Mengapa Kita Cepat Lupa Apa yang Kita Baca?

stress reading

Waktu yang terbatas. Kegiatan yang segudang. Berbagai keahlian yang harus cepat dipelajari. Materi yang harus segera tuntas dibaca. Berbagai email dan pesan yang harus dibalas. Serta berbagai buku pengembangan diri yang harus disiplin kita pelajari. Semua realita tersebut akan dialami oleh siapapun yang menginginkan perubahan besar dalam hidup.

Akan tetapi, masalah selanjutnya akan segera muncul. Apakah kita akan mengingat segala sesuatu yang kita baca dengan sempurna?

Dengan berbagai kesibukan dan waktu membaca yang terbatas, sangat disayangkan apabila kita tidak bisa mengingat hal yang kita baca secara permanen. Bagaimana pun juga, kita sudah menginvestasikan begitu banyak waktu untuk mendapat pengetahuan baru melalui bacaan. Jika semuanya hanya sekedar ‘melintas’ tanpa benar-benar mengendap dalam pikiran Anda, tentunya akan sia-sia bukan?

Cepat lupa apa yang sudah dibaca. Ya, itu merupakan masalah yang dihadapi banyak orang yang banyak membaca, termasuk Anda. mengapa hal ini bisa sampai terjadi? Bagaimana strategi yang harus kita terapkan dalam proses membaca sehingga kita tidak cepat lupa apa yang kita baca? Artikel ini akan membahasnya untuk Anda.

Mengapa kita sering lupa apa yang kita baca? Secara garis besar, masalah kesulitan kita untum mengingat apa yang kita baca secara permanen di sebabkan oleh 5 hal berikut ini :

Kemampuan otak sadar yang hanya mampu menyerap hanya 5-9 hal per detik

Ketika hari ini kita membaca berbagai berita terbaru, kita mungkin bisa ingat sampai ke detail berita. Kapan kejadiannya, dimana, mengapa dan siapa pelakunya? Namun, ketika keesokan harinya kita membaca berita yang terbaru lainnya, kita pun akan lupa apa yang sudah kita baca kemarin karena sudah digantikan dengan berita baru hari ini. Begitu terus polanya.

Sama halnya seperti ketika Anda mengingat nomor handphone seseorang secara selintas. Ketika Anda disebutkan 7 digit nomor, mungkin Anda bisa mengingatnya dengan cepat, namun lihat apa yang terjadi beberapa hari kemudian. Apakah Anda masih mengingat 7 digit nomor tersebut dengan baik?

Ketika kita mengandalkan pikiran sadar untuk mengingat sesuatu, kita akan sangat mudah kehilangan apa yang kita ingat, karena memang hanya segitulah kapasitas otak sadar kita dalam mengingat suatu hal.

Hal ini dikarenakan kemampuan otak sadar manusia hanya mampu mengingat 5-9 hal dalam sekali waktu. Apa artinya? Dengan kapasitas yang terlalu kecil ini,otak kita hanya akan mampu menampung hal-hal yang melintas secara sementara, dan akan hilang begitu sudah digantikan dengan hal lainnya.

Dan seperti yang dikatakan Nick Herbet dalam bukunya yang berjudul “The Elemental Mind”, bahwa pikiran sadar hanya menyerap informasi 15-50 bit informasi dalam satu waktu, sedangkan pikiran bawah sadar dapat memproses 2.300.000 bit informasi. Selain itu, pikiran sadar juga hanya memiliki peran sebesar 12% dalam kehidupan kita.

Tidak dalam kondisi fokus

Masalah kedua yang menyebabkan kita hanya bisa mengingat apa yang kita hanya dalam waktu sementara atau tidak permanen adalah karena kondisi saat kita membaca yang tidak berada dalam kondisi fokus.

Kita saat ini hidup dalam dunia dengan gangguan tanpa batas. Konsentrasi dan fokus menjadi barang yang sangat langka saat ini. Selalu muncul gangguan-gangguan yang tidak diinginkan saat kita sedang ingin fokus membaca. Pernahkah Anda mengalami hal demikian?

Selalu saja ada gangguan-gangguan kecil saat kita membaca yang membuat hilangnya konsentrasi terhadap apa yang kita baca. Gangguan tersebut muncul bisa dari keramaian sekitar, orang lain yang tiba-tiba mengajak kita berbicara, godaan untuk bermain game atau membuka instagram atau twitter di gadget Anda, maupun berbagai buah pikir yang muncul setiap detiknya.

Tujuan yang masih abu-abu

Penyebab lainnya mengapa ingatan yang tidak bertahan lama setelah kita membaca adalah karena tujuan kita dalam membaca yang masih belum jelas atau abu-abu. Tanpa memiliki tujuan membaca yang jelas, Anda akan kesulitan mendapatkan apa yang Anda inginkan dari sebuah bacaan. Kita akan mendapatkan apa yang kita niatkan.

Tanpa tujuan membaca yang jelas, Anda akan kesulitan menyaring apa yang Anda butuhkan dan apa yang harus Anda ingat. Dengan memiliki tujuan saat membaca, Anda akan dengan mudah menentukan mana detail-detail atau poin penting yang harus Anda beri perhatian lebih, mana yang kurang penting dan tidak masalah jika Anda lewatkan.

Keterbatasan waktu dan panjangnya daftar bacaan

Masalah selanjutnya yang muncul datang dari panjangnya daftar buku atau artikel yang harus Anda baca, sehingga ketika Anda membaca buku baru, Anda akan segera melupakan isi buku lain yang pernah Anda baca sebelumnya.

Salah satu cara untuk mensiasati masalah ini adalah dengan membuat catatan kecil pada apa yang sudah selesai Anda baca. Selain itu, dalam artikel selanjutnya, kita akan memberikan satu rahasia lagi. Masalah waktu. Siapapun akan berusaha menemukan cara yang tepat untuk mengatur waktu agar bisa tetap membaca meskipun sibuk luar biasa.

Tidak adanya catatan yang baik

Segala yang sudah dibaca dan diketahui, akan menguap begitu saja jika Anda tidak mengikatnya dengan catatan. Tidak adanya catatan yang baik adalah salah satu penyebab mengapa kita selalu saja lupa dan kehilangan poin penting terhadap apa yang sudah kita baca.

Sekali lagi, meskipun kita sudah berusaha mencatat dalam kertas, jika kita belum tau cara mencatat yang baik, tentunya apa yang sudah kita baca akan sia-sia dan menguap begitu saja.

Mencatat secara linear seperti apa yang selama ini diajarkan kepada kita di sekolah, adalah cara mencatat yang membuat ingatan tentang materi tidak akan bertahan dengan lama. Melalui sistem mind map yang sudah terintegrasi dalam sistem Bacakilat 3.0, yang ditemukan oleh Agus Setiawan, kita akan sangat terbantu untuk mengumpulkan serta meringkas ratusan bahkan ribuan materi di otak bawah sadar kita yang memiliki kemampuan mengingat dalam jangka panjang.

Demikianlah beberapa hal yang selama ini membuat kita kesulitan untuk mengingat dalam jangka panjang apa yang sudah kita baca.

About the Author

Leave a Reply 0 comments

Leave a Reply: