Cara Termudah Membangun Kebiasaan Membaca

Kita semua tahu, bahwa orang-orang sukses adalah pembaca buku yang konsisten. Kita semua tahu, dengan membaca buku akan membantu kita menciptakan dan membentuk kehidupan terbaik versi kita.

Tapi, tahu saja tidak cukup kuat untuk menggerakkan kita menjadikan aktivitas membaca menjadi sebuah kebiasaan. Apakah membangun kebiasaan membaca begitu sulit seperti yang dipikirkan banyak orang selama ini?

Lalu bagaimana dengan mereka yang sudah terbiasa membaca, apakah diawal mereka membentuk kebiasaan ini mereka tidak mengalami jatuh bangun dalam prosesnya?

Setiap skill dan kebiasaan membutuhkan waktu dalam prosesnya. Ada tantangan yang harus dihadapi dan dilalui. Begitu juga halnya dengan membaca.

Tantangan yang paling besar dalam membangun kebiasaan membaca adalah saat seseorang sudah memiliki keyakinan bahwa membaca itu adalah hal yang sangat melelahkan, sulit, membosankan atau dianggap membaca buku sebagai hal yang kuno karena sudah ketinggalan zaman.

Keyakinan yang membatasi ini perlu diganti dengan keyakinan yang lebih mendukung dan diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata.

Gambar oleh Pixource dari Pixabay

Kenapa banyak orang sulit membentuk kebiasaan membaca?

Ada 3 faktor yang membuat seseorang tidak bisa menjadikan membaca buku sebagai sebuah kebiasaan.

Faktor pertama berasal dari dalam diri individu. Ini berarti mereka tidak memiliki tujuan spesifik mengapa mereka harus membaca buku.

Memang sih, kita tidak pernah diajarkan bagaimana membuat tujuan membaca. Jadi ini bukanlah pure salah kita karena tidak terbiasa membaca buku.

Toh, kita tidak tahu bagaimana membuat tujuan membaca yang benar. Mungkin saja Anda juga baru tahu kalau dalam membaca itu harus ada tujuan, tidak sekedar membaca saja.

Memiliki tujuan dalam membaca itu sangat penting. Sama seperti Anda diminta menyetir mobil tapi Anda tidak diberi tahu alias Anda tidak tahu harus pergi ke mana.

Kira-kira apa yang akan Anda lakukan ketika mengetahui kondisi seperti ini? Saya meragukan Anda akan tetap pergi. Jadi ini sangat lumrah dan wajar, bukan?

Faktor kedua muncul dari teknik membaca itu sendiri. Saya yakin banyak dari Anda saat membaca pasti mengalami yang namanya mengantuk, tidak konsen, mood naik turun dalam membaca, tidak paham, mudah lupa dan berbagai masalah lainnya.

Selama kita masih menggunakan teknik membaca konvensional, maka kemungkinan besar masalah-masalah seperti ini juga pasti akan datang lagi.

Faktor ketiga adalah situasi dan kondisi yang berasal dari luar diri. Faktor ini memvalidasi kalau membaca itu sulit dilakukan.

Situasi dan kondisi di sini seperti kesibukan di pekerjaan, tidak ada waktu sampai merasa kelelahan saat membaca karena urusan kantor dan pekerjaan.

Lengkap sudah, kenapa membaca menjadi hal yang sulit dijadikan sebagai kebiasaan. Sekalupun mereka ingin bangeettt punya kebiasaan membaca, umumnya orang-orang ini justru hobi beli buku. Buku-buku itu tidak pernah selesai dibaca.

 

3 pola membentuk kebiasaan

Sebelum kita membahas bagaimana cara membentuk kebiasaan baru, mari kita lihat apa saja komponen pembentuk sebuah kebiasaan membaca.

Menurut Charles Duhigg di bukunya The Power of Habit menyatakan ada 3 proses yang terjadi dan proses ini akan menjadi siklus yang akan terus menerus diulang-ulang.

Ketiga proses itu adalah; pemicu, rutinitas dan reward.

Pemicu di sini adalah sesuatu yang menggerakkan seseorang untuk bertindak. Contohnya bosan, menguap, lapar dll.

Rutinitas adalah tindakan atau aktivitas. Jadi saat pemicu datang maka rutinitas jalan. Contohnya baca buku, olahraga, main game dll.

Sedangkan reward adalah sesuatu hal yang kita dapatkan di level perasaan. Ini adalah feedback cepat yang didapatkan setelah melakukan satu rutinitas tertentu.

Contohnya perasaan senang, happy atau terpuaskan setelah melakukan aktivitas makan atau main game.

Kita ambil contoh main game. Pertama, apa pemicu seseorang akan mengecek sosial medianya?

Mungkin bosan, tidak ada hal yang harus dikerjakan, mengantuk atau apa yang dikerjakan terasa sulit. Setelah pemicu ini muncul maka rutinitas, yang mana di sini adalah mengecek sosmed dilakukan.

Setelah ia mengecek sosmednya, maka feedback dengan cepat didapatkan. Mungkin ia merasa senang, tenang, happy atau puas karena merasa lebih terupdate atau merasa tersibukkan. Ini adalah reward yang ia dapatkan saat itu juga.

3 pola ini berlaku untuk semua kebiasaan yang ingin dibentuk. Dengan mengotak-atik pola ini maka akan membantu seseorang mengubah dan membentuk kebiasaan yang lebih mendukung ia untuk maju.

Gambar dari Pexels

Membentuk kebiasaan membaca

Lalu bagaimana kita menciptakan kebiasaan membaca dengan pemahaman di atas?

Pertama, lihat kebiasaan tidak produktif apa yang Anda ingin ubah menjadi kebiasaan membaca. Misalnya kebiasaan main game atau main sosmed diubah menjadi kebiasaan membaca.

Anda harus punya why yang sangat jelas di sini. Kebanyakan orang gagal membentuk kebiasaan membaca terjadi karena whynya tidak jelas dan kuat.

Kedua, pada kebiasaan tidak produktif yang mau diubah, ketahui apa saja pemicu sehingga kebiasaan itu muncul.

Hal yang sama juga dilakukan di bagian reward, feedback cepat apa yang langsung dirasakan saat melakukan kebiasaan ini.

Anda bisa melist apa saja pemicu dan reward yang muncul dari kebiasaan lama di selembar kertas. Kalau Anda masih merasa bingung dan belum jelas, maka sadari dan catat hasil pengamatan Anda.

Di awal-awal mungkin ini akan terasa sulit dan menyita waktu dan percayalah, ini layak untuk dilakukan. Karena keberhasilan menanamkan kebiasaan baru ada di poin ini.

Menurut Charles Duhigg , untuk mengubah dan membentuk satu kebiasaan baru yang perlu dilakukan hanyalah mengubah rutinitas dan tidak mengubah pemicu dan rewardnya.

Jadi saat pemicu di kebiasaan lama muncul maka yang perlu dilakukan adalah mengubah rutinitas pada kebiasaan baru yang ingin dibentuk dan mendapatkan reward yang sama seperti kebiasaan lama.

 

Mendapatkan reward yang sama

“Mana mungkin bisa mendapatkan perasaan yang sama kalau rutinitasnya berbeda?”

Memang di awal-awal Anda akan merasa canggung dan reward yang didapatkan juga tidak sepenuhnya sama seperti melakukan rutinitas yang lama di saat melakukan rutinitas baru (kebiasaan baru).

Inilah mengapa di awal saya mengingatkan Anda untuk memperjelas why, kenapa Anda ingin membentuk kebiasaan baru ini?

Selanjutnya, yang perlu Anda lakukan adalah melakukan framing atau memberi makna atas apa yang Anda lakukan.

Kalau dari contoh yang diangkat, Anda bisa membuat framing seperti, “Baca buku adalah kebiasaan orang sukses. Saya sudah membaca selama 30 menit. I feel good. Saya merasa seperti orang sukses.”

Atau, “Membaca membuat diri saya terus “lapar” (ingin tahu lebih banyak). Ini membuat saya terus belajar dan berada di track yang tepat untuk menuju keberhasilan saya.”

Dan Anda bisa menambahkan framing lain yang membuat Anda merasa positif dan mampu.

Dengan melakukan framing ini akan membantu Anda mendapatkan emosi positif saat melakukan rutinitas baru ini.

 

Berapa lama membentuk kebiasaan baru?

Banyak yang mengatakan dibutuhkan waktu 21 hari untuk membentuk kebiasaan baru. Apakah itu benar?

Menurut riset yang dilakukan oleh University College London, dalam membentuk kebiasaan baru dibutuhkan waktu 66 hari dengan melewati 3 fase. Setiap fase membutuhkan waktu selama 22 hari.

Fase pertama adalah fase menanam. Ini adalah fase di mana kita memasukkan kebiasaan baru dan atau mengubah kebiasaan lama. Kesuksesan di fase ini sangat ditentukan oleh tindakan yang dilakukan secara sengaja atau penuh dengan kesengajaan.

Fase kedua adalah fase merusak. Ini adalah fase bingung, fase di mana Anda merasa konflik paling besar di dalam diri dan ada dorongan sangat besar untuk berhenti.

Anda bingung harus melakukan kebiasaan baru atau tetap mempertahankan kebiasaan lama. Kebiasaan baru dan kebiasaan lama, sama-sama memiliki kekuatan yang sama.

Disinilah Anda perlu bertahan melakukan kebiasaan baru. Disinilah Anda perlu terus berusaha semaksimal mungkin.

Karena Anda hanya membutuhkan sedikit lagi waktu untuk melewati titik tertinggi. Jika berhasil, kebiasaan baru menjadi milik Anda sepenuhnya.

Terakhir adalah fase integrasi. Ini adalah fase di mana kebiasaan baru lebih kuat dari kebiasaan lama. Di sini kebiasaan baru dilakukan secara otomatis. Anda tidak perlu usaha besar untuk melakukan kebiasaan ini.

Gambar oleh Devanath dari Pixabay

Bumbu terakhir

Ada satu hal lagi yang bisa mempercepat dan memudahkan Anda memiliki kebiasaan membaca. Itu adalah teknik membaca.

Ini tidak berarti cara baca konvensional tidak efektif. Tapi seperti yang Anda alami, cara baca konvensional justru menimbulkan masalah baru dalam proses membaca.

Ada banyak teknik membaca. Anda bisa menggunakan salah satunya. Mulai dari bacakilat, baca cepat atau baca skimming.

Teknik membaca ini seperti katrol yang bisa menghemat waktu, energi, mempermudah proses kerja bahkan menghemat uang juga.

Keberhasilan menggunakan teknik membaca akan memberikan pengalaman baru yang akan memvalidasi kalau membaca adalah proses yang mudah dan menyenangkan.

Keberhasilan-keberhasilan ini akan menggulung dan membesar. Dan satu titik tertentu akan mempercepat proses membangun kebiasaan membaca. Ini terjadi karena memberi kesan positif dalam Anda melakukannya.

 

Kesimpulan

So, mari kita simpulkan apa saja yang perlu Anda lakukan untuk menjadikan membaca buku menjadi kebiasaan baru.

Pertama Anda harus menentukan kebiasaan tidak produktif apa yang ingin diubah.

Kedua, Anda harus memperjelas mengapa Anda ingin membentuk kebiasaan baru. Untuk apa Anda harus capek-capek membentuk kebiasaan baru ini. Semakin jelas whynya, setengah tugas Anda telah selesai.

Ketiga, list apa saja pemicu dan reward yang Anda dapatkan dari melakukan kebiasaan lama dan ganti rutinitas lama dengan rutinitas baru yang ingin dibentuk.

Keempat, lakukan framing untuk mendapatkan reward yang sama atau lebih besar dari kebiasaan baru yang Anda ingin bentuk.

Terakhir, gunakan teknik untuk mendapatkan pengalaman membaca yang lebih fun, mudah dan menyenangkan. Ini akan memberi kesan baru dalam membaca. Dengan teknik akan mempercepat Anda mengakuisisi kebiasaan membaca.

Inilah langkah-langkah yang bisa Anda gunakan untuk membentuk kebiasaan membaca. Dan sebelum Anda pergi dari halam ini, saya ingin mengajak Anda untuk mempelajari dan mereview teknik bacakilat.

Dari sana Anda bisa putuskan apakah teknik bacakilat ini bisa membantu Anda atau tidak. Artinya saya mendorong Anda untuk mengambil keputusan mempelajari bacakilat atau tidak setelah Anda mendapatkan gambaran besar bagaimana teknik ini bekerja dan apakah teknik ini sesuai dengan kebutuhan Anda.

Untuk mempelajarinya, Anda bisa langsung klik link ini. Oh iya, untuk bisa mengakses materinya, pertama-tama Anda harus memasukkan nama dan alamat email Anda. Setelah itu link untuk mengakses materi bacakilat akan dikirimkan ke email Anda.

Dari situ Anda bisa langsung mereview apakah bacakilat bisa membantu Anda mengatasi masalah Anda atau tidak.

Selamat belajar dan berikan komentar Anda tentang artikel ini di kolom komentar ya

 

About the Author

Leave a Reply 0 comments

Leave a Reply: