Seberapa Cepatkah Membaca Dengan Bacakilat?

Pembaca, apa yang pertama sekali terlintas di pikiran Anda saat mendengar kata bacakilat? Umumnya, orang-orang akan bertanya, “Apa itu bacakilat? Seberapa cepatkan membaca dengan bacakilat?”

Atau, “Apa bacakilat itu baca buku dengan kecepatan tinggi?” Atau mungkin juga, “Apakah dengan bacakilat aku bisa langsung paham isi bukunya?”

Meskipun namanya Bacakilat tidak berarti kita membaca secepat kilat, sekali baca bisa langsung paham isi buku. Kalau Anda ketemu dengan teknik seperti itu di luar sana, kasih tahu saya ya. Saya juga penasaran ingin mempelajarinya haha. Serius.

Oke, kembali ke pertanyaan di judul artikel ini, seberapa cepatkah membaca dengan teknik bacakilat?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada 3 sudut pandang yang bisa kita lihat. Mari kita bahas satu per satu.

Gambar oleh StockSnap dari Pixabay

Kecepatan rata-rata baca konvensional vs bacakilat

Pernahkah Anda mengukur berapa banyak kata yang bisa Anda baca per menit?

Kecepatan rata-rata seseorang membaca dengan cara baca konvensional sekitar 150-250 kata per menit. Di sini kita membaca kata per kata, dari depan ke belakang, dari atas ke bawah.

Jadi untuk menyelesaikan buku dengan ketebalan 200-300 halam dengan jumlah kata sekitar 90 ribu kata bisa diselesaikan lebih kurang 10 jam.

Pak Agus juga pernah mensurvei ke alumni bacakilat tentang seberapa lama yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 1 buku dengan cara baca konvensional. Dan angka yang ditemukan juga lebih kurang sama, 10 jam per buku.

Perlu diketahui ini bukanlah angka yang pasti untuk setiap orang. Karena saat membaca dengan cara konvensional mereka mengatakan harus menghadapi masalah seperti mengantuk, malas baca, mood naik turun, tidak paham apa yang dibaca sampai harus membaca berulang-ulang agar bisa paham dan ingat isi buku.

 

Lalu ada juga yang bertanya, “Bagaimana dengan mereka yang kecepatan bacanya tinggi. Mereka juga bisa paham apa yang mereka baca?”

Coba perhatikan, berapa banyak orang bisa melakukan hal yang sama? Tentu hanya beberapa orang saja, bukan?

Kalau kita perhatikan lebih dalam, membaca sudah menjadi kegiatan wajib bagi orang-orang ini. Mungkin mereka sudah terbiasa membaca sejak kecil.

Jadi hal yang wajar kecepatan membaca mereka tinggi. Mereka sudah sangat terlatih.

Satu hal lagi, mereka sudah memiliki data based yang sangat banyak di pikiran bawah sadarnya. Databased ini sangat membantu mereka dalam memahami isi buku yang mereka baca.

 

Lalu bagaimana dengan bacakilat?

Bacakilat tidak terlalu menekankan pada kecepatan membaca melainkan membaca selektif. Membaca selektif berarti kita mencari informasi-informasi yang kita butuhkan. Informasi yang tidak sesuai tujuan atau tidak dibutuhkan, kita lewatkan.

“Kok begitu?”

Jawabannya ada di 3 langkah membaca dari teknik bacakilat

 

3 langkah bacakilat

Langkah pertama dari bacakilat adalah membuat tujuan membaca. Sebelum kita membaca buku tersebut, kita tetapkan tujuan apa yang kita ingin dapatkan dari buku itu. Di sini kita memberikan target ke bawah sadar kita untuk mendapatkan sesuatu dari buku itu.

Di langkah kedua, kita melakukan langkah bacakilat, sebuah teknik yang memasukkan semua informasi yang ada di buku langsung ke bawah sadar. Di sini kita memberikan waktu ke pikiran bawah sadar untuk belajar duluan.

Langkah terakhir, kita melakukan aktivasi manual. Di sini kita membuat pikiran sadar paham apa yang kita baca dengan cara memberikan stimulus spesifik ke bawah sadar untuk mengirimkan informasi yang kita butuhkan dari buku ke pikiran sadar.

Di bagian inilah kita membaca secara selektif. Kita membaca bagian-bagian tertentu untuk mendapatkan tujuan yang telah kita tetapkan di langkah pertama dari teknik bacakilat.

“Lalu bagaimana dengan bagian yang tidak dibaca? Bukannya nanti ketinggalan informasi?” Mungkin Anda balik bertanya seperti ini.

Kalau ada bagian yang dirasa tidak perlu dibaca maka informasi di bagian itu memang belum dibutuhkan saat ini atau memang kita sudah paham akan informasi itu. Dengan membuat tujuan membaca yang baru, ada kemungkinan bagian-bagian yang kita lewatkan bisa dibaca.

Ada 2 alasan kenapa dengan bacakilat seseorang bisa menyelesaikan satu buku dengan ketebalan 200-300 halaman dalam 2 jam dan mereka paham isi bukunya.

Pertama karena kita menekankan pada baca selektif, bukan pada kecepatan membaca. Untuk apa kita baca cepat tapi tidak paham. Ini akan membuat kita membaca ulang buku itu.

Kedua, kita membuat pikiran bawah sadar belajar duluan sehingga saat kita memahami isi buku tersebut, buku itu rasanya lebih mudah dipahami atau ada perasaan seperti buku itu sudah pernah dibaca sebelumnya.

Jadi jelas ya, di bacakilat kita tidak menekankan kecepatan membaca melainkan membaca secara selektif untuk mencapai tujuan membaca.

 

Pendekatan baca konvensional dan bacakilat

Baca konvensional sangat menekankan pada pikiran sadar dalam memproses informasi. Menurut George A. Miller pikiran sadar kita hanya mampu memproses informasi 5-9 hal per detik. Sedangkan pikiran bawah sadar bisa memproses milyaran informasi per detik.

Keterbatasan dari pikiran sadar dalam memproses informasi inilah yang membuat kita merasa pikiran kita sudah penuh dan tidak bisa menerima informasi baru lagi.

Kondisi ini memunculkan rasa bosan, malas, mengantuk, sering mengulang-ulang bagian-bagian tertentu dengan tujuan bisa mengingat apa yang telah diulang. Nyatanya, kita tetap lupa dan ga paham juga dengan apa yang telah dibaca.

Alasan kenapa kita membaca adalah karena kita tidak memiliki informasi yang ada di buku tersebut.

Masalahnya saat kita membaca secara konvensional kita memasukkan informasi dari buku secara sadar ke pikiran bawah sadar. Di waktu yang bersamaan pikiran bawah sadar kita juga mengirimkan informasi (pikiran-pikiran) ke pikiran sadar.

Kecenderungan pikiran kita, ia lebih suka memproses informasi yang berasal dari bawah sadar bukan yang berasal dari pikiran sadar.

Inilah yang membuat saat kita membaca, ada banyak pikiran yang muncul; entahlah itu tentang pekerjaan, teman, hewan peliharaan dll.

Di bacakilat, kita membalik prosesnya. Di langkah kedua dari teknik bacakilat kita memasukkan informasi dari buku ke bawah sadar.

Saat kita membaca buku itu secara sadar di langkah ketiga (aktivasi manual), data yang dikirimkan dari pikiran bawah sadar kita ke pikiran sadar adalah informasi-informasi yang sejalan dengan tujuan membaca kita.

Ini bisa terjadi karena pikiran bawah sadar kita telah memiliki informasi tentang buku itu. Jadi jangan heran kalau Anda nantinya membaca menggunakan bacakilat waktu 1-2 jam tidak terasa karena pikiran Anda sangat fokus. Nanti Anda akan ketagihan lho.

Gambar oleh Karolina Grabowska dari Pixabay

3 kelompok buku

“Tapi, kenapa ada buku yang saya tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. Ada juga buku-buku tertentu yang membuat saya harus mengulang-ulangnya agar bisa paham dan itu sangat lama menuntaskannya? Itu bagaimana?” Mungkin Anda berkata seperti itu.

Secara umum buku dikategorikan menjadi 3 kelompok. Ada buku yang hanya dicicip saja. Dibaca sedikit saja kita sudah paham isinya dengan baik.

Kelompok kedua adalah buku yang ditelan. Maksudnya Anda tetap membaca bukunya lho ya, bukan menelannya hehe.

Untuk memahami kelompok buku ini, kita tidak perlu analisa yang mendalam. Buku-buku di kelompok ini adalah buku-buku di bidang utama keahlian kita.

Kelompok buku terakhir adalah kunyah cerna. Kelompok buku ini adalah buku-buku yang membutuhkan analisa yang dalam agar bisa memahaminya.

Umumnya buku-buku di kelompok ini adalah buku-buku yang luar bidang keilmuan dan keahlian seseorang.

Contohnya seorang dengan background hukum ingin belajar tentang ilmu kedokteran atau teknik sipil. Tentu ia harus belajar lebih lama untuk bisa membangun pemahaman tentang ilmu baru yang ia ingin kuasai.

Jadi terlepas seseorang menggunakan cara baca konvensional atau pun bacakilat pasti membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami atau menyelesaikan buku-buku di kategori buku kunyah cerna. Ini terjadi karena informasi di buku itu tidak ada di pikiran bawah sadar kita.

Sekalipun kita menjanjikan seseorang bisa menyelesaikan 1 buku dengan ketebalan 200-300 halam kurang dari 2 jam dan ia paham isi bukunya, tapi jika berhadapan dengan kelompok buku kunyah cerna ia tetap membutuhkan waktu lebih dari 2 jam.

Dari pengalaman kami, banyak alumni yang membaca kelompok buku kunyah cerna menyatakan, mereka merasa lebih mudah memahami isi bukunya.

Tingkat kesulitan buku tersebut berkurang jauh. Kalau diberi angka, kesulitannya turun dari 10 ke 7 atau dari ke 4.

So, kembali ke judul artikel ini, “Seberapa cepatkan membaca dengan bacakilat?”

Tergantung dari kelompok buku apa yang Anda baca. Kalau Anda membaca kelompok buku dicicip, dengan bacakilat untuk menuntaskan buku dengan ketebalan 200-300 halaman bisa selesai sekitaran 1 jam.

Untuk kelompok buku ditelan lebih kurang 2 jam. Sedangkan untuk kelompok buku kunyah cerna pasti lebih dari 2 jam.

Dan sekali lagi, di sini kita benar-benar tidak menekankan pada kecepatan membaca melainkan baca selektif.

Dan sekali lagi, di sini kita benar-benar tidak menekankan pada kecepatan membaca melainkan baca selektif.

Kalau Anda ingin tahu lebih dalam bagaimana cara kerja bacakilat, maka Anda bisa mempelajarinya di link ini. Nanti Anda akan diminta untuk memasukkan nama dan alamat email. Setelah itu akan dikirimkan link untuk Anda langsung bisa mengakses 3 video penjelasan dasar bacakilat.

Semoga bisa menjawab pertanyaan Anda dari penjelasan saya di atas.

So, saya penasaran ingin mendengar pemikiran Anda tentang isi artikel ini. Mari kita berdiskusi dengan meninggalkan pemikiran Anda di kolom komentar.

 

About the Author

Leave a Reply 0 comments

Leave a Reply: