Bagaimana Membuat Kemajuan pada Tujuan Anda

Apakah Anda mengalami kebuntuan dalam diri Anda? Atau belum bisa memutuskan apa tujuan Anda? Dan tidak membuat perkembangan dalam hidup?

Ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul dari membaca artikel saya, Pola Pikir Bertumbuh.

Salah satu respons yang menarik dari email yang dibalas ke saya adalah “saya menyadari kalau saya seperti Badu i hope to be better i know how to be better but i never do it. Tapi yang paling membuat saya masih bingung sampai sekarang, saya belum bisa memutuskan 1 tujuan saya. Saya belum memiliki 1 fokus yang harus dicapai. Ada begitu banyak hal yg ingin saya capai sehingga kebanyakan dari waktu saya, saya habiskan untuk merancang berbagai impian di kertas manapun yg saya temui, ini cukup melelahkan disaat orang lain SDH menemukan fokus tujuan mereka dan melangkah, aku masih stagnan utk menemukan apa tujuanku. Aku SDH membaca berbagai buku ttg cara menemukan tujuan hidup tetapi semuanya zonk sehingga hari ini aku masih berada di tempat yg sama dan ini benar2 membosankan .aku tak ingin melanjutkan hidupku seperti ini,”

Tentu saya tidak mencantumkan nama di sini ya.

Bingung siapa itu Badu? Baca artikel Pola Pikir Bertumbuh ya.

Tapi ini kasus yang menarik. Pemikiran saya, ada beberapa kemungkinan mengapa ini terjadi.

Pertama, Kita berpikir bahwa membuat tujuan itu harus seperti mereka yang sudah sukses. Impiannya besar sekali, dan memberikan gap yang sangat besar, antara kondisi berpikir kita sekarang dengan kondisi berpikir untuk mencapai goal itu. Sehingga kita kehilangan arah. Atau merasa tidak berdaya menghadapi gap itu.

Mari kita kenali ada 3 jenis goal yang mungkin dibuat seseorang. Dan mana goal yang harus kita buat dulu, dilihat dari posisi kita sekarang.

  • Goal jenis pertama adalah Goal kecil, goal kecil ini artinya goalnya tidak perlu usaha apa-apa sudah tercapai, atau paling tidak usahanya cuma nabung beberapa bulan lalu tercapai. Goal kecil ini tidak membuat Anda bertumbuh. Goal yang juga tidak akan memberikan semangat untuk melakukan hal yang baru. Salah satu simptom yang dialami oleh mereka yang membuat goal kecil ini adalah rasa malas. Malas melakukan hal baru. Malah bertumbuh. Malas baca buku. Jadi kalau saya baca komentar di artikel bilang saya baca aja malas, saya sudah tahu bahwa kemungkinan dia tidak ada goal yang jelas dan semangat, atau dia goalnya kecil banget.
  • Goal jenis kedua adalah goal yang menumbuhkan diri, atau bahasa inggrisnya, Stretch Goal. Ini adalah goal yang berada di luar zona nyaman Anda. Goal yang mengharuskan Anda bertumbuh. Goal yang jika Anda ingin mencapainya membutuhkan pola pikir berbeda. Kegiatan yang berbeda. Bahkan membutuhkan Anda dalam versi terbaru, Agus 2.0 misalnya. Goal jenis kedua inilah yang akan memberikan kita semangat, dengan syarat, goal ini merupakan goal yang bermakna buat Anda. Bukan goal yang hanya ikut-ikutan. Goal yang orang lain tentukan, dan Anda adopsi. Yah, ga ada salahnya Anda adopsi, jika itu membuat Anda tidak ada alasan untuk tidak bertumbuh dan melakukannya.

    Goal yang tepat akan membuat Anda maju. Akan membuat Anda bangun di pagi hari dengan semangat.

  • Goal yang ketiga adalah goal delusi, atau goal muluk. Katanya kita harus berpikir besar. Punya mimpi besar. Saya setuju. Saya punya mimpi besar. Tapi tentu harus dilengkapi dengan pemahaman yang jelas. Jika saya membuat goal saya ingin menjadi pemain sepak bola dengan bayaran paling mahal di dunia. Yah, ini goal muluk. Atau saya ingin menjadi pengusaha sukses dalam 3 tahun. Ini muluk. Karena bisa jadi Anda bekerja 3 tahun, Anda lebih kaya dari pengusaha. Goal delusi adalah goal yang membuat Anda seru-seru saja, tapi menyisakan gap yang besar, yang hanya membuat Anda hilang harapan.

    Goal delusi ini juga menggunakan ukuran kesuksesan orang lain. Melihat orang lain sudah membangun bisnis, membangun apartemen di mana-mana, lalu Anda juga ingin seperti mereka, tapi waktu yang diberikan kepada Anda tidak masuk akal.

Jadi, goal yang kita perlu kembangkan adalah goal jenis kedua. Perhatikan di mana kita sekarang, lalu goal apa yang bisa menarik diri kita. Bukan berarti tidak bermimpi besar. Jika Anda sangat yakin dengan goal Anda, buatlah jenjang goal di bawahnya, jenjang ini buat yang bisa Anda capai dalam pecahan waktu yang tidak terlalu lama.

Jadi jangan berharap motivasi bisa muncul. Mood untuk melakukan pertumbuhan dalam diri Anda bisa datang tiba-tiba. Itu bohong. Kita yang harus membuatnya muncul. Kita yang harus menghasilkan motivasi itu sendiri. Motivator aja bilang, bukan dia yang berjasa, karena Anda sendiri yang bisa memotivasi diri Anda sendiri.

Kedua, Mikirnya kejauhan. Lho katanya goal harus gede. Jangka panjang. Iya, betul. Tapi kalau goalnya itu jauh pake analogi ya, misalnya 100 kilometer. Lalu Anda sudah membayangkan gimana caranya bisa sampai 100KM itu, tapi tidak mikirin kondisi Anda sekarang, apakah Anda bergerak? Tidak. Gapnya besar banget. Bukannya memotivasi, tapi demotivasi. Artinya, Anda perlu melihat kondisi Anda sekarang. Anda ada sumber daya apa, apa yang bisa Anda gunakan untuk membuat kemajuan. Jangan sampai langsung mikirnya gini, Nah, saya punya goal 100KM dan untuk mencapai ke sana adalah saya harus punya mobil, karena ini adalah kendaraan yang paling tepat untuk mencapainya. Tapi sepeda aja Anda ga punya, lalu akhirnya Anda bilang tunggulah, tunggu ada mobil dulu.

Dan akhirnya menunggulah saat yang tepat, saat ada kendaraan yang tepat, saat dapat mood, saat dapat ilham. Tahu-tahu udah 3 tahun berlalu, eh kok masih di sini-sini aja.

Pecahkan goal Anda ke langkah kecil selanjutnya apa. Misalnya dengan simulasi di atas, 100KM, saya ga punya apa-apa, hanya bisa jalan kaki, jalan aja dulu, buat kemajuan, cari rejeki, pikirkan nilai tambah apa yang bisa diberikan. Lalu beli sepeda, artinya kendaraannya lebih cepat. Lalu beli motor, lalu beli mobil. Nilai tambah yang diberikan jangan cuma berpikir bisnis. Kerja pun memberikan nilai tambah kepada orang lain.

Mau jalan yang dipilih itu bisnis atau bekerja, kita menyelesaikan masalah dengan profit. Bukan berpikir dengan mencari pekerjaan. Tapi pikirkan saya bisa menyelesaikan masalah apa di pelanggan atau perusahaan mana yang bisa saya lakukan dan saya dapat profit (berupa gaji atau keuntungan dari sesuatu yang diciptakan atau dilayani).

Gunakan semua sumber daya yang ada. Ada ranting pake ranting. Ga ada uang buat beli buku, pergi perpustakaan. Orang sukses selalu punya solusi, orang gagal selalu malas cari solusi, maunya semua datang kepadanya tanpa usaha besar.

Jangan heran jika Anda mengetuk pintu kesuksesan, yang buka adalah si kerja keras.

Jadi hal apa yang bisa Anda lakukan sekarang. Goal terdekat apa yang harus dicapai sekarang. Jika Anda dalam posisi tidak ada goal, buat goal untuk menemukan goal terdekat Anda apa. Jangan tunggu ketemu passion.

Cari apa yang bisa membuat kemajuan. Buat dulu kemajuan, kalau memang tidak suka, ya gantilah, setidaknya sudah ada kemajuan, dan sudah ada di posisi yang berbeda, di tingkat pemikiran yang berbeda daripada nunggu terus, dan tidak membuat kemajuan apapun. Just Keep Moving forward. Titik. Tidak ada tapi-tapi.

Orang tidak bisa membuat alasan dan membuat kemajuan sekaligus, cuma bisa salah satu, jadi pilihlah.

Ketiga, Ga pernah melihat tujuannya. Ada istilah mengatakan Out of sight, yah, Out of mind. Kalau tujuan ga pernah ditulis, ga pernah dibaca setiap hari, akhirnya ga ada lagi di pikiran kita. Jadinya kita mudah terganggu, tergoda baca yang tidak sesuai dengan apa yang kita harus lakukan. Nonton video youtube deh. Jadi selalu baca goal Anda, setiap hari. Bosan baca goal Anda? Pasti ada somethong Wring. Eh, something Wrong. Pasti goal Anda belum lolos masuk ke stretch goal.

Ingat selalu tidak ada yang bisa menyemangati Anda, selain Anda sendiri. Jadi kalau Anda tunggu inspirasi, tanpa melakukan apapun, ya jangan harap Anda semangat. Oke?

Kalau Anda aja ga bisa, bagaimana orang lain bisa. Semuanya ada dalam kendali Anda. Take Charge. Ambil tanggung jawab atas kehidupan Anda, mulai dari motivasi dalam diri Anda. Betul ada tantangan. itu kita bahas di point keempat ya.

Keempat, Takut menghadapi tantangan. Tantangan itu ujian, setiap kali ujian datang, berarti bentar lagi kita naik kelas khan? Dan jika Anda ada goal yang menarik Anda untuk bertumbuh, Anda pasti menghadapi tantangan. Tantangan ini hadir untuk menguji, sebenarnya Anda ini layak nggak sih untuk mencapai goal itu.

Saya suka lirik lagu ini, What Doesn’t kill you make you stronger. Jangan kalah sama takut duluan, rasa takut itu bayangan yang kita buat seolah-olah nyata, tapi pas dijalani, yah cuma segitu. Jadi jalan aja dulu.

Nah ini pemikiran saya, pemikiran Anda bagaimana? Apa yang membuat Anda termotivasi setiap hari? Apa pemikiran Anda tentang artikel saya? Apakah ada yang luput dari pembahasan saya? Sampaikan di komentar ya.

Dan jika pertanyaan Anda bagus, saya balas pake artikel lagi.

Sukses selalu untuk Anda.

 

About the Author

Agus Setiawan adalah Founder dari sistem Bacakilat. Bacakilat pertama kali diajarkan di tahun 2009. Dan terus berkembang melaui proses penelitian, pembelajaran dan uji coba ke dalam tim Bacakilat. Dari Bacakilat 1.0 berkembang sampai sekarang Bacakilat 3.0 yang merupakan pendekatan termudah untuk menguasai Bacakilat.

Leave a Reply 26 comments

Nita Nursistiana - November 29, 2018 Reply

Kemajuan yang ingin saya buat adalah tidak perlu lagi ada istilah “yang penting dekat dengan pimpinan”
Siapa yang dekat meski salah akan tetap dalam zona aman,alhasil hanya akan jadi karyawan yg tidak dianggap karena kurang bisa multiface:-(

Siska - November 29, 2018 Reply

Dear Pak Agus,

Semoga senantiasa sehat dan penuh semangat.

Terima kasih sudah berbagi artikel ‘Bagaimana membuat kemajuan pada tujuan anda’, menarik dan saya setuju dan mengafirmasi bahwa untuk setting the Goal idealnya menentukan goal yang tentunya membuat kita bertumbuh dan bisa kita capai, bukan yang muluk-muluk.

Pak Agus, kalo boleh dan bila ada artikel yg bisa dibagikan terkait perumusan action plan yg tepat utk mencapai goal, apakah action plan bisa diubah sesuai kondisi sewaktu-waktu ? Bila tersedia saya mau yah pak.

Terima kasih.

Salam sukses- Siska

Kindo - November 29, 2018 Reply

Wah saya kira mau diberikan link buku gratis hahaha

artikel yang bagus , mengingatkan kembali untuk praktek kembali bacakilat 😀

nurasmi - November 29, 2018 Reply

Artikel yang menarik, kembali menyadarkan saya untuk bangkit memperbaiki diri terutama dalam kemampuan membaca.
Masih ada PR besar saya sehubungan dengan pendidikan saya, proposal tesis saya masih belum dimulai nulisnya Hiks.
Besar harapan saya untuk semangat lagi memulainya.. semoga gairah itu segera muncul.. Aamiin

    Agus Setiawan - November 29, 2018 Reply

    Semangat itu dimunculkan sendiri khan bu. “Semoga gairah semoga muncul” itu khan bukan memunculkan sendiri, tapi nunggu faktor dari luar

Rahmat Sudrajat - November 29, 2018 Reply

Dear pak Agus,
Terima kasihatas artikelnya yang bagus ini.
Saat ini saya sedang merencanakan untuk mencapai suatu tujuan yang besar, tetapi dalam pelaksanaannya saya membagi rencana tersebut dalam tiga tahapan yaitu sbb :
Goal tahap 1 : saya harus dapat mencapai sebesar 25% dari tujuan besar saya.
Goal tahap 2 : saya harus mencapai sebesar 60% dari tujuan besar saya
Goal tahap 3 : saya harus mencapai 100% dari tujuan besar saya
Apakah bila saya melakukannya seperti ini, masuk dalam kategori goal yg kedua yaitu stretch goal…?
Mohon pencerahannya…

Terima kasih.

Salam,
Rahmat Sudrajat

    Agus Setiawan - November 29, 2018 Reply

    Halo pak Rahmat, long time no see. How are you? Yes pak, ini adalah stretch goal, karena ada rencana yang jelas dalam proses pencapaiannya. Sukses selalu pak.

Irwan Martinus S - November 29, 2018 Reply

Yap, Pak Agus. Saya akan berusaha membagi waktu dengan konsisten. Memulai dari awal, dan mencoba maju terus. Saya termotivasi dengan artikel ini.

sonibu - November 29, 2018 Reply

Just do it. My time is now. Iklan siapakah itu? Hehe. Saya senang mengamati iklan pak Agus, beberapa diantaranya kreatif dan inspiratif, contohnya dua kalimat pertama paragraph ini. Ada satu lagi, no pain no gain. Hemmm, so creative sekaligus menginspirasi menurut saya.

Pak Agus, saya akui bahwa berteori itu lebih mudah daripada berpraktek. Kadang saya berpikir, ada gak ya orang yang merasakan sebaliknya? dimana praktek lebih mudah daripada teori. Mestinya ada, hanya saja mana yang lebih banyak kecondongan orang merasa lebih mudah antara teori atau praktek. Saya mencoba untuk berada di kondisi jenius, lalu intuisi saya kok mengatakan bahwa orang yang merasakan teori lebih mudah dibanding praktek, jumlahnya lebih banyak ya.

Jika benar demikian, maka yang jumlahnya sedikitlah yang unggul. Natural sih, sebab yang jadi juara kan jumlahnya lebih sedikit daripada yang gak jadi juara. Biasanya yang jadi juara jumlahnya 3 saja, yakni Juara1, juara2 dan juara3. Dan naturnya yang jadi juara adalah yang unggul. Nah, yang gak jadi juara? Ratuuusan, bahkan lebih banyak lagi jumlahnya termasuk penonton, supporter, panitia, pedagang asongan, petugas kebersihan, kang parkir, awak media yang meliput pertandingan kalau itu pertandingan skala besar, dan lain sebagainya.

Hidup itu memilih peran. Mau jadi pemain atau penonton? Atau jadi pemandu sorak juga kalau memang bakat? Why not? So just do it, kata iklan tadi menginspirasi.

Apapun peran yang saat ini sedang kita sandang dan mainkan, marilah kita menjadi pemeran terbaik sesuai peran kita masing-masing, sehingga layak mendapatkan piala Oscar versi Tuhan Yang Maha Kuasa, yakni berupa kebahagiaan dalam hidup.

Badu di arikel Pola Pikir Bertumbuh itu kurang ngopi sepertinya. Hehe …

Mohon maaf belum ada yang ingin saya tanyakan, karena saya sedang menikmati artikel2nya pak Agus.

Trimakasih ilmu kondisi jeniusnya pak Agus, saya benar2 bisa merasakan ketentraman di sana. Trimakasih, trimakasih… Anda luar biasa, two thumbs ya… sukses Bacakilat sukses Indonesia.

Anton - November 29, 2018 Reply

Pak Agus mirip lilin yang menerangi orang lainnya.

Salamun - November 29, 2018 Reply

Sangat menginspirasi…

Jika tujuan sudah ditetapkan, maka buatlah goal-goal kecil untuk mencapai nya…

Kekuatan dan kesuksesan seseorang akan sangat ditentukan oleh kesabaran, ketekunan dan keuletan nya dalam menghadapi tantangan dan ujian.

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, Kami telah beriman dan mereka tidak diuji?”
(QS. 29: 2).

So selalu bekali diri kita untuk dapat menghadapi perubahan, ujian dan tantangan…

Terimakasih Master Agus Setiawan, Ricky Widjaja bersama Tim Aquarius Learning yang telah menghibahkan pemikiran dan waktu nya dalam mendrive kami untuk bertumbuh…

Wardianto - November 30, 2018 Reply

Assalamualaikum pak Agus, bagian paling menarik yang saya dapat dari artikel ini adalah bagaimana mengahdirkan goal dalam pikiran. Pada artikel lainnya, ada kerja kombinasi antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Nah, pertanyaan saya, apa langkah yang bisa kita lakukan agar goal kita masuk ke pikiran bawah sadar?

Kezia henny - November 30, 2018 Reply

Sajian yang lezat dipagi hari, trima kasih pa Agus dan team sudah mengingatkan selalu lewat baca karna lebih mudah rasanya baca artikel dari pada buku TERKADANG hehehe
untuk Goal saya setuju goal yang kedua tetapi sangat setuju yg ketiga tentang mimpi besar bagi saya itu harus dan untuk mewujudkan hal tersebut harus menggunakan dengan srategi goal kedua dan kata yang menarik harus keluar dari zona NYAMAN well itu sudah saya lakukan 3 tahun lalu dan berkat itu saya malah bisa menyelesaikan study magister
Dan pernyataan yang bisa memotivasi diri anda adalah DIRI ANDA SENDIRI
yess itu bagian dari prinsip dan kunci saya menuju goal
pertanyaan saya bagaimana cara mengingatkan diri untuk selalu komitmen meningkatkan diri melalui baca agar setiap hari?
Trima kasih 🙏🙏
Sukses selalu

AMOY - November 30, 2018 Reply

Org seperti badu contoh cerita diatas sangatlah banyak ditemui. Sebagian besar org buat goal diawal tahun, jalan seminggu dua minggu ,paling lama 2 bulan sdh melempem.menurut saya org yangdemikian , belum mengerti tujuan hidupnya, ya gak bisa bikin goal dg baik,atau bisa buat goal tapi asal.

Mungkin diawali dr mindset , sukses itu apa sih?? Jika ukuran kesuksesan selalu diukur dg financial misal benda, baik itu rumah, mobil, dll , asset ataupun uang, jika sdh tercapai ya sudah ,selesai. Upaya utk melanjutkan sebuah tujuan hidup ya kelar, sudah tercapai kok.

Goal supaya dicapai mungkin harus memenuhi bbrp kriteria, yaitu jelas, spesifik, terukur, realitas dan ada jangka waktunya.
Demikian pendapat saya , coach Agus . Thanks u atas artikelnya yg selalu luar biasa dan mengingatkan saya banyak hal.

Sri Rahayu - November 30, 2018 Reply

Terus terang saya menuliskan tujuan baru ketika mau baca buku. Untuk tujuan hidup sudah punya dan jelas. Bagaimana meraihnya sudah tahu jalannya. Dan tertanam dalam pikiran bawah sadar. Hanya belum dituliskan.

Apakah tujuan hidup dan step -step menuju kesana juga harus dituliskan Pak Agus? Supaya tetep on focus hanya melakukan yang benar-benar menjadi tujuan kita?

Terima kasih

    Agus Setiawan - December 6, 2018 Reply

    Simple. Selalu baca tujuan setiap hari.

delle - November 30, 2018 Reply

terimakasih pak Agus, sangat berguna bagi saya yang baru buat goal dan mau mulai bergerak.. sukses selalu buat bapak.

Ilmi - December 3, 2018 Reply

Artikel yang bagus pak Agus, mampu menginspirasi dan memotivasi diri untuk berbenah dan mengembangkan diri, namun terkadang diri ini selalu terganggu rasa kurang PD dan merasa terlalu kurang pinter untuk mencoba sesuatu, berfikir dan bertindak, sering kurang pahaman, padahal diri ini ingin selalu menjadi lebih baik, gimana solusinya pak.

Daniel Kalan - December 3, 2018 Reply

Dear, Bp.Agus
Terima kasih atas kiriman artikelnya. sgt termotivasi. sukses selalu.

Surni - December 3, 2018 Reply

Terima kasih Artikel- artikel kecil setiap hari sudah menggeser mind set ke aeah lebih baik sdan menjadi pribadi yang lebih baik. Semangat dan jangan berhenti

Santi Verdiyanti - December 6, 2018 Reply

salam sukses
selamat pagi pak Agus

Ucapan pertama yang akan saya katakan adalah : Alhamdulillah karena Allah telah menggiring saya untuk membuka email dari pak agus yang lama sudah terabaikan

isinya…. luar biasa its great

saya seperti baru bangun dari mimpi panjang

ga tau harus bilang apa, smuanya menarik, menginspirasi saya, juga coment dari beberapa rekan juga dengan beragam gaya bahasa yang mengalir indah

goal saya yang selama ini saya rasa cukup, ternyata, ga ada apa apanya

memang dengan membaca, kita bisa mengubah dunia, goal saya 4 tahun yang lalu, insya Allah terealisasi desember ini,

dan….
saya merasa Allah lah yang menuntun saya untuk terus bertumbuh dan berkembang, dan salah satu wasilahnya adalah dengan beberapa artikel pak agus yang membuat saya harus banyak buka mata , move and go…

thanx for all

start to make a new goal life

Santi V

    Agus Setiawan - December 6, 2018 Reply

    Wow.
    Saya bersyukur bu. Semangat selalu.

tari - December 6, 2018 Reply

kemajuan yang ingin saya buat.. bagaimana dengan segala batas sekat yg ada tentang profesi saya, sya bisa berkembang, explore ke yg lebihh lebih lebih dri yang lain. it doesnt matter whats my job, tp lebihh bagaimana usaha saya untuk tdk terlalu la d Zona nyaman… alhasil. alhamdulillah. thn ini bs going abroad. ya mskpn hanya sebentar… dan sygg nya thn baru ini hrs sdh d indo. agk meleset dgn impian thn br sebelum nya. yg sbnrnya ingin suasana baru. semoga bisa tercapai. butuh usaha. doa. dan harapan yg unbelievable sprti nya.. barakallah.. terimakasih sholat mengirimkan email kesaya. bapak agus setiawan. semoga bisa menginspirasi yg lain. terutama kalangan muda yg skg ini most of them bnyk yg tersesat… aamiin🙏

Revalya - December 13, 2018 Reply

Salam sukses dan sehat selalu untuk pak agus setiawan. Anda cukup sangat menginspirasi saya. Sebenarnya kalau ditanya tentang kemajuan apa yg ingin dibuat, pasti sangatlah banyak, krn setiap org ingin mendapatkan hasil yg maksimal dihidupnya,termasuk sy. Sy ingin cerita sedikit tentang saya sendiri, yg hampir sedikit mirip dengan pak agus, sy merantau/bekerja sejak selesai sekolah. Kondisi sy mungkin lebih sedikit menyedihkan bila dibandingkan dgn pak agus, sy tdk mempunyai modal uang/katakan lah ongkos utk pergi, hanya doa dari org tua, tapi dgn tekad krn sy adalah tulang punggung keluarga dan sy mrasa punya tanggung jwb yg besar. Dengan berbagai macam pengalaman yg sy alami di dunia profesional cukup menguras hati, pikiran, dan tenaga. Dan itu membuat sy jauh lebih baik dari cara berpikir, dan sejak saat itu sy tdk lagi bekerja utk perusahaan /org lain, jujur sy tipe org yg sangat introvert, tp bukan berarti tdk bs bergaul, tp sekali lagi pengalaman yg membuat sy tdk bs mempunyai banyak teman. Sy mencoba mengatasi setiap kesulitan dihidup sy sendiri, tanpa meminta bantuan siapapun krn baik sdra, teman, kerabat itu tdk ada yg peduli melihat sy berasal dari kluarga yg tdk mampu. Sy pun menyadari hal itu, sy tetap bisa bersemangat setelah sy membaca buku yg bs memotivasi sy, wlpn terkadang sy menyadari semua itu tdk mudah, cobaan/ujian hidup sangatlah berat utk saya. Sy tetap optimis krn sy berpikir sy ingin mempunyai pencapaian dari diri sendiri dan tdk mengikuti standar pencapaian org lain/dgn target yg kadang2 kita tdk mampu mencapainya/terlalu memaksakan, dgn menjadi diri sendiri sy akan mrasa cukup puas wlpn sampai dgn saat ini hidup sy blm maksimal, tetapi sy tdk pernah puas utk selalu belajar, semoga dgn keterbatasan yg sy punya sy bisa mendapatkan banyak manfaat dari webinar ini dan masukan yg baik dari pak agus sebagai satu langkah yg bisa membuka kunci keberhasilan sy di masa depan. Terimakasih pak agus, semoga menjadi inspirasi lebih banyak org. Salam🙏

Leave a Reply: