Adakah Syarat Khusus Untuk Menguasai Bacakilat?

Ada yang pernah bertanya ke kami, “Adakah syarat khusus untuk menguasai bacakilat?”

Biasanya kami selalu jawab, “Selama bapak ibu bisa membaca, maka bapak ibu pasti bisa menguasai bacakilat.”

Kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan susulan, “Bagaimana dengan mereka yang lemot atau telmi (telat mikir), atau mereka yang sulit mengingat isi buku, apakah mereka tetap bisa menguasai bacakilat?”

Untuk memudahkan pembahasan kita, di sini saya hanya akan mengulas tentang lemot dan telmi dari sudut pandang orang yang merasa memilikinya sedangkan menurut orang lain, ia normal-normal saja dan mampu berpikir layaknya kebanyakan orang.

Saya akan menunjukkan 3 sudut pandang kalau setiap orang yang merasa lemot, telmi, lama belajar, mudah lupa, sulit paham dan merasa tidak bisa berpikir kritis bahkan kalau ia merasa IQ-nya rendah tetap bisa menguasai bacakilat.

Yuk kita bahas.

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Kapasitas otak

Tahukah Anda, lalat buah hanya memiliki 100 ribu sel otak. Dengan jumlah itu ia bisa terbang mencari sari madu hingga bermil-mil jauhnya tanpa mengalami yang namanya tersesat.

Tikus hanya memiliki 5 juta sel otak. Bagaimana dengan simpanse? Hewan mamalia yang dianggap sebagai hewan paling cerdas. Menurut Anda berapa banyak sel otaknya?

Ya, hanya 100 milyar sel. Dengan 100 milyar sel saja, simpanse ini dianggap sebagai hewan yang paling cerdas yang ada di muka bumi.

Dibandingkan dengan manusia, ketika seorang bayi lahir, ia sudah membawa 100 milyar sel otak aktif dan 900 milyar sel otak pendukung.

Jika ditotalkan, setiap bayi yang lahir, apapun suku, ras, warna kulit bahkan status sosial, setiap anak yang lahir akan memiliki 1 triliun sel otak.

Meskipun masing-masing dari kita punya 1 triliun sel otak, ini hanyalah potensi. Dibutuhkan cara yang tepat untuk bisa mengembangkannya.

Dari data di atas, kita bisa melihat bahwa setiap diri kita memiliki potensi yang sama untuk bisa belajar cepat, paham dengan cepat, mencapai sukses dan menjalani hidup terbaik versi kita masing-masing.

“Lalu, apa yang menyebabkan seseorang bisa lemot, telmi, sulit belajar, susah paham atau mudah lupa dengan apa yang pelajari?”

Ada 2 hal, label yang diberikan dan secara teknis ada di teknik.

Label bersifat membatasi atau memberdayakan. Kalau kita memberi label yang positif maka ia akan memberdayakan kita. Begitu juga sebaliknya.

Contohnya, “Saya cerdas. Saya mudah mengingat apa yang saya pelajari. Saya suka membaca.” Sadar atau tidak, ia akan sama seperti label yang ia sematkan ke dirinya.

Inilah yang terjadi pada mereka yang merasa kalau dirinya lemot, susah belajar, sulit hafal, dll. Mereka memberikan label yang salah kepada dirinya.

Mungkin karena satu dua kejadian buruk terjadi di masa lalu, membuat ia memiliki keyakinan akan label tersebut.

Hal kedua adalah teknik. Membaca, belajar dan menghafal juga membutuhkan teknik yang tepat. Kenapa seseorang mudah mengantuk, tidak konsen atau tidak paham apa yang ia baca?

Salah satu alasannya karena ia tidak memiliki teknik belajar yang tepat. Ia tidak memiliki tujuan membaca saat akan membaca. Ia hanya sekedar membaca saja.

Bisa juga buku yang dibaca tidak sesuai kebutuhannya saat ini atau buku yang dibaca tidak relevan dengan tujuannya.

Karena tidak ada target yang jelas di level pikiran bawah sadar, maka pikiran berkelana bebas yang membuat seseorang merasa malas, mengantuk, bosan, tidak konsen, tidak paham dan masalah membaca dan belajar lainnya.

Dengan dibekali teknik yang tepat, maka ia tidak akan mengalami yang namanya sulit belajar, susah paham, mudah lupa sampai lama mikir.

Gambar oleh marijana1 dari Pixabay

Fisik dan nutrisi

Faktor kedua adalah kondisi fisik. Kondisi fisik sangat mempengaruhi cara berpikir. Coba ingat-ingat seberapa banyak keputusan yang Anda sesali karena mengambil keputusan di saat kondisi fisik lemah dan tidak fit.

Kita adalah makhluk hidup yang beroperasi berdasarkan energi. Saat energi tubuh tinggi, kita bisa mencapai produktivitas terbaik kita.

Dan saat energi lemah, maka, akan sulit sekali menjadi produktif. Jangankan produktif, melakukan secara sepenuh hati saja belum tentu.

Inilah alasan kenapa kita sangat perlu menjaga energi tubuh. Selain itu, kita juga perlu mengenali kapan waktu kita merasa berenergi dan kapan waktu kita merasa tidak berenergi, yang mana jika kita mengambil keputusan di sini, kita sering membuat keputusan yang buruk.

Jadi kalau kita merasa lelah dan capek, maka kita juga bisa mengalami yang namanya lemot dan telmi.

Solusi untuk menghindari masalah lemot dan telmi adalah dengan memberi waktu ke diri sendiri untuk istirahat atau tidur. Jadi tidurlah yang cukup di malam hari.

Kalau di siang hari kita merasa lelah dan capek, atur waktu untuk tidur siang. Cukup tidur 20-30 menit saja jika di malam sebelumnya Anda tidur dengan cukup atau tidur sekitar 7-8 jam. Tidur terlalu lama juga tidak bagus kecuali di malam sebelumnya Anda tidur kurang dari 4 jam.

Nutrisi juga memegang peran penting dalam proses berpikir. Kekurangan nutrisi berdampak langsung ke tubuh fisik dan cara berpikir. Jadi pastikan untuk bisa memenuhi kebutuhan nutrisi Anda.

Cara termudah adalah dengan makan buah dan sayur dan mengurangi makan-makan yang tidak sehat seperti junk food, makanan yang mengandung banyak minyak jenuh seperti goreng-gorengan dan minuman-minuman berwarna.

Jadikan makan buah, sayur dan minum air yang banyak sebagai lifestyle Anda. Dengan begitu akan membantu tubuh Anda bisa berada di performa terbaiknya.

 

Bidang keahlian.

Apakah setiap orang tidak akan mengalami yang namanya lemot dan telmi?

Saya yakin setiap orang akan mengalami hal tersebut. Selama itu di luar bidang dan keahliannya, maka sesekali ia pasti akan mengalami lemot dan telmi.

“Kok bisa?”

Ini terjadi karena ia tidak memiliki databased yang banyak di pikiran bawah sadarnya. Bayangkan apa yang akan terjadi pada seseorang yang berlatar belakang teknik sipil yang sedang melihat 2 orang temannya berdiskusi seru tentang perbintangan?

Tentu di atas kepalanya akan berputar bintang-bintang hahaha, bercanda.

Pastinya ia akan mengalami yang namanya kebingungan, tidak nyambung, lupa dengan istilah-istilah yang disebut oleh temannya. Tentu ini terjadi karena ia tidak punya pengetahuan apapun tentang ilmu perbintangan.

Jadi tidak perlu terlalu dianggap serius untuk hal-hal seperti ini kalau Anda masuk ke satu diskusi yang Anda tidak tahu apapun tentang topik tersebut.

Itu tidak berarti Anda lemot atau telmi. Melainkan karena Anda tidak punya pemahaman yang sama dengan lawan bicara Anda.

Dengan mengetahui hal ini, yang perlu kita lakukan adalah membangun pemahaman dengan belajar topik tersebut. Ketika pondasi pemahaman sudah terbangun maka kita tidak akan mengalami yang namanya lemot atau telmi.

Gambar oleh PublicDomainPictures dari Pixabay

Kesimpulan

So, dengan melihat 3 sudut pandang di atas, sekarang kita bisa memahami apa yang menyebabkan seseorang bisa mengalami yang namanya sulit belajar, mudah lupa, sulit paham, lemot bahkan telmi.

Jadi ada kewajaran jika seseorang mengalami yang namanya lemot atau telmi. Itu bisa disebabkan karena ia tidak punya pemahaman tentang topik pembahanan.

Solusi untuk masalah ini bisa dilakukan dengan mempelajari dan membangun pondasi pemahaman di sekitaran topik tersebut.

Kalau itu disebabkan oleh tubuh yang lelah, tidurlah. Atur waktu untuk bisa beristirahat agar energi bisa terkumpul kembali dan tubuh terasa lebih fresh.

Terakhir, secara teknis, miliki teknik belajar yang tepat. Ini bagian yang sangat penting. Teknik belajar akan membantu proses belajar bisa dilakukan lebih cepat, mudah dan tidak menyita waktu terlalu lama.

Ini akan membuat pengalaman belajar menjadi lebih fun, mudah, menyenangkan. Yang lebih penting dari ini adalah, meningkatkannya rasa percaya diri dan keyakinan bahwa ia mampu belajar cepat.

Dan sekarang Anda bisa mempelajari teknik belajar dan membaca bacakilat di sini. Silahkan review, apakah teknik belajar ini bisa membantu Anda untuk belajar lebih cepat, cepat paham dan mendukung Anda mencapai tujuan Anda. Jika tidak, Anda bisa mencari teknik lain yang lebih cocok untuk Anda.

Selamat belajar, dan Anda bisa mempelajarinya di sini.

About the Author

Leave a Reply 0 comments

Leave a Reply: