Rahasia Menjadikan Anak Seorang Pembaca Kreatif

KIDS READING 1

Dalam artikel sebelumnya, kita telah membahas berbagai manfaat membaca kreatif. Ternyata setiap membaca memang dituntut untuk bisa menjadi pembaca kreatif. Dalam hal ini, yang dimaksud pembaca kreatif adalah mereka yang tidak hanya mampu membaca dan memahami sebuah bacaan, namun mampu membuat bacaan tersebut membawa perubahan baik dalam hidupnya.

Di usia kita sekarang ini, mungkin mudah saja untuk belajar menjadi pembaca kreatif. Namun, bagi anak-anak, membaca secara kreatif memang diperlukan latihan. Selain itu, mempersiapkan mereka untuk menjadi pembaca kreatif adalah hadiah yang bisa kita persembahkan bagi kebaikan masa depan mereka.

Membaca kreatif yaitu proses membaca untuk mendapatkan nilai tambah dari pengetahuan yang terdapat dalam bacaan dengan cara mengidentifikasi ide-ide yang menonjol atau mengkombinasikan pengetahuan yang sebelumnya pernah didapatkan. Dalam hal ini, setelah seseorang pembaca menyelesaikan bacaannya, ia tentu saja memiliki daya inisiatif dan kreatif untuk mengembangkan pemahaman membacanya dengan menghasilkan ide baru yang inovatif.

Nah, dalam artikel kali ini, kita akan mengetahui berbagai strategi untuk mempersiapkan anak kita menjadi seorang pembaca yang kreatif. Dengan bekal ini, mereka akan lebih mudah menjadi ‘pemenang’ di masa depan karena keterampilan mereka yang dahsyat untuk meneraapkan apa yang sudah mereka baca. Tentunya, Anda sebagai orang tua juga akan diuntungkan karena tidak perlu terlalu banyak mengeluarkan energi saat mendidik mereka hingga dewasa nanti. Mereka akan pintar dan dewasa dalam menentukan sikapnya sendiri J

Dalam artikel yang telah kita bahas sebelumnya, salah satu manfaat dari membaca kreatif adalah kematangan dalam pola berpikir. Jika hal ini bisa diterapkan sejak anak Anda masih kecil, tentunya ia akan terbiasa memecahkan berbagai persoalan nantinya. Kemampuan problem solving nya akan berada jauh di atas teman-teman sebayanya.

Luangkan waktu Anda sejenak dalam keseharian untuk menerapkan beberapa tips berikut dan bersiaplah memiliki seorang pembaca kreatif cilik! 😉

1. Keterampilan mengikuti petunjuk dalam bacaan kemudian menerapkannya

Pilihkan anak Anda beberapa bacaan yang di dalamnya memiliki petunjuk-petunjuk teknis tertentu, lalu ajak mereka untuk menerapkan setiap tahapannya.

Sebagai contoh, buku tentang tips membuat keterampilan dari kertas, atau tips mengkreasikan boneka.

Ingkatnya, carai bahan bacaan yang memuat petunjuk-petunjuk teknis dan jadikan sebagai kegiatan seru yang bisa dipraktekkan bersama anak Anda.

2. Keterampilan membuat resensi buku

Cara lainnya dalam membentuk anan menjadi pembaca kreatif adalah dengan mengajarinya membuat resensi buku. Biarkan ia belajar menilai buku yang sudah di abaca. Izinkan ia menyampaikan kelebihan dan kekurangan dalam buku tersebut. Jika anak Anda belum terbiasa untuk menulis, bisa diganti dengan meminta mereka memberikan rekomendasi buku kepada Anda. pancing pendapat mereka dengan cara menanyakan misalnya, buku sejarah apa yang paling menyenangkan untuk dibaca? Apa alasannya? Biarkan anak Anda yang memberikan rekomendasinya.

3. Keterampilan memecahkan masalah sehari-hari melalui teori yang disajikan dalam buku

Ajak anak Anda untuk belajar memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan menjadikan buku sebagai rujukan. Misalkan saat anak Anda terluka/terjatuh, ajak anak Anda untuk googling cara mengobati luka dan menghindari infeksi misalnya, lalu biarkan anak Anda mengaplikasikannya.

Ketika anak Anda mempermaslahkan/mempertanyakan sesuatu, coba pancing mereka untuk mencari tahu jawabannya melalui bacaan/artikel terlebih dahulu. Dengan begitu, seiring ia tumbuh dewasa, anak Anda akan terbiasa menjadikan buku yang dibacanya sebagai salah satu rujukan dalam memecahkan masalah. Jadikan membaca merupakan proses yang berharga baginya.

4. Keterampilan mengubah buku cerita prosa (cerpen, novel) menjadi bentuk naskah drama atau sandiwara

Jika anak Anda menyukai buku-buku fiksi seperti novel, dongeng atau cerpen, coba ajak mereka untuk membuat sebuah drama singkat berdasarkan ceita yang baru saja selesai dibacanya

5. Keterampilan mementaskan naskah drama yang telah dibaca

Beri inspirasi anak Anda untuk mencoba membuat sebuah drama bersama teman-temannya berdasarkan cerita dalam buku. Berlatih drama berdasarkan cerita dalam buku melatih anak Anda untuk bisa menerapkan apa yang ada dalam buku sekaligus menguji daya pahamnya terhadap buku yang baru saja dibacanya. Selain itu, drama juga memiliki beberapa manfaat bagi anak Anda antara lain

• Memupuk kerja sama yang baik dalam pergaulan sosial.

• Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melahirkan daya kreasi masing-masing.

• Mengembangkan emosi yang sehat pada anak-anak.

• Menghilangkan sifat malu, gugup, tegang, takut, dll.

• Mengembangkan apresiasi dan sikap yang baik.Menghargai pendapat dan pikiran yang baik.

Keterampilan menghasilkan sesuatu atas apa yang telah dibaca. Misalkan mampu membuat cerpen setelah membaca cerpen. Mampu membuat puisi setelah membaca puisi, dan lain-lain.

Dengan keterampilan ini, anak Anda akan mampu dan terbiasa untuk mengaplikasikan apa yang sudah dibacanya dengan gayanya sendiri.

4 Hal yang mendukung seorang anak jadi pembaca kreatif

1. Dramatisasi terhadap bahan bacaan

Pada tahap pertama, para siswa dilatih memberikan ekspresi dramatic terhadap para tokoh serta ide-ide yang telah merka temui dalam bacaan mereka. Keterampilan ini selanjutnya dikembangkan pada tahap kedua . pada tahap ini para siswa mendramatisasikan tema-tema dari sastra dalam kaitannya dengan pengalaman – pengalaman mereka sendiri atau situasi yang baru saja mereka alami. Pada tahap selajutnya, para siswa diberikan kesempatan untuk mempergunakan ironi, parody, humor, dan aneka bentuk drama lainnya untuk mentransformasikan isi penggalan-penggalan sastra ke dalam berbagai macam ekspresi, dalama hati, atau sudut pandang.

2. Narasi (story telling)

Pada tahap pertama, siswa diberi kesempatan untuk menciptakan dan menghubungkan cerita-cerita berdasarkan alur, gagasan, ide, peristiwa, atau tokoh-tokoh dari bacaan mereka. Pada tahap kedua, keterampilan itu selanjutnya dikembangkan dengan cara mendorong para siswa menciptakan cerita-cerita berdasarkan pengalaman-pengalaman mereka, tetapi dirangsang oleh sesuatu yang berasal dari bacaan mereka. Kemudian pada tahap selanjutnya, para siswa membacacerita-cerita lalu menghubungkannya setelah mengadakan perubahan-perubahan untuk mengubah beberapa aspek seperti suasana hati, nada, dan dampak cerita.

3. Latihan menuliskan kembali

Melalui cara ini, anak dilatih untuk mempraktekkan ekspresi kreatif dengan cara menuliskan kembali apa yang telah dibacanya. Anak-anak atau para siswa baiknya didorong serta dianjurkan untuk mengubah serta membentuk kembali peristiwa-peristiwa sebelumnya, tokoh-tokoh, suasana hati, atau gagasan yang diambil dari cerita-cerita aslinya dan dengan demikian mereka akan menciptakan versi mereka sendiri

4. Latihan membuat karya

Kegiatan ini bisa dimulai dengan cara menampakkan kegiatan-kegiatan yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menciptakan suatu karya atau produk visual. Misalkan membuat sesuatu dari kertas lipat atau kain. Atau apapun yang mereka suka dan memiliki ketertarikan dalam mengerjakannya. Biarkan kreativitasnya berkembang dengan mengaplikasikan langkah-langkah dalam bacaan menjadi suatu karya yang mereka ciptakan sendiri.

Dengan berbagai kiat di atas, kita bisa membentuk anak kita menjadi seorang pembaca kreatif di keesokan hari. Tentunya menyenangkan bisa memiliki anak yang tumbuh dewasa dan dicerdaskan melalui buku-buku bermanfaat. Selamat mencoba ya 🙂

About the Author

Leave a Reply 0 comments

Leave a Reply: