para ekseskutif muda sangat mengetahui akan pentingnya manfaat dari membaca buku. Akan banyak manfaat luar biasa yang akan mereka bisa dapatkan jika menjadikan membaca sebagai bagian penting dalam hidup mereka.

Meningkatkan karier, penghasilan, mendapatkan ide, solusi yang bisa mereka terapkan untuk memajukan perusahaan atau pun meroketkan usaha atau bisnis mereka, memberikan motivasi kepada tim dengan lebih efektif dan segudang manfaat lain yang mereka bisa dapatkan.

Sayangnya, hanya sedikit dari mereka yang mau membaca buku. Bahkan mereka yang membaca buku sering kali tidak pernah bisa menyelesaikan buku yang mereka telah baca.

Ada banyak alasan yang membuat para eksekutif muda tidak pernah bisa meneyelesaikan buku yang mereka baca meskipun mereka mengetahui manfaat yang bisa mereka dapatkan dari membaca.

Untuk alasan itu, kita akan membahasnya satu persatu, alasan mengapa seseorang tidak pernah bisa menyelesaikan buku yang mereka telah baca sejak awal.

Penyebab Buku Tidak Pernah Selesai Dibaca

Office Worker with Mountain of Paperwork

1. Sulit Menyiapkan Waktu Untuk Membaca dan Belajar

Masalah terbesar yang dihadapi oleh para eksekutif muda untuk belajar dan membaca adalah waktu yang kurang. Karena akan selalu ada saja pekerjaan atau hal lain yang harus dikerjakan yang membuat waktu membaca menjadi tersita.

Bahkan dengan kesibukan yang begitu tinggi, membuat mereka harus menyelesaikan tugas lain yang lebih “urgent”daripada membaca buku.

Seperti menemani pasangan dan anak untuk berbelanja, membeli kebutuhan keluarga, mengurus anak, pekerjaan kontor yang harus mereka selesaikan dan hal-hal lain di luar jadwal. Akibatnya, mereka tidak punya cukup waktu untuk membaca buku.

2. Informasi Semakin Banyak

Satu alasan yang membuat seseorang tidak pernah bisa menyelesaikan bacaan mereka adalah, karena banyaknya informasi baru setiap harinya. Untuk menyerap informasi yang berkembang satu hari saja telah menyita begitu banyak waktu.

Belum lagi ditambah dengan masalah lain seperti pekerjaan, keluarga, proyek dan berbagai tetek bengek lainnya. Saat mereka membaca buku, tubuh cepat merasa lelah karena telah aktif bekerja satu harian.

3. Gangguan Lebih Banyak

Tugas perkembangan para eksekutif muda (baca: dewasa muda) menuntut mereka untuk meluangkan waktu dan perhatian untuk hal di luar dari pekerjaan mereka.

Mengunjungi keluarga, teman, relasi bisnis, bahkan tetangga dalam acara-acara penting atau hanya sekedar menyapa. Tentu ini menyita banyak waktu.

Belum lagi mengurus anak dan meluangkan waktu dengan keluarga besar, tentunya mereka tidak bisa duduk manis untuk membaca buku, mereka harus melibatkan diri di kegiatan tersebut.

Sebagai bentuk kasih sayang, perhatian dan tanggung jawab sebagai bagian penting dari anggota keluarga. Sebagai budaya yang sangat melekat pada kita, orang timur. Jadi bisa dipahami begitu banyak gangguan dari luar yang tidak bisa diprediksi.

4. Proyek Lebih Banyak

Banyak dari mereka yang bekerja menomorduakan waktu untuk keluarga dan diri sendiri. Ini karena proyek yang lebih banyak yang harus mereka selesaikan. Sebagai tugas dan tanggung jawab atas pekerjaan mereka.

Bisa juga dengan tujuan lain seperti meningkatkan karier atau bisanis mereka. Kondisi seperti ini sering kali menjadi masalah internal pribadi bagi mereka yang menjunjung tinggi nilai-nilai keluarga.

Di satu sisi mereka berpikir bisa membahagiakan keluarga mereka dengan memberikan barang-barang terbaik, fasilitas yang cukup untuk keluarga dan rasa aman dengan adanya penghasilan tetap yang besar.

Di satu sisi mereka sering meresa bersalah karena kurangnya waktu dan perhatian kepada si buah hati. Jadi wajarlah saat mereka sampai di rumah, mereka akan memberikan perhatian dan energi mereka keluarganya.

Setelah anak-anak mereka tidur, mereka juga harus lembur untuk menyelesaikan proyek yang ada. Mereka rela begadang untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Bisa dimaklumi, waktu mereka habis untuk menyelesaikan proyek baru. Akhirnya, buku menjadi prioritas sampingan. Bukannya tidak penting untuk membaca. Tapi, proyek itu lebih penting untuk diselesaikan. Benar, tidak pembaca?

Memilih

5. Apa yang Harus Saya Pelajar?

Kondisi ini sering muncul saat seseorang ingin belajar hal baru. Mereka akan berpikir “Mulai dari mana ya?” atau “Apa yang harus saya pelajari sekarang? Sepertinya hidup saya normal-normal saja! Karier saya juga sangat bagus.”

Pertannyaan ini sangat didukung dengan banyaknya hal di luar sana yang perlu dipelajari. Setiap aspek memiliki penjelasan yang begitu dalam. Untuk menguasai satu bidang saja banyak ilmu di luar bidang tersebut yang harus dipelajari, karena saling terhubung.

Saat mengetahui hal-hal yang mereka harus pelajari, sering kali mereka putus semangat dan bingung sendiri. Apalagi jika yang mereka pelajari di luar dari disiplin ilmu yang mereka pelajari selama ini.

Kondisi ini membuat pikiran bawah sadar langsung menutup diri karena merasa terlalu berat dan susah. Meskipun pada kenyataannya tidak seperti yang mereka pikirkan.

Inilah beberapa penyebab terbesar mengapa seseorang tidak pernah menyelesaikan buku bacaan mereka. Untuk mengatasi masalah di atas, yang Anda butuhkan adalah skill membaca.

Skill membaca yang bisa membuat proses membaca Anda jadi jauh lebih cepat, lebih mudah memahami isi buku dan menghemat banyak waktu untuk membaca dan belajar hal baru.

Ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki jadwal yang sangat padat, kesibukan yang tinggi serta kebiasaan membaca yang sangat “buruk.”

Mungkin Anda bertanya, “teknik membaca apa yang penulis ingin sampaikan?”

Bacakilat, membaca 1 halam perdetik, dong!!!

Bacakilat bisa memberikan banyak kemudahan. Yang paling mencolok dari skill bacakilat adalah waktu membaca yang lebih singkat, memahami buku dengan lebih cepat, mengingat poin penting dengan lebih mudah dan bertahan dalam waktu yang sangat lama, meningkatkan konsentrasi dan masih banyak manfaat lainnya.

Untuk menguasai skill bacakilat, Anda tidak perlu lagi mengikuti pelatihan yang diselenggarkan selama dua hari. Anda cukup mengikuti pelatihan secara online dengan harga yang sangat terjangkau.

Ini akan sangat memudahkan Anda yang tinggal di luar kota Jakarta. Anda bisa mengandalkan internet yang cepat untuk bisa menguasai skill Bacakilat ini. Untuk mendapatkan pelatihannya secara online, Anda bisa klik di sini.

Dari penyebab yang saya tunjukkan di atas, poin mana yang Anda “banget?” Apakah ada penyebab lain yang Anda miliki selain yang saya tunjukkan di atas dan cara apa yang Anda gunakan untuk mengatasi masalah tersebut? Tuliskan komentar Anda di bawah ini dan saya tunggu cerita Anda.

About the Author

Leave a Reply 1 comment

alimurtadi - May 6, 2015 Reply

Kalau membacacepat capek danmengantuk

Leave a Reply: