Bagaimana Kesibukan yang Tinggi tidak Menghentikan Seorang Alumni Bacakilat untuk Membacakilat 2-3 Buku setiap Hari?

Ada beberapa alasan kuat mengapa seseorang tidak pernah menuntaskan buku yang telah dibacanya. Pertama, teknik membaca yang digunakan sudah tidak sesuai dengan perkembang zaman. Dengan perkembangan informasi yang cepat dan massive menuntut kita untuk menerima informasi lebih cepat dalam waktu singkat. Bukan sekedar cepat saja, melainkan harus memahaminya.

Masalah umum yang terjadi saat menggunakan teknik membaca konvensional membuat kita tidak memahami dan sering kali setelah selesai membaca satu bab kita sering bertanya kepada diri sendiri, “Tadi saya baca apa ya?, Koq saya tidak paham apa yang disampaikan?”

Apakah Anda juga mengalaminya?

Jika ya, Anda tidak seorang diri. Saya dan alumni bacakilat juga pernah mengalami hal yang sama.

Faktor kedua yang membuat seseorang tidak pernah menuntaskan buku yang telah dibacanya adalah masalah waktu yang terbatas. Di mana ia ingin membaca buku tapi terkendala oleh pekerjaan yang sangat padat sehingga pada saat baca buku, tubuh fisiknya sudah kelelahan.

Apakah Anda juga mengalami hal yang sama?

Lantas apakah dengan alasan kesibukan dan tidak ada waktu menjadi penyebab seseorang berhenti mengupgrade dirinya melalui buku-buku yang ia baca?

Jika ya, mari lihat apa yang terjadi pada salah satu alumni bacakilat yang diadakan di bulan Februari 2018 lalu. Sebagai seorang profesional yang memiliki kesibukan luar biasa, ia masih menyempatkan dirinya untuk membaca buku. Luar biasanya, ia bisa membacakilat 2-3 buku setiap harinya.

Berikut adalah hasil perkembangan dirinya dengan menerapkan bacakilat yang diwawancarai oleh tim saya beberapa waktu lalu.

 

A             : Saya Endang. Saya seorang konsultan pajak. Kesibukan saat ini sedang mengembangkan perusahaan pribadi yang berfokus pada perpajakan. Saya mengikuti bacakilat batch 195 bulan Februari 2018 di kota Medan.

Q             : Bisa diceritakan masalah membaca yang ibu hadapi sebelum mengenal bacakilat?

A             : Saya memang suka membaca buku. Tapi, karena kesibukan buku yang saya ingin baca tidak habis-habis. Jadi saya lebih sering membeli buku. Koleksi buku bertambah tapi bukunya masih terbungkus plastik karena tidak punya waktu baca.

Q             : Dulu, butuh berapa lama bagi ibu untuk menyelesaikan satu buku?

A             : Satu buku bisa selesai sekitar 2-3 bulan. Ada juga sampai tidak pernah selesai. Kebanyakan saya baca setengah buku, tergiur dengan buku yang baru lalu saya meninggalkan buku lama yang telah saya baca sebelumnya. Jadi saya tidak konsisten sehingga menyebabkan saya jadi malas karena kesibukan kerjaan saya.

Q             : Apa yang membuat ibu mau mempelajari bacakilat?

A             : Karena kesukaan saya membaca buku. Saya  berpikir, bagaimana saya bisa menyelesaikan buku-buku di rumah dan saya memahami semua isi buku tersebut. Otomatis apapun yang saya inginkan nantinya dalam hidup saya, buku itu sudah bisa memberikan informasi yang saya butuhkan dan saya tinggal mengaplikasikannya dalam hidup saya.

Seperti profesi saya sendiri menuntut saya untuk membaca, membaca peraturan pajak, membaca tentang perkembangan perekonomian sekarang. Sebenarnya saya dituntut untuk membaca. Tapi karena kesibukan jadinya saya tidak bisa menuntaskan buku yang saya ingin baca.

Q             : Jadi dengan menguasai bacakilat sekarang, ibu butuh berapa lama untuk menyelesaikan satu buku?

A             : Satu buku? Jangankan satu buku, satu hari saya bisa menyelesaikan 3 buku. Padahal 3 buku itu bisa habiskan berapa lama kalau tidak pakai bacakilat?

Jadi sekarang saya bisa menuntaskan 3 buku kalau saya benar-benar punya waktu untuk membaca. Sekarang, saya minimal ada bacakilat 2-3 buku per hari.

Q             : Itu hanya dibacakilat atau dimind-mapping ibu?

A             : Sudah mind mapping.

Q             : Setelah mengikuti bacakilat sudah berapa banyak buku yang telah ibu tuntaskan plus dengan mind mapping?

A             : Kalau buku dengan mind mapping, sampai sekarang sudah ada 30 buku (wawancara tanggal 18 Juli 2018, ed). Karena tidak semua buku yang telah saya bacakilat saya buatkan mind mappingnya. Ada buku yang setelah saya bacakilat, saya hanya baca-baca sekilas. Saya sudah paham isi bukunya.

Jadi saya tidak buat mind mappingnya. Kalau hanya bacakilat buku, saya rasa sudah sampai 100 buku. Kalau buku yang bener-benar saya buat mind mappingnya ada 30. Karena buku ini benar-benar saya butuhkan.

Q             : Wow, luar biasa banget ini ibu.

A             : Iya, dan hidup saya memang berubah banyak. Maksudnya, apa yang saya saya cita-citakan banyak yang tercapai.

Q             : Oh iya, boleh cerita satu dua pengalaman mungkin, impian yang ibu sudah capai dengan bantuan bacakilat?

A             : Misalnya dalam perusahaan. Bagaimana saya memanage perusahaan saya, mendelegasikan pekerjaan ke tim. Sekarang saya mendapatkan banyak ide kreatif untuk mewujudkannya. Katakan saya ingin memiliki tim-tim solid yang mendukung saya. Akhirnya tujuan itu bisa saya wujudkan satu persatu.

Q             : Dan semua informasi dan idenya ibu dapatkan dari buku?

A             : Iya, dari buku. Misalnya impian saya ingin menjadi motivator. Impian itu juga sudah terpenuhi. Di dalam perusahaan saya juga ditawari setiap sabtu memberikan sejenis training untuk karyawan agar bisa terus membagikan hal-hal yang positif.

Q             : Tadi, awalnya ibu sampaikan kalau ibu punya perusahaan konsultasi pajak. Dan barusan ibu sampaikan kalau ibu diminta untuk memberikan motivasi ke tim. Ini di perusahaan yang berbeda atau di perusahaan sendirikah?

A             : Saya memang ada perusahaan tapi saya juga punya partner. Jadi setiap orang punya kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Jadi setelah kita pikirkan (partner kerja dengan perusahaan yang lain, ed), “Ohh, perusahaan kita butuh ini nih (meningkatkan motivasi karyawan, ed)”.

Jadi setiap sabtu kita buatin seminar motivasi dan akhirnya kita bentuk kegiatan sejenis inhouse training di perusahaan kita sendiri yang selama ini belum pernah kami lakukan.

Q             : Maksud ibu perusahaan ibu dengan perusahaan partner kah?

A             : iya, iya bener.

Q             : Oke. Trus goal lain apa lagi yang sudah tercapai ibu?

A             : Saat ini saya ada ikut latihan menjadi seorang penceramah. Jadi seorang penceramah kan harus memiliki banyak pengetahuan tentang darma-darma. Dengan bacakilat saya menjadi lebih percaya diri.

Dalam beberapa kali latihan saya menjadi lebih lancar dalam memberikan presentasi ceramah. Sebelumnya saya tidak terlalu percaya diri. Kini saya lebih percaya diri. Sebelum tampil saya bacakilat materi yang saya ingin bagikan dan saat latihan ceramah saya jadi lebih lancar.

Setelah pelatihan bacakilat, dari sekolah anak saya, tiba-tiba dipanggil untuk family school yang mana si ibu harus mendampingi si anak. Waktunya semuanya satu hari di mana kami harus menghafalkan satu judul lagu.

Nah kita berdua tidak hafal. Ya udah, kita pakai teknik mind mapping. Kita denger lagunya kemudian kita mind mapping dengan menuliskan kata kunci dari lagu itu. Menghafal lagunya menjadi lebih cepat.

Jadi, besok saat tampil kami sudah hafal lagunya. Padahal kalau diminta hafal, aduhhh berapa lama bisa hafal lagunya?

Jadi saya mengajak anak saya yang mau masuk usia 7 tahun membuat mind mapping bersama dari lagu. “Ohh judul lagunya apa. Kemudian kita buat cabang dan memasukkan kata kunci dari setiap bait dan ditambah dengan gambar”. Jadinya hafalnya cepet.

Q             : Luar biasa ibu. Ini pengalaman yang luar biasa. Baru pertama kali saya mendengar kalau lagu juga bisa dimind-mapping.

A             : Iya. Itu karena saya sudah kepepet. Saya tidak tahu harus bagaimana. Lagunya saya catat di sebuah kertas. Kemudian saya bacakilat sebentar. Habis itu kita mind mapping. Pokoknya saya ikut langkah-langkah bacakilat.

Dengan bacakilat, sekarang saya menjadi sangat antusias. Di dalam mobil harus ada buku. Mobil saya sudah menjadi perpustakaan berjalan. Di mana kalau saat macet saya tidak menghabiskan waktu sia-sia. Jadi saya bisa bacakilat di atas mobil. Di kantor saya tinggal aktivasi lalu buat mind mapnya. Jadi waktu untuk menunggu orang atau terjebak macet, saya gunakan untuk bacakilat.

Q             : Jadi waktu yang ibu sediakan untuk bacakilat mayoritas di perjalanan atau memang ibu sediakan waktu khusus untuk bacakilat?

A             : Jadi, setiap hari saya menuntut diri saya sendiri untuk bangun lebih cepat. Sebelum berangkat bekerja saya melakukan tinjauan awal kemudian saya bacakilat. Kalau tidak sempat bacakilat saya lakukan di mobil dalam perjalanan ke kantor. Sampai di kantor saya baru lakukan aktivasi dan mind mapping. Saat mau tidur, saya tetap bacakilat. Pagi, siang jam istirahat dan sebelum tidur saya tetap baca buku.

Q             : Masih tentang dampak positif dari bacakilat ibu. Dampak positif apa yang ibu rasakan di aspek personal selain perusahaan ibu yang semakin berkembang?

A             : Karena kesibukkan yang luar biasa, sekarang saya sudah semakin bisa memanage waktu saya. Kapan waktu untuk bekerja, kapan waktu bersama keluarga, kapan saatnya saya harus ke vihara untuk ritual. Itu semua sudah termanage secara otomatis. Sekarang muncul kebiasaan-kebiasaan baru. Dalam beberapa hal saya menjadi lebih disiplin, lebih bisa bermusyawarah dengan keluarga. Apa yang saya baca di buku, tanpa sadar terwujudkan dengan sendirinya.

Q             : Apa tanggapan teman-teman saat mereka tahu kalau ibu menggunakan bacakilat dalam proses membaca ibu?

A             : “Kamu iseng ya? Koq bolak balik buku?” mendengar itu, saya hanya senyum-senyum saja. Saya bilang, “Saya lagi baca buku dengan bacakilat”. Lalu mereka penasaran dan saya ajak mereka ke seminar.

Kalau dulu mereka iseng, sekarang mereka sudah terbiasa melihat saya. Karena tiap hari saya bolak balik buku di kantor. Kalau dulu saya tidak pernah, sampai kantor saya langsung kerja. Sekarang tidak. Sebelum mulai kerja, saya wajib baca buku dan mind mapping.

Q             : Di luar sana mungkin masih banyak teman-teman yang belum percaya akan bacakilat. Ada pesan yang ibu ingin sampaikan ke teman-teman yang ingin belajar bacakilat?

A             :  Kalau saya pribadi sangat bersyukur sekali mendapatkan ilmu dari bacakilat. Dengan mempelajari bacakilat, saja jadi lebih mudah mendapatkan apa yang saya butuhkan di buku. Bukan hanya itu, saya juga memahami isi buku dengan pemahaman tinggi. Bahkan saat berinteraksi, negosiasi dan presentasi, banyak ide yang muncul untuk saya sampaikan.

Pesan saya, bagi siapapun yang belum mengikuti seminar bacakilat, saya sangat merekomendasikannya bagi mereka ingin mempelajari bacakilat. Saya pribadi mengalami banyak perubahan lewat bacakilat.

Q             : Ada saran dan masukan agar kami bisa meningkatkan pelayanan kami di masa depan bu?

A             : Saya pribadi melihat bacakilat sudah melakukan dengan bagus banget. Maksud saya, di mana setiap peserta bacakilat bisa dengan bebas bertanya kepada trainer. Ada juga grup di facebook. Itu sangat membantu alumni. Bacakilat tidak meninggalkan begitu saja alumninya setelah pelatihan berakhir. Ini sudah bagus. Setiap hari rabu juga ada facebook live yang dibawakan langsung oleh Pak Agus. Ini membuat momentum membaca terjaga dengan cukup baik.

Ibu Endang yang mengikuti Workshop Bacakilat 3.0 batch 195 bulan Februari 2018 di Medan

Bagaimana menurut Anda pengalaman dari ibu Endang di atas? Apakah Anda memiliki masalah yang sama dengan ibu Endang?

Jika Anda merasa kekurangan waktu dalam membaca, maka menguasai teknik membaca adalah solusinya. Saya menawarkan bacakilat untuk membantu Anda mengatasi masalah membaca Anda.

Mengapa bacakilat?

Karena dalam prosesnya, bacakilat memberdayakan potensi terpendam yang kita miliki. Jika selama ini kita hanya mengandalkan pikiran sadar dalam proses membaca, maka bacakilat justru melakukan kebalikannya. Ia memanfaatkan pikiran bawah sadar dan pikiran sadar secara bersamaan.

Dengan memanfaatkan pikiran bawah sadar akan membantu seseorang memahami isi buku dengan lebih cepat dari sebelumnya. Ini yang membuat seseorang merasa buku yang telah dibacakilat terasa familiar dan lebih mudah untuk dipahami dibandingkan tidak melakukan bacakilat dalam proses membacanya.

Inilah yang membuat proses membaca menjadi lebih cepat. Di kelas, rata-rata peserta bacakilat bisa menuntaskan 1 sampai 2 buku dengan ketebalan 200-300 halaman kurang dari 90 menit.

Dengan sedikit mengubah kebiasaan Anda dalam mengelola waktu, dari yang tadinya membuka sosial media, surfing di youtube, Anda bisa mengubahnya menjadi membaca buku dan meningkatkan diri Anda di sela waktu santai Anda.

Di artikel yang lain kami akan menyajikan pengalaman dari alumni bacakilat yang telah mendapatkan manfaat luar biasa dari bacakilat.

So, silahkan tuliskan pemikiran dan tanggapan Anda akan cerita alumni bacakilat di atas. Anda juga bisa memberikan pertanyaan yang bisa kami ajukan ke alumni untuk menjawab keraguan Anda akan bacakilat.

Silahkan sampaikan pemikiran Anda di kolom komentar.

Sampai jumpa di tulisan dan pengalaman alumni bacakilat yang lain. Mari Bangun Indonesia Dengan Membaca.

About the Author

Agus Setiawan adalah Founder dari sistem Bacakilat. Bacakilat pertama kali diajarkan di tahun 2009. Dan terus berkembang melaui proses penelitian, pembelajaran dan uji coba ke dalam tim Bacakilat. Dari Bacakilat 1.0 berkembang sampai sekarang Bacakilat 3.0 yang merupakan pendekatan termudah untuk menguasai Bacakilat.

Leave a Reply 2 comments

Lina Zuhratul - September 14, 2018 Reply

Artikel sangat menarik

    Agus Setiawan
    Agus Setiawan - September 21, 2018 Reply

    Terima kasih bu Lina. Lalu apakah ibu sudah mempelajari bacakilat?

Leave a Reply: