Apakah Bacakilat Hanya Diperuntukkan Bagi Mereka Yang Suka Membaca Buku?

Apa yang akan Anda lakukan jika Anda diminta melakukan sesuatu hal yang tidak Anda suka?

Kemungkinan besar Anda akan menolak atau mencari cara untuk tidak melakukannya, bukan? Kalau tetap melakukan pasti Anda melakukan karena terpaksa dan tidak sepenuh hati.

Pasti pekerjaan itu di luar kendali Anda. Ini yang membuat Anda tidak bisa menolaknya. Hal seperti ini banyak terjadi di luar sana. Contohnya pada orang-orang yang bekerja di bidang-bidang yang mereka tidak sukai. Mereka melakukan berdasarkan gaji.

Apa yang terjadi kalau kegiatan itu berada di dalam kendali kita. Yang mana kegiatan itu pasti akan menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih baik dan mencapai kesuksesan. Seperti baca buku dan olahraga misalnya.

Saya rasa hanya sedikit orang yang akan melakukannya karena kesadaran akan manfaat yang bisa didapatkan dari aktivitas tersebut.

Meskipun di awal-awal mereka akan sangat tersiksa melakukannya tapi setelah itu menjadi kebiasaan, kegiatan-kegiatan itu menjadi hal yang mereka sukai.

Lalu bagaimana dengan judul artikel di atas?  Apakah bacakilat hanya diperuntukkan bagi mereka yang suka membaca buku?

Gambar oleh Dariusz Sankowski dari Pixabay

Tujuan membangun bacakilat

Pak Agus, di awal karirnya sangat tertarik dengan buku-buku psikologi populer dan pengembangan diri. Bahkan studinya ditinggalkan karena tidak sesuai dengan bidang yang ia ingin dalami.

Dari buku-buku yang ia baca, ia mendapatkan banyak pemahaman baru tentang potensi diri dan bagaimana mencapai kesuksesan.

Menjalani hidup yang lebih baik, mencapai kesuksesan dan memberi dampak positif bagi orang lain mendorong pak Agus untuk membaca lebih banyak buku.

Gairahnya yang begitu besar untuk mendapatkan pengetahuan dari buku-buku yang ia baca, tidak serta merta membuatnya menjadi pembaca buku yang baik.

Meskipun ia suka membaca tapi tetap saja, ia merasa dirinya lebih sebagai kolektor buku. Ia menghadapi masalah membaca yang banyak orang hadapi.

Mood naik turun yang membuat sulit menuntaskan buku, sulit paham yang membuat ia harus membaca berulang-ulang, sulit fokus dan masalah membaca lainnya.

Tapi tetap saja, setiap keluar toko buku, pak Agus selalu saja beli buku baru dengan harapan suatu hari nanti buku-buku itu akan dibaca. Tapi suatu hari itu tidak kunjung datang juga.

Oh iya, sebagai tim, saya pernah melihat perpustakaan pribadinya pak Agus. Ketika melihat-lihat koleksi bukunya, ternyata masih banyak buku yang tersampul plastik.

Berangkat dari masalah membaca ini, pak Agus mulai mencari cara agar ia bisa membaca lebih efektif, bisa cepat paham dan bacanya cukup sekali saja, tidak perlu diulang-ulang seperti sebelumnya.

Dari semua teknik membaca yang beliau pelajari, dipadukan dengan pemahaman beliau akan bidang dunia pikiran, akhirnya ia berhasil meramu dan menemukan teknik Bacakilat yang sampai sekarang terus dibagikan ke khalayak ramai.

Dan bacakilat sudah diajarkan selama 11 tahun dan sudah membantu ribuan orang untuk mengefektifkan proses membaca mereka.

So, kembali ke judul artikel ini, apakah bacakilat hanya diperuntukkan bagi mereka yang suka membaca buku?

Jelas tidak. Justru bacakilat diperuntukkan kepada orang-orang yang ingin membuat proses membaca mereka menjadi lebih efektif. Mereka bisa memahami isi buku sekali baca dan menuntaskan buku lebih cepat dari teknik baca konvensional.

Lebih dari itu, bacakilat sejatinya diperuntukkan bagi mereka yang ingin meningkatkan diri, ingin menjadi pribadi yang lebih baik atau mencapai kesuksesan hidup melalui membaca buku-buku yang relevan dengan tujuan mereka.

Jadi, terlepas mereka suka membaca atau tidak. Selama mereka ingin mendapatkan sesuatu dari buku, maka bacakilat bisa dijadikan sebagai tool untuk mencapai tujuan mereka.

 

Suka vs ga suka baca buku

Pernahkah Anda berpikir apa sih yang membuat seseorang suka membaca buku dan begitu juga sebaliknya.

Orang yang suka pasti akan menjawab, “Itu karena saya mendapatkan sesuatu dari buku. Saya menerapkannya dan hidup saya jadi lebih baik.” Atau, “Rasa ingin tahu saya terpuaskan.”

Atau, “Saya merasa jadi lebih kreatif dan punya banyak ide-ide brilian.” Dan masih banyak alasan positif lainnya mengapa mereka suka membaca buku.

Bagi yang tidak, pasti jawabannya kira-kira seperti ini, “Baca itu melelahkan. Saya mengantuk saat baca. Saya ga paham dan harus baca berulang-ulang. Baca buku itu lama” dan berbagai alasan lainnya.

Rasa tidak enak inilah yang membuat mereka tidak mau membaca. Sekalipun mereka sangat-sangat tahu, sangat-sangat sadar dengan membaca buku akan membantu dan mempermudah mereka dalam mencapai tujuan dan menjalani hidup yang lebih baik.

 

Suka vs kebiasaan

Kalau kita punya ketertarikan pada buku maka akan sangat mudah membentuk kebiasaan membaca. Bahkan tantangan membaca tidak akan menghentikan kita untuk menyelesaikan buku yang telah dibaca.

Lalu bagaimana membuat seseorang yang tidak suka membaca menjadi suka membaca buku?

Sebelum kita membahas bagaimana cara membentuk rasa suka membaca, Anda perlu jelas apakah Anda hanya ingin suka membaca saja atau Anda ingin menjadikan membaca sebagai sebuah kebiasaan.

Ini adalah 2 hal yang berbeda. Suka membaca berarti Anda tidak harus selalu membaca. Anda melakukannya hanya saat Anda ingin melakukannya.

Sedangkan kebiasaan membaca, Anda harus melakukannya setiap hari di jam-jam tertentu. Suka atau tidak, di mood yang baik atau buruk, Anda harus tetap membaca. Inilah kebiasaan.

Manfaat yang didapatkan juga berbeda. Rasa suka membaca hanya memberikan kesenangan sesaat. Sedangkan kebiasaan membaca akan mendorong kita untuk melampaui batas diri kita, menjalani hidup yang lebih baik dan mencapai kesuksesan selama isi buku itu diterapkan.

Membentuk rasa suka

Oke, di artikel ini kita akan membahas bagaimana menumbuhkan rasa suka membaca buku. Untuk kebiasaan membaca akan kita bahas di artikel selanjutnya. Jadi pastikan untuk membacanya ya.

Langkah pertama membangun rasa suka membaca dimulai dengan menyadari apa yang membuat Anda tidak suka membaca. List semua hal-hal yang Anda rasa menjadi penyebab Anda tidak suka membaca.

Langkah kedua, pahami apa yang mendasari seseorang suka dan tidak suka dalam membaca. Poin ini juga berlaku di semua aspek kehidupan kita.

Jawabannya ada di emosi positif. Saat kita mendapatkan emosi positif maka kita ingin mengalami kembali emosi itu. Begitu juga sebaliknya.

Untuk bisa mendapatkan emosi positif, maka yang perlu dilakukan adalah menuliskan apa saja manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan membaca buku.

Apakah itu untuk menambah wawasan, memuaskan rasa ingin tahu Anda, mendapatkan ide-ide kreatif yang bisa digunakan untuk solve satu masalah tertentu, atau untuk memulai satu bisnis baru.

Semakin banyak manfaat yang Anda bisa list maka menjadi lebih mudah membangun rasa suka akan membaca.

Langkah ketiga, mulai membaca dari bidang-bidang yang Anda sukai dan minati atau bidang yang Anda ingin kuasai.

Ini penting. Saat kita mendalami bidang-bidang yang kita ingin expert di situ, maka kita bisa langsung mendapatkan manfaat membaca. Kita langsung merasakan emosi positif yang kita bahas di poin sebelumnya.

Ini akan membuat kita ingin membaca lagi karena pernah mengalami pengalaman menyenangkan dalam membaca sebelumnya.

Langkah keempat, sebelum membaca, buat tujuan membaca. Apa yang Anda ingin dapatkan dari buku itu.

Ini sangat penting karena akan membuat pikiran tetap fokus saat membaca. Masalah kenapa banyak orang tidak bisa fokus saat membaca karena pikiran tidak diberikan target dalam membaca.

Dengan melakukan langkah ini saja akan meningkatkan fokus Anda. Anda patut mencobanya.

Langkah kelima, cek hasil membaca. Setelah Anda selesai membaca jangan langsung melakukan aktivitas yang lain.

Luangkan beberapa menit untuk mengingat ulang apa saja hal yang sudah Anda dapatkan. Ini bisa dilakukan kalau Anda belum menuntaskan buku itu.

Kalau Anda sudah menuntaskan buku tersebut, cek tujuan membaca Anda, apakah tujuan sudah tercapai atau belum. Ini memastikan agar Anda mendapatkan sesuatu dari buku. Bukan sekedar Anda membaca saja seperti sebelumnya.

Langkah keenam, sadari pikiran apa saja yang muncul saat membaca.

Saat membaca akan banyak pikiran-pikiran yang muncul di kesadaran kita. Membaca seperti melakukan meditasi. Semakin kita fokus maka semakin banyak pikiran-pikiran yang muncul.

Ada 2 cara mengatasi hal ini. Pertama, sadari saja pikiran-pikiran ini. Jangan hanyut dengan memikirkannya. Cepat atau lambat ia pasti berlalu.

Kalau Anda merasa pikiran-pikiran itu penting, maka Anda bisa menulisnya di selembar kertas dan mengeksekusinya setelah selesai membaca.

Kedua, baca ulang tujuan membaca Anda. Bisa jadi Anda lupa apa yang ingin dicapai di buku itu. Membaca ulang tujuan membaca menegaskan ke pikiran bawah sadar bahwa Anda ingin mencapai sesuatu dari buku itu.

Langkah ketujuh, beri reward. Diri Anda pantas mendapatkan reward setelah membantu Anda membaca. Reward di sini bukanlah sesuatu hal yang besar seperti pergi ke mol, beli makanan yang lumayan mahal.

Rewardnya bisa berupa pujian dan pengakuan kalau diri Anda telah membantu Anda. Bisa juga dengan memberikan permen atau mendengarkan musik tertentu. Berkreasilah. Gunakan sisi kreatif Anda.

Yang penting di sini adalah Anda merasakan emosi positif setelah selesai membaca. Emosi ini akan mendorong Anda untuk ingin membaca lagi di esok hari.

Langkah kedelapan, bergaul dengan orang yang suka membaca. Anda bisa masuk ke komunitas membaca, entahkah offline atau online. Pastikan di sana Anda bisa berkembang dan mendapatkan pengetahuan.

Tapi akan lebih bagus kalau komunitasnya ada offline. Anda bisa berkumpul dan diskusi. Dan pastikan saat berkumpul komunitas tersebut sharing buku ya. Kalau hanya ngerumpi, itu hanya akan membuang-buang waktu dan energi Anda.

Langkah terakhir, gunakan pendekatan membaca yang efektif. Anda bisa menggunakan teknik membaca apapun, entahkah itu speed reading, baca skimming atau bacakilat.

Yang penting teknik membaca itu bisa membantu Anda mengefektifkan proses membaca Anda. Anda mendapatkan tujuan membaca dan menikmati proses membaca itu sendiri.

Kesuksesan dari menggunakan teknik membaca itu akan memberikan kepuasan, rasa mampu dan keberhasilan ini akan mentrigger Anda untuk kembali membaca buku.

Wah, ternyata untuk membangun rasa suka membaca ada 9 langkah ya. Saya awalnya hanya berpikir 4 atau 5 haha

Oke, inilah cara yang bisa Anda gunakan untuk membangun rasa suka dalam membaca. Jadi mulai sekarang Anda tidak punya alasan untuk bilang, “Saya tidak suka membaca, ya” hehehe

Saya sudah membagi tipsnya agar Anda bisa mulai membangun kebiasaan ini.

Selamat mencoba dan saya tunggu cerita Anda setelah menggunakan tips di atas.

Oh iya, kalau Anda ingin tahu lebih dalam bagaimana cara kerja bacakilat, maka Anda bisa mempelajarinya di link ini. Nanti Anda akan diminta untuk memasukkan nama dan alamat email. Setelah itu akan dikirimkan link untuk Anda langsung bisa mengakses 3 video penjelasan dasar bacakilat.

About the Author

Leave a Reply 0 comments

Leave a Reply: