Bagaimana Membuat Belajar Tidak Jenuh

Jenuh

Bagaimana supaya belajar tidak jenuh? Terutama jika harus belajar di rumah.

Setiap kali mulai belajar, Jenny selalu kesulitan mempertahankan ketertarikannya. Baru mulai sebentar sudah malas. Sudah jenuh. Belum lagi selalu ada kegiatan menarik lainnya.

Sepertinya smart phone ku ada yang nyari. Ada email. Ada sms. Ada balasan mention dari twitter, facebook ataupun instagram. Setiap lima menit selalu cek apakah ada pesan atau email baru.

Sementara baru pegang buku pelajaran saja sudah menurunkan level energi sampai hampir tidur. Apa yang harus dilakukan agar belajar tidak jenuh. Agar belajar menyenangkan. Paling tidak, cukup seru, supaya bisa selesai belajarnya?

Ada 3 hal yang bisa kita lakukan untuk mengubah belajar yang membuat jenuh menjadi belajar yang menyenangkan;

1. Setiap kali melakukan sesuatu, kita selalu mendapatkan reward, atau hasil.

Belajar ada hasilnya. Cek email dan twtitter juga ada rewardnya. Mana yang lebih menarik?

Biasanya jika kita tika memilik sebuah kejelasan mengapa kita harus belajar, pasti lebih menarik yang kedua. Dalam setiap kegiatan yang dilakukan, pikiran selalu bertanya Apa Manfaatnya Bagiku.

Dalam buku Quantum Learning (edisi bahasa Indonesia, buku ini menggunakan istilah AMBAK atau Apa Manfaatnya Bagi Ku, saya lebih senang menggunakan bahasa inggris WIIFM atau What’s In it For Me).

Inilah yang selalu ditanyakan pikiran kita. Apakah jawaban kita jelas? Apakah jawaban kita terhadap pertanyaan itu membuat kita bersemangat? Membuat kita mau menyelesaikan proses belajar?

Jika menjawab WIIFM hanya sekedar menjawab dengan sesuatu yang biasa saja. Hambar saja. Kita juga akan kembali jenuh belajarnya.

Jawaban ini haruslah yang kuat dan semangat. Untuk itu, kita harus memiliki tujuan yang lebih besar. Apa hasil akhir yang kita inginkan 5 sampai 10 tahun lagi?

Lalu bagaimana proses belajar sekarang akan membantu Anda untuk mencapai impian Anda? Buatlah kaitannya. Cari celah di mana belajar apa yang Anda pelajari sekarang akan mempengaruhi pencapaian Anda di masa depan.

Lalu mulai menuliskannya. Iya, menuliskannya.Menuliskan agar kita ingat, agar kita bisa dengan mudah merujuk kembali tujuan yang sama. Ini juga akan meningkatkan kemungkinan kita untuk mendapatkan informasi lebih mudah, karena ada kejelasan dalam pikiran.

Jadi, buat tujuan jangka panjang. Lalu buat tujuan belajar, apa yang bisa Anda dapatkan dari proses belajar itu dan manfaatnya apa untuk tujuan jangka panjang Anda. Dan ini haruslah personal. Jangan ikutan orang lain.

2. Dalam buku the Power of Habit, Charles Duhigg mengatakan kebiasaan itu ada pemicunya.

Kita harus menemukan apa pemicu yang membuat kita melakukan kebiasaan itu. Apa pemicu yang membuat Anda mau cek email.

Mau cek twitter atau sosial media Anda.Lalu apa reward yang ada rasakan sewaktu melakukan kebiasaan itu? Sadari dan temukan itu.

Lalu setiap kali pemicunya muncul, ganti itu dengan belajar. Ganti itu dengan rutinitas bermanfaat lainnya. Berikan reward yang sama atau lebih baik atas rutinitas baru itu.Apakah ini akan mudah? Tidak. Tidak akan mudah. Tapi bisa. Bersiaplah untuk menghadapi tantangannya.

3. Menghilangkan emosi yang tidak menyenangkan dalam belajar.

Emosi yang tidak menyenangkan dalam belajar harus diminimalisir, jika bisa dihilangkan total. Karena emosi yang tidak menyenangkan seperti malas, tidak konsentrasi, merasa susah, merasa diri lambat belajar, dan perasaan lainnya ini mempengaruhi 80% masalah belajar.

Cara termudah adalah dengan membandingkan, apa akibatnya jika Anda memiliki untuk mengikuti perasaan itu. Lalu apa manfaatnya jika Anda memilih untuk belajar dengan semangat dengan tujuan yang membuat Anda bersemangat. Selalu bandingkan. Dan pastikan tujuan yang bersemangat itu selalu menang. Kalau kalah ya, nggak akan ada bedanya.

Baiklah itu tips sederhana dari saya, silakan mencoba dan kabari saya, bagaimana ini mempengaruhi cara belajar Anda. Jika Anda memiliki cara lain, yang mana saya yakin banyak sekali variasi yang bisa kita terapkan untuk membuat belajar tidak jenuh. Sampaikan komentar Anda di bawah ini.

Tapi sebelum Anda benar-benar meninggalkan halaman ini, saya ingin Anda mempelajari seperti apa cara kerja teknik membaca Bacakilat. Sudah beberapa tahun ini saya dengan sangat antusias mengajarkan teknik membaca ini dan hasilnya telah membantu alumni bacakilat mengefektifkan proses membaca dan belajar mereka.

Kabar baiknya, teknik membaca ini juga bisa membantu Anda membuat proses belajar Anda menjadi lebih mudah, fun, menantang dan ini sangat baik terutama bagi Anda yang harus belajar di rumah.

Kenapa?

Anda bisa belajar jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya karena dengan bacakilat Anda bisa mempercepat proses belajar Anda. Bayangkan, alumni bacakilat bisa menyelesaikan 1 buku dalam sekali praktek. Waktu yang dibutuhkan sekitar 90-120 menit.

Sedangkan alumni kami di bacakilat for students bisa menyelesaikan 4-5 bab dengan durasi waktu yang sama di atas. Jangan tanya soal pemahaman ya? Tentu alumni kami memiliki tingkat pemahaman yang tinggi dan bisa menjelaskannya ke orang lain.

Selamat belajar dan sukses terus untuk Anda.

About the Author

Agus Setiawan adalah Founder dari sistem Bacakilat. Bacakilat pertama kali diajarkan di tahun 2009. Dan terus berkembang melaui proses penelitian, pembelajaran dan uji coba ke dalam tim Bacakilat. Dari Bacakilat 1.0 berkembang sampai sekarang Bacakilat 3.0 yang merupakan pendekatan termudah untuk menguasai Bacakilat.

Leave a Reply 1 comment

Akhsan Abadi Nur - 04/10/2016 Reply

Sangat membantu, terima kasih!!!

Leave a Reply: