Aspek apa saja yang bisa ditingkatkan oleh seorang alumni Bacakilat dari Makassar dengan menuntaskan 27 buku kurang dari 2 bulan?

  • Home >>
  • Study Case >>

Drh Muhammad Ridwan Gaffar, M.M yang mengkuti Workshop Bacakilat 3.0 batch 218 tahun 2018 di Makassar

Saya Drh Muhammad Ridwan Gaffar, M.M. Latar belakang saya adalah dokter hewan. Saya bekerja di sebuah instansi pemerintah di kota Makassar di pemerintah kota Makassar. Keseharian saya juga adalah selaku pebisnis di sebuah multi level marketing yang bernama PayTren Yusuf Mansur. Di bisnis tersebut saya salah satu dari Bronze Leader.

Saya mengikuti pelatihan Bacakilat di angkatan 218 sekitar satu setengah bulan yang lalu (wawancara dilakukan pada tanggal 21 September 2018, ed) dan yang mengajar saat itu adalah coach Yulius.

Saya mengikuti pelatihan Bacakilat karena ada banyak masalah membaca yang saya hadapi. Salah satu masalah saya adalah hanya membeli buku tapi tidak pernah selesai dibaca. Baca 15 menit, rasanya sudah tidak menarik, saya langsung simpan saja.

Sebenarnya, mungkin ada inti-inti sari di dalam buku tersebut yang saya butuhkan tapi tidak bisa saya dapatkan karena sudah malas duluan. Jadi dalam setahun ini tidak ada satu buku pun yang selesai saya baca. Bahkan sering baca buku juga, tapi saya tidak tahu isinya apaan.

Tujuan utama saya mengikuti seminar Bacakilat adalah, saya ingin mengembangkan diri saya dari membaca buku. Karena terus terang, untuk mengembangkan diri, susah bertemu dengan coach jadi saya harus banyak membaca buku.

Itulah yang melatar belakangi saya mengikuti pelatihan Bacakilat agar saya bisa membaca lebih banyak buku dengan pemahaman tinggi agar bisa bertumbuh dengan lebih cepat.

Saya sangat berterima kasih dengan adanya pelatihan Bacakilat di Makassar, saya ikut workshopnya meskipun saya harus merogoh kocek uang saya tapi saya sangat puas, saya sangat antusias untuk mau belajar dan belajar.

Karena sebenarnya ciri-ciri orang yang mau sukses adalah harus ulet, harus terus belajar, harus mau beradaptasi. Kalau saya tidak mau belajar mungkin saya akan tertinggal dengan yang lain tapi dengan saya membaca buku, maka saya bisa mengembangkan jiwa saya, saya bisa mengembangkan kualitas diri saya untuk bisa mencapai apa yang saya inginkan.

Salah satu cara mudahnya adalah dengan membaca buku dan ini saya sudah sangat merasakan sekali. Dengan membaca, kurang dari satu setengah bulan saya sudah membaca banyak buku kepribadian, bagaimana berteman dengan baik, bagaimana agar kita bisa sukses, bagaimana kita memahami pekerjaan kita, bagaimana cara me-maintenance keuangan kita, dengan membaca, pengetahuan saya bertambah.

Dengan saya di bisnis PayTren, mau tidak mau saya harus berkompetisi dengan orang lain agar bisa meraih peringkat yang lebih tinggi lagi dan saya layak menjadi leader di tim saya.

Dari beberapa buku yang saya pelajari, “Jika Anda ingin sukses maka apa yang Anda pelajari harus langsung dipraktekkan”. Makanya setelah seminar Bacakilat saya terus membaca buku dan mempraktekkan apa yang telah saya pelajari.

Kemudian mendengarkan audio dari Aquarius Note yang saya dapatkan saat mendaftar pelatihan di seminar. Kemudian berada di komunitas orang-orang yang mau belajar yang ada di group wa Bacakilat.

Ternyata saya juga harus mengurangi menonton hal-hal yang bisa mengganggu dan menyita waktu melakukan hal yang sia-sia dan tidak mendukung pertumbuhan diri.

Menurut saya pribadi ya mas, kalau saya mau sukses, jadikan belajar sebagai hobi. Jadi saat saya membaca saya merasa gembira. Ketika saya gembira, saya menguatkan diri dengan mengucapkan kalimat afirmasi-afirmasi positif ke diri saya sendiri.

Afirmasi inilah yang nantinya menjadi penambah kekuatan untuk saya bisa terus semangat belajar. Afirmasi-afirmasi positif itu banyak saya dapatkan dari program Effortless Success. Effortless Success ini sangat menginspirasi saya untuk terus semangat belajar dan membaca buku.

Terus konsisten dan jangan mengeluh. Saya trauma dengan kegagalan saya yang kemarin dan saya harus belajar dan bangkit kembali. Dan apa yang saya sampaikan ini, terus terang, saya tidak pernah bisa berbicara seperti ini. Apa yang saya sampaikan ini berasal dari buku yang saya telah bacakilat.

Makanya saya merasa Bacakilat sangat-sangat luar biasa karena bisa menambah perbendaharaan kata. Apalagi saya bisa membagikannya kepada jaringan saya di bisnis PayTren.

Perubahan positif yang sangat saya rasakan setelah menerapkan Bacakilat adalah cara saya berinteraksi dan berkomunikasi ke orang lain. Ini menyangkut pada bagaimana saya harus mengerti orang lain dan memberikan masukan serta mendongkrak motivasi teman-teman di bisnis jaringan saya di PayTren.

Perkembangan positif yang saya rasakan membuat saya merasa lebih nyaman dengan diri saya. Saya bangga ke diri saya karena berada dan terus melangkah di jalur yang tepat.

Selama satu setengah bulan ini saya banyak membaca buku-buku dengan topik spiritual, buku-buku yang bersifat untuk kepribadian seperti buku-buku karangan Yusuf Mansur, buku dari pak Ippho Santosa tentang Tujuh Keajaiban Rezeki.

Kemungkinan besar saya akan memberi target kepada diri saya, semoga di bulan ini dan bulan depan saya sudah bisa membaca buku-buku yang sifatnya mengarah ke public speaking.

Karena, terus terang saya sangat tertarik dengan perjalanan dari hidup coach Yulius yang dulunya beliau adalah orang yang pemalu dan tidak berani berbicara di depan umum. Ternyata dengan membaca banyak buku tentang komunikasi, kemampuan berkomunikasinya meningkat dan bahkan bisa menjadi pembicara di Aquarius Learning.

Ini juga akan berdampak pada pertumbuhan bisnis jaringan saya terutama jika harus bertemu dan berkumpul dengan downline dan prospek mereka.

Kemampuan public speaking yang berhasil saya kembangkan akan dibutuhkan saat saya mempresentasikan bisnis. Ini akan membantu saya selaku pelaku di bisnis PayTren dan downline-downline dalam meyakinkan prospek mereka walaupun background saya seorang dokter hewan.

Tidak hanya pada bisnis jaringan saya, di kantor juga saya sangat merasakan manfaat dari Bacakilat khusunya saat berinteraksi dengan rekan kerja dan pasien-pasien saya.

Setelah selesai pelatihan Bacakilat sampai sekarang saya telah menyelesaikan 27 buku berserta dengan mind mappingnya. Setelah masuk buku ke 11, mind mapping saya buatkan di buku agenda saya. Karena saya takut kalau mind mapping yang saya buat di selembar kertas bisa hilang atau tercecer. Jadi kalau saya butuh ide maka saya cukup buka buku agenda saya. Jadi lebih simple dan saya tidak takut kalau mind minpping saya hilang juga.

Waktu yang saya butuhkan untuk menuntaskan satu buku dengan Bacakilat sekitar 2 jam. Ada juga buku-buku yang bisa saya selesaikan sekitar 40 menit. Semua tergantung dengan tujuan dan ketebalan buku.

Enaknya menggunakan bacakilat, dengan waktu sesingkat itu saya sudah bisa memahami isi bukunya dengan sangat baik dan sudah ada mind mappingnya juga.

Kalau dulu melihat buku dengan ketebalan sekitar 200-300 sudah membuat saya malas dan mikir kalau nanti setelah baca tetap saja saya tidak paham akan apa yang telah saya baca.

Jadi dengan Bacakilat, buku setebal apapun saya bisa taklukkan. Kenapa? Karena saya sudah mengetahui cara menaklukkan buku dan mendapatkan manfaat besar dari buku yang telah saya bacakilat.

Bagi teman-teman yang ingin meningkatkan kualitas diri Anda maka membaca buku adalah cara tercepat. Apalagi tidak ada mentor, maka buku bisa menjadi mentor yang sangat tepat. Jadi pemikiran dan ilmu-ilmunya bisa kita gunakan untuk kesuksesan kita.

Jadi teman-teman yang mau maju, belajarlah Bacakilat. Anda tidak akan rugi jika benar-benar menjadikannya sebuah kebiasaan. Saya sendiri merasa sangat puas dengan belajar Bacakilat karena banyak membantu saya teruma menuntaskan buku-buku yang telah saya beli tapi dulu belum sempat saya baca.

Jika Anda masih ragu, pelajari dulu. Ikuti seminarnya biar tahu apa saja yang bisa didapatkan dengan menguasai Bacakilat. Kalau memang nanti tidak cocok untuk Anda, ya sudah, ga perlu belajar. Kalau memang cocok, kuasai dan baca buku-buku yang telah Anda beli.

About the Author

Agus Setiawan adalah Founder dari sistem Bacakilat. Bacakilat pertama kali diajarkan di tahun 2009. Dan terus berkembang melaui proses penelitian, pembelajaran dan uji coba ke dalam tim Bacakilat. Dari Bacakilat 1.0 berkembang sampai sekarang Bacakilat 3.0 yang merupakan pendekatan termudah untuk menguasai Bacakilat.

Leave a Reply 0 comments

Leave a Reply: