Solusi Terbaik Orangtua Mengatasi Kebiasaan Malas Belajar Pada Anak

Memotivasi Anak

Apakah anak Anda sangat sulit diarahkan untuk belajar dan mengerjakan tugas rumah dari sekolah? Meskipun orangtua sudah memberikan semua yang tebaik untuk anak tetapi tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Mulai dari les tambahan hingga memberikan suplemen makanan tambahan. Tetapi sama saja, anak tetap malas belajar.

Banyak masalah yang sama yang dihadapi oleh banyak orangtua dalam menghadapi kebiasaan malas belajar pada anak. Mereka pusing tujuh keliling untuk memotivasi anak mau belajar dan tidak jarang motivasi yang diberikan menjadi suara pembawa tidur yang nikmat saat anak belajar. Suara orangtua bagiakan musik pembawa tidur anak.

Saat akan belajar, mata anak langsung memerah. Kondisi badan yang sangat lelah dan letih seperti sudah melakukan pekerjaan yang sangat berat sekali satu harian. Ini adalah tanda-tanda anak tidak siap belajar. kondisi seperti ini yang dilakukan secara berulang dan konsisten membuat mereka memiliki kebiasaan baru, yaitu ingin tidur saat mau belajar.

Kita akan membahas apa penyebab anak bisa sampai malas belajar, benarkah memang sudah digariskan bahwa anak akan selalu malas belajar ketika akan melihat tumpukan buku? Serta apa solusi bagi orangtua dalam mengatasi kebiasaan malas belajar pada anak.

Penyebab Anak Malas Belajar

Ada beberapa penyebab anak sangat malas belajar yang tidak pernah diketahui oleh orangtua dan pengajar. Yang mereka ketahui adalah anak tidak bisa mengetahui materi pelajaran, lebih suka bermain-main dengan teman sekelas dan lebih asyik mengerjakan hal yang dipandang tidak penting oleh orangtua dan pengajar.

Ini adalah hasil dari kemalasan belajar bukan penyebab utama. Baiklah, saya akan memberi tahu Anda penyebab mengapa anak malas belajar. Jangan kaget kalau anak Anda sangat masuk akal sekali kalau malas belajar ya.

 1. Tujuan Belajar

Apakah anak Anda memiliki tujuan belajar yang jelas. Apakah anak Anda tahu apa tujuanya pergi kesekolah dengan membawa tas berisikan tumpukan kertas yang sangat berat dan melelahkan?  Dan apa keuntungan serta manfaat untuk mereka duduk dan mendengarkan guru menjelaskan materi pelajaran di kelas?

Anda bisa bayangkan kalau mereka sekolah hanya untuk memenuhi tuntutan yang dibuat oleh sistem pendidikan kita. Pasti sangat menyiksa sekali untuk mereka. Jadi wajar donk kalau mereka malas belajar dan lebih suka bermain-main atau membicarakan pemain sepak bola serta club favorit mereka.

Sama halnya Anda orangtua ketika masih muda. Apakah Anda akan memasak masakan terbaik dan terlezat yang bisa dibuat untuk pacar Anda yang akan datang ngapel ke rumah di malam minggu? Atau Anda memasak  masakan terbaik untuk makanan sehari-hari?

Sudah tentu dan pasti Anda akan memasak masakan terbaik untuk pacar Anda bukan? Kenapa bisa? Karena Anda memiliki tujuan yang jelas, yaitu membuat pacar Anda terpesona dengan masakan buatan Anda dan ingin memberi kesan bahwa Anda adalah calon ibu rumah tangga terbaik untuk dirinya.

Sama halnya dengan anak sekolah yang tidak memiliki tujuan belajar. Mereka tidak tahu mengapa mereka belajar. Mereka hanya mengikuti sebuah kebiasaan yang mereka tidak bisa nikmati dan tidak bisa mengembangkan diri mereka.

2. Belum Memiliki Cita-Cita

Anak tidak memiliki cita-cita yang jelas dengan mereka harus sekolah. Cita-cita di sini berbeda dengan tujuan belajar. Tujuan belajar lebih spesifik, lebih mengarah ke tujuan setiap mata pelajaran sedangkan cita-cita lebih kearah apa yang mereka inginkan atau menjadi di masa depan. Apakah mereka akan menjadi dokter, pilot, polisi atau jadi pengusaha.

Dengan memiliki cita-cita akan lebih membuat mereka bersemangat dan memiliki motivasi internal bukanya external. Mereka bisa belajar tanpa harus diminta, dipaksa, atau pun dimarahi terlebih dahulu. Ini justru sangat menguntungkan bagi orangtua dan pengajar.

3. Tidak Mengetahui Aplikasi Dari Belajar

Mereka tidak mengetahui aplikasi dari materi pelajaran yang mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengetahui aplikasi dan contoh dari materi pelajaran dalam kehidupan keseharian mereka akan menimbulkan rasa penasaran pada anak. Rasa penasaran inilah yang membuat mereka akan selalu mencari dan mau terus belajar dan bertanya kepada guru dan buku.

4. Rendahnya Dukungan Orangtua

Mereka tidak mendapatkan dukungan dari orangtua dalam proses belajarnya. Bentuk dari dukungan ini bisa berupa bertanya tenatang sekolah, guru, mata pelajaran, teman serta kehidupan anak. Tidak bisa dipungkiri bahwa orangtua memiliki peran yang paling vital dalam proses belajar anak.

Lalainya orangtua memberikan bentuk disiplin yang tepat kepada anak membuat anak lebih memberikan banyak perhatian kepada hal yang tidak penting seperti menonton TV dan bermain game berjam-jam hingga anak lupa waktu untuk belajar. Ketika akan belajar, waktu tidur sudah menanti dan saatnya untuk tidur. Jadinya anak tidak memiliki waktu yang cukup untuk belajar dan kebablasan tidur.

Inilah beberapa alasan dasar mengapa anak memiliki kebiasaan malas belajar.Memang sangat masuk akal bila hal tersebut terjadi dengan alasan di atas. Setalah kita mengetahui penyebab mengapa anak memiliki kebiasaan malas belajar maka saat yang tepat untuk mencari solusi yang tepat untuk mengatasi malas belajar pada anak. Saat Anda mengalami satu penyakit. Bila dokter tidak mengetahui penyebab penyakit Anda maka dia tidak bisa memberikan obat penawarnya.

Sama seperti dokter, saya akan memberikan “obat penawar” kepada Anda untuk diterapkan untuk mengatasi kebiasaan malas belajar.

Menuntaskan Kebiasaan Malas Belajar

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan malas belajar pada anak. Ini wajib dilakukan sebelum Anda melangkah ke tahap selanjutnya.

1. Membuat Tujuan Belajar

Membuat tujuan yang jelas dalam belajar. Apa manfaat yang bisa anak dapatkan ketika belajar satu mata pelajaran tertentu. Saat anak tidak bisa membuat tujuan maka Anda bisa membantu anak dengan berdiskusi apa yang bisa dia dapatkan dari satu mata pelajaran tertentu. Dengan anak mengetahui tujuan belajarnya akan membuat pikiranya lebih bisa fokus dan mau belajar.

Dengan membuat tujuan pikiran bawah sadar anak akan tahu mengapa dia harus memberikan perhatian dan fokus untuk belajar. Pikiran bawah sadar akan membantu anak dalam belajar baik di sekolah atau di rumah.

Sama seperti Anda saat melakukan satu pekerjaan. Bila Anda memiliki tujuan yang jelas maka perhatian dan fokus Anda akan terarah untuk mencapai tujuan Anda. Anda akan melewatkan pekerjaan yang tidak mendukung dan memberikan perhatian pada hal yang Anda rasa butuhkan.

2. Mengetahui Manfaat Belajar

Anak harus tahu manfaat apa yang bisa anak dapatkan dari belajar. Dengan mengetahui manfaat tersebut akan mengarahkan motivasi dan kemauan akan belajar. Anda bisa melakukan diskusi bersama untuk membantu anak mengetahui bila anak belum jelas akan manfaat dari dia belajar.

Oh ia. Saat membantu anak menemukan manfaat belajar, jangan jadikan mendapatkan nilai baik di sekolah sebagai tujuan dari belajar tetapi lebih kearah penerapan dalam kehidupan keseharian anak. Sehingga anak memiliki minat dan rasa penasaran dalam belajar di sekolah.

3. Bantu Anak Temukan Cita-Citanya

Bantu anak Anda menemukan cita-citanya. Tanyakan apa cita-cita anak, akan menjadi apa dan pekerjaan apa yang akan mereka lakukan dimasa depan. Saat anak sudah tahu apa cita-citanya maka Anda bisa mengarahkan anak untuk belajar. Bahwa belajar adalah satu cara untuk mencapai impian anak.

Satu hal tentang cita-cita. Anda juga jangan memaksakan cita-cita Anda orangtua, untuk diikuti dan dilakukan oleh anak. Karena sama saja nantinya, mereka tidak akan memiliki semangat untuk mencapainya. Cita-cita yang berasal dari anak jauh lebih kuat daripada cita-cita yang Anda tanamkan dan paksakan. Ini sangat bergantung dengan minat dan kesukaan anak sendiri.

4. Aplikasi Dari Belajar

Minta anak untuk mencari tahu apa aplikasi yang bisa mereka terapkan dari pelajaran yang mereka bisa dapatkan. Mereka bisa mencari tahu kepada guru. Ini akan memicu anak untuk memancing dan menumbuhka rasa penasaranya. Mereka juga bisa belajar lebih mandiri tanpa harus diminta untuk belajar.

5. Strategi Belajar

Belajar mandiri. Ini sangat berkaitan dengan strategi belajar yang dipakai oleh anak di rumah dah sekolah. Kalau anak masih menggunakan metode belajar yang Anda dulu gunakan maka sudah bisa dipastikan mereka akan sangat kesulitan untuk belajar. Strategi belajar yang saya sarankan kepada Anda adalah menggunakan teknik Bacakilat for student.

Teknik bacakilat for student sangat memperdayakan anak dalam belajar. Di mana, teknik ini menggunakan kemampuan otak dan pikiran anak. Menyeimbangkan otak kanan dengan otak kiri, dan  menggunakan pikiran bawah sadar, gudangnya semua informasi tersimpan. Inilah teknik belajar yang belum banyak digunakan dalam membantu anak menyerap materi pelajarn di sekolah. Untuk mengetahui tentang Bacakilat for student lebih dalam Anda bisa kelik di sini atau mendaftarkan diri ke bimbingan online untuk mendapatkan informasi lengkap tentang bacakilat for studentsecara gratis.

6. Prioritas Belajar

Kebanyakan anak tidak memiliki prioritas dalam belajar. Ketika mereka sampai di rumah mereka langsung diminta belajar tanpa adanya waktu bermain dan berkomunikasi dengan orangtua. Atau bahkan sebaliknya. Dengan membuat prioritas belajar akan sangat membantu mereka memahami satu mata pelajaran dari pada belajar semua mata pelajaran sekaligus. Dengan membuat prioritas belajar, anak akan tahu mana pelajaran yang penting dan genting. Anda harus membantu anak memprioritaskan pelajaran yang genting terlebih dahulu untuk dikerjakan seperti akan menghadapi ujian.

7. Dukungan Dari Orangtua

Ini sangat penting dan orangtua perlu memprioritaskan waktu khusus buat anak. Tujuanya adalah membantu mereka dalam menghadapi setiap permasalahan di sekolah. Apakah anak memiliki masalah belajar, masalah dengan teman atau  guru. Selain itu Anda juga bisa mengetahui perkembangan anak dalam belajar di sekolah. Tujuanya agar menjaga motivasi belajar anak tetap stabil untuk mengubah kebiasaan malas belajar menjadi lebih mudah.

Selain itu, orangtua perlu memberi penghargaan kepada anak saat mereka mendapatkan prestasi yang baik di sekolah,  memberikan dukungan semangat ketika mereka merasa down dan kelelahan saar belajar atau memiliki masalah di sekolah. Ini sangat berati untuk anak agar motivasi belajarnya terjaga dengan baik.

Cara memberikan penghargaan dan motivasi kepada anak sangat berhubungan dengan bahasa kasih anak. Karena setiap anak memiliki bahasa kasih yang berbeda-beda. Garry Chapmen mengatakan bahwa anak menerima kasih sayang orangtuanya dari lima cara, antara lain: sentuhan fisik, pemberian hadiah, kata-kata pendukung, pelayanan dan waktu berkualitas. Anak akan merasa disayang dan diterima bila pemberian kasih sayang sesuai dengan bahasa kasih mereka. Bila tidak, anak tidak akan merasa disayang meskipun orangtua telah merasa memberikan dorongan semangat kepada anak.

Anak dengan bahasa kasih sentuhan fisik lebih merasa disayang dengan memberikan sentuhan fisik. Anda bisa memberinya dengan sentuhan di kepala, pundak dan dipunggung. Anak dengan bahasa kasih pemberian hadiah akan lebih merasa disayang dengan memberikan mereka hadiah. Hadiah yang Anda berikan bisa berupa hadiah-hadiah kecil yang mereka suka. Saat memberikan hadiah Anda harus memberikan sesuai dengan yang mereka suka bukan yang Anda rasa baik untuk mereka. Selain itu, saat memberikan hadiah, berilah dengan tulus kepada anak.

Anak dengan bahasa kasih kata-kata pendukung, sangat suka menerima pujian dan dukungan atas apa yang mereka telah lakukan. Berilah dukungan dan kata pujian dengan tulus dan spesifik atas apa yang telah mereka capai. Saat mereka merasa down atau mengalami masalah di sekolah, Anda bisa menceritakan pengalaman yang anak lakukan dengan baik. Anda bisa memberikan kata-kata pendukung atas apa yang mereka telah capai dengan baik di masa lalu untuk memicu anak lebih termotivasi.

Anak dengan bahasa kasih pelayanan, sangat suka bila mereka dilayani dalam konteks wajar.  Seperti membantu anak menyusun buku pelajaran, membantu mengerjakan PR sekolah, membantunya merapikan kamar, membuatkan makanan kesukaan sampai membantu mereka memperbaiki mainan mereka. Terakhir, untuk anak dengan bahasa kasih waktu berkualitas, Anda perlu memberikan waktu Anda untuk anak. Ketika bersama anak, Anda bisa melakukan kegiatan bersama yang ditandai dengan komunikasi yang baik dan kedekatan emosi yang intens antara orangua dan anak. Anda bisa melakukanya sambil memasak atau membersihkan rumah bersama.

Inilah solusi yang Anda bisa gunakan dan terapakan kepada anak. Anda bisa bekeja sama dengan anak untuk mengubah kebiasaan malas belajar menjadi belajar yang menyenangkan bagi anak. Semoga bisa diterapkan dan membantu masalah anak Anda. Sudahkah Anda memicu motivasi belajar anak Anda?

About the Author

Leave a Reply 5 comments

Cindy Claudia - December 19, 2014 Reply

Tips saya juga punya anak usia 3, 7 dan 12 ,anak yang pertama kesekolah selalu menangis dan suka lari-lari dikelas tidak mau belajar, untuk yang 7 tahun emosian tidak mau mengalah dengan adiknya, yang besar juga suka moody, tanggung jawabnya kurang,kalau mau kerjakan Pr perlu dimarahi dulu. Sekarang sudah lebih baik saat saya masukkan ketiga anak saya ke les Yemayo, ini linknya http://www.myyemayo.blogspot.com/p/testimoni_08.html semoga bisa membantu.

les privat - November 12, 2016 Reply

iya bener anak-anak sudah belajar karena mungkin dunia mereka masih dunia bermain. kebetulan anak aku masih di TK B dan aku menggunakan cara pendekatan belajar sambil bermain, sering di ajak berkomunikasi dengan memberikan pengertian yang mudah untuk mereka.

Mabel Maldenado - October 2, 2017 Reply

Lumayan ini buat bacaan, jangan lupa kasi video yg sesuai sm topik ini min.

Dusti Petrini - October 2, 2017 Reply

Lumayan ini buat bacaan, jangan lupa kasi video yg sesuai sm topik ini min.

ida - November 7, 2017 Reply

Saya ibu 1 anak..belum lama sya mengangkat anak kakak sya yg tidak diurus oleh ortunya..nah Anak angkat ku korban orang tua nya..yg dr dulu cuma dijanjin sekolah sampai akhrnya 6th bru masuk sekolah itu pun setelah saya angkat langsung sya sekolahn..dr waktu sama ortunya g pernah diajarin apa2..jd efeknya skrang
1 dy males kl mau berangkat sekolah
2 maunya libur trus
3 males ngerjain pr
4 susah nangkep/ tidak mudah mengerti
Udah pakai metode apa pun tetep sama..mana bawaan nya dr dulu masH belum bisa pup dikamar mandi..jd mash di celana..jujur agak kuwalahan ngadepin nya
Mash bnyak bnget masalah anak asuh ku..kalau ada tip yg bagus tolong info y bunda2

Leave a Reply: