Bagaimana Memilih Buku Yang Tepat

Bagaimana Memilih Buku Yang TepatBegitu banyak buku yang beredar setiap minggunya, semakin banyak variasi buku yang bisa kita baca. Banyak pilihan itu penting, namun terlalu banyak pilihan membuat kita kebingungan. Tidak jarang sudah membeli sebuah buku yang kita anggap bagus saat di toko buku ternyata sesampai di rumah buku itu tidaklah semenarik yang kita kira.

Bagaimana mengatasi hal ini?

Dalam sistem bacakilat, langkah pertama adalah memilih buku yang tepat. Buku yang tepat artinya, buku yang kita butuhkan dan buku yang menarik bagi kita. Buku yang bagus bagi teman Anda mungkin bukan buku yang tepat bagi Anda. untuk itu kita perlu mencegah membeli buku yang salah, dan mendapatkan buku yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Tinjauan awal membuat Anda bisa mendapatkan gambaran besar sebuah buku dan menarik kesimpulan dan mencocokkan dengan kebutuhan Anda. Berikut saya uraikan singkat langkah-langkah meninjau sebuah buku.

1. Baca Kaver Depan

2. Baca Kaver Belakang

3. Baca Daftar isi

4. Buat Kesimpulan

5. Mengelompokkan buku

6. Apakah sesuai dengan kebutuhan

7. Membuat tujuan Membaca

Untuk 3 point pertama tentu Anda bisa melakukannya dengan mudah. Point 4 sampai 7 ini terkadang banyak yang bingung bahkan belum pernah melakukannya.

Setelah melakukan point satu sampai tiga, Anda mestinya sudah memiliki gambaran, apa yang bisa diberikan buku untuk Anda, itulah definisi dari kesimpulan. Secara gambaran besar, apa yang bisa diberikan buku untuk Anda.

Ada 3 kelompok buku menurut filsuf ternama di Inggris, Francis Bacon, ada buku yang hanya perlu dicicip, ada buku yang perlu ditelan saja, dan ada buku yang harus dikunyah dan cerna. Maksudnya bagaimana? Buku yang perlu dicicip adalah buku-buku yang tidak perlu kita baca semuanya. Hanya dengan membaca sebagian dari buku itu saja Anda sudah bisa mengetahui isi buku dengan baik, memahami dengan baik.

Buku yang ditelan adalah buku yang tidak memerlukan usaha, analisa yang terlalu mendalam untuk memahami isi bukunya. Biasanya ini adalah buku yang merupakan bidang yang Anda geluti. Misalnya seorang akuntan membaca buku akuntansi, ini adalah buku yang umumnya masuk kategori buku yang ditelan.

Buku yang harus dikunyah dan cerna artinya buku yang membutuhkan usaha ekstra, analisa yang lebih banyak untuk membaca. Misalnya seorang akuntan membaca buku tentang dunia pikiran. Atau seorang akuntan yang ingin mengembangkan dirinya dengan mempelajari buku akuntan yang lebih rumit. Umumnya buku kelompok ini adalah buku-buku teknis.

Pengelompokkan buku ini bergantung pada minat, pengetahuan sebelumnya dan juga pengalaman seseorang. Bisa saja buku yang harus saya kunyah dan cerna bagi Anda adalah buku yang dicicip saja. Setiap kelompok buku mengharuskan kita memberikan energi dan waktu yang berbeda.

Tahap selanjutnya adalah apakah buku itu sesuai dengan kebutuhan saat ini? Jika ya, maka belilah buku tersebut. Jika belum atau tidak, Anda bisa menunda untuk membelinya. Dengan begitu, prioritas membaca menjadi lebih sederhana dan juga mengurangi kemungkinan buku yang semakin hari semakin menumpuk. Jika ini terjadi, akan menjadi beban emosi yang akan mempengaruhi kebiasaan Anda membaca.

Terakhir, jika buku tersebut memang ingin Anda baca, maka buatlah tujuan membaca. Tentunya setelah Anda membelinya. Pernahkah Anda menuliskan tujuan sebelum membaca sebuah buku. Pertanyaan yang serupa sering saya tanyakan saat saya memberikan seminar bacakilat, menakjubkan hasilnya. Jika ada yang mengangkat tangan itu tidak lebih dari 1 persen peserta yang hadir. Sebuah tujuan sangatlah penting. Jika tidak buku tersebut tidak akan memberikan manfaat yang maksimal, dan juga kita mungkin akan mengalami kesulitan dalam proses membacanya.

Bagaimana Pengalaman Anda memilih Buku yang Tepat? Sampaikan pendapat Anda melalui komentar di bawah ini.

About the Author

Agus Setiawan adalah Founder dari sistem Bacakilat. Bacakilat pertama kali diajarkan di tahun 2009. Dan terus berkembang melaui proses penelitian, pembelajaran dan uji coba ke dalam tim Bacakilat. Dari Bacakilat 1.0 berkembang sampai sekarang Bacakilat 3.0 yang merupakan pendekatan termudah untuk menguasai Bacakilat.

Leave a Reply 84 comments

ronald sembiring - September 24, 2013 Reply

Biasanya mebeli dari rekomendasi dari buku yang saya rasa bagus. Hal lain yang membuat saya membeli satu buku atau lebih dari rekan2 penulis buku yang rasa baik dan bermanfaat buat saya. Yang terakhir karena direkomendasikan oleh teman

Sala,
Ronald

    Agus Setiawan - September 25, 2013 Reply

    Hi pak Ronald,
    Ide bagus untuk mengikuti rekomendasi. Namun yang terpenting adalah rekomendasi itu juga sesuai dengan tujuan Why kita. Apakah buku itu selaras dengan Why (purpose) yang kita ingin capai dalam kehidupan.

zahirul - October 5, 2013 Reply

biasanya saya beli buku karena ada sesuatu informasi yang ingin saya dalami atau verifikasi atas informasi-informasi awal yang membuat saya penasaran mengetahuinya lebih dalam. prinsip sebagian saran pak agus sudah saya lakukan sejauh ini
terimakasih

    Agus Setiawan - October 5, 2013 Reply

    Great. luar biasa.

yan - October 6, 2013 Reply

Saya membeli buku pertama-tama dengan membaca judul buku yang sesuai dengan bidang keilmuan saya, selanjutnya karena melihat pengarang buku yang ingin saya beli..

    Agus Setiawan - October 7, 2013 Reply

    Very good, sekarang tambahkan dengan tujuan yang jelas. Sehingga akan semakin bermanfaat.

Abe R - October 11, 2013 Reply

vang saya lakukan dalam memilih buku, pertama berdasarkan kebutuhan, kedua mencari rekomendasi (teman/mas media), ke toko buku memilih buku sesuai rekomndasi dan membaca ringaksan isi buku serta pengarangnya.

    Agus Setiawan - October 11, 2013 Reply

    Very good. Tinggal dibuatkan tujuan yang jelas.

Kunthi Puspaningtyas - October 11, 2013 Reply

Menurut pengalaman saya, untuk memilih buku yang tepat itu terkadang saya tergoda oleh judul bukunya saja, dan kebanyakan saya lebih memiih buku yang mengenai kenyataan hidup. Tapi waktu saya baca atau pun setelah baca, saya selalu tidak mengerti apa yg bisa saya dapatkan dari buku yang saya veli atau dapatkan tersebut

    Agus Setiawan - October 11, 2013 Reply

    OKay. Kabari saya apa hasilnya ketika menggunakan tinjauan awal dulu sebelum membaca.

muqtadirul aziz - October 16, 2013 Reply

Biasanya saya sebelum membeli buku, saya baca judulnya dan cover belakangnya. Terkadang saya membeli atas rekomendasi teman serta pengarangnya, tetapi saya masih membaca judul dan cover belakangnya. namun kadang saya tidak mengerti maksud buku tersebut sehingga saya harus mengulang untuk membacanya.

    Agus Setiawan - October 17, 2013 Reply

    I see. Silakan terapkan cara memilih buku di artikel ini dan kabari saya, bagaimana hasilnya.

supangakt - October 20, 2013 Reply

super sekali tipsnya pak, saya biasanya hanya melakukan 3 langkah pertama saja, ternyata masih ada 4 langkah yang penting, memang hidup harus punya tujuan demikian juga membaca.

Ade Ubaidil - October 26, 2013 Reply

kita harus mengetahui daftar isi? bagaimana jika keadaan buku masih tersegel rapi? tentu kita harus membelinya dulu kan?

    Agus Setiawan - October 27, 2013 Reply

    silakan dibuka segelnya. Khan kita pelanggan. Kita mau memastikan kita mmebeli buku yang tepat.

      Ade Ubaidil - October 27, 2013 Reply

      membuka segel berarti membeli masno :3

        Agus Setiawan - October 27, 2013 Reply

        tidak mas. Buka segel untuk survei dulu. boleh kok (Kecuali komik)

      Ade Ubaidil - October 27, 2013 Reply

      membuka segel berarti membeli masno -_-

Azis Ahmad Mubarak - October 26, 2013 Reply

Terkadang saya membeli buku hanya untuk menambah koleksi2 buku yg saya miliki, terus menambah dan menambah meskipun buku yg saya beli belum tentu saya baca, tapi setelah saya membaca artikel ini dan email2 yg saya terima dari anda, saya bisa lebih mengontrol diri dan mulai menentukan sikap yg baik dalam memebeli buku yg ingin saya miliki.

Hal yang membuat saya ingin membeli buku dan mengkoleksi’nya terkadang muncul tiba2 saja, ketika sedang tidak sengaja jalan2 di toko buku ada saja buku yg begitu menarik yang saya temukan, ini membuat saya selalu ingin memebeli dan menjadikan’nya sebagai koleksi.

rina puspita sari - October 27, 2013 Reply

Saya gak pernah beli buku,prioritas utama anak2 n cucu.saya baca buku yg anak saya berikn”biasanya yg ada hub dg pengasuhan anak”
tp saya seneng baca korn,majalah,novel,spt”harry potter”…heheeeee…..
Jujur bgt y……
Makanya ilmunya cetek……
Yg penting saya suka baca n hrs menularkannya ke anak cucu.
Chayooook……
Macihhhh ys pak… ilmunys

zuhad karren - November 4, 2013 Reply

saya membeli buku lebih sering disebabkan karena sebuah buku tersebut menarik bagi saya. dari jenis apapun buku itu. tidak lebih hanya karena saya ingin mengetahui lebih banyak hal..misalnya buku pendidikan,filsafat,reportase perjalanan,otobiografi,sejarah,seni dll. tapi ya …begini mas saya terkadang harus mengulangi bberapa alinea sebelumnya untuk lebih memahaminya. trims

supriyatun - November 22, 2013 Reply

saya membeli buku biasanya atas rekomendasi seorang teman, atau guru, atau orang yg sdh berpengalaman. saya sangat jar ang sekali menuliskan tujuan sebelum membaca. hanya saja saya sering mencari buku yg berkaitan dengan pendidikan anak, bagaiamana peningkatan kualitas guru,dan buku2 keislaman

Eva - November 29, 2013 Reply

Saya membeli buku jika ada rekomendasi/resensi tentang buku itu, tapi yg lebih sering biasanya krn tertarik dengan ilustrasi dan judul (di cover depan) dan ringkasan isi (biasanya ada di cover belakang. Niat baca sih pasti, cuman ketika dibaca di bab2 awal, penyampaiannya menjemukan, biasanya buku langung disimpan aja, hehee.. (Maklum, ga semua toko buku memperbolehkan menyobek kemasan). Ini yg bikin koleksi buku numpuk tapi ga kebaca. Cari waktu yang longgar utk baca buku harusnya di pagi hari atau sekalian tengah malam, niatnya begitu, tapi karena ga disiplin, waktunya lebih banyak meleset krn ngantuk (tepukjidat.com). So… ???

benyamin - December 4, 2013 Reply

Kl buku yg sudah selesai saya baca kenapa saya harus mengulang membacanya. Karena ada bagian-bagian kalimat yg saya perlukan sering lupa. Buku yang saya baca kebanyakan tentang dunia usaha, tentang penjualan dll. Terima kasih. Salam sukses

Endang - December 4, 2013 Reply

Ada beberapa buku yang saya beli namun isinya jauh dari apa yang saya harapkan, ada juga buku yang sepertinya tidak berguna buat saya, selain itu ada juga beberapa buku yang saya beli namun belum sempat saya baca sedikitpun selain judulnya saja. Saya berharap baca kilat ini benar-benaer mengubah kebiasaan jelek saya selama ini!!!

Saatirah - December 17, 2013 Reply

Biasanya saya beli buku yg isinya pasti berguna dan sesuai keinginan saya.Alhamdulillah sy jarang beli buku, tp klo harus beli buku, saya sudah pastikan buku itu isinya penting untk saya pribadi dan keluarga.

satno - December 20, 2013 Reply

Biasanya saya membeli sebuah buku untuk memenuhi kebutuhan saya sebagai seorang pelajar.. kemudian saya membeli sebuah buku berdasarkan rekomendasi dari berbagai sumber..

Nasar Azis - December 27, 2013 Reply

Pertama saya minta maaf sangat terlambat merespon email yang Anda kirim karena kesibukan saya. Seterusnya saya ingin menjawab pertanyaan Anda. Pengalaman saya dalam memilih buku tentunya pada saat saya mau membeli buku sudah mempunyai tujuan buku apa yang akan saya cari. Yang kedua pastilah buku yang berhubungan dengan bidang saya. Benar kata Anda, biasanya saya membaca cover depan, daftar isi, sinopsis kandungan buku yang ada di cover belakang, dan bahkan tidak kalah penting kata sambutan penulisnya. Itulah pengalaman saya dalam memilih buku.

sultan - December 28, 2013 Reply

saya membeli buku biasanya saya melihat dulu kover depan dan belakangnya sprti yg mas agus katakan .. , jika sdh sesuai dengan apa yg saya inginkan.. saya akan membelinya..

ali - December 31, 2013 Reply

saat saya ingin membeli buku biasanya saya liat dr judul bukuny terlebih dahulu kmudian membacanya sekilas dan jika itu memotivasi sya terus, bru saya membelinya. saya suka buku” ttg bisnis/ buku” yg bersifat membangun.

r windhu - January 2, 2014 Reply

Saya sadar baca buku itu penting untuk pengembangan diri, karenanya saya menargetkan setiap bulan harus beli minimal satu buku. Kalau ada pameran bisa lebih banyak lagi. Kelemahannya memang jumlah buku jadi banyak sekali bertumpuk tanpa terbaca. Banyak yang masih bersampul plastik sampai kini. Baca kover depan, kover belakang,daftar isi sebenarnya sudah saya lakukan secara tak sengaja ketika saya tertarik pada judul atau tampilan sampul buku yang menarik, Hanya saja alasan kuat dan tujuan pasti tertulis sebelum membaca belum saya praktikkan ketika baca buku. Mungkin karena itulah banyak buku saya masih dalam sampulnya sampai sekarang..

daud marenden - April 30, 2014 Reply

Pak Agus.
Sya membeli buku karena tertarik dengan apa yg tertulis di covernya.
Tetapi setelah di rumah dan membacanya ternyata tdk menarik akhirnya buku tersebut di simpan saja dan tdk di baca.contohnya sya beli buku seven habits evectif people sangat menarik jika baru di lihat sampulnya tetapi setelah di baca ternyata sulit saya pahami.

Salam,
Daud

    Agus Setiawan - May 12, 2014 Reply

    Coba buat tujuan yang jelas dulu pak

Ramli - May 12, 2014 Reply

Berdasarkan pengalaman sebenarnya sudah kami lakukan hanya saja belum detail, seperti membaca cover depan dan belakang serta daftar isi. Setelah mengikuti baca kilat online ternyata lebih detail cara yang di berikan untuk melakukan tanjauan awal sehingga dalam memilih buku dapat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita apapun profesinya.

yulia - May 19, 2014 Reply

karena di kantor ada perpustakaan, jadi saya memilih pinjam buku di perpustakaan kantor.sudah menjadi kebiasaan saya, tiap mau mengawali membaca buku, saya baca dulu bagian cover belakang, dan daftar isi. yang belum pernah saya lakukan adalah, menuliskan tujuan dari membaca buku tersebut.saya berfikir, tujuan membaca tidak perlu dituliskan.cukup tercatat di ingatan saja.boleh begitu gak Pak?

    Agus Setiawan - May 21, 2014 Reply

    Hi bu Yulia, dalam 24 jam lebih dari 600 ribu buah pikir melewati pikiran kita, dengan menuliskan, maka kita bisa membuat pikiran kita memikirkan, dan mengarah ke tujuan yang benar-benar sama. Dan hal yang dituliskan akan sangat kuat untuk memberikan kejelasan ke pikiran kita.

tini murozak - May 21, 2014 Reply

Tahap 1 sd 3 sdh sering sya lakukan kalau saya berada ditoko buku, utk mengetahui apakah buku tsb patut saya beli atau tidak. Yg belum bisa sy lakukan adlh bagaimana membuat tujuan membaca/merangkum isinya.
Buku yg selalu saya beli sll ttg motivator…dan sejarah.

    Agus Setiawan - May 21, 2014 Reply

    Great.

hasan - June 4, 2014 Reply

bagus sekali artikel nya.. sehingga saya bisa memahami lagi dan lebih teliti dalam membeli sebuah buku..
thanks pa agus, thanks bacakilat

sumaryadi - June 4, 2014 Reply

Bagaimana menerapkan cara membaca kilat tersebut pada anak kita (membaca buku pelajaran) apakah sama atau berbeda

tiar - June 5, 2014 Reply

betul sekali, langkah 1-3 memang biasa saya lakukan untuk memilih buku.
ternyata masih ada langkah berikutnya.
terimakasih

hasan basri - June 19, 2014 Reply

Point 1-3, selalu saya lakukan, tapi untuk pointt 4 dst, saya baru tahu, ternyata menuliskan tujuan apapun kondisinya sangat penting. Saya akan mulai menerapkan nmr 4 dst pak Agus. Thanks baca kilat

ardyono - October 8, 2014 Reply

wooww,nice sharing.
saya membeli buku,selalu berangkat dari problem yang kami hadapi untuk cari solusi ,
berangkatlah segera ke toko buku terbaik.

Evi Derma Sativa - December 19, 2014 Reply

Saya membeli buku agama untuk memperbaiki akhlak Budi pekerti saya dan anak anak, saya beli buku hobi untuk membuka usaha baru dan menambah income.tapi waktu saya tidak cukup karena kerja rutin sebagai pn dan ibu RT tanpa asisten RT.

Nanik - December 6, 2015 Reply

Biasanya saya membeli buku yang sudah direkomendasikan teman. Tatapi terkadang mencari atas kebutuhan sendiri. Biasanya di toko buku pertama kali yg saya baca cover depan dan daftar isi. Biasanya di toko buku itu kan banyak macamx yang isinya juga hampir sama. Di situlah yang membuat saya lama dalam memilih bukubyangbaka saya beli. Krn setelah sy baca aftar isinya biasax juga saya buka halaman yang saya butuhkan. Membandingkan mana yang lebih lengkap. Bagaimana ya tips memilih buku yang cepat dan tepat sesuai kebutuhan

Nanik - December 6, 2015 Reply

Biasanya saya membeli buku yang sudah direkomendasikan teman. Tatapi terkadang mencari atas kebutuhan sendiri. Biasanya di toko buku pertama kali yg saya baca cover depan dan daftar isi. Biasanya di toko buku itu kan banyak macamx yang isinya juga hampir sama. Di situlah yang membuat saya lama dalam memilih bukubyangbaka saya beli. Krn setelah sy baca aftar isinya biasax juga saya buka halaman yang saya butuhkan. Membandingkan mana yang lebih lengkap. Bagaimana ya tips memilih buku yang cepat dan tepat sesuai kebutuhan?

Emilya - December 7, 2015 Reply

Kalau saya membeli buku biasanya yang berhubungan dg aktivitas dan karir juga hobby saya. Saya sudah melakukan tahapan memilih buku yg tepat yg bapak tulis meskipun tidak jarang hanya sampai tahap tujuan 🙂
Terkadang rekomendasi juga jadi pertimbangan dalam membeli buku.

Emilya - December 7, 2015 Reply

PS: Maksudnya terkadang hanya sampai tujuan adalah tahapan yg dilakukan :
1. Baca cover depan dan belakang
2. Daftar isi
3. Tujuan

Nurnis - December 12, 2015 Reply

Kalau bku pengembangan diri dan buku pljran itu buku yg harus dicerna yah ?
Trus bku bacaan yang bgus buat ank sekolah itu macamnya sprti apa ya?

    Agus Setiawan - December 12, 2015 Reply

    Buku pengembangan diri tergantung. Buku pelajaran umumnya kunyah cerna.

Andi maryadi - December 22, 2015 Reply

Apa bisa di rekomendasi buku yang bagus untuk tujuan menjadi leader ?

Donny - February 4, 2016 Reply

1. Siapapun pengarangnya, asal Best Seller dan sudah tercetak beberapa kali, itu sudah cukup
2. Mencari yang sesuai dengan tujuan saya, baik menambah ilmu atau yang lainnya
3. Mencari rekomendasi melalui internet, terutama dari review2 yang sudah pernah membaca

    Agus Setiawan - February 4, 2016 Reply

    Hi pak Donny,
    Ide bagus untuk mengikuti rekomendari apalagi dengan buku yang telah dicetak berkali-kali.
    Asalkan buku tersebut bisa menjawab kebutuhan (WHY) kita

Alfi Diana Saldika - March 22, 2016 Reply

Slamat pagi pak. Dalam memilih buku saya suka yang berhubungan dengan skill (kursus bhsa inggris, Kursus komputer) dan ilmu dasar saya (perikanan). Karena ingin menguasai hal-hal tersebut saya sering mengumpulkan materi hasil Diklat,mendown load smua artikel. Tapi tidak petnah saya baca sehingga menumpuk. Sy mw tanya pak, apakah system baca kilat bisa di terapkan untuk membaca artikel yang ada di laptop atau harus d print out dulu? Trimksi pak. Gbu

adi subrata - May 22, 2016 Reply

bbrp poin
1. siapa pengarangannya

2.tentang apa berdasarkan judul dan daftar isi

3. testimoni dari penulis lain

4. tidak memikirkan ke tujuan what why secara spesific

5. hny merasa bagus isinya tp tidak memikir kebutuhan sendiri saat itu

Armiza - November 28, 2018 Reply

Sy masih malas membaca apa solusinya supaya giat membaca.. thanks

    Agus Setiawan - November 28, 2018 Reply

    Tentukan tujuan dulu pak.

Dorima - November 28, 2018 Reply

Sebenarnya saya tidak sering beli buku paling saya pergi ke Perpus. Nahh, ketika diperpus saya liat buku yang enak dibaca
Tapi setelah dibaca ,cepat membosankan

    Agus Setiawan - November 28, 2018 Reply

    Ingat lakukan step-step di artikel, supaya tidak mudah bosan saat membaca.

Elly Nailufar - November 28, 2018 Reply

Salam Pa Agus,

Dalam memilih buku yang saya baca cukup simple, yaitu dari judul yang membuat saya penasaran ingin mengetahui isinya. Jadi mungkin itu masuk ke tujuan ya pa? Jadi, semakin judul menarik, semakin saya penasaran ingin melahap (mengetahui isi) buku tersebut, tentunya dengan dibantu metode baca kilat. Sehingga lebih efektif menuntaskan buku tersebut.
Demikian yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat ya ^_^

Salam hormat saya,
Elly.

    Agus Setiawan - November 29, 2018 Reply

    Hi Ibu, lain kali bisa cek, sesuai gk dengan kurikulum pengembangan diri ibu.

    Kalau iya lanjutkan.

SIGIT - November 28, 2018 Reply

Salam Inonesia Raya Mr Agus Setiawan

Memang True Mr Agus, membaca suatu bacaan alangkah baiknya memenuhi Why(purpose). sehingga apa yang hendak kita capai dalam memenuhi standarisasi tujuan tidak jauh bergeser dengan prosedur dan titik tolaknya. Maka tujuan hidup menjadi makin jelas.
Dalam garis besar bahwa TUJUAN adalah PROSES. adapun hasil menjadi akibat atau buah dari tujuan itu. Maka hasil adalah otomatisasi.
Demikian pandangan saya berdasarkan apa yang saya tanggapi dalam study ALQUR’AN.
SALAM INDONESIA RAYA

    Agus Setiawan - November 29, 2018 Reply

    Mantap pak

sonibu - November 28, 2018 Reply

Yang sudah saya lakukan selama ini saat membeli buku adalah, baca judul dan penulisnya, biasanya buku2 spiritual, motivasi, biogafi juga suka, pertanian dan peternakan skala hobi, seni, ada 2 atau 3 buku seni fotografi yang pernah saya beli, gak banyak sih.

Nah setelah baca judul dan penulisnya, saya langsung balik buku itu untuk melihat testimoni di bagian halaman belakang buku. Bagian inilah yang sering menggoda saya untuk membeli buku. Kalau yang kasih testimoni orang2 besar dan saya kagumi biasanya langsung saya beli tuh, hehe.

Betul pak Agus, nomer 1 sampai dengan 3 saya juga merasa sudah banyak yang melakukan, tapi 4 sd 7, saya pribadi baru dapet banget, (ngaku.com). Kalau yang nomer 6. Sesuai kebutuhan apa enggak, adalah dikit pertimbangan ke arah ini.

Trimakasih banget pak Agus dan Tim… saya senang menjadi bagian dari bacakilat. Salam sukses selalu untuk all member bacakilat dan Indonesia.

    Agus Setiawan - November 29, 2018 Reply

    Thank you sudah berbagi pak.

    Semoga semakin banyak manfaat yang bisa bapak dapatkan

Eviana Dewi Sofyaningrum - November 28, 2018 Reply

Dalam memilih buku biasanya saya selalu lihat cover depan dan belakangnya dulu, karena dari situ biasanya saya dapat gambaran apa yang akan dibahas dalam buku tersebut, tapi kalo dari cover belum kliatan biasanya saya baca pengantar penulis atau daftar isi, lumayan sih dapat membantu sehingga buku yang saya beli jarang mubadzirnya….

    Agus Setiawan - November 29, 2018 Reply

    Nice share

Salamun - November 28, 2018 Reply

Hal penting yang dapat dilakukan agar kita dapat menentukan pilihan tepat atas buku apa yang akan dibeli, dicicip, telan kunyah dan cerna ialah membuat kurikulum pengembangan diri.

Tentu yang jadi pertanyaan penting berikutnya ialah bagaimana menemukan element dan passion yang sungguh sungguh mendekati cocok dengan diri kita??

    Agus Setiawan - November 29, 2018 Reply

    Menemukan passion itu ibarat kita ke tempat All you can Eat, kita akan mencoba berbagai macam makanan, dan ketika itu cocok next time kita kesana makan 1 jenis makanan itu lagi.

    Perlu di coba pak untuk menemukan passion.

    Selamat Mencoba

Astri Wulandari - November 28, 2018 Reply

Saya selalu mempunyai sebuah ketertarikan tertentu sebelum membaca sebuah buku atau artikel. Karena saya ingin mengetahui atau mempelajari suatu hal saat itu. Jadi saya sudah mempunyai tujuan sebelum memutuskan untuk mempelajari hal tertentu. Termasuk saat ini saya selalu mengikuti & membaca artikel artikel anda.

    Agus Setiawan - November 29, 2018 Reply

    Keren ibu

Hilda - November 28, 2018 Reply

Saya biasa beli buku sesuai kebutuhan / tuntutan pekerjan saja. Mau atau tidak mau, harus sy beli dan saya baca.
Kedepan, untuk pengembangan diri, saya perlu banyak buku lain yang saya harus pilih2 dengan metode Sistem Bacakilat ini…… Terima kasih Pak Agus

    Agus Setiawan - November 29, 2018 Reply

    Iya ibu, bisa tentukan kurikulum nya dulu.

agil s habib - November 28, 2018 Reply

Tujuan utama saya dalam membaca buku adalah mendapatkan refferensi sebanyak mungkin untuk menulis buku baru yang saya inginkan.

Wita Lestari - November 29, 2018 Reply

Saya hobi membaca sejak kecil. Buku apa saja kalau ada di hadapan saya, saya baca habis atau buku apa saja yang ada di perspustakaan saya lahap. Waktu pertama kali saya bekerja, gaji pertama saya habiskan untuk membeli buku. Saya tak merasa menyesal sama sekali uang saya habis hanya untuk membeli buku. Kalau ada pesta diskon buku, saya borong saja buku yang saya minati sesuai dana yang ada. Kalau sudah saya baca, biasanya buku-buku tu saya tawarkan kepada teman-teman yang saya pikir bagus untuk dia baca. Semua buku yang ada di teman jarang saya minta kembali kecuali saya membutuhkannya lagi untuk referensi.

Namun, seiring perjalanan waktu, saya menjadi selektif membeli buku. Pertama, karena banyak buku di rumah yang belum sempat saya baca. Kedua, saya harus lebih hemat uang karena saya harus menafkahi anak-anak saya. Ketiga, sekarang ini bahan bacaan bertebaran di dunia maya, mulai dari “forward” di grup-grup WA , e-mail, medsos, hingga situs-situs berita ataupun artikel. Sekarang ini saya sampai bingung menyeleksi prioritas yang harus saya baca karena tampaknya semuanya MENARIK untuk dibaca.
Kalau saya baca semua biasanya waktu saya habis untuk kegiatan membaca ini saja.

Belum lama ini saya beli beberapa buku tentang pengasuhan dan pendidikan (parenting) yang harganya 1 buku ada yang sampai Rp300.000. Tujuan saya membaca buku-buku ini karena merasa saat ini ada perubahan dalam pola pengasuhan dan pendidikan anak-anak yang lebih dinamis dibandingkan dengan yang dulu-dulu. Setelah dibaca, lantas untuk apa? Nah, ini yang saya agak bingung juga, untuk apa? Saya punya 3 anak yang sekarang ini tak terlalu membutuhkan parenting karena 2 sudah dewasa dan sudah bekerja, 1 sudah di SMA. Buku-buku parenting biasanya fokus pada pertumbuhan dan perkembangan anak usia 0-13 tahun. Saya pikir mungkin buku-buku itu akan berguna buat saya sebagai bahan tulisan saya. Tapi, saya juga belum jelas menulis tentang apa.

lina - November 29, 2018 Reply

Pak Agus

Setiap susah mencari solusi, BUKU adalah kunci yg utama buat saya. Membaca daftar isi dan mencari yang subjec yang diperlukan saja. Namun, kadang ada temen yang bertanya apa isi buku ini ? Nah , untuk pertanyaan tersebut saya kadang susah menjawab. Bagaimana sebaiknya kita membaca buku ?

Salam
Lina

    Agus Setiawan - November 29, 2018 Reply

    Tentukan tujuan yang jelas dulu ibu.

Nunung - November 29, 2018 Reply

Saya beli buku karena menemukan sesuatu yang saya cari atau pingin tahu tentang sesuatu lebih mendalam. Pernah juga kecewa karena ternyata buku yang dibeli tidak sesuai persepsi karena hanya lihat sekilas dari cover karena daftar isi tak bisa dilihat karena disegel plastik 😀

Budiwahono Onggo - November 29, 2018 Reply

Bagi saya hidup itu tantangan kalau hidup monoton akan membosankan. Apakah salah kalau rasa ingin tahu semuanya dengan berusaha mencari tahu.

Verawaty tarigan - November 29, 2018 Reply

Terimakasih pak mengingatkan kembali ttg jenis buku yg harus dibaca.saya kembali disebarkan lagi.semngattt

Anton - November 29, 2018 Reply

Pengalaman saya memilih Buku yang Tepat meniru apa yang Bapak bagikan kepada saya lewat Bedah Buku Live beberapa bulanan yang lalu, kalau tidak salah.

Wening - November 30, 2018 Reply

Saya selalu tersihir dengan penampilan cover depan dan komentar2 di cover belakang. Betul sekali Pak, seharusnya memang tetapkan tujuan sebelum memilih buku. Akhirnya terlalu banyak buku yang dibeli, dan baru sebagian kecil buku yang diselesaikan. Nanti infokan ya Pak, kalau ada workshop lagi di Bogor. Terima kasih.

Umbu Manggana - December 6, 2018 Reply

Urutan 1 sd 4 sdh biasa diikuti, namun urutan selanjutnya yang msh belum dipatuhi…

Leave a Reply: