Bagaimana Menjadi Pendamping Belajar Terbaik Bagi Anak

tips-to-study-with-kids

Memiliki anak yang berbakat dan menuai banyak prestasi merupakan dambaan kita semua sebagai orang tua. Namun, untuk mencapai impian terebut, ada beberapa hal yang perlu kita teliti dalam pola belajar anak. Apakah anak Anda di sekolah sudah mendapatkan pola belajar yang maksimal? Jika ternyata belum, Anda harus mulai mempertimbangkan untuk menjadi pendamping belajar terbaik bagi anak Anda di rumah.

Dengan begitu banyaknya kesibukan kita sebagai orang tua, tentunya tugas mendampingi belajar si anak harus dijalankan dengan efektif dan efisien. Artinya, tidak terlalu memakan waktu banyak, namun mendapatkan hasil yang signifikan.  Dalam artikel ini, kita akan mengulas beberapa cara terbaik untuk mendampingi anak Anda belajar di rumah.

Anak sudah terlalu banyak menuai kritik di lingkungan sekitarnya. Jangan biarkan kita menambahkan hal yang sama padanya di rumah. Untuk itu, kita perlu melatih diri sebagai pendamping belajar terbaik untuk buah hati di rumah.

Tidak ada anak yang bisa belajar seorang diri. Sejak masih bayi, upaya seorang anak untuk menguasai lingkungan diperantarai oleh mereka yang berada di sekitarnya. Pola – pola ini ditanamkan sejak dini sehingga ketika anak masuk usia sekolah, mereka menemukan dirinya sendiri terlibat dalam serangkaian interaksi rumit dengan dunia.

Jaringan belajar anak-anak yang sering menerima kritik akan menurun. Jaringan yang mereka butuhkan ini gagal memberikan dorongan yang mereka perlukan untuk menjadi manusia yang kompeten dan berhasil .

Sudah terlalu banyak anak-anak yang terjebak dalam’ jebakan’ belajar dan persepsi yang berlaku umum tentang kecerdasan. Mereka hidup dalam dunia di mana orang-orang menganggap keunikan mereka tidak bisa diterima. Dengan begitu, mereka hanya memiliki dua pilihan. Mereka bisa saja diam menyerah dan menghabiskan hidup mereka dengan bersikap patuh pada persepsi orang banyak tentang kecerdasan dan berusaha untuk jadi ‘senormal’ mungkin, atau mereka bisa mempertahankan eksistensi akan tetapi sering berakhir dalam “pertempuran” abadi dengan orang-orang yang seharusnya membantu mereka banyak dalam pembelajaran.

Sebagai orang tua, kita ada di posisi yang tepat untuk berperan sebagai partner kepercayaan anak dalam dunia belajar. Karena menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak Anda daripada siapapun, Anda mempunyai peluang besar untuk menemukan titik terang dalam kehidupan pendidikannya.

Pada artikel kali ini, kita akan fokus membahas cara-cara dimana Anda bisa menggunakan hubungan Anda dengan anak Anda untuk memperbaiki pelajaran akademis dan untuk menciptakan sebuah rencana keberhasilan dalam hidup anak Anda.

1. Jadikan waktu mengerjakan PR sebagai sebuah pengalaman yang sama-sama dinikmati oleh Anda dan anak Anda

Utamakan tugas yang paling penting. Tanamkan pada diri anak Anda sejak dini untuk menentukan prioritas ketika mengerjakan tugas. Ajak mereka berpikir untuk menentukan mana tugas yang harus segera diselesaikan, mana yang membutuhkan waktu lebih lama sehingga tidak baik jika terburu-buru.

Selain itu, pilihlah tempat belajar yang tepat. Tempat belajar yang tepat adalah tempat yang tenang dan banyak cahaya. Jauhkan dari televisi dan mainan anak. Pastikan juga tempat tersebut merupakan tempat yang nyaman bagi si buah hati untuk berkonsentrasi terhadap tugas. Sediakan selalu kertas, gunting, pensil, pulpen, spidol dan alat tulis lainnya dalam jangkauannya agar ia tidak perlu repot mencari-cari.

Beri contoh yang baik

Ketika anak mengerjakan PR, orang tua hendaknya juga melibatkan diri dengan ikut membaca, menulis atau turut menyelesaikan soal-soal dalam games pendidikan (educational games) seperti di Dunia Belajar.

Menjadi motivator untuk anak-anak. Tanyakan tentang tugas, kuis, dan tes untuk esok pagi bila ada. Berikan support, memeriksa pekerjaan rumah mereka ketika selesai, dan buatlah diri Anda untuk selalu siap dengan pertanyaan atau curhat dari mereka. Untuk contekan bagaimana menjadi motivator terbaik untuk anak berdasarkan tipe kecerdasannya, silahkan baca artikel sebelumnya.

Pujilah kerja dan usaha mereka. Jangan selalu berorientasi pada hasil atau nilai yang bagus. Ingat, bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan minatnya masing-masing.

2. Biarkan anak Anda menentukan jadwal sesi belajar mereka sendiri

Setiap anak memiliki cara sendiri dalam menyelesaikan tugasnya. Libatkan mereka dan buat kesepakatan, sehingga mereka akan merasa itu sebagai tanggung jawabnya, bukan perintah Anda.

Diskusikan dengan anak Anda, kapan waktu belajar terbaik yang mereka inginkan. Masing-masing anak memiliki selera waktu tersendiri untuk belajar. Sebagian anak ada yang merasa lebih berkonsentrasi belajar ketika pagi hari sebelum masuk sekolah, ada yang lebih menyukai sora hari, tak jarang pula yang memilih malam hari setelah makan malam menjadi “waktu khusus” untuk belajar.

Pilihlah waktu yang tidak bersamaan dengan jam main atau jam tayang film favorit anak. Tidak pula terlalu larut karena dikhawatirkan anak sudah lelah.

Bantu anak untuk menentukan prioritas tugas mana yang harus dikerjakan terlebih dulu sesuai dengan waktu pengumpulannya di sekolah. Bantu anak untuk mengorganisasi tugasnya sehingga tidak terlihat menumpuk

Selain itu, sepakati pula berapa jam waktu yang akan mereka alokasikan untuk belajar atau membaca dalam sehari. Latih ia untuk menentukan ‘jadwal’ pribadinya. Berapa jam di hari apa dan hal baru apa yang akan mereka pelajari setiap harinya. Libatkan mereka.

3. Hindari menggunakan hadiah dan hukuman

Hukuman akan membuat anak Anda mengaitkan belajar dengan rasa sakit. Memberikan hadiah membuat anak merasa bahwa belajar tidak layak ditekuni jika tanpa imbalan.

Hadiah sebagai alat untuk mendidik tidak boleh bersifat sebagai upah. Karena upah merupakan sesuatu yang mempunyai nilai sebagai ganti rugi dari suatu pekerjaan atau suatu jasa yang telah dilakukan oleh seseorang. Jika hadiah itu sudah berubah sifat menjadi upah, hadiah itu tidak lagi bernilai mendidik karena anak akan mau bekerja giat dan berlaku baik karena mengharapkan upah.

Gunakan pujian verbal sebagai penguat hanya ketika Anda benar-benar merasakannya.

Pujian harus merupakan reaksi alami dari gairah dan sukacita Anda sendiri saat melihat anak Anda bekerja dengan baik.

4. Jujur dengan kemampuan Anda sendiri. Hindari berpura-pura

Banyak orang tua yang ketika tidak bisa menjawab pertanyaan putra/putrinya lebih memilih pura-pura tau dan memberikan jawaban sekenanya. Hindarilah hal ini sebisa mungkin. Jujurlah pada anak Anda bahwa Anda pun sedang berusaha untuk mencari tau jawabannya dan ajak anak Anda untuk explore jawabannya. Bisa melalui media internet maupun bertanya ke ayahnya atau anggota keluarga yang lain.

5. Jalin hubungan yang baik dengan guru anak Anda. libatkan mereka secara penuh.

Manfaatkan hubungan antara orang tua dan guru sebaik mungkin. Jadikan guru-guru anak Anda sebagai media bagi Anda untuk mengetahui kelemahan dan kekurangan anak Anda, begitu juga dengaan potensinya. Luangkanlah waktu Anda untuk mengadakan pertemuan khusus dengan guru anak Anda secara berkala.

Sampai disini, apa yang masih sering jadi kendala untuk Anda saat menemani anak belajar? Silahkan share di bawah 🙂

About the Author

Leave a Reply 4 comments

Milani - April 17, 2016 Reply

Tadi pagi saya baru mengikuti seminar baca kilat, dan ternyata saya baru sadar cara saya mendidik anak saya tidak benar, marcy akan ikut workshop bulan depan semoga bisa membantu mengembangkan cara belajar dia, dan semakin memudahkan kan dia memahami semua mata pelajaran, terimakasih Pak Juni Anton dan juga tim riset baca kilat

    Agus Setiawan - May 20, 2016 Reply

    Sama-sama bu Milani
    Mohon bantuanya untuk terus membimbing Marcy agar terus mempraktekkan Bacakilat for Student 😀

Chezondrie asylla - July 14, 2016 Reply

wow! info yang bagus.semoga memberi motivasi pembaca supaya sukses di kemudian hari

kiat jitu berlatih kepemimpinan

les privat bintaro - May 2, 2017 Reply

selama saya bergabung dengan guru privat, banyak hal yang saya pelajari dunia belajar anak-anak. pola belajar anak-anak berbeda-beda, jadi saya mencoba apa yang mereka sukai sebelum memulai kegiatan mengajar seperti membaca buku cerita, menonton film kesukaan mereka, membacakan buku cerita sampai mereka merasa nyaman dengan kita. artikel disini sangat membantu terima kasih pak

Leave a Reply: