Apakah Anda sering Salah Membeli Buku? Temukan Cerita Alumni Bacakilat yang Tidak Pernah lagi Salah Membeli Buku

Pembaca Bacakilat, apakah Anda sering melakukan “kesalah” membeli buku di toko buku? Ketika melihat judul yang sangat menarik dan menggoda, hati Anda luluh dan langsung membelinya. Setelah dibaca beberapa halaman, Anda mulai sadar judul dan isinya ternyata berbeda.

Saya pun dulunya seperti itu. Bahkan setelah mengajarkan bacakilat pun saya pernah melakukan kesalah yang sama, saya membeli sebuah buku hanya dari judulnya. Setelah melakukan tinjauan awal di rumah saya mulai sadar kalau saya membeli buku yang tidak saya butuhkan saat itu.

Hal yang sama juga terjadi pada alumni bacakilat sebelum mereka mempelajari bacakilat. Bagaimana ia selalu membeli buku berdasarkan judul yang pada akhirnya membuat ia kecewa karena isinya tidak seperti yang diharapkan di awal.

Ada cerita yang sangat menarik dari bu Rahmi alumni bacakilat dari Bandung. Di mana sebelum ia mengikuti workshop bacakilat, beliau selalu membeli buku yang salah dan setelah menguasai bacakilat, ia bisa mengetahui apakah buku yang akan ia beli ia butuhkan atau tidak.

Silahkan simak cerita dan perkembangan yang dialami oleh alumni bacakilat yang diadakan di Bandung akhir tahun 2017 lalu.

 

A             : Saya Rahmi. Berprofesi sebagai penyelenggara umroh dan wisata muslim. Ikut Bacakilat batch 190 di kota bandung di bulan desember 2017.

Q             : Boleh sedikit cerita apa masalah membaca yang ibu hadapi sebelum mengenal bacakilat?

A             : Umumnya, kalau orang suka baca pasti akan beli buku. Saya juga sama, jadi saya punya banyak buku. Merasa ada kendala “Kenapa ya, buku yang dibeli cuma dibaca sebentar. Kerjanya hanya bolak balik saja tapi tidak pernah selesai dibaca.” Ada beberapa buku yang sudah bertahun-tahun umurnya, diletakkan begitu saja.

Q             : Maksud ibu terbungkus dengan plastik?

A             : Betul, betul sekali itu. Masih terbungkus dengan plastik. Memang saya suka sekali membaca buku. Karena kesibukan yang sangat padat dan waktu yang terbatas membuat saya tidak bisa menyelesaikan buku yang sudah dibaca.

Q             : Boleh tahu satu buku ibu selesaikan berapa lama sebelum mengenal bacakilat?

A             : Rata-rata sebulanan. Kalau berminat sekali, 2 minggu sampai 1 bulan. Kalau minatnya menurun maka buku itu tidak pernah selesai saya baca.

Q             : Apa yang membuat ibu mau mempelajari dan menerapkan bacakilat ke dalam proses membaca ibu?

A             : Saya mendapat iklan di Facebook tentang bacakilat, tentang bagaimana memahami dan mengerti isi buku. Karena ada prenya (seminar singkat 3 jam, ed) saya mengikutinya.

Setelah mengikutinya saya merasa perlu banget. Karena, buku itu bukan hanya menjadi sekedar hobi untuk mengoleksi tapi ada banyak pengetahuan. Kalau kita menyelesaikan buku itu, sebenarnya banyak ilmu yang kita bisa dapatkan. Itulah yang membuat saya memutuskan mempelajari bacakilat.

Q             : Setelah mengikuti bacakilat sampai sekarang, sudah berapa buku yang telah ibu selesaikan dengan bacakilat?

A             : Memang masih belum terlalu banyak. Tapi saya sudah menyelesaikan 10 buku yang diminta oleh pengajar. Kira-kira ada 20 bukulah yang sudah saya selesaikan sekitar 6 bulan ini. 20 buku dalam 6 bulan, lumayan ya?

Ada 13 buku yang saya buatkan mind mappingnya. Selebihnya saya tidak buat mind mappingnya karena cukup dengan memindai menjelajahi saya sudah paham isi bukunya.

Q             : Dampak positif apa yang ibu rasakan dari bacakilat pada profesi dan kehidupan pribadi ibu?

A             : Yang paling penting dari bacakilat yang saya dapatkan adalah cara memilih buku yang tepat. Jadi saat beli buku saya bisa tahu isi buku itu. Saya tahu buku itu akan saya gunakan untuk apa.

Selama ini banyak yang saya temukan antara judul dengan isi itu berbeda. Judulnya apa, isinya apaan? Ga sesuai ternyata.

Sekarang, begitu beli buku saya sudah tahu ini yang akan saya dapatkan. Baru baca judul dan halam belakangnya saja saya sudah tahu isi bukunya apaan. Selama ini kan, saya tidak mengerti bagaimana cara memilih buku yang tepat.

Q             : Berarti sebelum mengenal bacakilat ibu sering beli buku yang sebenarnya ibu tidak butuhkan, begitukah?

A             : Benar. Saya terjebak di judul. Giliran dibaca isinya berbeda, tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. Jadi akhirnya banyak buku yang isinya tidak sesuai dengan tujuan saya membeli buku itu.

Dulu saya pikir judul dan isi bukunya pasti sama. Setelah dibeli dan dibaca saya baru tahu kalau judul dan isinya berbeda. Kalau lihat judul bukunya bagus, saya langsung beli. Kalau sekarang sudah tidak pernah lagi seperti itu.

Q             : Ada pengalaman menarik dalam menerapkan bacakilat dalam kehidupan ibu?

A             : Pengalaman yang sangat menarik itu, saya bisa berkenalan dengan penulisnya. Artinya saya mengenal penulis buku itu secara rasa (memahami cara berpikir penulis, ed). Itu luar biasa sekali menurut saya.

Saya tidak hanya sekedar tahu tapi sampai bisa memahami maksud (cara berpikir, ed) dan mengapa ia sampai menulis buku tersebut. Itu yang luar biasa.

Q             : Teman-teman ibu tahu kalau ibu menggunakan bacakilat dalam proses membaca ibu?

A             : Justru itu. Saya merekomendasikan sekali terutama yang masih muda. Jadi ketika mereka mau membeli buku, mereka tidak salah dalam memilih buku, tidak asal membeli buku saja. Saya saja kan sudah 51 tahun dan masih mau mempelajari bacakilat.

Q             : Apa tanggapan teman-teman ibu ketika melihat ibu menggunakan bacakilat dalam proses membaca ibu?

A             : Ketika saya menyampaikan materi buku dengan lugasnya. Dalam menyelesaikan satu buku hanya butuh waktu 1-2 jam dan sudah ada mind mapnya dan saya paham dan saya bisa menyampaikan. Itu yang membuat mereka, “Wow. Luar biasa”.

Q             : Wow. Mungkin masih banyak teman-teman di luar sana yang belum percaya akan bacakilat. Apa yang ingin ibu sampaikan kepada teman-teman khususnya bagi mereka yang ingin belajar bacakilat?

A             : Saya share tentang seminar bacakilat. Ada beberapa teman yang mau ikut. Jadi mereka minta jadwalnya ke saya. Saya sampaikan kalau nanti ada seminarnya mereka bisa ikuti. Saya juga suka share di media sosial saya, di IG saya tag bacakilat sebagai rasa syukur saya, bahwa saya dipertemukan dengan bacakilat. Jadi saya share di medsos saya. Saya share buku yang telah saya bacakilat.

Q             : Keren, we are so happy for you bu. Boleh cerita tidak bu, berapa banyak goal yang sudah tercapai dengan menggunakan bacakilat?

A             : Beberapa buku yang saya bacakilat adalah buku-buku spiritual dan ada beberapa buku motivasi juga. Yang pasti membawa 180 derajat perubahan dalam hidup saya. Karena saya menamatkan (menuntaskan, ed) buku-buku yang saya beli. Buku itu menjadi inspirasi saya.

Ada sebuah buku yang membahas tentang cordoba kerajaan islam Andalusia, surga di Andalusia judul bukunya. Saya sering membawa jamaah ke Spanyol karena saya juga sebagai tour leader. Selama ini saya tidak tahu latar belakang seorang raja islam. Saat saya selesai bacakilat, saya langsung memahami itu.

Ternyata ada seorang raja bernama Abdurrahman. Beliau sangat luar biasanya. Mengapa islam bisa sampai 700 tahun ada di Andalusia? Karena beliau sangat toleran sebagai seorang raja.

Itu baru saya temukan setelah membaca buku. Itu yang saya bilang tadi, saya paham ilmunya dan saya juga tersambung dengan penulis dan tersambung juga dengan sejarahnya.

Q             : Wow. Itu keren banget. Ada masukan dan saran untuk kami agar kami bisa meningkatkan pelayanan kami di masa depan?

A             : Setelah kita selesai pelatihan bacakilat, kita memiliki grup alumni. Memang benar seperti yang disampaikan oleh pelatih bahwa hanya 10% yang hanya mengamalkanya. Rata-rata banyak yang menerima ilmu tapi tidak banyak yang menerapkannya.

Semua kembali ke dalam diri kita, bukan? Walaupun para coach sudah maksimal, mengingatkan di dalam grup. Bertanya “Mana mind mapnya?”

Jadi yang diajarkan sudah benar tapi kitanya yang harus sering dimotivasi untuk rajin-rajin mengaplikasikan bacakilat.

Ibu Rahmi yang mengikuti Workshop Bacakilat 3.0 Batch 190 bulan Desember 2017 di Bandung

Apakah Anda juga pernah mengalami masalah yang sama seperti yang dialami oleh ibu Rahmi dalam memilih buku?

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda gunakan untuk memilih buku yang tepat sesuai kebutuhan Anda. Dengan ini Anda bisa menghemat uang keluar untuk membeli buku hanya pada buku-buku yang Anda butuhkan:

  1. Baca kaver depan
  2. Baca kaver belakang
  3. Baca daftar isi
  4. Buat kesimpulan
  5. Apakah sesuai dengan kebutuhan
  6. Membuat tujuan membaca

Inilah langkah-langkah yang bisa Anda gunakan untuk memilih buku yang tepat untuk Anda. Jika tidak sesuai maka Anda tidak perlu membeli buku tersebut.

Khusus untuk no 7, saya menambahkan tujuan membaca. Untuk membuat tujuan membaca saya menjelaskannya secara detail di buku Bacakilat 3.0, Hacks The Way You Read. Anda juga bisa mempelajari bacakilat dari buku tersebut dengan mengklik di sini.

So, sekarang saya yakin dengan tips di atas ini Anda sudah bisa menghemat budget membeli buku Anda. Selamat mencoba dan saya ingin mendengar pemikiran Anda mengenai cerita bu Rahmi di atas. Anda juga bisa menanyakan pertanyaan yang mungkin kami missed tanyakan dengan menuliskannya di kolom komentar.

Sampai jumpa di tulisan dan pengalaman alumni bacakilat yang lain. Mari Bangun Indonesia Dengan Membaca

About the Author

Agus Setiawan adalah Founder dari sistem Bacakilat. Bacakilat pertama kali diajarkan di tahun 2009. Dan terus berkembang melaui proses penelitian, pembelajaran dan uji coba ke dalam tim Bacakilat. Dari Bacakilat 1.0 berkembang sampai sekarang Bacakilat 3.0 yang merupakan pendekatan termudah untuk menguasai Bacakilat.

Leave a Reply 4 comments

ZUHAIR AKBAR - August 21, 2018 Reply

langkah-langkah yang diberikan sangatlah berdampak baik, dengan ini kita bisa menghemat uang keluar untuk membeli buku hanya pada buku-buku yang kita butuhkan.

Lina Zuhratul - September 14, 2018 Reply

Sangat menarik sekali artikelnya

rani - October 1, 2018 Reply

apa manfaat yang di dapatkan?

    Agus Setiawan - October 1, 2018 Reply

    Ibu bisa menyelesaikan buku dengan pemahaman tinggi dan mencapai tujuan membaca dalam 2 jam bu

Leave a Reply: