Daftar Ketakutan Yang Menghentikan Belajar Bacakilat (1)

Apa yang membuat seseorang tidak mendapatkan manfaat besar dari sebuah informasi? Khususnya informasi-informasi yang bisa memberikan kesempatan dan peluang untuk ia bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Ada beberapa kemungkinan. Pertama, informasi itu tidak relevan dengan kebutuhannya. Kedua, informasi itu relevan tapi ia sudah memiliki sudut pandang atau asumsi negatif terhadap informasi itu.

Asumsi ini bisa muncul dari mana saja. Mulai dari TV, sosial media, cerita orang lain, penilaian orang lain dsb.

Berasumsi negatif atau skeptis itu sangat dibutuhkan selama kita terbuka mencari tahu kebenaran akan informasi itu. Justru bersikap skeptis itu penting agar kita tidak mudah percaya dan melakukan apa yang diminta oleh si pemberi atau pemilik informasi.

Seperti di bacakilat misalnya, kami memastikan ke setiap orang untuk mendapatkan informasi yang utuh tentang bacakilat dan membuka ruang diskusi untuk bertanya.

Harapan kami, dengan informasi yang ia dapatkan, ia bisa mengetahui manfaat apa saja yang akan ia dapatkan dari bacakilat. Apa saja tantangan yang perlu ia hadapi dan bagaimana mengatasinya.

Apa saja langkah-langkah yang harus ia lakukan sampai hal-hal detail sehingga saat ia belajar bacakilat, ia merasa familiar dan tidak kecewa karena terburu-buru membeli tanpa mengetahui kelebihan dan kekurangan dari bacakilat.

Oh iya, informasi tentang bacakilat kami siapkan semuanya di web bacakilat.com yang mana semua orang bisa mengaksesnya secara free.

Dan di artikel ini, kita akan membahas apa saja ketakutan-ketakutan yang dihadapi banyak orang yang ingin belajar bacakilat.

Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi agar Anda bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin juga Anda sedang tanyakan saat ini.

Yuk kita bahas satu per satu:

 

“Saya mau belajar bacakilat tapi takut teknik ini ga works seperti yang sudah-sudah.”

Gambar oleh Tumisu dari Pixabay

Apakah Anda juga mengajukan pertanyaan yang sama seperti ini?

Orang yang berkata seperti ini pasti mereka pernah mengikuti beberapa pelatihan berbayar sebelumnya.

Dengan apa yang mereka pelajari, mereka merasa tidak mendapatkan hasil maksimal dari pelatihan tersebut.

Terlepas Anda mau belajar bacakilat atau pelatihan apapun, sangat dibutuhkan komitmen dan disiplin dalam praktek sampai skill itu menjadi kebiasaan.

Cara termudah mengukur sebuah pelatihan bagus atau tidak, dibuktikan melalui menerapkan pengetahuan dan skill yang dipelajari.

Jika mendapatkan manfaat dengan mempraktekkan materi pelatihan tersebut, maka pelatihan itu bagus dan begitu juga sebaliknya.

Jadi sebelum Anda ingin belajar satu bidang tertentu, sangat perlu mempertimbangkan seberapa besar komitmen Anda untuk menerapkan materi ajar dari pelatihan itu, terutama setelah menyelesaikan pelatihan tersebut.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan saat mau belajar satu bidang tertentu, apakah setelah pelatihan si pengajar atau si pemberi pelatihan masih memberikan service berupa kebebasan untuk berkonsultasi atau bertanya tentang materi-materi yang belum dipahami.

Ini sangat penting. Apalagi kalau materi pelatihannya sangat banyak sampai harus pelatihan berhari-hari. Besar kemungkinan pasti ada hal-hal yang peserta pelatihan bisa missed atau lupa.

Jadi dengan adanya kebebasan untuk berkonsultasi setelah pelatihan, ini akan sangat membantu sekali terutama bagi mereka yang mengalami kebingungan akan materi pelatihan.

Sama halnya dengan bacakilat. Saat di pelatihan tatap muka, semua peserta bisa memahami apa yang disampaikan oleh pengajar.

Tapi saat mereka di rumah, mempraktekkan bacakilat, mereka mulai mendapatkan pertanyaan yang tidak terpikirkan sebelumnya saat berada di kelas.

Masalahnya, jika pertanyaan dan kebingungan mereka tidak bisa diakomodir dengan baik, ini bisa berdampak fatal. Ini bisa bisa menurunkan atau lebih buruk lagi, menghancurkan momentum membaca. Dan pada akhirnya mereka berhenti praktek. Itu bukan hal yang kami inginkan.

Hal seperti ini terjadi di awa-awal bacakilat diajarkan. Melihat kondisi ini, dari Bacakilat membuat wadah untuk semua peserta bisa berkumpul bersama di facebook grup tertutup dan grup wa untuk per angkatan. Jadi mereka bisa bertanya langsung ke pengajar dan berbagai cerita.

So, kembali ke pertanyaan awal, kalau Anda merasa bacakilat tidak akan bekerja untuk Anda, atau Anda merasa tidak akan mendapatkan manfaat besar dari bacakilat, maka ada beberapa hal yang perlu Anda cek sebelum benar-benar membulatkan tekad untuk mempelajari bacakilat.

 

1. Relevansi

Apakah teknik bacakilat ini relevan dengan kebutuhan Anda. Apakah bacakilat ini bisa membantu Anda mencapai tujuan Anda.

Kalau Anda menjawab tidak, maka Anda tidak perlu mempelajari bacakilat. Lebih baik Anda mempelajari hal lain yang lebih relevan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda.

Kalau Anda merasa bacakilat bisa membantu Anda tapi Anda masih merasa ragu bagaimana teknik baca ini benar-benar bisa membantu Anda, Anda bisa mempelajarinya di sini.

Jadi, pastikan dulu apakah teknik ini relevan dengan kebutuhan dan tujuan Anda.

 

2. Komitmen Penuh

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, sangat dibutuhkan komitmen besar untuk benar-benar bisa mendapatkan hasil maksimal dari satu pelatihan.

Begitu juga dengan Bacakilat, kami juga membutuhkan komitmen Anda untuk mempraktekkan bacakilat setelah Anda belajar bacakilat baik lewat offline atau online.

Kami tidak akan meminta waktu yang sangat banyak untuk itu. Cukup 20 jam dan menuntaskan 10 buku. 20 jam ini bisa Anda cicil. Misalnya per hari 1 jam atau 2 jam atau bisa 30 menit per hari.

Dengan Anda berkomitmen, maka Anda bisa mendapatkan manfaat besar dari Bacakilat.

 

3. Apakah Teknik Ini Akan Works?

Poin ini untuk menjawab pertanyaan di atas, “Apakah teknik ini akan works?”

Selama Anda mengikuti apa yang diminta untuk dilakukan, maka Anda pasti akan mendapatkan manfaat besar dari teknik bacakilat.

Sedikit informasi, ada 8823 orang yang telah belajar bacakilat secara tatap muka. Angka ini pasti akan terus bertambah. Dan bacakilat sendiri telah diajarkan sejak tahun 2009 sampai sekarang. Saat ini sudah ada 301 angkatan yang tersebar di seluruh kota-kota besar di Indonesia.

So, intinya, selama Anda melakukan apa yang diminta untuk dilakukan, kami percaya Anda pasti bisa menguasai bacakilat dan membantu Anda menuntaskan semua tumpukan buku Anda.

 

“Saya mau belajar tapi takut ga dipraktekin seperti yang sudah-sudah?”

Inilah alasan kenapa kami meminta komitmen Anda di depan untuk benar-benar mempraktekkan apa yang akan Anda pelajari.

Bacakilat adalah skill. Dan yang namanya skill, skill apapun itu, membutuhkan waktu dan latihan. Sama seperti skill berenang atau skill apapun.

Agar seseorang bisa berenang dengan lancar dan nyaman, maka ia harus praktek dan berlatih tekniknya dengan benar. Kalau ia tidak bisa komitmen untuk berlatih, maka sama saja, saat masuk ke kolam yang dalam, besar kemungkinan ia akan tenggelam.

Dan untuk menjaga momentum praktek bacakilat, dan ini bagian yang sangat penting di luar bacakilat adalah relevansi bacakilat akan kehidupan Anda.

Semakin Anda jelas bagaimana bacakilat bisa membantu Anda, maka semakin besar kemungkinan Anda akan menguasai bacakilat. Hal seperti ini bisa terjadi karena pikiran bawah sadar Anda ikut membantu Anda mencapai tujuan Anda.

 

“Saya mau belajar bacakilat tapi ga punya waktu buat baca.” Atau, “Saya mau belajar bacakilat online course, tapi takutnya ga ada waktu untuk mempelajarinya.”

Gambar oleh Adina Voicu dari Pixabay

Ini adalah masalah klasik. Terutama untuk mereka yang bekerja. Hal yang sama juga terjadi pada mereka yang ingin belajar bacakilat lewat online course tapi beralasan tidak punya waktu membaca. Kenapa?

Setiap kita memiliki jatah waktu yang sama. Jika seseorang berkata seperti pernyataan di atas, maka besar kemungkinan ia tidak jelas dengan prioritas hidupnya. Semua hal dianggap penting untuk dilakukan.

Selama ia tidak jelas dengan prioritasnya, maka selama itu ia tidak akan memiliki waktu untuk membaca.

Jika membaca memang penting untuk Anda, maka Anda pasti akan menyiapkan waktu khusus untuk membaca. Tidak peduli sesibuk apapun Anda.

Tips jika Anda merasa tidak punya waktu membaca, pertama perjelas prioritas Anda, apakah membaca penting untuk Anda.

Jika membaca penting untuk Anda, maka siapkan waktu khusus. Pak Agus selalu menyarankan membaca di pagi hari karena energi tubuh kita masih besar.

Membaca lebih sulit dilakukan saat energi tubuh sudah rendah. Secara naluri kita akan lebih mudah melakukan hal-hal yang mudah, seperti baringan, cek sosmed atau nonton TV.

Terakhir, kuasai teknik membaca. Seperti di artikel-artikel sebelumnya. Teknik membaca ini sangat penting. Selain mengatasi masalah membaca seperti mengantuk, tidak paham, mudah lupa, dll.

Teknik membaca juga bisa memberikan pengalaman baru yang seru dan fun. Bahkan dari pengalaman kami, banyak alumni merasa membaca 1-2 jam terasa sangat singkat. Mereka sangat fokus dan menikmati bacaan mereka.

Bagi kami, ini hal wajar dan pasti. Kenapa?

Karena, secara teknis pikiran bawah sadar mengirimkan informasi yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan pikiran sadar. Ini bisa terjadi karena di langkah kedua dari teknik bacakilat, kita memasukkan semua informasi yang ada di buku langsung ke pikiran bawah sadar.

Jadi pikiran sadar happy karena mendapatkan apa yang dibutuhkan dan pikiran bawah sadar juga happy karena apa yang ditanya pikiran sadar bisa diberikan oleh pikiran bawah sadar.

Kalau Anda penasaran bagaimana membuat pikiran sadar dan bawah sadar bisa saling bekerja sama dalam menemukan informasi yang dibutuhkan dari buku, maka Anda wajib menonton video tentang cara kerja bacakilat.

Anda bisa mengaksesnya di sini. Nanti akan masuk ke satu halaman. Di sana Anda akan diminta untuk memasukkan nama dan email. Setelah Anda submit, link video akan di kirimkan ke email Anda.

Oke, sampai di sini dulu pembahasan kita. Dan pastikan untuk membaca artikel selanjutnya. Karena saya akan membahas ketakutan-ketakutan lain belum kita bahas tuntas.

Selamat belajar dan saya tunggu cerita Anda setelah mempelajari proses kerja dari Bacakilat

About the Author

Leave a Reply 0 comments

Leave a Reply: