Ini Dia Alasan Mengapa Membaca Buku dapat Membantu Meningkatkan Kesadaran Diri Anda!

Thomas Sterner, dalam bukunya yang berjudul The Practicing Mind: Developing Focus and Discipline in Your Life mengatakan, “We cannot change what we are unaware of.” Kita tidak dapat mengubah apa yang kita sendiri tidak menyadarinya.

Maksudnya bagaimana?

Maksudnya, ketika Anda ingin berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya, Anda perlu terlebih dulu sadar bahwa Anda memiliki masalah dan karenanya Anda berpikir Anda harus berubah. Anda tidak akan terpikir untuk mengubah diri Anda jika Anda sendiri tidak menyadari ada yang salah dengan diri Anda.

Anda setuju, bukan?

Nah, inilah peran kesadaran diri alias self-awareness. Kesadaran diri membantu Anda mengubah diri Anda menjadi lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Ia membantu Anda mengembangkan diri.

Cara kesadaran diri membantu Anda mengembangkan diri bukan hanya dengan menyadarkan Anda akan adanya masalah dalam diri Anda yang harus dirubah. Lebih dari itu, ia memberi tahu apa masalah-masalah Anda dan apa penyebab timbulnya masalah-masalah itu. Akhirnya, beranjak dari mengetahui penyebab-penyebabnya, beranjak dari mengetahui posisi Anda, Anda dapat merumuskan strategi untuk mengubah dan mengembangkan diri Anda.

Pertanyaannya, bagaimana cara meningkatkan kesadaran diri? Dalam artikel yang berjudul Kesadaran Diri Kunci Mengatasi Masalah, dijelaskan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran diri yaitu membaca buku. Hal ini kontradiktif dengan beberapa artikel online yang penulis baca. Dalam beberapa artikel yang penulis baca (dari website lain), banyak dijelaskan bahwa kesadaran diri tidak serta-merta muncul atau meningkat setelah kita membaca buku self-help atau artikel-artikel bertemakan self-help dan pengembangan diri. Tetapi, penulis yakin membaca buku (khususnya buku-buku self-help, pengembangan diri, dan psikologi) dapat membantu meningkatkan kesadaran diri Anda. Berdasarkan pengalaman penulis, membaca buku memang powerful. Ia memberikan penulis pengetahuan mengenai problem-problem dan penyebab-penyebabnya yang tidak penulis ketahui sebelumnya.

Dalam artikel ini, penulis akan mengajak Anda mengetahui bagaimana membaca buku dapat membantu meningkatkan kesadaran diri Anda. Artikel ini didasarkan pada pengalaman penulis setelah membaca cukup banyak buku dan artikel khususnya yang bertemakan self-help, pengembangan diri, dan psikologi.

Alasan Mengapa Membaca Buku dapat Membantu Meningkatkan Kesadaran Diri

Sebelum menggeluti buku-buku self-help dan pengembangan diri, penulis sudah sadar bahwa penulis memiliki banyak masalah dalam diri penulis. Tetapi, penulis tidak tahu apa penyebab masalah-masalah itu. Ketidaktahuan tersebut membuat penulis hanya pasrah, menyalahkan diri sendiri, dan menyalahkan orang lain.

Contohnya, ketika mengantuk saat membaca buku, penulis hanya berpikir itu dikarenakan otak penulis memang tidak sampai sehingga tidak paham apa yang penulis baca, di mana ketidakpahaman itu membuat mata penulis langsung mengantuk. Penulis menyalahkan diri sendiri sebagai biang kerok masalah mengantuk saat membaca buku. Selain itu, penulis juga hanya pasrah saja, tidak berusaha mengubahnya dengan mencari cara supaya tidak mudah mengantuk saat membaca.

kesadaran diri

Setelah menggeluti cukup banyak buku, penulis jadi tahu apa penyebab mengantuk saat membaca, yaitu tidak adanya tujuan yang jelas.

Contoh lain, dulu penulis merasa diri sebagai orang yang mudah bosan. Baru belajar sebentar, sudah bosan dan ingin mempelajari hal lainnya. Sebelum bergelut dengan buku-buku self-help dan pengembangan diri, penulis berpikir kebosanan itu dikarenakan memang demikian karakter penulis. Penjelasan yang TAK TERPIKIRKAN SEBELUMNYA!

Sekarang, penulis tahu bahwa rasa bosan bisa dikarenakan banyak hal. Salah satunya, menganggap materi yang penulis pelajari itu tidak penting. Dari situ, penulis bisa menyusun strategi agar sedemikian sehingga materi itu menjadi penting bagi penulis.

Nah, lalu, soal kebiasaan-kebiasaan buruk. Awalnya, penulis merasa kesulitan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk karena penulis berpikir penulis memang tidak memiliki kemauan yang kuat untuk mengubahnya. Hal itu membuat penulis menyalahkan diri sendiri. Setelah membaca beberapa buku pengembangan diri, penulis paham bahwa otak manusia memang lebih dikendalikan oleh pikiran bawah sadar, ketimbang oleh pikiran sadar yang bertugas dalam kontrol diri. Inilah yang membuat kebiasaan buruk sukar dirubah, karena kebiasaan tempatnya di dalam pikiran bawah sadar, yang memiliki kontrol lebih besar dibanding pikiran sadar/kontrol diri.

Pengetahuan itu setidaknya membuat penulis bisa lebih maklum terhadap kebiasaan-kebiasaan buruk yang belum bisa penulis rubah. Setidaknya, penulis bisa lebih memaklumi kekurangan penulis bahwa penulis lamban dalam perubahan ke arah lebih baik.

Pada intinya, dari membaca buku, penulis bisa lebih mengenal diri sendiri lebih dalam, bisa memahami bagaimana kondisi mental, psikis, mindset, pola pikir, dan kebutuhan-kebutuhan penulis.

Dari membaca buku juga penulis jadi tahu dari mana penulis harus memulai perubahan. Bayangkan jika penulis tidak membaca buku-buku self-help, pengembangan diri, atau psikologi, penulis tidak tahu akar penyebab masalah-masalah dalam diri penulis dan karenanya tidak tahu bagaimana menyelesaikannya dan membuat progres dalam hidup.

Nah, jika penulis dapat meningkatkan kesadaran diri dan mengembangkan diri dari membaca buku, Anda pun juga dapat meningkatkan kesadaran diri Anda dengan cara yang sama. Dengan membaca buku, memang tidak serta-merta Anda bisa mengubah hidup Anda menjadi lebih baik, tidak serta-merta Anda dapat mengembangkan diri Anda. Tetapi, membaca buku menawarkan kepada Anda pengetahuan tentang karakter, kebiasaan, kondisi mental, pola pikir, harapan, dan mindset yang TIDAK TERPIKIRKAN dalam benak Anda sebelumnya. Akhirnya, lewat pengetahuan itu, Anda dapat menelusuri bagaimana posisi Anda, bagaimana kondisi psikis, apa pola pikir yang mendominasi pemikiran Anda, apa penyebab kegagalan-kegagalan Anda yang berulang, dan mengubahnya beranjak dari kondisi itu.

Untuk itu, jangan ragu untuk membangun kebiasaan membaca. Bacalah buku-buku self-help, pengembanagn diri, psikologi, dan bahkan filsafat! Dan, rasakan manfaatnya yang fantastis!

About the Author

Agus Setiawan adalah Founder dari sistem Bacakilat. Bacakilat pertama kali diajarkan di tahun 2009. Dan terus berkembang melaui proses penelitian, pembelajaran dan uji coba ke dalam tim Bacakilat. Dari Bacakilat 1.0 berkembang sampai sekarang Bacakilat 3.0 yang merupakan pendekatan termudah untuk menguasai Bacakilat.

Leave a Reply 0 comments

Leave a Reply: